(navigation image)
Home American Libraries | Canadian Libraries | Universal Library | Community Texts | Project Gutenberg | Biodiversity Heritage Library | Children's Library | Additional Collections
Search: Advanced Search
Anonymous User (login or join us)
Upload
See other formats

Full text of "Tafsir Ibnu Katsir Juz 13 {Surat Yusuf 53 s.d Al-Hijr 1}"

AL-fMAM PiBUL FJDA fSMA'iL 1BNU KASfR AD-DIMASYCH 



R 




Yusuf 53 s.d. M - Hijr 1 



Dikemas dalam lormat djvu oleh : 

■^liilillliliMllili'-ilililf 



vn 



DAFTAR ISI 



Kata Pengantar Penerbit — v 

Pedoman Transliterasi Ejaan Arab ke Ejaan Indonesia SKB 2 Menteri 

(Agama - Dikbud) — vi 

JUZ 13 

Surat Yusuf 

• Yusuf, ayat 53 — I 

• Yusuf, ayat 54-55 — 3 

• Yusuf, ayat 56-57 — 5 

• Yusuf, ayat 58-62 — 9 

• Yusuf, ayat 63-64 — 13 

• Yusuf, ayat 65-66 — 15 

• Yusuf, ayat 67-68 — 18 

• Yusuf, ayat 69 — 21 

• Yusuf, ayat 70-72 — 21 

• Yusuf, ayat 73-76 — 23 

• Yusuf, ayat 77 — 27 

• Yusuf, ayat 78-79 — 31 

• Yusuf, ayat 80-82 — 32 

• Yusuf, ayat 83-86 — 35 

• Yusuf, ayat 87-88 — 42 

• Yusuf, ayat 89-92 — 45 

• Yusuf, ayat 93-95 — 50 

• Yusuf, ayat 96-98 — 52 

• Yusuf, ayat 99-100 — 55 

• Yusuf, ayat 101 — 63 

• Yusuf, ayat 102-104 — 71 

• Yusuf, ayat 105-107 — 74 

• Yusuf, ayat 108 — 87 

• Yusuf, ayat 109 — 88 

• Yusuf, ayat 110 — 94 

• Yusuf, ayat 1 1 1 — 100 
Surat Ar-Ra'd 

• Ar-Ra'd, ayat 1 — 103 

kampangwnnah. org 



vm 



• Ar-Ra'd. ayal 2 — 105 

• Ar-Ra'd, ayat 3-4 — 111 

• Ar-Ra'd, ayal 5 — 115 

• Ar-Ra'd, ayat 6 — 117 
► Ar-Ra'd- ayat 7 — 122 

- Ar-Ra'd, ayat 8-9 — 126 

- Ar-Ra'd, ayat 10-11 — 133 

• Ar-Ra'd, ayat 12-13 — 143 

• Ar-Ra'd, ayat 14 — 154 

• Ar-Ra'd, ayat 15—157 

• Ar-Ra'd, ayat 16 — 158 

• Ar-Ra'd, ayat 17 — 161 

• Ar-Ra'd, ayat 18 — 168 

• Ar-Ra'd, ayat 19 — 170 

• Ar-Ra'd, ayal 20-24 — 172 

• Ar-Ra'd, ayat 25 — 181 

• Ar-Ra'd, ayal 26 — 184 

• Ar-Ra'd, ayat 27-29 — 186 
■ Ar-Ra'd, ayat 30 — 200 

• Ar-Ra'd, ayat 31 — 203 

• Ar-Ra'd, ayat 12 — 210 

• Ar-Ra'd, ayal 33 — 212 

• Ar-Ra'd, ayat 34-35 — 217 

• Ar-Ra'd, ayat 36-37 — 225 

• Ar-Ra'd, ayat 38-39 — 230 

• Ar-Ra'd, ayat 40-41 — 241 

• Ar-Ra'd, ayat 42 — 245 

• Ar-Ra'd, ayat 43 — 247 
Surai Ibrahim 

• Ibrahim, ayat 1-3 — 252 

• Ibrahim, ayat 4 — 256 

• Ibrahim, ayat 5 — 258 

• Ibrahim, ayat 6-8 — 261 

• Ibrahim, ayal 9 — 266 

• Ibrahim, ayat 10-12 — 270 



kompanqsannoh. org 



IX 



Ibrahim, ayal 13-17 — 275 
Ibrahim, ayat 18 — 288 
Ibrahim, ayat 19-20 - - 290 
Ibrahim, ayat 2 1 — 293 
Ibrahim, ayal 22-23 — 298 
Ibrahim, ayat 24-26 — 307 
Ibrahim, ayat 27 — 314 
Ibrahim, ayat 28-30 — 349 
Ibrahim, ayal 31 — 355 
Ibrahim, ayat 32-34 — 357 
Ibrahim, ayal 35-36 — 362 
Ibrahim, ayat 37 — 366 
Ibrahim, ayal 38^11 — 368 
Ibrahim, ayat 42^13 — 370 
Ibrahim, ayat 44-46 — 373 
Ibrahim, ayat 47-48 — 379 
Ibrahim, ayat 49-5 1 — 389 
Ibrahim, ayal 52 — 394 

Surai Al- Hijr 

• Al-Hijr, ayat I -— 397 



kampangwnnah. org 



Tafsir ib«iu Kasir 



JUZ 13 



Yusuf, ayat 53 

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena 
sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali 
nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku 
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

Istri Al-Azi/ mengatakan, "Aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan, 
sebab hawa nafsu diriku selalu membisikkan godaan dan angan-angan 
kepadaku. Karena itulah aku menggodanya." 

karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, 
kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. (Yusuf: 53) 

kecuali orang yang dipelihara oleh Allah S\vt dari kesalahan. 

Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 
(Yusuf; 53) 

Pendapat inilah yang terkenal, yang lebih sesuai, dan lebih serasi dengan 
konteks kisah dan makna-makna kalimat. Pendapat ini diriwayatkan oleh 
Al-Mawardi di dalam kitab tafsirnya, dan pendapatnya ini didukung 
oleh Imam Abui Abbas ibnu Taimiyyah yang menulisnya secara 
tersendiri di dalam suatu pembahasan secara detail. 

kampangsannah. org 



Juz 13 ~ YUSuf 



Menurut pendapat lainnya, kalimat dalam ayat ini termasuk 
perkataan Nabi Yusuf a.s. Yusuf a.s. berkata: 



&w&Ste^ 



c2 oy : t fc«tjtf 

Ktmg demikian ilu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa 
sesungguhnya aku tidak berkfiianal kepadanya. (Yusuf: 52) 

Yakni tidak berbuat yang tidak senonoh terhadap istrinya. 

di belakangnya (Yusuf: 52) 

Dengan kata lain, sesungguhnya aku menyuruh si utusan raja kembali 
tiada lain agar raja mengetahui kebersihan diriku dari apa yang 
dituduhkan kepadaku dan agar Al-Aziz (suami si wanita yang 
menggodanya) mengetahui. 

bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya. (Yusuf: 52) 
Yakni dengan melakukan perbuatan itu kepada istrinya. 



flV l >— -o^y^J » 



&&tf3fr$**tfs2ft 



di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridai tipu daya 
orang-orang yang berkhianat. (Yusuf: 52) 

Hanya pendapat ini yang diketengahkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu 
Hatim. 

Ibnu Jarir mengatakan, tefah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, 
telah menceritakan kepada kami Waki\ dari Israil, dari Sammak, dari 
Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa setelah raja mengumpulkan semua 
wanita, lalu ia mengajukan pertanyaan kepada mereka, "Apakah kalian 
menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya kepada keinginan 
mereka?" 

kampungwnnah. org 



T.ilsir Ibnu Kasir 



&&&&&&& ^ &&f& U£&a &L 



Q\ 1 



Mahasempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan 
pun darinya. Berkata istri Al-Aziz, "Sekarang jelaslah kebenaran 
itu. "(Yusuf: 51), hingga akhir ayat. 

Maka Yusuf berkata: 

Yang demikian itu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa sesungguh- 
nya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya. (Yusuf: 52) 

Lalu Malaikat Jibril berkata kepada Yusuf, "Apakah memang engkau 
lidak pernah merasakan keinginan itu di suatu hari pun?" Yusuf 
menjawab: 

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan). (Yusuf: 53), 
hingga akhir ayat. 

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Ikrimah, 
Ibnu Abu Huzail, Ad-Dahhak, Al-Hasan, Qatadah, dan As-Saddi. 

Pendapat yang pertama adalah yang paling kuat dan paling jelas, 
karena konteks pembicaraan berkenaan dengan perkataan istri Al-Aziz 
di hadapan raja, dan Yusuf saat itu tidak ada, ia baru dipanggil oleh raja 
setelah itu. 



Yusuf, ayat 54-55 

kompangsunnoh. org 



Juz 13— Yusul 



Dan raja berkala, "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih 
dia sebagai orang yang dekat kepadaku. " Maka tatkala raja telah 
bercakap-cakaf) dengan dia, dia berkata, "Sesungguhnya kamu 
(mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi 
dipercayai pada sisi kami " Berkata Yusuf, "Jadikanlah aku 
bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang 
yang pandai menjaga lagi berpengetahuan. " 

Allah Swt. menceritakan perihal Raja Mesir ketika telah nyata baginya 
kebersihan nama dan kehormatan Nabi Yusuf a.s. dari tuduhan yang 
dilancarkan terhadap dirinya, bahwa si raja berkata: 



- ■.-,.- ^^SfeSl 



i t-i-—^j =» ^Ufti 



Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang 
rapal (dekat) kepadaku. " (Yusuf: 54) 

Maksudnya, aku akan mengangkatnya menjadi orang terdekatku dan 
juru pemberi nasihatku. 

Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia. (Yusuf: 54) 

Yakni setelah raja berbicara dengannya, mengenalnya dari dekat, 
mengetahui keutamaan serta keahlian yang dimilikinya, mengetahui pula 
pribadi dan akhlak serta kesempurnaan dirinya, maka raja berkata 
kepadanya: 

Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang 
berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami. (Yusuf: 54) 

Yakni sesungguhnya kamu sejak sekarang diangkat menjadi orang yang 
berkedudukan tinggi lagi dipercayai. Maka Yusuf berkata: 

kompungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 



Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya 
aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan. 
(Yusuf: 55) 

Yusuf memuji dirinya, hal ini diperbolehkan jika lawan bicara tidak 
mengetahui perihal dirinya karena sesuatu yang penting. Yusuf a. s. 
menyebutkan bahwa dirinya adalah orang yang pandai menjaga — yakni 
seorang bendaharawan yang dapat dipercaya — lagi berpengetahuan, 
yakni mempunyai ilmu yang luas dan pengalaman yang mendalam dalam 
pekerjaan yang ditanganinya. 

Syaibah ibnu Nu'amah mengatakan bahwa lafaz hafiz artinyadapat 
menjaga apa yang dititipkan kepadanya; dan lafaz 'alim artinya 
mengetahui akan musim paceklik mendatang dan hal ikhwalnya. 
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim. 

Yusuf meminta pekerjaan itu karena iamemiliki pengetahuan yang 
menguasai bidang tersebut dan ia dapat menanganinya, serta akan 
membawa kemaslahatan bagi manusia. 

Sesungguhnya Yusuf a.s. meminta kepada raja agar menduduk- 
kannya di jabatan kebendaharaan negara — yang saat itu bermarkas di 
piramida-piramida sebagai lumbung tempat pengumpulan bahan 
makanan — guna menghadapi musim paceklik mendatang yang 
diberitakan otehnya. Dengan demikian, Yusuf a.s. dapat mengaturnya 
dengan cara yang hati-hali, baik, dan tepat Dan ternyata permintaannya 
itu dikabulkan sebagai kehormatan buatnya. Karena itulah dalam firman 
selanjutnya disebutkan: 

Yusuf, ayat 56-57 

Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri 
Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja iakehendaki 

kompangsunnoh. org 



JUZ 1 3 — Yusuf 



di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa 
yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala 
orang-orang yang berbuat baik. Dan sesungguhnya pahala di 
akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu 
bertakwa. 

Allah Swt. berfirman: 

Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri 
itu (Yusuf: 56) 



Yakni negeri Mesir. 



£>1~. 



a» m&&Wi 



(dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja ia kehendaki di 
bumi Mesir itu (Yusuf: 56) 

Menurut As-Saddi dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslafn, Yusuf 
berkuasa penuh di negeri Mesir, dia dapat pergi ke mana pun yang 
dikehendakinya. Menurut Ibnu Jarir, Yusuf dapat bertempat tinggal di 
mana pun yang disukainya di negeri Mesir sesudah mengalami masa 
kesempitan, dipenjara, dan dijadikan tawanan. 

Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami 
kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang 
yang berbuat baik. (Yusuf: 56) 

Artinya, Kami tidak akan menyia-nyiakan kesabaran Yusuf yang telah 
mengalami gangguan yang menyakitkan dari saudara-saudaranya, juga 
kesabarannya dalam menanggung derita dipenjara karena ulah istri Al- 
Aziz. Karena itulah Allah Swt. memberinya akibat yang terbaik, yaitu 
diberi kemenangan dan pengukuhan. 

kampungsunnah. orq 



Tafsir itjnu Kasir 



rfy/; A'om/ /k/oA menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat 
baik. Dan sesungguhnya pahala di akfiirat itu lebih baik bagi 
orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa. (Yusuf: 56-57) 

Allah Swt. menceritakan bahwa apa yang disimpan-Nya bagi Nabi Yusuf 
di liari kemudian jauh lebih besar, lebih banyak, dan lebih agung daripada 
pengaruh dan kekuasaan yang diperolehnya di dunia ini. Perihalnya sama 
dengan apa yang dialami oleh Nabi Sulaiman a.s. yang disebutkan oleh 
firman Allah Swt.: 



v 



P*$®M> • 4MJ &$$&& 



Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau 
tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungjawaban. 
Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada 
sisi Kami dan tempat kembali yang baik. (Siul: 39-40) 

Makna yang rjimaksud ialah, Yusuf diangkat oleh Raja Mesir — Ar- 
Rayyan ibnul Walid — sebagai perdana menteri di negeri Mesir, 
menggantikan kedudukan orang yang pernah membelinya dahulu, yailu 
suami wanita yang pernah menggodanya. Raja Mesir masuk Islam di 
tangan Nabi Yusuf a.s. Demikianlah menurut Mujahid. 

Muhammad ibnu lshaq mengatakan bahwa ketika Yusuf berkata 
kepada Raja Mesir: 



cao: 



s^MM^ 



Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya 
aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan. 
(Yusuf: 55) 

Raja berkata kepadanya, "Saya terima," lalu raja mengangkatnya yang 
menurut pendapat ulama menyebutkan bahwa Yusuf menggantikan 
kedudukan Qitfir, sedangkan Qitfir sendiri dipecat dari jabatannya. 

kampungsunnah. org 



Juz 13— Yusuf 



Allah Swt. berfirman: 

Don demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di 
negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja ia 
kehendaki di bumi Mesir itu Kami melimpahkan rahmat Kami 
kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-ny iakan 
pahala orang-orang yang berbuat baik (Yusuf: 56) 

Muhammad ibnu lshaq mengatakan bahwa menurul kisah yang sampai 
kepadanya —hanya Allah yang lebih mengetahui - Qitftr meninggal dunia 
di hari-hari itu. Lalu Raja Ar-Rajyan ibnul Walid mengawinkan Yusuf 
dengan bekas istri Qitfir, yaitu Ra'il Ketika Rail masuk ke kamar Yusuf", 
maka Yusuf berkata kepadanya, "Bukankah ini lebih baik daripada apa 
yang engkau inginkan dahulu?" Menurut mereka, Ra'il berkata kepada 
Yusuf, "Hai orang yang dipercaya, janganlah engkau mencelaku, 
sesungguhnya aku seperti apa yang engkau lihat sendiri adalah seorang 
wanita yang cantik jelita lagi bergelimang di dalam kemewahan kerajaan 
dan duniawi, sedangkan bekas suamiku dahulu tidak dapat menggauli 
wanita. Dan keadaanmu seperti apa yang dijadikan oleh Allah dalam 
keadaan demikian ganteng dan tampannya (sehingga membuatku tergoda 
karenanya)." 

Mereka menduga bahwa ketika Yusuf menggaulinya menjumpainya 
dalam keadaan masih perawan, dan melahirkan anak darinya dua orang 
lelaki, yaitu Ifrasim ibnu Yusuf dan Maisya ibnu Yusuf. Lalu Ifrasim 
melahirkan Nun — orang tua Yusya* ibnu Nun — dan Rahmah, istri Nabi 
Ayyub a. s. 

Al-Fudail ibnu Iyad mengatakan bahwa istri Al-Aziz berdiri di 
pinggir jalan saat Yusuf sedang lewat, lalu ia berkala, "Segala puji bagi 
Allah yang telah menjadikan budak seorang raja berkat ketaatannya, 
dan raja menjadi budak karena kedurhakaannya." 



kampangsannah. org 



Tafsir ibnu Kasir 



Yusuf, ayat 58-62 

Z)aw saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir), /a/u mereka masuk 
Ae(tcmpat)»>r/. A/ofaj Yusuf mengenal mereka, sedangkan mereka 
tidak kenal (lagi) kepadanya. Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk 
mereka bahan makanannya, ia berkata, "Bawalah kepadaku 
saudara kalian yang seayah dengan kalian (Bunyarnin), tidakkah 
kalian melihat bahwa aku menyempurnakan sukalan dan aku 
adalah sebaik-baik penerima tamu? Jika kalian tidak membawanya 
kepadaku, maka kalian tidak akan mendapat sukalan lagi dariku 
dan jangan kalian mendekatiku. " Mereka berkata, "Kami akan 
membujuk ayahnya untuk membawanya (kemari), dan sesungguhnya 
kami benar-benar akan melaksanakannya. " Yusuf berkata kepada 
bujang-bujangnya, "Masukkanlah barang-barang (penukar 
kepunyaan mereka) ke dalam karung-karung mereka, supaya mereka 
mengetahui ajntbila mereka telah kembali kepada keluarganya, 
mudah-mudahan mereka kembali lagi. " 

As-Saddi, Muhammad ibnu lshaq, dan yang lainnya dari kalangan ahli 
tafsir menyebutkan bahwa penyebab yang mendatangkan saudara- 
saudara Yusuf ke negeri Mesir ialah bahwa ketika Yusuf menjabat 
sebagai perdana menteri di negeri Mesir, lalu lewatlah masa tujuh tahun 
yang subur, kemudian diiringi dengan tujuh tahun musim paceklik yang 
melanda seluruh negeri Mesir. Paceklik itu konon sampai juga melanda 
kawasan yang berdekatan dengan negeri Mesir hingga sampai ke Kan'an, 
tempat tinggal Nabi Ya'qub a.s, dan anak-anaknya. 

kampungsunnah. org 



10 Juz 13— Yusuf 

Saat itu Yusuf as. melakukan penghematan dalam mempergunakan 
bahan makanan pokok mereka dan menghimpunnya dengan baik, 
sehingga bahan makanan pokok berhasil dikumpulkan dalam jumlah 
yang sangat besar. Dan karena keberhasilannya itu Yusuf a.s. berhasil 
memperoleh bermacam-macam hadiah. Orang-orang dari berbagai 
kawasan dan bagian negeri Mesir berdatangan kepadanya untuk 
mendapatkan bagian jatah makanan bagi diri mereka dan orang-orang 
yang berada di dalam tanggungan mereka. 

Disebutkan bahwa Yusuf a.s. tidak pernah memberi seseorang lebih 
banyak daripada jumlah yang mampu dimuat oleh seekor unta untuk 
satu tahunnya. Dan tersebutlah bahwa Yusuf a.s. tidak pernah makan 
sampai kenyang; dia dan raja Mesir serta seluruh pasukannya bila makan 
hanya cukup dengan satu kali saja, yaitu di tengah siang harj, agar jumlah 
makanan pokok yang ada itu cukup buat semua orang selama tujuh tahun 
musim paceklik. Hal tersebut merupakan rahmat dari Allah buat 
penduduk negeri Mesir. 

Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa Yusuf a.s. menjual 
makanan pokok itu kepada mereka di tahun pertama paceklik dengan 
uang, di tahun keduanya dengan barang-barang, tahun ketiganya dengan 
anu, dan tahun keempatnya dengan lainnya, hingga mereka menukar 
diri mereka dan anak-anak mereka dengan bahan makanan itu setelah 
semua yang mereka miliki habis ditukarkan dengan makanan. Setelah 
ilu Yusuf memerdekakan mereka semuanya dan mengembalikan kepada 
mereka semua harta benda mereka. Hanya Allah-Iah yang lebih 
mengetahui kesahihan riwayat ini. Riwayat ini bersumber dari kisah 
Israiliyat yang tidak dapat dipercaya, tidak dapat pula didustakan. 

Maksud yang dikehendaki dalam pengetengahan kisah ini ialah 
bahwa saudara-saudara Yusuf termasuk di antara para pendapat yang 
meminta jatah makanan karena diperintahkan oleh ayah mereka; sebab 
telah sampai kepada mereka suatu berita yang menyatakan bahwa Aziz 
negeri Mesir (yang saat itu dijabat oleh Yusuf a.s.) menjual makanan 
kepada semua orang. Maka saudara-saudara Yusuf datang dengan 
membawa barang-barang yang akan mereka tukarkan dengan bahan 
makanan pokok. Mereka berangkat sepuluh orang, dan Nabi Ya'qub 
menahan anaknya yang bernama Bunyamin untuk tinggal bersamanya, 
dia adalah saudara sekandung Yusuf. Bunyamin adalah anak yang pal- 
ing dicintainya sesudah Yusuf liada. 

kompangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 1 



Kelika mereka masuk menemui Yusuf yang saat ilu sedang duduk 
di atas singgasananya dengan pakaian kebesarannya, ia langsung 
mengenal mereka ketika melihat mereka, tetapi mereka tidak kenal lagi 
kepadanya karena mereka telah berpisah dengan Yusuf ketika usia Yusuf 
masih anak-anak; lalu mereka menjual Yusuf kepada kafilah yang lewat, 
dan mereka tidak mengetahui lagi ke mana Yusuf dibawa orang-orang 
yang membelinya. Mereka juga tidak merasa curiga sedikit pun bila 
Yusuf berhasil meraih kedudukan yang setinggi itu. Karenanya mereka 
tidak mengenalnya. Lain halnya dengan Yusuf, ia masih kenal baik 
kepada mereka. 

As-Saddi dan lain-lainnya menceritakan bahwa Yusuf langsung 
berbicara dan berkala kepada mereka dengan nada keheranan, "Apakah 
yang mendorong kalian datang ke negeriku ini?" Mereka menjawab, 
"Wahai Aziz, sesugguhnya kami datang untuk membeli jatah makanan." 
Yusuf berkata, "Barangkali kalian adalah mata-mata." Mereka 
menjawab, "Kami berlindung kepada Allah dari mata-mata." Yusuf 
bertanya, "Kalau demikian, kalian berasal dari mana?" Mereka 
menjawab, "Kami dari negeri Kan'an, ayah kami adalah Nabi Ya'qub." 

Yusuf bertanya, "Apakah ayah kalian mempunyai anak selain 
kalian?" Mereka menjawab, "Ya, pada asalnya kami berjum lah dua belas 
orang, lalu yangterkecil di antara kami pergi dan hilang di padang sahara, 
padahal dia adalah anak yang paling dicintai oleh ayah kami. Sedangkan 
yang ada sekarang adalah saudara sekandungnya, karena itu ia ditahan 
oleh ayah kami sebagai pelampiasan kerinduannya kepada Yusuf." 

Yusuf memerintahkan agar mereka diberi tempat peristirahatan dan 
dihormati. 



*>n = 



«. v$&jm'& 



Dan tarkah Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya. 
(Yusuf: 59) 

Yakni setelah Yusuf memberikan kepada mereka sukatannya secara 
sempurna, lalu bahan makanan itu dinaikkan ke atas unta kendaraan 
mereka, maka Yusuf berkala, "Bawalah kemari saudara kalian yang 
kalian ceritakan itu. agar aku dapat mengecek kebenaran dari kisah 
kalian." 

kompangwnnah. o/y 



12 Ju?13 — Yusuf 



OH: 






tidakkah kalian melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan 
dan aku adalah sehaik-haik penerima tamu? (Yusuf: 59) 

Nabi Yusuf mengatakan demikian untuk menarik mereka agar kembali 
kepadanya, kemudian ia mempertakuti dan mengancam mereka: 



V Z. .^ IT^ .JdJ 



- MA&fttffttyf 



Jika kalian tidak membawanya kepadaku, maka kalian tidak akan 
mendapat sukatan lagi dariku. (Yusuf: 60), hingga akhir ayat. 

Dengan kata lain, jika kalian tidak datang membawa saudara kalian itu 
bersama kalian di lain waktu, maka kalian tidak akan mendapat bagian 
makanan lagi dariku. 

"dan jangan kalian mendekatiku. " Mereka berkata, "Kami akan 
membujuk ayafmya untuk membawanya (kemari) dan sesungguhnya 
kami benar-benar akan melaksanakannya. " (Yusuf: 60-6 1 ) 

Maksudnya, kami akan berusaha keras untuk mendatangkannya 
kepadamu dengan segala kemampuan kami, agar engkau mengetahui 
kebenaran dari apa yang telah kami katakan. 

As-Saddi menyebutkan bahwa Yusuf mengambil jaminan dari 
mereka agar mereka berusaha keras untuk mendatangkan Bunyamin 
bersama mereka ke hadapannya. Tetapi pendapat ini masih perlu 
dipertimbangkan kebenarannya, mengingat Nabi Yusuf a.s. menghormati 
mereka dan berbuat banyak kebaikan kepada mereka; hal ini untuk 
memikat hati mereka agar mau kembali kepadanya. 

Yusuf berkata kepada bujang-bujangnya. (Yusuf: 62) 
Yakni kepada pelayan-pe I ayannya. 

kampangsunnoh. onj 



Talsit (bnu Kasir 



c " lT! - -v 



Masukkanlah barang-barang (penukar kepunyaan) mereka. (Yusuf: 
62) 

yang mereka datangkan untuk ditukarkan dengan jatah makanan. 

ke dalam karung-karung mereka. (Yusuf: 62) 

Yaitu ke dalam peti tempat barang-barang mereka tanpa sepengetahuan 
mereka. 

mudah-mudahan mereka kembali. (Yusuf: 62) 

Yakni dengan membawanya (di lain waktu). Menurut suatu pendapat, 
Yusuf a.s. merasa khawatir bila mereka tidak mempunyai barang-barang 
lagi untuk mereka tukarkan dengan jatah makanan di lain waktu (maka 
ia mengembalikannya tanpa sepengetahuan mereka). 

Menurutjiendapat lain, Yusufmerasa kurang enak bila ia mengambil 
penukaran itu dari ayahnya dan saudara-saudaranya sebagai pengganti 
dari makanan. 

Menurut pendapat yang lainnya lagi, Yusuf bermaksud mengembali- 
kan mereka kepadanya bila mereka menjumpai barang-barang mereka 
ada di dalam karungnya; mereka pasti merasa berdosa dan tidak enak 
dengan hal tersebut, sebab Yusuf mengetahui benar watak mereka. 

Yusuf, ayat 63-64 

kampangsannah. org 



14 Juz13— Yusuf 

Maka tatkala mereka lelah kembali kepada ayah mereka fYa'qub), 
mereka berkata, "Wahai ayah kami, kami tidak mendapat sukatan 
(gandum) lagi, (jika tidak membawa" saudara kami). Sebab itu, 
biarkanlah saudara kami pergi bersama-sama kami supaya kami 
mendapat sukatan, dan sesungguhnya kami benar-benar akan 
menjaganya." Berkata Ya'gub, "Bagaimana aku akan memper- 
cayakannya (Bunyamin) kepada kalian, kecuali seperti aku telah 
mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kalian dahulu? " Maka 
A llali adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang 
di antara para Penyayang. 

Allah Swt. menceritakan perihal saudara-saudara Yusuf, bahwa mereka 
kembali kepada ayah mereka. 



e: t t" - *-**"*J- : * 



mereka berkata.-^Wahai ayah kami, kami tidak mendapat sukatan 
(gandum) lagi. (Yusuf: 63) 

Mereka bermaksud sesudah kali ini, yakni jika engkau tidak membiarkan 
saudara kami Bunyamin pergi bersama kami, niscaya kami tidak akan 
mendapat jatah makanan lagi. Maka izinkanlah dia pergi bersama kami 
agar kami mendapat jatah makanan, dan sesungguhnya kami benar-benar 
akan menjaganya. 

Sebagian ulama membacanya yaktal, yakni supaya dia mendapat 
jatah makanan. 



ir - *-***>$?. = 



$&m 



dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya. (Yusuf: 
63) 

Yakni janganlah khawatir terhadap keselamatan Bunyamin, karena 
sesungguhnya dia akan dikembalikan kepadamu, sebagaimana alasan 
mereka sama seperti yang dikatakan dalam peristiwa Yusuf: 



»r* 



kompangsannah. org 



Tafsir Ibnu KaSit 15 

■ Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi. agar dia (dapat) 
bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya 
kami pasli menjaganya. (Yusuf: 12) 

Karena itulah ayah mereka berkata kepada mereka: 

Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepada 
kalian, kecuali seperti aku lelah mempercayakan saudaranya 
(Yusuf) kepada kalian dahulu. (Yusuf: 64) 

Yakni tiadalah kalian akan memperlakukannya kecuali seperti apa yang 
telah kalian lakukan kepada saudaranya (Yusuf) sebelumnya. Kalian 
menjauhkannya dariku dan menghalang-halangi antara aku dan dia. 

Cli-:. tf <MjJJ \a$>J$* «Ulu 

Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga. (Yusuf: 64) 
Sebagian ulama membacanya hifzan. 

dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang. (Yusuf: 
64) 

Yakni Dia Maha Penyayang di antara para penyayang kepadaku, dan 
Dia pasti akan merahmatiku karena usiaku yang lelah lanjut, 
kelemahanku, dan kerinduanku kepada anakku (Yusuf); aku pun selalu 
berharap kepada Allah, semoga Dia mengembalikan Yusuf kepadaku 
dan menghimpunkan kekuatanku berkat bersatu dengannya. 
Sesungguhnya Dia Maha Penyayang di antara para penyayang. 

Yusuf, ayat 65-66 

kampungsannah. orq 



16 Juz 13— Yusuf 

Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka mene- 
mukan kembali barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan 
kepada mereka. Mereka berkala, " Wahai ayah kami, apa lagi yang 
kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kira, 
dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami, dan kami akan 
dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat 
tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah 
sukatan yang mudah (bagi Raja Mesir)," Ya'qub berkata. "Aku 
sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kalian, 
sebelum kalian memberikan kepadaku janji yang tegah atas 
nama Allah, bahwa kalian pasti akan membawanya kepadaku 
kembali, kecuali jika kalian dikepung musuh." Tatkala mereka 
memberikan janji mereka, maka Ya 'qub berkata, "Allah adalah 
saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)." 

Allah Swt. menceritakan bahwa kelika saudara-saudara Yusuf membuka 
karung-karung mereka, ternyata mereka menjumpai barang-barangnya 
dikembalikan kepada mereka. Y usullah yang memerintahkan kepada 
pelayan- pel ayannya agar memasukkan kembali barang-barang mereka 
ke dalam karungnya masing-masing. Setelah mereka mendapati barang- 
barang mereka ada di dalam karungnya: 



,\a -. 



x&am&aftpQEGfa 



Mereka berkata, "Wahai ayah kami, apa lagi yang kita inginkan. 
Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita. " (Yusuf: 65) 

Menurut Qatadah, artinya adalah 'tiada yang kita inginkan selain ini, 
sesungguhnya barang-barang kita dikembalikan kepada kita, padahal 
sukatan kita telah disempurnakan bagi kita'. 



kampungsannah. oiy 



Tafsir Ibnu Kasir I 7 

A»? fczffli oto dtyw/ memberi makan keluarga kami (Yusuf: 65) 

Yakni jika engkau melepaskan saudara kami pergi bersama-sama kami, 
niscaya kami dapat memberikan jatah makanan kepada keluarga kami. 



cz. 1« -. »__i-**»_5i- 






dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan 
mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. 
(Yusui: 65) 

Demikian itu karena Yusuf memberikan kepada setiap orang seberat 
beban seekor unta. Mujahid mengatakan bahwa makanan itu seberat 
beban seekor keledai, dengan alasan bahwa menurut sebagian dialek 
terkadang keledai disebut dengan sebutan ba Tr (unta). 

Itu adalah sukatan yang mudah (bagi Raja Mesir). (Yusuf: 65) 

Ayat ini merupakan kesempurnaan bagi kalam sebelumnya dan berfungsi 
memperindahnya. Dengan kata lain, sesungguhnya sukatan itu amatlah 
mudah bila dibandingkan dengan imbalannya, yaitu jasa membawa 
saudara mereka. 



Tl* 



•- &u&sfiiM&&^3& 



Ya 'qub berkata, "Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) 
bersama-sama kalian, sebelum kalian memberikan kepadaku janji 
yang teguh atas nama Allah. " (Yusuf: 66) 

Yakni kalian ucapkan janji dan kesetiaan dengan menyebut nama 
Allah. 



n t 



m %w.m&$® 



bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali 
jika kamu dikepung musuh. (Yusuf: 66) 

kampangsannah. org 



18 Juz13— Yusuf 

Artinya, terkecuali jika kalian semua dikalahkan oleh musuh dan kalian 
lidak mampu lagi menyelamatkannya. 

Tatkala mereka memberikan janji mereka (Yusuf: 66) 
Nabi Ya'qub mengukuhkan sumpah mereka seraya berkata: 

Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini). (Yusuf: 
66) 

Ibnu lshaq mengatakan, sesungguhnya Ya*qub melakukan hal tersebut 
karena dia tidak menemukan cara lain kecuali harus melepaskan 
Bunyamin pergi bersama mereka demi mendapatkan sukatan gandum 
yang merupakan makanan pokok mereka. Karena itulah, maka Ya*qub 
terpaksa melepaskan Bunyamin pergi bersama-sama mereka. 

Yusuf, ayat 67-68 

Dan Ya 'qub berkala, ' 'Hai anak-anakku, janganla/i kalian (bersama- 
sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu- 
pintu gerbang yang lain-lain; namun demikian, aku tiada dapat 
melepaskan kalian barang sedikit pun dari (lakdir)AllaJ7. Keputusan 

kompangsunnah. orq 



Tatsii Ibnu Kasir 1 9 

menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nyalah ahi 
bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang 
bertawakal berserah diri. " Dan tatkala mereka masuk menurut 
yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan 
itu) tiadalah melepaskan mereka sedikit pun dari takdir Allah, 
tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya 'qub yang telah 
ditetapkannya- Dan sesungguhnya dia mempunyai ftengetahuan, 
karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi, 
kebanyakan manusia tiada mengetahui. 

Allah Swl. menceritakan tentang Nabi Ya*qub a. s., bahwa dia 
memerintahkan kepada anak-anaknya ketika melepas keberangkatan 
mereka bersama Bunyamin menuju negeri Mesir, bahwa janganlah 
mereka masuk dari satu pintu gerbang semuanya, tetapi hendaklah masuk 
dari berbagai pintu gerbang yang berlainan. Menurut Ibnu Abbas, 
Muhammad ibnu Ka'b, Mujahid, Ad-Dahhak, Qatadah, As-Saddi, dan 
lain-lainnya yang bukan hanya seorang, hal itu untuk menghindari 'ain 
(kesialan). Demikian itu karena mereka adalah orang-orang yang 
berpenampilan bagus dan mempunyai rupa yang tampan-tampan serta 
kelihatan berwibawa. Maka Ya'qub a.s. merasa khawatir bila mereka 
tertimpa 'ain disebabkan pandangan mata orang-orang. Karena 
sesungguhnya 'ain itu adalah benar, ia dapat menurunkan pengendara 
kuda dari kudanya. 

Ibnu Abu llatim meriwayatkan dari Ibrahim An-Nakha'i 
sehubungan dengan firman-Nya: 



1V-- < — a*£4&< 



4i&*fefe 



dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lainan. 
(Yusuf; 67) 

Ya'qub merasa yakin bahwa Yusuf pasti akan menjumpai salah seorang 
dari saudara-saudaranya di antara pintu-pintu gerbang itu. 
Firman Aliah SwL: 

kampangsunnah. orq 



20 Juz 13— Yusuf 

namun demikian, aku tiada dapat melepaskan kalian barang sedikit 
pun dari (takdir) Allah. (Yusuf: 67) 

Yakni sesungguhnya tindakan hati-hati ini tidak dapat menolak takdir 
dan keputusan Allah; karena sesungguhnya apabila Allah menghendaki 
sesuatu, maka kchemlak-Nya itu tidak dapat dicegah, tidak dapat pula 
ditolak. 

Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada- 
Nyalah aku bertawakal dan hendaklah kepada-N'ya saja orang- 
orang yang bertawakal berserah diri. Dan tatkala mereka masuk 
menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang mereka 
lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikit pun dari takdir 
Allah, tetapi itu Iurnya suat u keinginan pada diri Ya 't/ub yang telah 
ditetapkannya. (Yusuf; 67-68) 

Menurut banyak ulama tafsir, Ya'qub melakukan hal itu untuk meng- 
hindarkan anak-anaknya dari terkena penyakit 'ain. 



ia ; 



*» MM 



Dan sesungguhnya dia mempunyai pcngetalman, karena Kami 
telah mengajarkan kepadanya. (Yusuf: 68) 

Qatadah dan As-Sauri mengatakan, makna yang dimaksud ialah 
sesungguhnya Ya'qub adalah orang yang mengamalkan ilmunya. 
Menurut lbnu Jarir, sesungguhnya Ya'qub mempunyai pcngetalman 
karena Kami telah mengajarkan kepadanya. 

Akan tetapi, kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Yusuf: 68) 
kampangsunnah. onj 



Tafsir Ibnu Kasir 2 1 

Yusuf, ayat 69 

Dan tatkala mereka masuk ke (tempal) Yusuf, Yusuf membawa 
saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya. Yusuf berkata. "Sesungguh- 
nya aku (ini) adalah saudaramu, maka jangan/ah kamu berduka 
cita terhadap apa yang telah mereka kerjakan. " 

Allah Swt menceritakan tentang saudara-saudara Yusuf, ketika mereka 
tiba ke hadapan Yusuf bersama saudara sekandungnya (yaitu Bunyamin), 
bahwa lalu Yusuf membawa mereka masuk ke dalam ruangan 
kehormatannya, yaitu tempat tamu-tamu terhormatnya. Dan Yusuf 
melimpahkan kepada mereka semua penghormatannya, sikap lemah 
lembut, dan kebajikannya. Kemudian ia sendiri membawa saudara 
sekandungnya terpisah dari mereka, dan Yusuf membuka rahasia dirinya 
kepada Runyami» serta menceritakan kepadanya tentang semua yang 
lelah dialaminya. 

Selanjutnya Yusuf berkata, "Janganlah kamu bersedih hati atas apa 
yang telah mereka perbuat terhadap diriku." Yusuf memerintahkan 
kepada Bunyamin agar merahasiakan hal itu dari mereka dan jangan 
menceritakan kepada mereka bahwa dirinya adalah saudara mereka. 
Yusuf bersepakat dengan Bunyamin. bahwa dirinya akan membuat tipu 
daya terhadap mereka untuk membiarkan Bunyamin tinggal di dekatnya 
dalam keadaan dihormati dan dimuliakan. 

Yusuf, ayat 70-72 

kampangwnnah. org 



22 Juz 13— Yusuf 



Maka tatkala telah disiapkan imtuk mereka bahan makanan mereka, 
Yusuf memasukkan piala (tempat minum) ke dalam karung sauda- 
ranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, "Hai 
kajilah, sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang mencuri. " 
Mereka menjawab sambil menghadap kepada penyeru-penyeru itu, 
"Barang apakah yang hilang dari kalian? " Penyeru-penyeru itu 
berkata, "Kami kehilangan piala raja. dan siapa yang dapat 
mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) 
beban unta, dan aku menjamin terhadapnya. " 

Setelah disiapkan bahan makanan mereka, lalu dimuatkan ke atas unta- 
unta mereka, Yusuf memerintahkan kepada salah seorang dari 
pelayannya untuk menaruh piala, yaitu tempat untuk minum yang terbuai 
dari perak, menurut kebanyakan ulama; menurut Ibnu 2aid terbuat dari 
emas. Piala ialah wadah minuman — juga dipakai untuk menakar 
makanan — yang mahal di saat itu, menurut Ibnu Abbas, Mujahid, 
Qatadah, Ad-Dahhak, dan Abdur Rahman ibnu Zaid. 

Syu'bah telah meriwayatkan dari Abu Bisyr, dari Sa'id ibnu Jubair, 
dari Ibnu Abbas, bahwa piala raja adalah tempat minum yang terbuat 
dari perak, bentuknya seperti mangkuk. Al-Abbas memiliki hal yang 
serupa di masa Jahiliahnya. 

Lalu piala itu diletakkan di tempat (karung) milik Bunyainin tanpa 
sepengetahuan seorang pun. Kemudian berserulah orang-orang yang 
herseni di antara mereka seraya mengatakan: 

Hai kaji/ah, sesungguhnya kalian ada/ah orang-orang yang 
mencuri. (Yusuf: 70) 

Maka mereka menoleh kepada orang yang berseru itu, dan bertanya: 



cVT- Vt t 



^^W-ttSfcSlSli 



"Barang apaka/i yang hilang dari kalian? " Penyeru-penyeru itu 
berkata, "Kami kehilangan piala raja. " (Yusuf: 7 1 -72) 

Yakni sa' atau alat takarnya. 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 23 

dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh 
bahan 'makanan (seberai) beban unta- (Yusuf: 72) 

Hal ini termasuk ke dalam Bab "Ju'alah" (hadiah). 

dan aku menjamin terhadapnya. (Yusuf: 72) 

Dalam hal ini termasuk ke dalam Bab "paman" (garansi) dan "Katalah" 
(tanggungan). 

Yusuf, ayat 73-76 

Saudara-saudara Yusuf menjawab, "Demi A liati, sesungguh- 
nya kalian mengetahui bahwa kami datang bukan untuk membual 
kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah orang-orang yang 
mencuri " Mereka berkata, "Tetapi apa balasannya jikalau kalian 
betul-betul pendusta? " Mereka menjawab. "Balasannya ialah 
pada siapa diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, 
maka dia sendirilah balasannya (tebusan nya). " Demikianlah Kami 
memberi pembalasan kepada orang-orang yang zalim. Maka 
mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum 
(memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluar- 
kan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur 

kampangwnnah. org 



24 Juz 13— Yiauf 

untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah palui Yusuf menghukum 
saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah 
menghendakinya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami 
kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan 
itu ada lagi Yang Maha Mengetahui. 

Kelika pcnyeru-penyeru itu menuduh saudara-saudara Yusuf mencuri, 
maka saudara-saudara Yusuf berkata kepada mereka; 



vr i' 



Q&tekQte&&&$W 



Demi Allah, sesungguhnya kalian mengetahui bahwa kami datang 
bukan untuk membuat kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah 
orang-orang yang mencuri (Yusuf: 73) 

Dengan kala lain, sesungguhnya kalian telah mengecek dan mengetahui 
kami sejak kalian mengenal kami. Karena mereka mengetahui dan 
menyaksikan dari sepak terjang saudara-saudara Yusuf perilaku yang 
baik. Sesungguhnya kami: 



#. &&iMtmsM& 



datang bukan untuk membuat kerusaktm di negeri (ini) dan kanii 
bukanlah orang-orang yang mencuri (Yusuf: 73) 

Maksudnya, watak dan tabiat kami bukanlah watak pencuri. Maka para 
penyeru i lu berkata kepada mereka: 

Tetapi apa balasannya. (Yusuf: 74) 
Yakni balasan bagi pencuri jika memang ternyata ada di antara kalian. 

jikalau kalian betul-betul pendusta (Yusuf: 74) 

Yaitu hukuman apakah yang pantas bagi si pencuri, jika kami men- 
jumpainya ada di antara kalian dan ternyata dia telah mengambilnya? 

kompangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 25 



Mereka menjawab. "Balasannya ialah pada siapa diketemukan 
(barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah 
balasannya (tebusannya)." Demikianlah Kami memberi pembalasan 
kepada orang-orang yang zalim. (Yusuf: 75) 

Demikianlah hukum yang berlaku di dalam syariat Nabi Ibrahim a.s M 
yaitu bahwa si pencuri diserahkan nasibnya kepada orang yang dicuri. 
Dan hal inilah yang diinginkan oleh Yusuf a.s. Untuk menyembunyikan 
tujuannya, Yusuf memulai pemeriksaan terhadap karung-karung mereka 
sebelum karung milik saudara sekandungnya. 



*.t*«e»£aifett*& 



kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. 
(Yusuf: 76) 

Dan Yusuf menetapkan hukum atas mereka berdasarkan pengakuan dan 
ketetapan mereka sendiri, serta sekaligus mengharuskan bagi mereka 
menuruti ketentuan hukum yang diyakini oleh mereka (yaitu syariat Nabi 
Ibrahim a.s.). Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan: 



vn 



&]$0$$& 



Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. (Yusuf: 
76) 

Cara ini merupakan tipu muslihat yang disukai dan diridai Allah, karena 
mengandung hikmah dan maslahat yang diperlukan. 
Firman Allah Swt: 



4&&UW$33fe 



Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang- 
undang raja. (Yusuf: 76) 

kampangsannah. org 



26 Juz 13 — Yusul 

Artinya, hukuman yang dijatuhkan oleh Yusuf terhadap saudaranya 
bukanlah berdasarkan undang-undang raja yang berlaku. Demikianlah 
menurut Ad-Dahhak dan lain-lainnya. Sesungguhnya Allah telah 
menetapkan bagi Yusuf agar memberikan keputusan terhadap saudara- 
saudaranya dengan kepulusan yang mereka ketahui dari syariat mereka. 
Atas hal itu dalam firman selanjutnya dipuji oleh Allah Swt. melalui 
firman -Nya: 

Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki. (Yusuf: 76) 
Ayat ini semisal dengan firman Allah Swt. dalam ayat lainnya: 

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara 
kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa 
derajat. (Al-Mujadilah: 1 1) 

Adapun firman Allah Swt.: 



.Y1- *-*-*"&.=> 



1M&I&K 



dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang 
Maha Mengetahui (Yusuf: 76) 

Al-Hasan Al-Basri mengatakan, tiada seorang alim pun melainkan di 
atasnya ada orang yang lebih alim lagi, hingga hal ini berakhir sampai 
kepada Allah Swt, Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Abdttr Razzaq, 
dari Sufyan As-Sauri, dari Abdul A'IaAs-Sa'Iabi, dari Sa'id ibnu Jubair 
yang menceritakan, "Ketika kami sedang berada di hadapan Ibnu Abbas, 
maka Ibnu Abbas menceritakan suatu hadis yang menakjubkan. 
Kemudian ada seorang lelaki yang karena takjubnya lalu berkata, 'Segala 
puji bagi Allah, di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi 
yang lebih alim (daripadanya).* Ibnu Abbas berkala, 'Seburuk-buruk 
ucapan adalah apa yang kamu katakan. Maksudnya Allah Maha 
Mengetahui di atas semua orang yang berpengetahuan'." 

kampongwnnah. org 



Tafsii Ibnu Kasi» 27 

Hal yang sama lelah diriwayatkan oleh Sammak, dari Ikrimah, dari 
Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: 



v» -. 



JB&i&dMft 



dan di alas liap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang 
Maha Mengetahui (Yusuf: 76) 

Maksudnya, orang ini lebih alim (berpengetahuan) daripada yang lainnya; 
dan ada lagi yang lebih berpengetahuan darinya, sedangkan Allah di 
atas semua orang yang berpengetahuan. Hal yang sama telah dikatakan 
oleh Ikrimah. 

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



;« : 



*- &&&$&$ 



dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang 
Maha Mengetahui. (Yusuf: 76) 

hingga pengetahuan ini sampai kepada Allah, dan hanya dari Allah- lah 
pengetahuan itu, lalu dipelajari oleh para ulama; dan hanya kepada- 
Nyalah ilmu pengetahuan kembali. 

Menurut qiraat sahabat Abdullah ibnu Mas'ud disebutkan \vafauqa 
kulli a/imiii 'alim, yang artinya 'dan di atas tiap-tiap orang yang alim 
ada lagi Yang MahaalinV. 

Yusuf, ayat 77 

Mereka berkata, "Jika ia mencuri, maka sesungguhnya telah pernah 
mencuri pula saudaranya sebelum itu " Maka Yusuf menyem- 
bunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakkan- 
nya kepada mereka Dia berkata (dalam hatinya), "Kalian lebih 

kompungsunnah. org 



28 Juz13— Yusuf 

buruk kedudukan kalian (sifat-sifat kalian) dan Allah Maha 
Mengetahui apa yang kalian terangkan itu. " 

Ketika saudara-saudara Yusuf melihat piala raja dikeluarkan dari karung 
milik Bunyamin. berkatalah mereka: 



VV ! 



m^mz&&M 



Jika ia mencuri, maka sesungguhnya telah pernah mencuri pula 
saudaranya sebelum itu. (Yusuf: 77) 

Mereka membela dirinya di hadapan Aziz dan membersihkan diri mereka 
dari ketularan sifat mencuri. Mereka menyebutkan pula bahwa perbuatan 
ini pernah dilakukan oleh saudara sekandungnya sebelum itu. Yang 
mereka maksudkan adalah Yusuf a.s. 

Sa'id ibnu Jubair telah meriwayatkan dari Qatadah, bahwa dahulu 
Yusuf pernah mencuri sebuah berhala milik kakeknya dari pihak ibu, 
lalu berhala itu ia pecahkan. 

Muhammad ibnu lshaq telah meriwayatkan dari Abdullah ibnu Abu 
Nujaih, dari Mujahid yang mengatakan, "Menurut berita yang sampai 
kepadaku, mula-mula musibah (cobaan) yang menimpa diri Yusuf ialah 
disebabkan bibinya, yaitu anak perempuan Nabi Ishaq. Bibinya itu adalah 
anak tertua Nabi lshaq, dialah yang memiliki ikat pinggang Nabi lshaq. 
Mereka mewarisinya secara turun-menurun bagi orang yang paling tua 
di antara mereka. Dan tersebutlah bahwa Yusuf dituduh menyimpan ikat 
pinggang itu dari bibi yang memeliharanya, sehingga dirinya menjadi 
milik bibinya yang memperlakukannya menurut apa yang dikehendaki- 
nya. 

Tersebutlah bahwa ketika Ya*qub mempunyai anak (yaitu Yusuf), 
Yusuf dipelihara oleh bibinya yang mencintainya dengan kecintaan yang 
sangat mendalam. Selang beberapa tahun kemudian, ketika Yusuf 
tumbuh bertambah besar, maka Ya'qub merasa rindu kepada Yusuf. 
Lalu ia datang untuk mengambil Yusuf dan berkata, 'Wahai saudara 
perempuanku, kembalikanlah Yusuf kepadaku. Demi Allah, aku tidak 
kuat lagi berpisah dengannya barang sesaat pun. 1 Bibi Yusuf menjawab, 
'Demi Allah, aku tidak akan membiarkannya terlepas dariku.' Kemudian 
bibi Yusuf berkata, 'Biarkanlah Yusuf berada di rumahku beberapa hari 

kampungsunnah. otg 



Tafsii Ibnu Kastf 29 

lagi, aku akan mempertimbangkannya, barangkali saja pendapalku 
berubah.* aiau alasan lainnya. 

Selelah Ya*qub keluar dari rumah bibi Yusuf, maka dengan sengaja 
bibi Yusuf mengambil ikal pinggang Nabi lshaq, lalu ia ikalkan di 
pinggang Yusuf, di bawah bajunya. Setelah itu ia berpura-pura merasa 
kehilangan ikat pinggang lshaq, lalu ia memerintahkan kepada semua 
orang untuk mencari siapa orang yang mengambilnya. 

Bibi Yusuf berpura-pura sibuk mencari-cari ikat pinggang itu, lalu 
ia berkata. 'Periksalah semua ahli bait." Lalu mereka memeriksa semua 
ahli bail, dan ternyata mereka mendapatkan ikat pinggang itu ada pada 
Yusuf. Maka bibi Yusuf berkala, 'Demi Allah, sesungguhnya Yusuf 
sejak sekarang lelah menjadi milikku, aku menguasainya sepenuhnya 
menurul apa yang aku kehendaki.' 

Ketika Ya'qub datang berkunjung kepada bibi Yusuf dan bibi Yusuf 
menceritakan peristiwa itu (yang direkayasa olehnya), maka Ya'qub 
berkata kepada saudara perempuannya, 'Jika dia memang mengambilnya, 
maka dia diserahkan kepadamu secara utuh, aku tidak dapat berbuat 
apa-apa lagi selain itu.' Maka bibi Yusuf memegang Yusuf, dan Ya'qub 
tidak mempunyai kekuasaan apa pun untuk merenggut Yusuf dari tangan 
bibinya, hingga bibinya meninggal dunia. Setelah itu barulah Yusuf 
kembali kepa,da ayahnya. 

Mujahid mengatakan bahwa hal itulah yang dimaksud oleh saudara- 
saudara Yusuf dalam pembelaan diri mereka di saat saudara mereka 
dituduh mencuri. 



VVn — a^9i' 






Jika ia mencuri maka sesungguhnya lelah pernah mencuri pula 
saudaranya sebelum itu. (Yusuf: 77) 

Adapun firman Allah Swl. yang mengatakan: 

Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelannya itu pada dirinya. 
(Yusuf: 77) 

kampangsannah. org 



30 Juz 13— Yusuf 



Yakni ungkapan rasa kejengkelannya yang disebutkan dalam firman 
selanjutnya, yaitu: 

Kalian lebih buruk kedudukan kalian (sifat-sifat kalian) dan Allah 
Maha Mengetahui apa yang kalian terangkan ilu. (Yusuf: 77) 

Aninya, Allah Maha Mengetahui hakikat dari apa yang kalian sebutkan 
itu. Yusuf mengatakan kalimat ini hanya dalam hatinya, tidak 
mengucapkannya kepada mereka. Hal ini termasuk ke dalam Bab 
"Idmar" (menyembunyikan sesuatu) sebelum mengungkapkannya. Hal 
seperti ini banyak didapat, antara lain dalam perkataan seorang penyair: 

Semoga Abui Gailan dibalas oleh anak-anaknya di masa tuanya 
dengan perlakuan yang baik sebagaimana Sinimmar mendapat 
balasan. 

Hal ini banyak dalil yang menguatkannya di dalam Al-Qur'an, hadis, 
dan lugat (bahasa), baik yang berupa syair, prosa, maupun kisah-kisah 
mereka. 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 



p aa«#fc 



Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya. (Yusuf: 
77) 

Maksudnya, Yusuf menyimpan kata-kata berikut di dalam hatinya, yaitu 
yang disebutkan oleh firman Allah Swt: 

"Kalian lebih buruk kedudukan kalian (sifat-sifat kalian), dan Allah 
Maha Mengetahui apa yang kalian terangkan itu. " (Yusuf: 77) 

kompungsunnah. o/y 



Tafsir Ibriu Kasir 3 i 

Yusuf, ayat 78-79 

Mereka berkata, "Wahai Al-Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah 
yang sudah lanjut usianya, lantaran itu ambillah salah seorang 
dari kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat kamu 
termasuk orang-orang yang berbual baik. " Berkata Yusuf, "Aku 
mohon perlindungan kepada Allah dari menahan seorang, kecuali 
orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami 
berbuat demikian, maka benar-benarlah kami orang-orang yang 
zalim. 

Setelah terbukti kesalahan Bunyamin dan telah ditetapkan ia harus 
ditinggalkan pada Yusuf sesuai dengan pengakuan mereka, maka mereka 
meminta belas kasihan kepada Yusuf agar Bunyamin dilepaskan: 

<=. \ A *• « — d - < - *> S» I 



Mereka berkata. "Wahai Al-Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah 
yang sudah lanjut usianya. " (Yusuf: 78) 

Mereka bermaksud bahwa ayah mereka sangat mencintainya dan 
menjadikannya sebagai hiburannya dan pelampiasan kerinduannya 
terhadap anaknya yang lain yang hilang. 



c; v A : t faa rjUfca 



WttM 



lantaran itu ambillah salah seorang dari kami sebagai gantinya. 
(Yusuf: 78) 

Yakni sebagai gantinya untuk ditahan olehmu. 

sesungguhnya kami melihat kamu termasuk orang-orang yang 
berbuat baik. (Yusuf: 78) 

kampungwnnah. orq 



32 Juz 13— Yusuf 

Yaitu orang yang adil, penyantun lagi menerima perkara yang baik. 

Berkata Yusuf. "Aku mohon perlindungan kepada Allah dari 
menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta 
benda kami padanya. " (Yusuf: 79) 

Seperti yang kalian katakan dan kalian akui sebelumnya. 

jika kami berbual demikian, maka benar-benarlah kami termasuk 
orang-orang yang berbuat zalim. (Yusuf; 79) 

Yakni jika kami mengambil orang yang tidak bersalah sebagai ganti 
dari orang yang bersalah, berarti kami benar-benar orang yang zalim. 

Yusuf, ayat 80-82 



Maka tatkala mereka berputus asa dari (putusan) Yusuf, mereka 
menyendiri sambil berunding dengan bisik-bisik. Berkatalah yang 
tertua di antara mereka, "Tidakkah kalian ketahui bahwa 
sesungguhnya ayah kalian telah mengambil janji dari kaliatt dengan 
nama Allah dan sebelum itu kalian telah menyia-nyiakan Yusuf. 
Sebab itu. aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai 
ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi 

kampungsannoh. orq 



Tafsl» Ib/iu Kasti 33 

kepulusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang sebaik- 
baiknya. " Kembalilah kepada ayah kalian dan katakanlah, "Waliai 
ayah kami, sesungguhnya anakmu telah mencuri, dan kami hanya 
menyaksikan apa yang kami ketaliui. dan sekali-kali kami tidak dapat 
menjaga (mengetahui) hal yang gaib. Dan tanyalah (penduduk) 
negeri yang kami berada di situ, dan kajilah yang kami datang 
bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang 
benar. " 

Allah Swt mencernakan bahwa selelah saudara-saudara Yusuf putus 
asa dalam upaya mereka menyelamatkan saudara mereka Bunyamin, 
padahal sebelum itu mereka telah berjanji kepada ayah mereka bahwa 
mereka akan membawanya pulang kembali bersama-sama mereka, dan 
merek;» bersumpah dengan nama Allah untuk itu. Usaha mereka ditolak, 
lalu; 



mereka menyendiri. (Yusuf: 80) 
Maksudnya, mereka memisahkan diri dari orang-orang. 



!#£ 



A- -- 



U 



4'. * 



sambil berunding dengan berbisik-bisik. (Yusuf: 80) 
Yakni mereka berbisik-bisik di antara sesama mereka. 



Berkatalah yang tertua di antara mereka. (Yusuf: 80) 

Dia adalah Rubcl. Menurut pendapat lain, dia adalah Yahuza; dialah 
yang mengisyaratkan kepada mereka agar melemparkan Yusuf ke dalam 
sumur ketika mereka berniat hendak membunuhnya, la berkata kepada 
mereka: 

kompanosannah. orq 



34 Juz 13— Yusul 

Tidakka/t kalian ketahui bahwa sesungguhnya ayah kalian telah 
mengambil janji dari kalian dengan nama Allah. (Yusuf: 80) 

bahwa sesungguhnya kalian benar-benar akan membawa Bunyamin 
pulang kembali kepadanya. Dan sekarang lelah kalian alami sendiri 
bagaimana kalian lelah berusaha, tetapi tetap tidak berhasil, padahal 
sebelumnya kalian lelah menyia-nyiakan Yusuf dan memisahkannya 
dari dia. 

Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir. (Yusuf: 80) 
Artinya, aku tidak akan meninggalkan negeri ini. 



samjjai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali). (Yusuf: 80) 
Yakni untuk kembali kepadanya dalam keadaan rela kepadaku. 

atau Allah memberi keputusan terhadapku. (Yusuf: 80) 

Menurut suatu pendapa) adalah dijatuhi hukuman mati dengan pedang. 
Sedangkan menurut pendapat lainnya, Allah memberikan kemampuan 
kepadaku untuk mengambil saudaraku pulang. 

Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. (Yusuf: 80) 

Kemudian saudara tertua mereka memerintahkan kepada mereka untuk 
menceritakan semua yang terjadi kepada ayah mereka, sehingga mereka 
mempunyai alasan di hadapannya, sekaligus untuk membela diri mereka 
dan membersihkan nama mereka dari apa yang terjadi melalui ucapan 
mereka. 

kompungsunnah. org 



Tafsi» Ibnu Kasir 35 

Firman Allah Swt.: 

dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) hal yang 
gaib. (Yusuf: 81) 

Qatadah dan Ikrimah mengatakan, maksudnya adalah 'kami tidak 
mengetahui bahwa anakmu mencuri'. Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu 
A •Jam mengatakan bahwa 'kami tidak mengetahui di belakang kami 
bahwa dia (Bunyamin) mencuri sesuatu. Sesungguhnya kami hanya 
menanyakan apakah balasan bagi pencuri itu.' 

Dan tanyakanlah (penduduk) negeri yang kami berada di situ. 
(Yusuf 82) 

Menurut Qatadah, yang dimaksud adalah negeri Mesir. Menurut 
pendapat lain adalah yang lainnya. 

dan kajilah yang kami datang bersamanya. (Yusuf; 82) 

Maksudnya kafilah yang datang bersama kami, yakni tanyakanlah kepada 
mereka kebenaran dari kisah kami ini dan kepercayaan, penjagaan serta 
pemeliharaan kami terhadap saudara kami. 

c= AV : ■ — &+U3& "=> 

dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar. (Yusuf: 
82) 

Yaitu dalam kisah kami tentang saudara kami itu, bahwa dia telah 
mencuri dan mereka menangkapnya. 

Yusuf, ayat 83-86 

kompangsannoh. org 



36 Jur13_ Yusuf 

Ya'quh berkata, "Hanya diri kalian sendirilah yang memandang 
baik perbuatan (yang buruk) itu Maka kesabaran ycmg baik itulah 
(kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka 
semuanya kepadaku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui 
lagi Mahabijaksana. " Dan Ya 'qub berpaling dari mereka (anak- 
anaknya) seraya berkata, "Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf, "dan 
kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, dan dia adalah 
searang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya). 
Mereka berkata, "Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, 
sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk 
orang-orang yang binasa. " Ya 'qub menjawab. "Sesungguhnya 
hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan 
kesedihan-ku, dan aku mengetahui dari Allahapa yang kalian tiada 
mengetahuinya. " 

Ya'qub berkain kepada mereka seperti perkataannya ketika mereka 
datang dengan membawa baju gamis Yusuf yang berlumuran darah palsu 
di masa lalu: 



cAr:<ui"aJ; 



8bfttffe4ftX!fc45$$ 



lionya diri kalian sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang 
buruk) itu Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). (Yusuf: 
83) 

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, "Ketika mereka datang kepada ayah 
mereka (Nabi Ya'qub) dan menceritakan kepadanya semua yang terjadi, 
maka dalam diri Nabi Ya'qub terdelik rasa curiga, la menduga bahwa 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 37 

mereka lelah melakukan hal yang sama seperti apa yang mereka lakukan 
terhadap Yusuf dahulu. Untuk itulah ia berkata: 



AV. 



&^W&%&4z&& 



'Hanya diri kalian sendirilah yang memandang haik perbuatan 
(yang buruk) Uh. Malai kesabaran yang baik itulah (kesabaranku).' 
(Yusuf: 83)." 

Sebagian ulama mengatakan bahwa mengingat perbuatan mereka di masa 
lalu seperti itu, maka apayang terjadi pada mereka saat itu disimpulkan 
sama dengan perbuatan mereka yang terdahulu, dan benarlah apa yang 
dikatakan Ya*qub: 

Hanya diri kalian sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang 
buruk)//!/. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). (Yusuf: 
83) 

Kemudian Nabi Ya'qub memohon kepada Allah semoga Dia mengem- 
balikan ketiga anaknya, yaitu Yusuf, saudaranya Bunyamin, dan anak 
tertuanya (yaflu Rubel) yang tinggal di negeri Mesir menunggu keputusan 
Allah Swt. mengenai nasib dirinya. Adakalanya ayahnya memaafkannya, 
lalu memerintahkannya untuk pulang; dan adakalanya ia harus berusaha 
menculik saudaranya untuk dipulangkan kepada ayahnya. Dalam doanya 
itu Nabi Ya'qub berkata: 

Mudalt-mudaltan Allah mendatangkan mereka semuanya kepada- 
ku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui (Yusuf: 83) 

Yakni Allah Swt. Maha Mengetahui tentang keadaanku. 

lagi McJiabijaksana. (Yusuf 83) 
dalam semua perbuatan, keputusan, dan takdir-Nya. 

kampangwnnah. org 



38 Juz 13— Yli5Uf 

Dan Ya 'quh berpaling dari mereka (anak-anaknya) Seraya berkata, 
"Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf. " (Yusuf: 84) 

Yakni berpaling dari anak-anaknya dan berkala mengingatkan akan 
kesedihannya terhadap Yusuf di masa lalu. 

Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf. (Yusuf: 84) 

Kesedihan akan kehilangan anaknya yang kedua ini membangkitkan 
kesedihan yang pertama yang lebih mendalam. 

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami As- 
Sauri, dari Sufyan Al-Usfuri. dari Sa'id ibnu Jubair, bahwa ia telah 
mengatakan bahwa tiada seorang pun yang diberi istirja' (kalimat inna 
Milah! wa inna ilaihi rajiTIn di saat tertimpa musibah) selain dari umat 
ini (yakni umat Nabi Muhammad Saw.). Nabi Ya'qub sendiri telati 
mengatakan: 

A' \/&^' *9\l* .A**' * *t'*\f*<9 i* \€ Vlf 

"Aduhai kesedihanku terhadap Yusitf, " dan kedua matanya menjadi 
putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan 
amarahnya (terhadap anak-anaknya). (Yusuf: 84) 

Makna kazim artinya diam tidak mengadukan urusannya kepada seorang 
makhluk pun. Demikianlah menurut pendapat Qatadah dan lain-lainnya. 
Ad-Dahhak mengatakan, kazim artinya dukacita dan sedih. 

Ibnu Abu Haiim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari 
Ali ibnu Zaid, dari Al-Hasan, dari Al-Ahnaf ibnu Qais, bahwa Nabi 
Saw. pernah bersabda: 

kampangsunnoh. org 



Tafsir lUiu Kasir 



39 



Sesungguhnya Dcmd a.s. pernah berdoa. "Wahai Tuhanku, se- 
sunggulviya kaum Bani Israil memohon kepada Engkau melalui 
Ibrahim, hhaq, dan Ya 'quh; maka jadikanlah diriku orang yang 
keempatnya bagi mereka, " Maka Allah menurunkan wahyu-Nya 
kepada Daud, " Baltw asanya, hai Daud, sesungguhnya Ibrahim 
pernah dilemparkan ke dalam api karena Aku, dan dia bersabar. 
Dan itu adalah cobaan yang belum pernah kamu alami. Dan 
sesungguhnya Ishaq telah mengorbankan darah dirinya karena 
Aku dan dia bersabar. Dan itu meru[)akan cobaan yang belum 
pernah kamu alami. Dati sesungguhnya Ya 'qub telah diambil 
orang yang dikasihinya dari sisinya, sehingga kedua matanya 
putih karena menangis kesedihan, dia bersabar, dan itu adalah 
cobaan yang belum pernah kamu alami. " 

Hadis ini mursal. dan di dalam isinya terdapat hal yang munkar. Karena 
sesungguhnya hal yang benar ialah bahwa Ismail lah yang disembelih 
(bukan Ishaq). Dan lagi Ali ibnu Zaid ibnu Jad'an (salah seorang yang 
disebutkan dalam sanad hadis ini) mempunyai banyak hadis yang 
berpredikat munkar dan garib. 

Penilaian yang lebih dekat kepada kebenaran sehubungan dengan 
hadis ini ialah bahwa Al-Ahnaf ibnu Qais meriwayatkan hal ini dari 
sebagian kaum Bani Israil (yang telah masuk Islam), seperti Ka'b, Walib, 
dan lain-lainnya. Karena orang-orang Bani Israil telah menukil dari Nabi 
Ya'qub, bahwa ia berkirim surat kepada Yusuf ketika Yusuf menahan 
saudaranya karena dituduh mencuri, dalam suratnya itu Ya'qub 
memohon belas kasihan kepada Yusuf untuk mengembalikan anaknya 

kampangsannoh. org 



40 Juz 13— Yusuf 

kepadanya. Disebutkan pula bahwa mereka adalah ahli bait yang tertimpa 
musibah; Ibrahim diuji dengan api, lshaq disembelih, dan Ya'qub 
berpisah dari Yusuf. Hal ini disebutkan di dalam sebuah hadis panjang 
yang tidak sahih predikatnya. 

Maka pada saat itu anak-anaknya merasa belas kasihan kepada 
ayahnya, lalu mereka berkata kepada ayahnya dengan nada memelas 
dan lemah lembut: 



*>6<>$&mM 



Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf (Yusuf: 85) 
Yakni engkau masih tetap ingat kepada Yusuf. 

sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat. (Yusuf: 85) 
Yaitu kekuatanmu menjadi memudar dan lemah. 



c=./u>- 



^*.~Q$U&{$Z$ 



atau termasuk orang-orang yang binasa. (Yusuf: 85) 

Mereka mengatakan bahwa jika keadaan ini terus-menerus berlangsung 
atas dirimu, kami merasa khawatir kamu akan menjadi orang yang binasa. 

Ya'aub menjawab, "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku 
mengadukan kesusahan dan kesedihanku. " (Yusuf: 86) 

Ya'qub menjawab ucapan mereka dengan kalimat berikut: 

Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan 
dan kesedihanku. (Yusuf: 86) 

kampangwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 41 

Yakni hanya kepada Allah sajalah aku mengadukan kcsusahanku dan 
penderitaan yang kualami ini. 



<z Al: 



uMtii&M 



dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tiada 
mengetahuinya. (Yusuf: 86) 

Artinya, aku mengharap semua kebaikan dari Allah. 

Dari Ibnu Ahbas disebutkan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



cz Al : OW/jJa 



&&$&&&&& 



dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tiada 
mengetahuinya (Yusuf: 86) 

Yakni mimpi yang dialami oleh Yusuf itu adalah benar, dan Allah pasti 
akan menampakkannya menjadi kenyataan. 

Al-Autl telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna ayat ini, bahwa aku mengetahui mimpi Yusuf itu benar, dan kelak 
aku akan bersujud menghormat kepadanya. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al- 
I lasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abdul 
Malik ibnu Abu Buhainah, dari Hafs ibnu Umar ibnu AbuzZubair, dari 
Anas ibnu Malik r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah 
bersabda: 

ffJUfe 



kampungsunnah. org 



42 Juz 13— Yusuf 




Nabi Ya 'quh mempunyai seorang saudara angka/, di suatu hari 
saudara angkatnya bertanya kepadanya. "Apakah yang membuat 
matamu buta dan punggungmu bongkok?" Ya'aub menjawab, 
"Hal yang membutakan mataku adalah karena menangisi Yusuf, 
dan hal yang menyebabkan punggungku bongkok ialah kesedihan 
karena kehilangan Bunyamin. " Maka Jibril a. s. datang kepadanya 
dan mengatakan. "Hai Ya 'qub, sesunggulurya Allah'menyampaikan 
salam kepadamu, dan berfirman kepadamu, 'Tidakkah kamu malu 
mengadu kepada selain Aku '? " Ya 'qub berkata, "Sesungguhnya 
hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan 
kesedihanku. "Jibril as. berkata, "Allah mengetaliui apu yang kamu 
adukan. " 

Madi*» ini berpredikat garih di dalamnya terdapat hal yang mungkar. 



Yusuf, ayat 87-88 



"Hai anak-anakku, pergi/ah kalian, maka carilah berita tentang 
Yusuf dan saudaranya, dan jangan kalian berputus asadari rahmat 
Allah, Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah 
melainkan kaum yang kafir." Maka ketika mereka masuk ke (tempat) 

kompongwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasif 43 

Yusuf, mereka berkata. "Hai Al-Aziz, kami dan keluarga kami telah 
ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang 
yang lak berharga maka sempurnakanlah sukatan untuk kami. dan 
bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan 
kepada orang-orang yang bersedekah, " 

Allah Swt. menceritakan perihal Nabi Ya'qub, bahwa Ya'qub me- 
merintahkan kepada anak-anaknya untuk pergi ke negeri itu untuk 
mencari berita tentang Yusuf dan saudaranya Bunyamin. 

Lafaz tahassus digunakan untuk mencari berita kebaikan, sedangkan 
tajassus digunakan untuk mencari berita keburukan. Ya'qub memberi 
semangat kepada mereka, bahwa janganlah mereka berputus asa dari 
rahmat Allah Swt. Dengan kata lain, janganlah kalian putus harapan 
dari rahmat Allah dalam menghadapi tantangan dan meraih cita-cita 
yang dituju. Karena sesungguhnya tiada yang berputus harapan dari 
rahmat Allah kecuali hanyalah orang-orang kafir. 

Firman Allah Swt: 

Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf. (Yusuf: 88) 

Bentuk lengkapnya adalah seperti berikut: Bahwa lalu mereka berangkat 
dan masuk ke negeri Mesir, kemudian masuk ke tempat Yusuf. 



M* 



j$m®@$e&&& 



Mereka berkata, "Hai Al-Aziz. kami dan keluarga kami telah 
ditimpa kesengsaraan. " (Yusuf: 88) 

Yakni musim kering, paceklik, dan minimnya bahan makanan pokok. 

SMtOMM tlZ&HO&Jtt' 



dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, 
(Yusuf: 88) 

Maksudnya, kami membawa barang yang tak berharga sebagai penukaran 
kampangsannah. org 



44 Juz 13— Yusuf 

dari sukatan yang kami kehendaki. Demikianlah menurut pendapat 
Mujahid, Al-Hasan, dan lain-lainnya. 

Menurut Ibnu Abbas, makna tmtzjatin ialah barang-barang bekas 
yang tidak berharga lagi, seperti baju bekas, tali, dan lain-lainnya. 
Menurut riwayat lain yang bersumberkan darinya, dirham yang buruk 
yang nilai tukarnya kurang dari aslinya. Hal yang sama telah dikatakan 
oleh Qatadah dan As-Saddi. Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa yang 
dimaksud adalah uang dirham yang sudah cacat. Abu Saleh mengatakan, 
yang dimaksud adalah buah sanubar dan biji hijau. Ad-Dahhak 
mengatakan, yang dimaksud adalah barang-barang yang sudah tak laku 
lagi untuk dijadikan alat pertukaran. Abu Saleh mengatakan bahwa 
mereka dalang dengan membawa biji Al-Balm yang berwarna hijau dan 
buah sanubar. Orang yang memiliki barang yang tak berharga ini ditolak 
karena nilai barangnya sudah tidak ada lagi. 

Firman Allah Swt. menceritakan tentang ucapan mereka: 

maka sempurnakanlah sukatan untuk kami (Yusuf: 88) 

Yakni berikanlah kepada kami dengan harga yang tak berarti ini sukatan 
seperti yang pernah engkau berikan kepada kami sebelumnya. Menurui 
tjiraat ibnu Mas'ud disebutkan_/b-(/«e//> rikabanh watasaddaq alairia, 
yakni penuhilah muatan kami dan bersedekahlah kepada kami. Ibnu Juraij 
mengatakan bahwa bersedekahlah kepada kami dengan mengembalikan 
saudara kami kepada kami. 

Sa'id ibnu Jubair dan As-Saddi mengatakan sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

CM: s_a u i$J=» CiW^L^J 

dan bersedekahlah kepada kami (Yusuf: 88) 

Mereka mengatakan, bersedekahlah kepada kami dengan menerima 
barang yang tak berharga ini dan memaafkannya. Sufyan ibnu Uyaynah 
pernah ditanya, "Apakah sedekah pernah diharamkan atas seseorang dari 
kalangan para nabi sebelum Nabi Muhammad Saw.?" Maka Sufyan ibnu 
Uyaynah menjawab, 'Tidakkah engkau pernah mendengar firman-Nya: 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 45 



AAT 



3rf&4iititttfX3ttlM 



'maka sempurnakan/oh sukalan imluk kami, dan bersedekahlah 
kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang- 
orang yang bersedekah. '(Yusuf: 88)." 

Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir, dari Al-Haris, dari Al-Qasim, 
dari Sufyan ibnu (Jyaynah. 

Ibnu Jarir mengatakan, lelah menceritakan kepada kami Ai-i laris, 
telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada 
kami Marwan ibnu Mu'awiyah, dari Usman ibnul Aswad, bahwa ia 
pernah mendengar Mujahid ketika ditanya, "Apakah makruh bila 
seseorang mengatakan dalam doanya, 'Ya Allah, bersedekahlah 
kepadaku'?" Mujahid menjawab, "Ya, sesungguhnya sedekah itu 
hanyalah bagi orang yang mencari pahala (sedangkan Allah lidak 
memerlukannya)." 

Yusuf, ayat 89-92 

Yusuf berkata. "Apukah kalian mengetahui (kejelekan) apa yang 
telah kalian lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kalian 
tidak mengetahui (akibat) perbuatan kalian itu? " Mereka berkata, 
"Apakah kamu ini benar-benar Yusuf? " Yusuf menjawab, "Akulah 
Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpah- 
kan karuniu-Nya kepada kami. " Sesungguhnya barang siapa yang 
bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak meny'ui- 
nyiukan pahala onmg-orang yang berbuat baik, " Mereka berkata, 
"Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu alas 

kompangsunnah. org 



46 



Juz 1 3— Yusuf 



kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah 
(berdosa)." Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tak ada cercaan 
terhadap kalian; mudah-mudahan Allah mengampuni (kalian), 
dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang. " 

Allah Swt. menceritakan perihal Yusuf a.s., bahwa ketika saudara- 
saudaranya menceritakan kesengsaraan, kesempitan, serta keminiman 
bahan makanan pokok dan musim paceklik yang menimpa mereka, dan 
Yusurtcringat akan kesedihan yang menimpa ayahnya karena kehilangan 
kedua putra terkasihnya, sedangkan dia sendiri berada dalam kerajaan 
dan memiliki kekuasaan serta keluasan, maka pada saat itu juga timbullah 
rasa kasihan kepada ayahnya dan saudara-saudaranya. Yusuf saal ilu 
menangis, maka mereka menjadi mengenalnya. Menurut suatu pendapat, 
Yusuf mengangkat (membuka) mahkotanya sehingga tahi lalat yang ada 
di keningnya kelihatan. Yusuf berkata: 



;A1: 



,&#^J##3$3^ 



"Apakah kalian mengetahui (kejelekan) apa yang telah kalian 
lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kalian tidak 
mengetahui (akibat) perbuatan kalian itu? " (Yusuf: 89) 

Yaitu mengapa kalian memisahkan antara dia dan saudaranya? 



ketika kalian tidak mengetahui (akibat) perbuatan kalian itu? 
(Yusuf: 89) 

Yakni sesungguhnya yang mendorong kalian berbuat demikian tiada 
lain karena kebodohan kalian sendiri akan akibat dari perbuatan tersebut 
Seperti yang dikatakan oleh sebagian ulama Salaf, bahwa barang siapa 
yang durhaka kepada Allah, maka dia adalah orang yang bodoh, 
sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Swt dalam ayat yang lain: 

Kemudian, sesungguhnya Tuhan kalian (mengampuni) bagi orang- 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasrt 47 

orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya. 
(An-Nahl: 1 19), hingga akhir ayal. 

Menurut lahiriahnya Yusuf a.s. sendirilah yang mengenalkan dirinya 
kepada mereka dengan seizin Allah Swl. yang memerintahkan kepadanya 
untuk membuka rahasia dirinya. Sebagaimana dia menyembunyikan 
identitas pribadinya pada permulaannya yang juga atas perintah Allah 
Swt. Akan tetapi, setelah keadaan mendesak dan urusan sangat genting, 
maka Allah Swt. memberikan kepadanya jalan keluar dari kesempitan 
itu, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat yang lain melalui 
firman-Nya: 

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, 
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Alam 
Nasyrah: 5-6) > 

Maka pada saal itu juga mereka (saudara-saudara Yusuf) berkata: 

Apakah kamu ini benar-benar Yusuf? (Yusuf: 90) 
Ubay ibnu Ka'b membaca ayat ini dengan bacaan berikut: 

c«t-t -i~-A>=> liiJj^-jNltSttl 
Sesungguhnya engkau benar-benar Yusuf (Yusuf: 90) 
Ibnu Muhaisin membacanya dengan bacaan berikut: 

Apakah kamu ini Yusuf? (Yusuf: 90) 

Tetapi (.jimat (bacaan) yang terkenal adalah bacaan yang pertama, karena 
istifham (kata tanya) menunjukkan makna kagum. Dengan kata lain, 
mereka merasa heran akan hal tersebut; mereka telah berkali-kali datang 

kampungsunnah. org 



48 Juz 13— Yusuf 

kepada Yusuf selama dua lahun — bahkan lebih — tanpa mengenalinya, 
sedangkan Yusuf mengenal mereka dengan baik dan menyembunyikan 
perihal dirinya. Karena itulah mereka berkata dengan nada tanya: 



S- i 



m> $!KU$6fiiSQgQtfg£8Sfe 



"Apakah kamu ini benar-benar Yusuf? " Yusirf menjawab, "Akidah 
Yusuf, dan ini saudaraku. " (Yusuf: 90) 

Pirman Allah Swt.: 

sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami. 
(Yusuf: 90) 

Yakni dengan mengumpulkan kami kembali sesudah berpisah sekian 
lamanya. 

Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka 
sesungguhnya Allah tidak menyia-tiyiakan pahala orang-orang 
yang berbuat baik. " Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguh/ya 
Allah telah melebihkan kamu atas kami. " (Yusuf: 90-91) 

Mereka mengakui keutamaan dan kelebihan yang dimiliki oleh Yusuf 
atas diri mereka dalam hal penampilan, akhlak, kekayaan, kerajaan, 
kekuasaan Juga kenabian, menurut orang yang tidak menganggap mereka 
menjadi nabi. Dan mereka mengakui bahwa diri mereka telah berbual 
kejahatan terhadapnya dan melanggar haknya. 



%m$m& 



CAT j *■■ O. tMjftjlp jt 

Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap 
kalian. " (Yusuf: 92) 

kampungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 49 

Yusuf mengatakan, "Tiada kecaman atas diri kalian dan tiada celaan 
terhadap kalian pada hari ini. dan aku tidak akan mengungkit-ungkit 
lagi dosa kalian terhadap diriku sesudah hari ini." Kemudian Yusuf 
mendoakan mereka agar diampuni. Untuk itu ia Berdoa: 



*V« 



«- UU3S£B3#$li 



mudah-mudahan Allah mengampuni (kalian), dan Dia adalah 
Maha Penyayang di antara para penyayang. (Yusuf: 92) 

As-Saddi mengatakan bahwa mereka meminta maaf kepada Yusuf. Maka 
Yusuf berkala: 

Pada hari ini lak ada cercaan terhadap kalian. (Yusuf: 92) 

Yakni aku tidak akan menyebutkan dosa kalian lagi. Ibnu lshaq dan As- 
Sauri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kalian. (Yusuf: 92) 

Artinya, tiada celaan atas kalian hari ini di hadapanku alas apa yang 
telah kalian kerjakan di masa lalu. 

mudah- mudalian Allah mengampuni kalian. (Yusuf: 92) 
Yaitu semoga Allah mengampuni apa yang telah kalian kerjakan. 

dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang. (Yusuf: 
92) 

kompungsunnah. orq 



50 Juz 13— Yusuf 

Yusuf, ayat 93-95 

"Pergilah kalian dengan membawa baju gamisku ini, lalu 
letakkanlah baju ini ke wajah ayahku nanti ia akan melihat 
kembali; dan bawalah keluarga kalian semuanya kepadaku. " 
Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir), berkata ayah 
mereka, "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kalian 
tidak menuduhku lemah akal (tentu kalian membenarkan aku). " 
Keluarganya berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih 
dalam kekeliruanmu yang dahulu. " 

Yusuf a.s. berkata kepada saudara-saudaranya, "Pergilah kalian dengan 
membawa baju gamisku ini, 

***** ^£$&&^&&WA 

dan letakkanlah baju ini ke wajah ayahku, niscaya ia akan dapat 
melihat kembali " (Yusuf: 93) 

Saat itu Nabi Ya'qub telah buta akibat banyak menangis (karena berpisah 
dengan Yusuf)* 

dan bawalah keluarga kalian semuanya kepadaku. (Yusuf: 93) 
Yakni semua Bani Ya'qub. 

cih k+Juvjz => 9 ^\£&&)s 
Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir). (Yusuf: 94) 
Maksudnya, setelah meninggalkan negeri Mesir. 

kampangsannoh. orq 



Tafsir Ibnu Kasir 51 

berkata ayah mereka. (Yusuf: 94) 
Yakni Nabi Ya'qub a.s. kepada anak-anaknya yang ada bersamanya. 



Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kalian tidak 
menuduhku lemah akal (tentu kalian membenarkan aku). (Yusuf: 
94) 

Yakni sekiranya kalian tidak menuduhku pikun. 

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Israil, 
dari Abu Sinan, dari Abdullah ibnu Abui lluzail yang mengatakan bahwa 
ia pernah mendengar Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna 
firman -Nya: 

Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir). (Yusuf: 94) 

Bahwa ketika kafilah meninggalkan negeri Mesir, bertiuplah angin 
kencang, hingga angin itu sampai ke tempat Ya*qub a.s. dengan 
membawa bau baju gamis Yusuf. Maka Nabi Ya'qub berkata: 

Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kalian tidak 
menuduhku lemah akal (tentu kalian membenarkan aku). (Yusuf: 
94) 

Nabi Ya*qub dapat mencium bau Yusuf dari jarak perjalanan delapan 
hari. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Sufyan As-Sauri dan Syu'bah 
serta lain-lainnya, dari Abu Sinan dengan sanad yang sama. 

Al-Masan dan Ibnu Juraij mengatakan bahwa jarak di antara 
keduanya adalah delapan puluh farsakh (pos), dan lama berpisah antara 
Nabi Ya'qub dengan Nabi Yusuf adalah delapan puluh tahun. 

kompangsannah. org 



52 Juz 13— Yusuf 

Firman Allah S\vt.: 

sekiranya kalian tidak menuduhku lemah akal (tentu kalian 
membenarkan aku)- (Yusuf: 94) 

Ilmu Abbas, Mujahid, Ata, Qatadah, dan Sa'id ibnu Jubair mengatakan 
bahwa makna yang dimaksud ialah lemah akal. Mujahid dan Al-Hasan 
mengatakan pula bahwa makna yang dimaksud ialah pikun. 
Firman Allah Swt. menyitir ucapan mereka: 



;«tfi 



«. *&#i4&d?3& 



Sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu. 
(Yusuf: 95) 

Ibnu Abbas mengatakan, makna yang dimaksud ialah sesungguhnya 
engkau masih dalam kekeliruanmu yang dahulu. Qatadah mengatakan 
bahwa cintamu kepada Yusuf masih tetap melekat, tidak pernah engkau 
lupakan. Mereka mengatakan kalimat yang kurang ajar terhadap ayah 
mereka, padahal kata-kata itu tidak pantas mereka katakan kepada ayah 
mereka, terlebih lagi ayah mereka adalah seorang Nabi Allah. Hal yang 
sama telati dikatakan oleh As-Saddi dan lain-lainnya. 

Yusuf, ayat 96-98 

Tatkala telah tiba pembawa kahar gembira itu. maka diletakkan- 
nya baju gamis itu ke wajah Ya 'qub. lalu kembalilah dia dapat 
melihat. Berkata Ya't/ub. "Tidakkah aku katakan kepada kalian 
bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tidak 

kompangsunnvh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 53 

mengetahuinya " Mereka berkata. "Wahai ayah kami, mohonkan/ah 
ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami 
adalah orang-orang yang bersalah (berdosa). " Ya 'qub berkata, 
"Kelak aku akan memohonkan ampun bagi kalian kepada Tulumku. 
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha 
Penyayang. " 

Ibnu Abbas dan Ad-Dahhak mengatakan sehubungan dengan makna 
firman-Nya, "Al-Basyir, " lukang pos. Menurut Mujahid dan As-Saddi, 
tukang pos ilu adalah Yahuza ibnu Ya'qub. As-Sadd i mengatakan bahwa 
sesungguhnya dialah yang membawa baju gamis Yusuf, karena dialah 
dahulu yang mendatangkan baju gamis Yusuf yang dilumuri dengan 
darah palsu. Maka Yahuza bermaksud ingin membersihkan kesalahan 
yang dahulu dengan perbuatannya sekarang. l.alu ia datang dengan 
membawa baju gamis Yusuf dan ia letakkan baju gamis itu ke wajah 
ayahnya; maka seketika itu juga ayahnya dapat melihat kembali dan 
langsung berkata kepada anak-anaknya: 



Tidakkah aku katakan ke/xida kalian bahwa aku mengetalmi dari 
Allah apa yang kalian tidak mengetahuinya. (Yusuf: 96) 

Yakni aku mengetahui bahwa Allah akan mengembalikan Yusuf 
kepadaku, dan aku katakan kepada kalian: 

Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kalian tidak 
menuduhku lemah akal (tentu kalian membenarkan aku). (Yusuf: 
94) 

Maka pada saat itu mereka berkata kepada ayah mereka dengan nada 
meminta belas kasihan: 

kompangsannah. org 



54 Juz 13— Yusuf 

Wahai ayah kami. mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa- 
dosa kami. sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah 
(berdosa). Ya' qub berkata, "Kelak aku akan memohonkan ampun 
bagi kalian kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang. " (Yusuf: 97-98) 

Barang siapa yang bertobat kepada-Nya, niscaya Dia menerima tobatnya. 
Ibnu Mas'ud, Ibrahim At-Taimi, Amr ilmu Qais, Ibnu Juraij, dan lain- 
lainnya mengatakan bahwa Nabi Ya'qub menangguhkan permohonan 
mereka sampai waktu sahur. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abus Saib, 
telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris, bahwa ia pernah mendengar 
Abdur Rahman ibnu Ishaq menceritakan asar berikut dari Muharib ibnu 
Disar, bahwa Khalifah Umar r.a. datang ke masjid, lalu fa mendengar 
seseorang mengucapkan doa berikut: "Ya Allah, Engkau telah menyeru- 
ku, lalu aku memenuhi seruan-Mu. Dan Engkau telah memerintahkan 
kepadaku, lalu aku taati. Demi waktu sahur ini, berilah ampunan 
kepadaku.' 1 Umar mendengarkan suara itu, lalu menyelidikinya, dan 
ternyata suara itu berasal dari rumah Abdullah ibnu Mas'ud r.a. Ketika 
ia ditanya tentang bacaan doanya itu, ia menjawab, "Sesungguhnya 
Ya'qub menangguhkan permintaan anak-anaknya sampai waktu sahur 
melalui ucapannya yang disitir oleh firman Allah Swt: 

'Kelak aku akan memohonkan ampun bagi kalian kepada Tuhanku ' 
(Yusuf: 98) " 

Di dalam hadis disebutkan bahwa hal itu terjadi pada malam Jumat, 
seperti yang dikatakan oleh Ibnu Jarir pula dalam riwayat lainnya; bahwa 
telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, telah menceritakan kepada 
kami Sulaiman ibnu Abdur Rahman Abu Ayyub Ad-Dimasyqi, telah 
menceritakan kepada kami Abui Walid, telah menceritakan kepada kami 
Ibnu Juraij, dari Ata dan (krimah, dari Ibnu Abbas, dari Rasulullah Saw. 
mengenai Firman-Nya: 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 55 

Kelak aku akan memohonkan ampun bagi kalian kepada Tuhanku. 
(Yusuf: 98) 

Bahwa yang dimaksud ialah hingga dalang malam Jumat. Itulah yang 
dimaksudkan oleh perkataan saudaraku Ya'qub kepada anak-anaknya. 
Bila ditinjau dari jalur ini, hadis ini berpredikat garib; dan mengenai 
predikat marfu'-nyn masih perlu dipertimbangkan kebenarannya. 

Yusuf, ayat 99-100 

Maka tatkala mereka masuk ke (negeri) Yusuf, Yusuf merangkul 
ibu bapaknya, dan dia berkata, "Masuklah kalian ke negeri Mesir, 
insya Allah dalam keadaan aman. " Dan ia menaikkan kedua ibu 
hapahtya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebatikan 
diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkala Yusuf, "Wahai ayahku, 
inilah ta 'bir mimpiku yang daliulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah 
menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tulranku telah 
berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah 
penjara dan ketika membawa kalian dari dusun padang pasir, 
setelah setan merusakkan (hubungan) antara aku dan saudara- 
saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Mahatembut terhadap apa yang 
Dia kehendaki Sesunggu/mya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi 
MahabijaJisana. " 

Allah Swt. menceritakan kisah keberangkatan Ya'qub ke tempat Yusuf 
a.s. dan kedatangannya di negeri Mesir atas perintah Yusuf yang 

kampangsunnoh. org 



56 Juz13— Yusuf 

memerintahkan kepada saudara-saudaranya agar mendatangkan semua 
keluarga mereka ke negeri Mesir. Maka mereka membawa semua 
keluarga mereka dan berangkai meninggalkan negeri Kan'an — lempat 
tinggal mereka — menuju negeri Mesir. 

Tatkala Yusuf a.s. mendapat berita bahwa mereka telah berada di 
dekat perbatasan Mesir, maka ia keluar untuk menyambut kedatangan 
mereka. Yusuf memerintahkan pula kepada semua pembantu dan orang- 
orang terkemuka negeri itu untuk menyambut kedatangan Nabi Allah 
Ya'qub a.s. Menurut suatu pendapat. Raja Mesir pun ikut keluar 
menyambut kedatangannya; pendapat inilah yang mendekati kebenaran. 

Kebanyakan kalangan ulama tafsir merasa kesulitan dalam 
menafsirkan firman Allah Swl. yang mengatakan: 



<=«W - *. Lt U 0» j 



^&&a»^cft«2!&3 



Yusuf memberikan lempat kepada ibu bapaknya dan berkata, 
"Masuklah kalian ke negeri Mesir. " (Yusuf: 99) 

Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa di dalam ayat ini terdapat 
taqdim dan ta-khir. Makna yang dimaksud ialah: 



c ^5 ! lJaam**2* 



£^&<&-i*!&i&S 



dan dia berkata "Masuklah kalian ke negeri Mesir, insya Allah 
dalam keadaan aman. " (Yusuf: 99) 

Lalu ia memberikan tempat kepada kedua orang tuanya dan menaik- 
kannya ke singgasana. Tetapi Ibnu Jarir membantah penafsiran ini dengan 
bantahan yang cukup beralasan. Kemudian Ibnu Jarir memilih pendapat 
yang diriwayatkan oleh As-Saddi, yaitu Yusuf merangkul ibu bapaknya 
ketika menyambutnya; dan setelah mereka tiba di pintu gerbang kota, ia 
berkata kepada mereka: 



«=V- ■- * «*3£ ° 



&&st&S£fe#& 



Masuklah kalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman, 
(Yusuf: 99) 

kampangsannoh. orq 



Tafsir Ibnu Kasir 57 

Akan tetapi, penafsiran ini pun masih perlu dipertimbangkan 
kebenarannya, karena makna ai-iwa hanyalah dipakai untuk pengertian 
memberikan tempat Seperti pengertian yang terdapat di dalam firman 
Allah Swfc dalam ayal lainnya, yaitu: 



-11 



'-*i=* 



MiM 



Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya (Yusuf: 
69) 

Di dalam sebuah hadis disebutkan: 

Barang siapa yang memberikan tempat kepada seorang ahli bid'ali, 
hingga akhir hadis. 

Dengan demikian, tiada halangan bila dikatakan bahwa setelah mereka 
masuk ke tempal Yusuf dan Yusuf memberikan tempat kepada mereka, 
lalu ia berkala, "Masuklah kalian ke negeri Mesir"; dan Yusuf 
memberikan jaminan keamanan kepada mereka seraya berkata, 
"Tinggallah di negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman," yakni 
aman dari kesengsaraan dan paceklik yang selama ini menimpa kalian. 
Menurut suatu pendapat — hanya Allah Yang Maha Mengetahui 
kebenarannya - sesungguhnya Allah melenyapkan musim paceklik 
selanjutnya dari penduduk negeri Mesir berkat kedatangan Nabi Ya'qub 
kepada mereka, sebagaimana dilenyapkan-Nya musim paceklik yang 
didoakan oleh Rasulullah Saw. atas penduduk Mekah. Rasulullah Saw. 
berdoa atas mereka: 

Ya A llah, tolonglah aku dengan menimpakan musim paceklik atas 
mereka seperti musim pacekliknya Yusuf 

Kemudian mereka (penduduk Mekah yang kafir) memohon kepada Nabi 
Saw. dengan merendahkan diri melalui utusan mereka Abu Sufyan agar 
musim paceklik itu dilenyapkan dari mereka. Maka sisa musim paceklik 
itu dilenyapkan berkat doa Rasulullah Saw. 

kompangsannoh. org 



58 Juz13— Yusuf 

Firman Allah Svvt.: 

YtiSUf merangkul ibu bapaknya (Yusuf: 99) 

As-Saddi dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan, 
sesungguhnya yang dimaksud dengan keduanya ialah ayah dan bibinya, 
karena ibu Nabi Yusuf lelah meninggal dunia di masa lalu. Menurul 
Muhammad ibnu Ishaq dan Ibnu Jarir, keduanya adalah ayah dan ibunya, 
kedua-duanya masih hidup. Ibnu Jarir mengatakan bahwa tiada suatu 
dalil pun yang menunjukkan bahwa ibu Nabi Yusuf telah meninggal 
dunia saat itu. Makna lahiriah Al-Qur'an menunjukkan bahwa ibu Nabi 
Yusuf masih hidup. Pendapat yang dibela oleh Ibnu Jarir iui merupakan 
pendapat yang dimenangkan karena sesuai dengan konteks ayat. 
Firman Allah Swt.: 



fvUm*. M&Egg&L 



Dan Yusuf menaikkan kedua ibu bapaknya ke alas singgasana. 
(Yusuf: 100) 

Ibnu Abbas. Mujahid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang 
mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al- 'arsy dalam ayat ini ialah 
singgasana. Yakni Yusuf mendudukkan kedua orang tuanya ke atas 
singgasananya bersama-sama dengan dia. 



!•• V 



gftffifc 



Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya bersujud kepada 
Yusuf (Yusuf: 100) 

Maksudnya, bersujud kepada Yusuf kedua orang tuanya dan semua 
saudaranya yang jumlahnya ada sebelas orang. 



•^ 1 • - -. » — <J_ .;; _ -^ 



&6tf&Bfati»t8X 



Dan berkata Yusuf, "Wahai ayahku, inilah la'bir mimpiku yang 
dahulu itu. "(Yusuf: 100) 

kampangsannah. org 



Tafsir ibnu Kasir 59 

Yakni mimpi yang pernah ia ceritakan kepada ayahnya jauh sebelum 
ilu, yang disebutkan di dalam firman-Nya: 



<= t •- *■ ft^vjJ 



e=£M££& 



sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang. (Yusuf: 
4), hingga akhir ayat. 

Hal ini masih diperbolehkan di dalam syariat mereka, bilamana 
memberikan salam penghormatan kepada orang besar, yakni boleh 
bersujud kepadanya. Hal ini diperbolehkan sejak /aman Nabi Adam 
sampai kepada syariat Nabi Isa a. s. Kemudian dalam syariat Nabi 
Muhammad Saw. hal ini diharamkan, dan hanya dikhususkan kepada 
Allah Tuhan sekalian alam. Demikianlah ringkasan dari apa yang 
dikatakan oleh Qatadah dan lain-lainnya. 

Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ketika Mu'az tiba di negeri 
Syam. ia menjumpai mereka masih bersujud kepada uskup-uskup 
mereka. Ketika Mu'azbersujud kepada Rasulullah Saw., Rasulullah Saw. 
bertanya, "Apakah yang engkau lakukan ini, hai Mu'az?" Mu'az 
menjawab. "Sesungguhnya aku melihat penduduk negeri Syam bersujud 
kepada uskup-uskup mereka, maka engkau lebih berhak untuk disujudi. 
wahai Rasulullah." Maka Rasulullah Saw. bersabda: 



JL*4 







Seandainya aku memerintahkan kepada seseorang untuk ber- 
sujud ke\mda orang lain, tentu aku akan perintahkan kepada wanita 
untuk bersujud kepada suaminya, karena hak suaminya atas dirinya 
sangatlah besar. 

Di dalam hadis lain disebutkan bahwa Salman bersua dengan Nabi Saw. 
di salah satu jalan kota Madinah; saat itu Salman baru masuk Islam, 
maka ia bersujud kepada Nabi Saw. (sebagai penghormatan kepadanya). 
Nabi Saw. bersabda membantah: 

kompangsannoh. org 



60 Juz 13— Yusuf 



Hai Sal nian, janganlah kamu sujud kepadaku. Bersujud/ah kepada 
Tuhan Yang Hidup, Yang lak pernah mati. 

Keterangan ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahu a bersujud dalam 
penghormatan kepada seorang pembesar diperbolehkan dalam syariat 
mereka. Maka dari itu, mereka semuanya bersujud kepada Yusuf; dan 
saat itu juga Yusuf berkata: 



Cl •• * -.-'..--„'_:- 



Wahai ayahku, inilah la 'bir mimpiku yang dahulu ilu; sesungguhnya 
Tuhanku lelah menjadikannya sualu kenyataan. (Yusuf: 1 00) 

Yakni inilah kenyataan dari mimpiku itu. Penggunaan kata 'takwiF dalam 
ayat ini ditujukan kepada pengertian kesimpulan dari suatu perkara atau 
kenyataannya, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman Allah 
Swt "dalam ayat yang lain: 



ar-._i^ji*t 



$£M%$M@$%& 



Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya 
kebenaran) Al-Qur'an itu. Pada hari datangnya kebenaran 
pemberitaan Al-Qur'an. (Al-A*raf: 53) 

Artinya, pada hari kiamat nanti akan datang kepada mereka apa yang 
telah dijanjikan kepada mereka, yaitu balasan kebaikan dan balasan 
keburukan (mereka). 
Firman Allah Swt.: 

Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. (Yusuf: 100) 

Yakni menjadi kenyataan yang benar. Lalu Yusuf menyebutkan nikmat- 
nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya: 

Diin sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 61 

Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa 
kalian dari dusun padang pasir. (Yusuf: ]00) 

Yaitu dari daerah pedalaman. Ibnu Juraij daii lain-lainnya mengatakan 
bahwa mereka adalah penduduk daerah pedalaman yang bermata 
pencaharian beternak- Ibnu Juraij mengatakan, mereka tinggaldi daerah 
pedalaman Palestina, bagian dari negeri Syam. Menurut pendapa! lainnya 
mereka tinggal di Aulaj, lereng pegunungan Hasma; mereka adalah or- 
ang-orang pedalaman, beternak kambing dan unta. 






e? ^^^^^V^^^^i^h^^iji 



etelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara- 
saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha/embut terhadap apa yang 
Dia kehendaki. (Yusuf: 100) 

Maksudnya, apabila Dia menghendaki sesuatu perkara, maka Dia 
menetapkan baginya semua penyebab kejadiannya dan memutuskannya 
serta memudahkan terlaksananya. 

Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui. (Yusuf: 100) 
akan kemaslahatan hamba-hamba-Nya. 

lagi Mahabijaksana. (Yusuf: 1 00) 

dalam ucapan, perbuatan, ketetapan, takdir, dan semua yang dipilih dan 
yang dikehendaki-Nya. 

Abu Usman An-Nahdi telah meriwayatkan dari Sulaiman, bahwa 
jarak masa antara mimpi Yusuf dan kenyataannya adalah empat puluh 
tahun. Abdullah ibnu Syaddad mengatakan bahwa masa itulah batas 
maksimal kenyataan suatu mimpi. Demikianlah menurut riwayat Ibnu 
Jarir. 

Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Umar 
ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab As-Saqafi, 

kompangsunnoh. org 



62 Juz 13— Yusuf 

lelah menceritakan kepada kami llisyam, dari Al-Hasan yang 
mengatakan, "Jarak masa antara perpisahan dengan Nabi Yusuf sampai 
Nabi Ya'qub bersua dengannya adalah delapan puluh tahun. Selama itu 
kesedihan selalu melanda hati Ya*qub a.s., dan air matanya selalu 
berlinangan mengalir ke pipinya tiada henti-hentinya. Tiada seorang 
hamba pun di muka bumi ini yang lebih disukai oleh Allah selain Nabi 
Ya'qub." 

Hasyim telah meriwayatkan dari Yunus, dari Al-Hasan, bahwa masa 
itu adalah delapan puluh tiga tahun. Mubarak ibnu Fudalah mengata- 
kan dari Al-Hasan, bahwa Yusuf dilemparkan ke dasar sumur ketika 
berusia tujuh belas tahun, dan menghilang dari pandangan ayahnya selama 
delapan puluh tahun. Sesudah itu ia hidup selama dua puluh tiga tahun. 
Yusuf a.s. wafat dalam usia seratus dua puluh tahun. Qatai]ah mengata- 
kan, masa perpisahan antara Ya'qub dan Yusuf adalah tiga puluh lima 
tahun. 

Muhammad ibnu lshaq mengatakan bahwa menghilangkan Yusuf 
dan ayahnya adalah selama delapan belas tahun. Selanjutnya Ibnu lshaq 
mengatakan, orang-orang ahli kitab menduga bahwa masa itu empat 
puluh tahun atau yang mendekatinya. Ya'qub tinggal bersama Yusuf 
sesudah Ya'qub tiba di negeri Mesir adalah selama tujuh belas tahun, 
kemudian Allah mewafatkannya. 

Abi Ishaq As-Subai'i mengatakan dari Abu Ubaidah, dari Abdullah 
ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa kaum Bani Israil masuk ke negeri 
Mesir sebanyak tiga ratus enam puluh orang; ketika pergi meninggalkan 
Mesir, jumlah mereka mencapai enam ratus tujuh puluh ribu orang. 

Abu Ishaq telah meriwayatkan dari Masruq, bahwa mereka masuk 
ke negeri Mesir dalam jumlah tiga ratus sembilan puluh orang yang 
terdiri atas kaum pria dan wanitanya. 

Musa ibnu Ubaidah lelah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka'b 
Al-Qurazi, dari Abdullah ibnu Syaddad, bahwa keluarga Ya'qub 
berkumpul dengan Yusuf di negeri Mesir, sedangkan jumlah mereka 
ada delapan puluh enam orang termasuk anak-anak kecil, orang dewasa, 
kaum pria dan wanitanya. Ketika mereka pergi meninggalkan negeri 
Mesir, jumlah mereka mencapai enam ratus ribu orang lebih. 



kompangsannah. org 



TalsK Ibfiu Kasir 63 

Yusuf, ayat 101 

Ya tuhanku, sesungguhnya Engkau lelah menganugerahkan 
kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku 
sebagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, 
Engkau/ah pelindungku di dunia dan di akliirat. wafatkanlah aku 
dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang 
yang saleh 

Itulah doa Nabi Yusuf yang dipanjatkannya kepada Allah Swt. setelah 
limpahan nikmat Allah buatnya disempurnakan, yaitu di kala ia dapat 
berkumpul kembali dengan kedua orang tua dan saudara-saudaranya. 
Juga atas nikmat lainnya yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada 
dirinya, yaitu berupa kenabian dan kerajaan. Kemudian ia memohon 
kepada Allah Swt. agar nikmat yang telah dilimpahkan kepadanya di 
dunia ini terus berkelanjutan sampai ke hari akhirat, dan hendaknya Allah 
mewafatkannya dalam keadaan Islam. Demikianlah menurut Ad- 
Dahhak. Da'n hendaknya Allah menghimpunkannya bersama-sama 
saudara-saudaranya dari kalangan para nabi dan para rasul, semoga 
salawat dan salam Allah lerlimpahkan kepada mereka semua. 

Doa ini barangkali dipanjatkan oleh Nabi Yusuf a. s. ketika ia sedang 
menjelang kewafatannya, seperti yang telah disebutkan di dalam kitab 
Sahiham melalui Srti Aisyah r.a., bahwa Rasulullah Saw. ketika 
menjelang kewafatannya mengangkat jari telunjuknya seraya berdoa: 



•J^5UrP f 



Ya Allah, (gabungkanlah diriku) bersama-sama teman-teman (ku) 
di (tempat) yang tertinggi (surga), 

Doa ini diucapkannya sebanyak liga kali. 

Barangkali Yusuf a.s. pun meminta diwafatkan dalam keadaan Is- 
lam serta bergabung dengan orang-orang saleh apabila ajalnya telah tiba. 

kampungsunnoh. org 



64 Juz 13— Yusuf 



Bukan berarti dia meminta hal tersebut secara lanjiz (mohon 
diperkenankan), seperti doa seseorang kepada lawan bicaranya. "Semoga 
Allah mewafatkanmu dalam keadaan Islam," dan seorang yang 
mengatakan dalam doanya, "Ya Allah, hidupkanlah kami dalam keadaan 
Islam, wafatkanlah kami dalam keadaan Islam, dan gabungkanlah kami 
dengan orang-orang saleh." 

Akan tetapi, dapat pula dikatakan bahwa Yusuf a.s. mendoa hal itu 
dengan permohonan lanjiz; dan hal ini diperbolehkan dalam syariat 
mereka. Demikianlah menurut Qatadah. 

Firman Allah Swt.: 



CM :• — 2_—'5 r : ~ 



®^$frn&& 



wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku 
dengan orang-orang yang saleh. (YusuF: 10l) 

Setelah Allah menghimpunkan semua anggota keluarganya dan 
membualnya senang sehingga saat itu Yusuf dalam keadaan 
bergelimangan dengan kenikmatan duniawi, kerajaannya, dan semua 
perhiasannya, maka ia merindukan orang-orang saleh yang sebelumnya. 
Ibnu Abbas mengatakan bahwa sebelum Yusuf a.s. tiada seorang 
nabi pun yang mengharapkan untuk diwafatkan. Hal yang sama telah 
dikatakan oleh Ibnu Jarir dan As-Saddi, dari Ibnu Abbas, bahwa Yusuf 
a,s. adalah nabi yang mula-mula mengatakan demikian dalam doanya. 
I ial ini dapat diartikan pula bahwa dialah orang yang mula-mula meminta 
diwafatkan dalam keadaan Islam. Perihalnya sama dengan Nabi Nuh 
a.s., dialah orang yang mula-mula mengatakan dalam doanya: 

Ya Tuhanku! Ampundah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke 
dalam rumahku dengan beriman. (Nuh: 28) 

Dapat pula diartikan bahwa dialah (Yusuflah) orang yang mula-mula 
memohon diperkenankannya hal tersebut; inilah yang tersimpulkan dari 
pengertian lahiriah pendapat Qatadah, tetapi hal ini tidak diperbolehkan 
dalam syariat kita sekarang. 

kompungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 65 

Imam Ahmad ibnu Ilambal rahimahullah mengatakan, lelah 
menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ibrahim, telah menceritakan 
kepada kami Abdul A/i? ibnu Suhaib, dari Anas ibnu Malik yang 
mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian mengharapkan mal i 
km-ena bahaya yang menimpanya Jika tiada jalan lain baginya 
kecuali mengharapkan mati. hendaklah ia mengatakan. " Ya Allah. 
hidupkanlah saya selagi hidup lebih baik bagi saya. Dan 
wafatkanlah saya apabila wafat lebih baik bagi saya. " 

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkan hadis ini, yang 
menurut lafaz keduanya disebutkan seperti berikut: 

Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian mengharapkan 
mati karena bahaya (musibah) yang menimpanya, karena apabila 
dia orang yang berbual baik, maka akan bertambah (kebaikannya); 
dan apabila dia orang yang buruk, maka mudah-mudahan ia 
bertobat. Tetapi hendaklah ia mengucapkan, "Ya Allah, hidupkan- 
lah saya selagi hidup lebih baik bagi saya. dan wafatkanlah saya 
apabila wafat lebih baik bagi saya " 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abui 
Mugirah, telah menceritakan kepada kami Mu'az ibnu Rifa'ah, telah 
menceritakan kepadaku Ali ibnu Yazid, dari Al-Qasim, dari Abu 

kampungsannah. org 



66 Juz 13— Yusuf 

Umamah yang mengatakan, "Kami duduk di majelis Rasulullah, lalu 
beliau memberikan peringatan kepada kami dan melunakkan hati kami, 
maka menangislah Sa'd ibnu Abu Waqqas dengan tangisan yang lama 
seraya berkata, 'Aduhai, seandainya saja diriku ini mati/ Maka Nabi 
Saw. bersabda; 

'Hai Sa 'd, apakah di hadapanku engkau berharap kematian? ' Nabi 
Saw. mengucapkan sabdanya ini sebanyak liga kait, lalu beliau 
melanjutkan sabdanya, 'Hai Sa 'd, jika engkau diciptakan untuk 
surga, maka usiamu yang panjang dan amalmu yang baik itu adalah 
lebih baik bagi kamu '. " 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan, telah 
menceritakan kepadakami Ibnu LahPah, telah menceritakan kepada kami 
Abu Yunus (yaitu Muslim ibnu Jubair), dari Abu Hurairah, dari Nabi 
Saw. yang telah bersabda: 

Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian mengltarapkan mati 
karena musibah (bahaya) yang menimpanya, jangan pula ia 
mendoakimnya sebelum maut datang sendiri ke/vidanya, terkecuali 
jika dia telah merasa yakin dengan amalnya. Karena sesungguhnya 
apabila seseorang di antara kalian mati, terputuslah amal 
perbuatannya. Dan sesungguhnya seorang mukmin itu tiada 
menambahkan pada amalnya kecuali hanya kebaikan. 

Imam Ahmad meriwayatkannya secara munfarid. 

kompungwnnah. o/y 



Tafsif Ibnu Kasir 67 

Hal ini berlakujika bahaya atau musibah ini hanya khusus menimpa 
dirinya. Jika musibah itu berupa fitnah dalam agama, maka diperbolehkan 
memohon dimatikan. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh 
Allah Swt dalam kisah-Nya yang menceritakan tentang para ahli sihir 
di saat Fir'aun hendak memurtadkan mereka dari agama mereka dan 
mengancam akan membunuh mereka, yaitu: 

Ya Tuhan ktnni, limpahkan /ah kesabaran kepada kawi dan 
wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu). (Al- 
AYaT: 126) 

Maryam juga berkata ketika ia merasakan akan melahirkan anak sambil 
bersandar pada pangkal pohon kurma: 



fr-'-f^r^ 



%$CM$WfaA 



Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi 
barang yang tidak berarti, lagi dilupakan. (Maryam: 23) 

Karena ia merasa yakin bahwa orang-orang pasti akan menuduh dirinya 
berbuat /S/?/S>o/; (zina); karena ia belum bersuami, sedangkan ia lelah 
mengandung dan melahirkan anak. Dan mereka memang mengatakan: 

Kaumnya berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah 
melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai sintdara perempuan 
Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu 
sekali-kali bukanlah seorang pezina. " (Maryam: 27-28) 

Maka Allah menjadikan baginya jalan keluar dan keselamatan dari hal 
tersebut, yaitu dengan menjadikan bayinya dapat berbicara dalam usia 
ayunan, mengucapkan kata-kata berikut. "Sesungguhnya aku adalah 
hamba dan rasul Allah " Kejadian ini merupakan suatu tanda kekuasaan 

kompongsannofj. orq 



68 Juz 13— Yusuf 

Allah yang amal besar dan sebagai mukjizat yang jelas bagi Isa a. s. Di 
dalam hadis Mu'az yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam 
Turmuzi di dalam kisah mimpi — yaitu mengenai doa - antara lain 
disebutkan seperti berikut: 

Apabila Engkau berkehendak menurunkan fitnah pada svalu 
kaum, maka cabutlah nyawaku kembali kepada-Mu dalam 
keadaan tidak terfitnah. 

Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu 
Salamah, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Muhammad, 
dari Amr ibnu Asim, dari Kasir ibnu Qatadah, dari Mahmud ibnu Labid 
secara mar/u\ bahwa Nabi Saw. pernah bersabda: 

. o li^a) jS t^CJi S|$ ^m3 \ ife i^Z; . £$& 

Ada dua hal yang di benci oleh anak Adam, yaitu dia benci akan 
mati, padahal mati lebih baik bagi orang mukmin daripada ter- 
fitnah Dan dia benci akan kekurangan harta, padahal kekurangan 
harta meringankan hisab. 

Di saat fitnah melanda agama, diperbolehkan memohon untuk mati. 
Karena itulah ketika Khalifah Ali ibnu Abu Talib r.a. di akhir masa 
kekhalifahannya, yaitu ketika ia melihat bahwa kesatuan kaum muslim 
tidak dapat dipertahankan lagi dalam kepemimpinannya, dan perkaranya 
makin bertambah parah saja, maka ia berdoa seperti berikut: 



*\S€» « S?»» 






YaAllah ambillali aku kembali kepada-Mu; sesimggulmya aku telah 
bosan kepada mereka, dan mereka pun bosan kepadaku 



kompancjsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 69 

Imam Bukhari rahimahulfah mengatakan bahwa ketika fitnah itu terjadi 
menimpanya dan terjadi pula perselisihan antara dia (Ali r.a.) dengan 
Amir Khurrasan, maka Imam Ali berdoa: "Ya Allah, wafatkanlah aku 
kembali kepada-Mu." 

Di dalam hadis disebutkan: 

Sesungguhnya seorang lelaki melewati sebuah kuburan — yakni di 
zaman Dajjal nanti — sedangkan ia benar-benar mengatakan, 
"Aduhai seandainya saja aku berada di tempatmu (yakni sudah 
mati)" 

Lelaki itu mengatakan demikian karena banyaknya fitnah, gempa, huni 
hara, dan peristiwa-peristiwa yang menggemparkan di masa itu; hal 
tersebut merupakan fitnah yang melanda umat manusia. 

Abu Ja'far ibnu Jarir mengatakan bahwa anak-anak Nabi Ya'qub 
yang lelah melakukan perbuatan buruk terhadap Yusuf as. dimohonkan 
ampunan oleh ayah mereka. Maka Allah menerima tobat mereka, 
memaafkan nfereka, dan mengampuni dosa-dosa mereka. 
Pendapat ulama yang mengatakan bahwa Nabi Ya 'qub memohonkan 
ampun kepada Allah buat mereka 

Telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada 
kami Al-Husain, telah menceritakan kepadaku Hajjaj, dari Saleh AI- 
Murri, dari Yazid Ar-Raqqasyi, dari A n as ibnu Malik yang mengatakan 
bahwa sesungguhnya Allah Swt. setelah menghimpunkan semua anggota 
keluarga Ya'qub a.s. di hadapan Ya*qub, maka Ya'qub mengajak 
putranya (Yusuf) menyendiri, lalu ia berbisik dengannya. 

Sebagian putra lainnya berkata kepada sebagian yang lain, 
"Bukankah kalian telah mengetahui apa yang telah kalian kerjakan dan 
apa yang telah dialami oleh orang tua kita dan Yusuf sebagai akibatnya?" 
Mereka menjawab, "Ya." Maka dikatakan, "Karena itulah kalian 
tcrpusalkan untuk meminta maafdari keduanya, lalu bagaimana keadaan 
kalian dengan Tuhan kalian?" 

kampangsunnah. org 



70 Juz 13— Yusuf 



Akhirnya mereka sepakat untuk menghadap kepada orang tua 
mereka (Nabi Ya*qub), lalu duduk di hadapannya, sedangkan Yusuf 
duduk di samping ayahnya. Mereka berkata. "Wahai ayah kami, 
sesungguhnya kami sengaja datang kepadamu karena sualu urusan yang 
belum pernah kami datang kepadamu karena sesuatu yang seperti ini. 
dan kami telah tertimpa suat u perkara yang belum pernah menimpa kami 
sebelumnya." Kata-kata mereka membual hati Nabi Ya'qub tergugah, 
sedangkan para nabi itu adalah orang-orang yang paling belas kasihan. 
Maka Nabi Ya'qub bertanya, "Apakah yang telah menimpa kalian, hai 
anak-anakku?" 

Mereka menjawab, "Bukankah engkau telah mengetahui apa yang 
telah kami lakukan terhadapmu dan apa yang telah kami lakukan terhadap 
saudara kami Yusuf?" Nabi Ya'qub menjawab, "Ya," Mereka berkata, 
"Bukankah kamu berdua telah memaafkan kami?" Nabi Ya'qub 
menjawab, "Ya." Mereka berkala, "Sesungguhnya maafmu berdua tidak 
memberi manfaat sedikit pun kepada kami jika Allah tidak memaafkan 
kami." 

Nabi Ya'qub bertanya, "Lalu apakah yang kalian kehendaki dariku, 
hai anak-anakku?" Mereka berkata, "Kami menghendaki agar kamu 
mendoakan kami kepada Allah. Apabila wahyu dari Allah telah datang 
kepadamu yang menyatakan bahwa Dia memaafkan kami, maka barulah 
hati kami merasa senang dan tenteram. Jika tidak, maka tiada kesenangan 
bagi kami di dunia ini selamanya." 

Nabi Ya'qub bangkit, lalu menghadap ke arah kiblat; Yusuf bangkit 
pula berdiri di belakang ayahnya, sedangkan saudara-saudaranya berdiri 
di belakang keduanya dengan perasaan rendah diri dan khusyuk. Nabi 
Ya'qub berdoa, dan Nabi Yusuf mengamininya; tetapi permohonan 
ampun mereka masih belum diperkenankan selama dua puluh lahun. 

Saleh Al-Murri mengatakan bahwa selama itu mereka selalu dicekam 
oleh rasa takut, dan setelah dua puluh tahun berlalu —yakni pada 
permulaan tahun yang kedua puluhnya — turunlah Malaikat Jibril a.s. 
kepada Nabi Ya'quba.s. 

Jibril a. s. berkata, "Sesungguhnya Allah Swt. telah mengutusku 
kepadamu untuk menyampaikan berita gembira, bahwa Dia telah 
memperkenankan doamu buat anak-anakmu. Allah telah memaafkan 
apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah telah mengambil janji dari 



kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 71 

mereka bahwa mereka akan menjadi nabi sesudahmu." 

Asar ini mauauf, yakni hanya sampai kepada sahabat Anas; selain 

ilu adalah Yazid Ar-Raqqasyi serta Saleh Al-Murri, kedua-duanya 

berpredikat sangat daif{ lemah). 

As-Saddi menyebutkan bahwa ketika Nabi Ya'qub menjelang 

kematiannya, ia berwasiat kepada Yusuf agar menguburkan jenazahnya 

di dekal kuburan Nabi Ibrahim dan Nabi lshaq. Maka setelah Nabi 

Ya'qub wafat, jenazahnya dibalsam, lalu dikirimkan ke negeri Syam 

dan dikebumikan di dekat kuburan keduanya. 

Yusuf, ayat 102-104 

Demikian itu (adalah) di antara berita-berita yang gaib yang Kami 
wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal kamu tidak berada 
pada sisi mereka, ketika mereka memutuskan rencananya (untuk 
memasukkan Yusuf ke dalam sumur) dan mereka sedang mengatur 
tipu daya. Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, 
walaupun kamu sangat menginginkannya. Dan kamu sekali-kali 
tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu 
tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam. 

Allah Svvt. berfirman kepada Nabi Muhammad Saw. setelah men- 
ceritakan kisah saudara-saudara Yusuf, bagaimana Allah mengangkat 
derajat Yusuf di atas mereka, serta menjadikan bagi Yusuf akibat yang 
terpuji, kemenangan, kerajaan, dan kekuasaan: padahal di awalnya 
mereka menghendaki kejahatan, kebinasaan, dan pembunuhan terhadap 
diri Yusuf. Kisah ini dan lain-lainnya yang semisal, hai Muhammad, 
termasuk berita-berita yang gaib di masa lalu. 

kompangsunnah. org 



72 Juz 13— Yusuf 

yang Kami wahyukan ke padamu. (Yusuf: 102) 

dan Kami beritahukan kepadamu, hai Muhammad, karena di dalamnya 
terkandung pelajaran bagimu dan nasihat bagi orang-orang yang 
sesudahmu. 

padalud kamu tidak berada pada sisi mereka. (Yusuf: 102) 
Yakni berada di dekat mereka dan tidak pula menyaksikan mereka. 

ketika mereka memuluskan rencananya. (Yusuf: 102) 
untuk memasukkan Yusuf ke dasar sumur. 

dan mereka sedang mengatur tipu daya. (Yusuf: 1 02) 

terhadap Yusuf, tetapi Kamilah yang memberitahukannya kepadamu 
melalui wahyu yang diturunkan kepadamu. Makna ayat ini sama dengan 
apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu: 

padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka 
melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi). (Ali 
Imran: 44), hingga akhir ayau 

dan tiadalah kamu berada di sisi yang sebelah barat ketika Kami 
menyampaikan perintah kepada Musa. (Al-Qasas: 44) 

sampai dengan firman-Nya: 

kampungsannoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 73 

Dan tiadalah kamu berada di dekat Gunung Tur ketika Kami 
menyeru (Musa). (Al-Qasas: 46) 

dan tiada/ah kamu tinggal bersama-sama penduduk Madyan dengan 
membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka (Al-Qasas: 45), hingga 
akhir ayat- 

c y-— 1«ti i5c> => 

Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang malaikat- 
malaikat itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyu- 
kan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah 
seorang pemberi peringatan yang nyata. (Sad: 69-70) 

Allah Swi. bermaksud bahwa dia (Nabi Muhammad) adalah rasul-Nya, 
dan bahwa Dia lelah memberitahukan kepadanya kisah-kisah terdahulu 
yang mengandung pelajaran dan keselamatan bagi agama dan kehidupan 
dunia mereka. Sekalipun demikian, tiadalah kebanyakan manusia 
beriman. Karena itu, disebutkan oleh firman Allah Swt.: 

1/. £ -J" A' \£&£('<\/' 



,in Mfc£& 



Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu 
sangat menginginkannya. (Yusuf: 1 03) 

Dalam ayat yang lain disebutkan: 

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka 
bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. 
(Al-An'am: 1 16) 

Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam 
ayat yang lain, yaitu: 

kampungsannah. org 



74 Juz 13— Yusuf 

Sesungguhnya pada yang demikian itu henar-benar merupakan 
suaiu tanda yang besar (mukj izat), tetapi kebanyakan dari mereka 
tidak beriman. (Asy-Syu'ara: 67) 

Dan ayal-ayat lainnya yang m. misal. . 
Firman Allah Swt.: 



■\-±%,_JL^j± 



$te*&M& 



Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap 
semanmu ini). (Yusuf: 1 04) 

Yakni kamu, hai Muhammad, sama sekati tidak meminta suatu upah 
pun sebagai imbalan dari nasihat, seman kepada kebaikan dan jalan 
petunjuk ini, melainkan kamu melakukannya hanya semata-mata ingin 
mencari rida Allah dan memberi nasihat kepada makhluk-Nya. 

itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam. (Yusuf: 1 04) 

yang dijadikan sebagai peringatan bagi mereka, yang memberi petunjuk 
kepada mereka, dan yang menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat. 

Yusuf, ayat 105-107 

Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di 
bumi yang mereka melaluinya, sedangkan mereka berpaling 
darinya. Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada 

kampungsonnah. orq 



Tafsir Ibnu Kasir 75 



Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan 
sembahan-sembahan lain). Apakah mereka merasa aman dari 
kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan 
kiamat kepada mereka secara mendadak, sedangkan mereka tidak 
menyadarinya ? 

Allah Swt. menceritakan tentang kelalaian kebanyakan manusia dari 
memikirkan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah dan bukti-bukti 
kecsaan-Nya melalui makhluk yang diciptakan oleh Allah di langit dan 
di bumi, yaitu berupa bintang-bintang yang cemerlang sinarnya, yang 
tetap dan yang beredar serta gugusan-gugusan bintang-bintang lainnya, 
semuanya itu ditundukkan oleh kekuasaan Al lalu Berapa banyakdibumi 
ini bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun, taman-taman, 
gunung-gunung yang terpancang dengan kokohnya, laut-laut yang luas 
dengan ombaknya yang berdebur, serta padang sahara yang luas-luas. 
Berapa banyak pula di bumi ini makhluk hidup dan benda mati, juga 
berbagai jenis hewan, tumbuh-tumbuhan, dan buah-buahan yang 
berbeda-beda rasa, bau, warna, dan spesrfikasinya. Mahasuci Allah Yang 
Maha Esa, Pencipta semua makhluk. Yang Maha Menyendiri dengan 
sifat kekal dan abadi-Nya, serta Mahasumber bagi asma dan sifat-Nya. 
Firman Allah Swt.: 

Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allali, 
melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan 
sembahan-sembahan lain). (Yusuf: 106) 

Ibnu Abbas mengatakan, termasuk pengertian 'iman* di kalangan mereka 
yang memiliki sifat ini ialah apabila ditanyakan kepada mereka, 
"Siapakah yang menciptakan langit, siapakah yang menciptakan bumi, 
dan siapakah yang menciptakan gunung-gunung itu?" Mereka menjawab, 
"Allah," padahal mereka masih dalam keadaan memperse kutukan -Ny a 
dengan yang lain. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ata, 
Ikrimah, Asy-Sya'bi, Qatadah, Ad-Dahhak, dan Abdur Rahman ibnu 
Zaid ibnu Aslam. 

Di dalam kitab Sahihain disebutkan bahwa kaum musyrik di masa 
lalu mengatakan dalam talbiyah mereka. "Labbaika, tiada sekutu bagi- 

kampangsunnah. org 



76 juz i3_ Yusuf 

Mu, kecuali sekutu yang menjadi milik-Mu; Engkau memilikinya, 
sedangkan dia tidak memiliki-** 

Di dalam kilab Sahih Muslim disebutkan bahwa dahulu apabila kaum 
musyrik mengatakan. "Labbaika, tiada sekutu bagi-Mu." maka 
Rasulullah Saw. bersabda: 

Cukup, cukup! 
Maksudnya, j angan diteruskan dan jangan dilebihkan dari itu. Dan Allah 
Swt. telah berfirman: 



*^-£&S>&Wbh 



sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar 
kezaliman yang besar. (Luqman: 13) 

Inilah yang disebutkan syirik yang paling besar, yaitu menyembah Allah 
dengan selain-Nya. Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis 
melalui Ibnu Mas'ud, bahwa ia bertanya kepada Rasulullah Saw., "Wahai 
Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?" Rasul Saw. menjawab, 

Bila kamu menjadikan tandingan bagi Allah padahal Dia-lahyang 
menciptakan kamu. 

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: 

Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, 
melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan 
sembahan-sembahan lain). (Yusuf: 106) 

Bahwa hal tersebut berkenaan dengan orang munafik. Apabila dia 
beramal, maka amalnya adalah karena riya (pamer); hal itu berarti dia 
musyrik dalam amalnya. Maksudnya adalah seperti yang disebutkan oleh 
Allah dalam firman-Nya: 

kampungsannah. ora 



cMi 



Tafsir Ibnu Kasir 77 

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah 
akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk 
bersalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya 
f dengan sal at) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut 
Allah kecuali sedikit sekali (An-Nisa: 142) 

Masih ada satu jenis syirik lagi, yaitu syirik khafi yang kebanyakan 
pelakunya tidak menyadarinya, seperti yang diriwayatkan oleh Hammad 
ibnu Salamah, dari Asim ibnu Abun Nujud, dari Urwah yang mengatakan 
bahwa Huzaifah menjenguk seorang yang sedang sakit. Lalu Huzaifah 
melihat di lengan si sakit itu ada tambangnya, maka Huzaifah 
memutuskan — atau melepaskan — tali itu, kemudian Huzaifah 
membacakan firman-Nya: 



t-i* 



«- ^S%%|As^MiJ 



Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, 
melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan 
sembahan-sembahan lain). (Yusuf: 106) 

Di dalam sebuah hadis disebutkan: 






Barang siapa bersumpah dengan nama selain Allah, berarti dia 
telah musyrik 

Hadis ini merupakan riwayat Imam Turmuzi yang dinilainya hasan 
melalui Ibnu Umar. Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam 
Ahmad, Imam Abu Daud, serta lain-lainnya disebutkan melalui Ibnu 
Mas'ud r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 



kampungsunnah. org 



78 Juz 13— Yusuf 

Sesungguhnya ruoyah (jampi), tamimoh (kalung penangkal), dan 
tiwaiah (jimat) adalah perbuatan syirik. 

Menurut lafaz yang ada pada Imam Bukhari dan Imam Muslim 
disebutkan seperti berikut: 

Tiyarah (ramalan kesialan) adalah perbuatan syirik yang tiada 
kaitannya dengan agama kita, tetapi Allah menghapuskannya 
dengan bertawakal kepada-Nya. 

Imam Ahmad meriwayatkan nya secara lebih rinci daripada ini. Untuk 
itu ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, 
telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Amr ibnu Murrah, 
dari Yahya Al-Jazzar, dari anak lelaki saudara Zainab, dari Zainab istri 
Abdullah ibnu Mas'ud yang menceritakan, "Kebiasaan Abdullah apabila 
datang dari suatu keperluan, lalu sampai di depan pintu rumah pintu 
rumah, terlebih dahulu ia berdehem dan meludah, karena dia tidak suka 
bila melihat kami dalam keadaan yang tidak disukai olehnya. Pada suatu 
hari ia dalang dari suatu urusan, lalu ia berdehem; saat itu di dekatku 
ada seorang nenek-nenek yang mengobatiku dengan ruqyah (jampi) 
karena aku sedang sakit huntrah (demam). Maka aku memasukkan j imal 
yang diberikannya ke bawah ranjang. Abdullah masuk ke dalam rumah, 
lalu duduk di sampingku; maka ia melihat benang di leherku, lalu ia 
bertanya, 'Benang apakah ini?' Aku menjawab. 'Benang ruqyahku.' 

Abdullah ibnu Mas'ud menarik benang itu dan memutuskannya, 
lalu berkata, 'Sesungguhnya keluarga Abdullah benar-benar tidak 
membutuhkan perbuatan syirik. Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. 
bersabda: 

Sesungguhnya ruoyah, tamimah, dan tiwaiah adalah perbuatan 
syirik 

Aku bertanya, 'Mengapa engkau berkata demikian, padahal dahulu 

kampangsonnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 79 



mataku selalu belckan, dan aku bila mengalaminya selalu pergi ke Fulan 
orang Yahudi itu untuk me-nn/yatt-nya. Apabila telah d\-ruqyah olehnya, 
maka mataku normal kembali.' Ibnu Mas'ud menjawab. 'Sesungguhnya 
hal itu dari setan, dialah yang meludahinya dengan tangannya. Apabila 
setan telah me-rw$r>a/i-nya, maka sembuhlah penyakit mata itu._Padahal 
cukuplah bagimu mengucapkan doa seperti yang pernah diucapkan oleh 
Nabi Saw., yaitu: 

' Lenyapkanlah penyakit ini, waliai Tuhan manusia, sembuhkanlaJi 
(penyakitku). Engkaulah Yang menyembuhkannya), tiada 
kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang 
tidak menyisakan suatu penyakit pun '. " 

Di dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Waki*, 
dari Ibnu Abu l.aila, dari Isa ibnu Abdur Rahman disebutkan bahwa ia 
(Isa ibnu Abdur Rahman) masuk menjenguk Abdullah ibnu Ukaim yang 
setiang sakit. Lalu ada yang berkata, "Sebaiknya engkau memakai kalung 
penangkal penyakit " Abdullah ibnu Ukaim menjawab, "Apakah engkau 
biasa menggunakan tamimah, padahal Rasulullah Saw. pernah bersabda: 



'Barang siapa menggantungkan sesuatu (jimat), maka nasibnya 
diserahkan kepadanya '. " 

Imam Nasai meriwayatkannya melalui Abu Hurairah. Di dalam kitab 
Musnad Imam Ahmad disebutkan hadis Uqbah ibnu Amir yang 
mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Barang siapa yang menggantungkan tamimah. sesungguhnya dia 
telah berbuat syirik. 

kampungsannah. org 



80 Juz 13— Yusuf 

Di dalam riwayat lain disebutkan seperti berikut: 

Barang siapa yang memakai kalung lamimah, maka semoga Allah 
tidak menjadikannya sebagai penangkal saktinya Dan barang siapa 
yang memakai kalung wada 'ah, semoga Allah tidak menjadikannya 
sebagai penjagaan dari sakitnya. 

Disebutkan dari AI-*Ala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a. yang 
mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: , 

Allah berfirman, " 'Akulah yang memberikan kecukupan kepada or- 
ang-orang yang mempersekutukan-(Ku) dari perbuatan musyriknya 
Barang s tapa yang mengerjakan suat u perbuatan yang di dalamnya 
ia mempersekutukan Aku dengan selain- Ku, niscaya Aku tinggalkan 
dia bersama perbuatan syiriknya. " 

Hadis ini merupakan riwayat Imam Muslim. 

Dari Abu Sa'id ibnu Abu Fudalah, disebutkan bahwa ia pernah 
mendengar Rasulullah Saw. bersabda: 

Apabila Allah lelah menghimfwnkan orang-orang yang terdahulu 
dan yang terkemudian untuk menghadiri suatu liari yang tiada 

kampungiunnoh. org 



Tafsir ibnu Kasir 8 1 

keraguan padanya (hari kiamat), maka berserulah (mal a ikal )juru 
penyeru mengatakan, "Barang siapa berbuat syirik dalam suatu 
amal yang dikerjakannya bagi Allah, maka hendaklah ia meminta 
pafialanya dari selain Allah. Karena sesungguhnya Allah-lah Yang 
memberikan kecukupan kepada orang-orang musyrik dari 
perbuatan syiriknya " 

Hadis riwayat Imam Ahmad. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus, 
telah menceritakan kepada kami Lais, dari Yazid (yakni Ibnul Had), 
dari Amr, dari Mahmud ibnu Labid, bahwa Rasulullah Saw. pernah 
bersabda: 

"Sesungguhnya hal yang sangat aku khawatirkan akan menimpa 
kalian ialah syirik kecil. " Mereka (para sahabat) bertanya, "Wahai 
Rasulullah, apakah syirik kecil itu? " Rasulullah Saw. menjawab, 
"Riya (pamer). Allah Swt. berfirman di hari kiamat bila manusia 
diberi balasan amal perbuatannya, 'Pergilah kalian kepada orang- 
orang yang dahulu kalian pamer kepada mereka ketika di dunia, 
lalu lihatlah, apakah kalian menjumpai balasan amal kalian di sisi 
mereka? '. " 

Ismail ibnu Ja'far telah meriwayatkannya dari Amr ibnu Abu Amr maula 
Al-Muttalib, dari Asim ibnu Amr ibnu Qatadah, dari Mahmud ibnu Labid 
dengan sanad yang sama. 

Imam Ahmad mengatakan, lelah menceritakan kepada kami Hasan, 
telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, telah menceritakan kepada 
kami Ibnu Hubairah, dari Abu Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah 
ibnu Amr yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

kampung wnnah. org 



82 Juz 13— Yusul 






Barang siapa yang kembali karena tiyarah-nya (alamat kesialannya) 
dari keperluannya, niaka sesungguhnya dia telah syirik 

Ketika mereka (para sahabat) bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah 
kifarat perbuatan tersebut?" Rasulullah Saw. bersabda; 

Hendaknya seseorang di antara kalian mengucapkan, "Ya Allah, 
tiada kebaikan kecuali lianya kebaikan-Mu, dan tiada liyarah 
kecuali hanya tiyarah-Mu, dan tiada Tuhan selain Engkau. " 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah 
ibnu Namir, telah menceritakan kepada kami Abdul Malik ibnu Abu 
Sulaiman Al-Azrami, dari Abu Ali (seorang lelaki dari Bani Kahil)yang 
menceritakan bahwa Abu Musa Al-Asy'ari pernah berkhotbah kepada 
kami yang isinya antara lain mengatakan, "Hai manusia, peliharalah 
diri kalian dari perbuatan syirik ini, karena sesungguhnya perbuatan syirik 
itu lebih tersembunyi daripada langkah-langkah semut." 

Maka berdirilah Abdullah ibnu Harb dan Qais ibnul Mudarib, lalu 
keduanya berkata, "Demi Allah, kamu harus mengeluarkan bukti apa 
yang kamu ucapkan atau kami benar-benar akan melaporkannya kepada 
Umar, baik kami diberi izin ataupun tidak." Abu Musa Al-Asy'ari 
menjawab, "Aku akan mengeluarkan bukti dari apa yang aku ucapkan 
tadi, bahwa pada suatu hari Rasulullah Saw. berkhotbah kepada kami, 
antara lain beliau bersabda: 



<* " \ *Kn< ,< 



'Hai manusia, peliharalah diri kalian dari perbuatan syirik ini, 
karena sesungguhnya perbuatan syirik itu lebih tersembunyi 
daripada langkah-langkah semut. ' 

kampungsunnah. org 



Tafsir ib*iu Kasir 83 

Lalu ada seseorang yang ditakdirkan oleh Allah bertanya, 'Wahai 
Rasulullah, bagaimanakah kami menjaganya, padahal perbuatan itu lebih 
tersembunyi daripada langkah-langkah semut?' Rasulullah Saw. 
menjawab melalui sabdanya: 

Katakanlah oleh kalian, ' Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung 
kepada-Mu dari perbuatan mempersekutukan Engkau dengan 
sesuatu yang kami ketahui, dan memohon ampun kepada-Mu 
terhadap perbuatan syirik yang tidak kami ketahui '. " 

Menurut riwayat dari jalur lain, orang yang bertanya itu adalah Abu 
Bakar As~Siddiq, seperti yang telah diriwayatkan oleh Al-Hafiz Abu 
Ya'la Al-Mausuli melalui hadis Abdul Aziz ibnu Muslim, dari Lais ibnu 
Abu Salim, dari Abu Muhammad, dari Ma'qal ibnu Yasar yang 
mengatakan bahwa ia menyaksikan Nabi Saw.; atau ia mengatakan 
bahwa telah menceritakan kepadaku Abu Bakar As-Siddiq, dari 
Rasulullah Saw. yang bersabda: 

"Syirik lebih tersembunyi di antara kalian daripada langkah- 
langkah semut. " Maka Abu Bakar bertanya, "Bukankah syirik itu 

kampangwnnah. org 



84 Juz 13— Yusuf 



hanyalah perbuatan orang yang menyeru Allah bersama tuhan lain- 
Nya? " Rasulullah Saw. bersabda, "Syirik lebih tersembunyi di 
antara kalian daripada langkah-langkah semut. " Kemudian 
Rasulullah Saw. bersabda, "Maukah aku tunjukkan kepada- 
mu sesuatu yang dapat melenyapkan darimu hal yang paling kecil 
dan yang paling besar dari perbuatan syirik itu? Yaitu ucapkanlah, 
'Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu agar saya tidak mem- 
persekutukan Engkau (dengan sesuatu), sedangkan saya 
mengetahuinya), dan saya memohon ampun kepada Engkau dari 
perbuatan syirik yang tidak saya ketahui '. " 

Al-Hafiz Abui Qasim Al-Bagawi telah meriwayatkannya melalui Syaiban 
ibnu Farukh, dari Yahya ibnu Kasir, dari As-Sauri, dari Ismail ibnu Abu 
Khalid, dari Qais ibnu Abu Hazim, dari Abu Bakar Afi-Siddiq yang 
mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Syirik lebih tersembunyi di kalangan umatku daripada langkah- 
langkah semut di atas Bukit Sa/a 

Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Abu Bakar bertanya, "Wahai 
Rasulullah, bagaimanakah jalan selamat dan jalan keluar dari hal 
tersebut?" Rasulullah Saw. bersabda, "Maukah aku ceritakan kepadamu 
sesuatu yang apabila kamu mengucapkannya tentulah kamu terbebaskan 
dari yang sedikit dan dari yang banyaknya, serta dari yang kecil dan 
yang besarnya?" Abu Bakar menjawab, "Tentu saja mau, wahai 
Rasulullah." Rasulullah Saw. menjawab melalui sabdanya: 

Katakanlah, "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada 
Engkau agar aku tidak mempersekutukan Engkau (dengan sesuatu), 
sedangkan aku mengetahuinya), dan aku memohon ampun kepada 
Engkau dari perbuatan syirikyang tidak aku ketahui " 






kompangwnnah. orq 



Tafsir Ibnu Kasii 85 



Imam Daruqutni mengatakan bahwa Yahya ibnu Abu Kasir dikenal 
dengan nama julukan Abun Nadr, hadisnya matruk {tidak terpakai). 

Imam Ahmad, Imam Abu Daud, Imam Turmu/i di dalam kitab 
sahih-nya, dan Imam Nasai telah meriwayatkan melalui hadis Ya'la ibnu 
Ata; ia pernah mendengar Amr ibnu Asim yang pernah mendengar dari 
Abu Hurairah bahwa Abu Bakar As-Siddiq pernah bertanya kepada 
Rasulullah Saw., "Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sesuatu doa 
yang aku ucapkan di pagi hari, petang hari, dan bila aku akan pergi ke 
peraduanku. " Rasulullah Saw. bersabda: 

Katakanlah, "Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui 
yang gaib dan yang nyata. Tuhan segala sesuatu dan Yang 
memilikinya, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, 
aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan hawa nafsuku dan 
dari kejafiatan setan serta kemusyrikannya. " 

Imam Abu Daud dan Imam Nasai meriwayatkan ny a, dan dinilai sahih 
oleh Imam Nasai. Menurut Imam Ahmad dalam salah satu riwayat yang 
bersumber darinya melalui hadis Lais ibnu Abu Salim, dari Mujahid, 
dari Abu Bakar As-Siddiq, "Abu Bakar r.a. pernah mengatakan bahwa 
Rasulullah Saw. pernah menganjurkan kepadaku untuk mengucapkan 
doa berikut." Kemudian disebutkan doa di atas, dan di akhirnya 
ditambahkan kalimat berikut: 

Dan (aku berlindung kepada Engkau) agar aku tidak melakukan 
kejahatan atas diriku sendiri, atau aku menimpakannya kepada 
seorang muslim. 

kampungsonnah. org 



86 Juz 13— Yusuf 

Firman Allah Swt: 

=,.. : ^.^ m^& te%$b $&3$M 

Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang 
meliputi mereka. (Yusuf: 1 07), hingga akhir ayat. 

Yakni apakah mereka yang musyrik kepada Allah merasa aman akan 
kedatangan azab Allah yang meliputi mereka, sedangkan mereka lidak 
menyadari kedatangan azab itu? Ayat ini semakna dengan yang 
disebutkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya: 

maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jafiat itu 
merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah 
bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat 
yang tidak mereka sadari, atau Allah mengazab mereka di waktu 
mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat 
menolak (azab itu), atau Allah mengazab mereka dengan berangsur- 
angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhan kalian adalah 
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (An-Nahl: 45-47) 

'M 



Maka apakah penduduk kota-kota itu merasa aman dari kedatangan 
siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang 
tidur? Atau apakah penduduk kota-kota itu merasa aman dari 
kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari 

kompangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 87 

sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah 
mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? 
Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang 
yang men/gi. (Al-A'raf: 97-99) 

Yusuf, ayat 108 

&i*gag ggj&gff 3asaa»s && 

Katakanlah, "Inilah jalan (agamawi/, aku dan orang-orang yang 
mengikutiku mengajak (kalian) kepada Allah dengan hujah yang 
nyata. Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang 
musyrik. " 

Allah Swt. berfirman kepada Rasul-Nya untuk menyampaikan kepada 
manusia dan jin bahwa inilah jalan agamaku dan sunnahku, yaitu 
menyeru kepada persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, 
tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku menyeru kepada Allah dengan hujah 
yang nyata, keyakinan dan bukti akan kebenaran seruan ini. Seruan ini 
dilakukan pula oleh semua orang yang mengikuti jalanku atas dasar hujah 
yang nyata dan bukti yang jelas menurut rasio dan syara\ 
Firman Allah Swt.: 






Mahasuci Allah. (Yusuf: 1 08) 



Artinya, aku menyucikan Allah, mengagungkan-Nya, dan membesarkan- 
Nya dari semua kemusyrikan, tandingan, persamaan, anak, orang tua, 
istri, pembantu atau penasihat. Mahasuci dan Mahatinggi Allah da/i 
memiliki kesemuanya itu dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. 

kampangsunnoh. orq 



88 Juz 13— Yusuf 

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih 
kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan 
memuji-Nya, tetapi kalian tidak mengerti tasbih mereka. 
Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. 
(Al-Isra: 44) 

Yusuf, ayat 109 



Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang 
Kami berikan wafryu kepadanya di antara penduduk kota. Maka 
tidakkah mereka bepergian di muka bumi, lalu melihat bagaimana 
kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) 
dan sesungguhnya kampung akliirat adalah lebih haik bagi orang- 
orang yang bertakwa. Maka tidakkah kalian memikirkannya? 

Allah Swt. memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia mengutus rasul- 
rasul-Nya hanyalah dari kalangan kaum laki-laki, bukan kaum wanita. 
Demikianlah menurut pendapat j umhur ulama, seperti yang ditunjukkan 
oleh konteks ayat yang mulia ini. Disebutkan bahwa Allah SwL tidak 
memberikan wahyu kepada seorang wanita pun dari kalangan anak 
Adam, yaitu wahyu yang mengandung hukum. 

Sebagian di antara ulama menduga bahwa Sarah (istri Nabi Ibrahim), 
ibu Nabi Musa, dan Maryam binti Imran (ibu Nabi Isa) adalah nabi-nabi 
wanita. Mereka yang mengatakan demikian berpegangan kepada dalil 
yang mengatakan bahwa para malaikat telah menyampaikan berita 
gembira akan kelahiran Ishaq kepada Sarah, dan sesudah Ishaq akan 
dilahirkan pula Ya'qub. Demikian pula dalam firman Allah Swt. yang 
mengatakan: 

kompungsunnoh. org 



rafsit Ibnu Kasir 89 

Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa. "Susukanlah dia. ( A 1-Qasas: 
7). hingga akhir ayat. 

Dalil lain, malaikat datang kepada Maryam, lalu menyampaikan berita 
gembira akan kelahiran Isa kepadanya. Dalam hal ini Allah Swt. 
berfirman: 

• 
Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, "Hai Maryam, 
sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu, dan 
melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan 
kamu). Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud, dan rukuklah 
bersama orang-orang yang rukuk. " (Ali Imran: 42-43) 

Kedudukan itu memang diterima oleh mereka, tetapi bukan berarti bahwa 
mereka adalah nabi-nabi wanita. Apabila orang yang mengatakan 
demikian (bahwa mereka adalah nabi-nabi wanita) bermaksud dengan 
kedudukan itu sebagai kedudukan yang terhormat, maka tidak diragukan 
lagi kebenarannya. Timbul suatu pertanyaan, apakah dengan kedudukan 
ini sudah cukup dapat dianggap ke dalam kategori kenabian ataukah 
tidak? 

Menurut pendapat ahli sunnah wal jamaah yang dinukil oleh Syekh 
Abui Hasan Ali ibnu Ismail Al-Asy'ari dari kalangan ulama ahli sunnah 
wal jamaah, tidak ada wanita yang menjadi nabi, sesungguhnya yang 
ada pada kalangan kaum wanita hanyalah sampai pada kedudukan 
siddigah, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. ketika menceritakan 
wanita yang paling mulia — yaitu Maryam binti Imran — melalui flrman- 
Nya: 

kompangsannah. org 



90 Juz 13— Yusuf 

Al-Masih putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang se~ 
sungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan 
ibunya seorang yang sangat benar (siddiqah). kcdua-duatiya biasa 
memakan makanan. (Al-Maidah: 75) 

Allah menyebutkan kedudukannya yang sangat terhormat dan mulia, yaitu 
wanita yangsiddiqah. Seandainya Maryam adalah seorang nabi wanita, 
tentulah hal ini disebutkan; karena konteks kalimat dalam kailan 
menyebutkan kedudukannya yang amat mulia dan terhormat Akan tetapi, 
yang disebutkan hanyalah 'dia adalah seorang siddiqah\ 

Ad-Dahhak telah mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki. 
(Yusuf: 1 09), hingga akhir ayat. 

Yakni bukanlah dari kalangan penduduk langit (malaikat) seperti yang 
kalian katakan. Pendapat dari Ibnu Abbas ini diperkuat oleh firman- 
firman Allah Swt. yang mengatakan: 

Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan 
mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. 
(Al-Furqan: 20), hingga akhir ayat. 

& s - a -. *tXoO f \ ■=> 

Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada 
memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang 
kekal. Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) 

kampungsunnoh. org 



Talsir ibnu Kasir 91 

kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang 
yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang 
melampaui batas. (Al-Anbiya: 8-9) 

Katakanlah, "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul- 
rasul. " (Al-Ahqaf: 9), hingga akhir ayat. 

Adapun firman Allah Swt.: 

di antara penduduk kota. (Yusuf: 109) 

Yangdimaksud dengan istilah qura ialah kota, bukan daerah pedalaman 
yang penduduknya adalah orang-orang yang kasar watak dan akhlaknya. 
Hal ini telah dimaklumi, bahwa penduduk kota itu mempunyai watak 
yang lebih lemah lembut ketimbang penduduk daerah pedalaman. Dan 
orang-orang yang tinggal di daerah yang ramai lebih mudah untuk diajak 
berkomunikasi daripada orang-orang yang tinggal di daerah pedalaman. 
Karena itulah Allah Swt. menyebutkan dalam firman-Nya: 

Orang-orang Arab Badui itu lebih sangat kekafiran dan ke- 
munafikannya. (At-Taubah: 97), hingga akhir ayat. 

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan firman Allah Swt.: 

di antara penduduk kota. (Yusuf; 109) 

Bahwa demikian itu karena mereka lebih berpengetahuan dan lebih 
penyantun ketimbang orang-orang yang tinggal di daerah pedalaman. 
Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa seorang lelaki dari kalangan 
penduduk daerah pedalaman menghadiahkan seekor unta kepada 

kompangsannah. org 



92 Juz 13— Yusuf 

Rasulullah Saw. Maka Rasulullah Saw. terus-menerus membalas 
hadiahnya dengan memberinya yang lebih banyak hingga orang Badui 
itu puas. Lalu Nabi Saw. bersabda: 



Sesungguhnya aku bemial bahwa aku tidak mau menerima 
pemberian kecuali dari orang Quraisy atau orang Amar atau 
orang $aqaji atau orang Dausi. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, telah 
menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Al-A'masy, dari Yahya ibnu 
Wassab, dari seorang syekh dari kalangan sahabat Rasulullah Saw. yang 
menurut Al-A'masy adalah Umar, dari Nabi Saw. yang telah bersabda; 

Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar 
menghadapi gangguan, mereka adalah lebih baik daripada orang 
mukmin yang tidak bergaul dengan mereka dan tidak pula sabar 
terhadap gangguan mereka. 

Firman Allah Swt.: 

Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi. (Yusuf: 1 09) 

Yakni orang-orang yang mendustakan kamu, hai Muhammad, mengapa 
mereka tidak bepergian di muka bumi. 

kampungwnnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 93 



lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum 
mereka. (Yusuf: 109) 

dari kalangan umat-umat terdahulu yang mendustakan rasul-rasul, 
bagaimana Allah membinasakan mereka dan orang-orang kafir yang 
semisal dengan mereka. Makna ayal ini semisal dengan ayat lain yang 
disebutkan oleh firman-Nya: 

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka 
mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami. 
(Al-Hajj: 46), hingga akhir ayat. 

Apabila mereka mendengar berita itu, tentulah mereka berpikir bahwa 
Allah telah membinasakan orang-orang kafir dan menyelamatkan orang- 
orang mukmin. Itulah ketentuan hukum Allah pada raakhluk-Nya. Karena 
itulah disebutkan dalam firman-Nya: 



\-1~- ■ "--3^ 



ri&ftptiffiffi 



dan sesungguhnya kampung akJiirat adalah lebih baik bagi orang- 
orang yang bertakwa. (Yusuf: 109) 

Dengan kata lain, sebagaimana Kami selamatkan orang-orang mukmin 
di dunia ini, demikian pula Kami tetapkan keselamatan bagi mereka di 
dalam kehidupan akhirat nanti; dan kehidupan akhirat itu jauh lebih baik 
daripada kehidupan di dunia bagi mereka. Ayat ini semakna dengan 
firman-Nya yang mengatakan: 

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang- 
orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari 
berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (yaitu) hari yang tidak berguna 
bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi mereka- 

kompangsannah. org 



94 Juz 1 3— Yusuf 

lah laknat, dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk. 
(AI-Mu-min: 51-52) 

Lafaz ad-dtir di-muda/-kat\ kepada lafaz aUctkhirah. Unluk itu 
disebutkan: 

dan sesungguhnya kampung akhirat. (Yusuf: 109) 

Perihalnya sama dengan idajah yang ada pada lafaz salatul ulei, masjidu! 
jarni*, 'amun awwal, barihatulufd y dan yumul kfiamis. Seorang penyair 
mengatakan: 



Apakah engkau memuji Faq 'asan dan mencela Abs? Demi Allah, 
cegahlah kamu dari mencela, seandainya aku ajak kamu keliling 
ke rumah-rumah Abs. tentulah kamu mengetahui kehinaan (yang 
ada padanya) dengan pengetahuan yang meyakinkan. 

Yusuf, ayat 110 

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang 
keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka lelah 
didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami. 
lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak 
dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa. 

Allali Swt. menyebutkan bahwa pertolongan-Nya diturunkan atas rasul- 
rasul-Nya semuanya di saat mereka dalam kesempitan dan menunggu 

kompangsunnoh. orq 



Tatsit Ibnu Kasir 95 



pertolongan dari Allah dalam wakiti-wakiu yang sangat genling. Ayat 
ini semakna dengan firman Allah Swt. dalam ayal lainnya, yaitu: 

dan diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga 
berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya. 
"Bilakah datangnya pertolongan Allah? " (Al-Baqarah: 2 1 4), hingga 
akhir ayat. 



Sehubungan dengan firman Allah Swt.: 



i- f - 1, »' 



mereka telah didustakan. (Yusuf: I 10) 

Ada dua qiraat mengenainya, salah satu membacanya dengan memakai 
tasydid sehingga menjadi kuzzihu; qira-at inilah yang dibacakan oleh Siti 
Aisyah r.a. 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdul 
Aziz ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Sa'd, 
dari Saleh, dari Ibnu Sy ihab yang mengatakan bahwa telah menceritakan 
kepadaku Urwah ibnuz Zubair, dari Aisyah, bahwa ia pernah bertanya 
kepada Aisyah tentang firman Allah Swt.: 



l'--- 



aijsg^fisk^ 



Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi 
(tentang keimanan mereka). (Yusuf: 1 10), hingga akhir ayat. 

Kuzibu ataukah kuzzibU? Maka Siti Aisyah menjawab, "Kuzzihu" Urwah 
berkata, "Berarti para rasul merasa yakin bahwa kaum mereka telah 
mendustakan mereka? Lalu bagaimanakah kedudukan lafaz zan 
(dugaan)?" Siti Aisyah menjawab, "Memang, demi umurku, para rasul 
itu telah yakin akan hal tersebut." Urwah berkata kepada Aisyah menyitir 
firman Allah Swt. yang mengatakan: 



'M* ; 



kampungsunnoh. org 



96 



Juz 13— Yusu) 



dan telah meyakini bahwa mereka lelah didustakan. (Yusuf: 1 10) 

Siti Aisyali berkala, "Na'iizu Bilfah,jauh dari kemungkinan rasul-rasul 
mempunyai dugaan seperti ilu kepada Tuhannya." L'rvvah berkala, "Lalu 
apakah yang dimaksud oleh ayal ini?" 

Sili Aisyah menjawab bahwa mereka adalah para pengikut rasul- 
rasul yang beriman kepada Tuhan mereka dan membenarkan rasul-rasul. 
Maka ketika bencana terus-menerus menimpa mereka dan pertolongan 
dari Allah dirasakan lambat oleh mereka: 

sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi. (Yusuf: 
110) 

tentang keimanan orang-orang yang mendustakan mereka dari kalangan 
kaumnya, dan para rasul menduga bahwa para pengikutnya telah 
mendustakan mereka, maka datanglah pertolongan Allah saat itu juga. 

Telah menceritakan kepada kami Abui Yaman, telah menceritakan 
kepada kami Syu'bah, dari Az-Zuhri yang mengatakan bahwa telah 
menceritakan kepada kami Urwah; ia berkata kepada Siti Aisyah, 
"Barangkali ayat ini dibaca kuzibu tanpa memakai tasydid" Siti Aisyah 
menjawab, "Ma 'azallah, jauh dari kemungkinan." Demikianlah menurut 
Imam Bukhari. 

Ibnu I urai i mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Ibnu 
Abu Mulaikah, bahwa Ibnu Abbas membaca ayat ini dengan bacaan 
berikut: 

dan merasa yakin bahwa mereka tetali didustakan. (Yusuf: 1 10) 

Yakni dengan bacaan takhfif, tanpa tasydid. Ibnu Abu Mulaikah (yakni 
Abdullah) melanjutkan kisahnya, "Lalu Ibnu Abbas berkata kepadanya 
bahwa para rasul itu adalah manusia." Kemudian Ibnu Abbas 
membacakan firman-Nya; 

kompangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 97 

sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman 
bersamanya, "Bilakah datangnya pertolongan Allah? " Ingatlah, 
sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Al-Baqarah:2l4) 

Ibnu Juraij mengatakan. Ibnu Abu Mulaikah berkata kepadanya bahwa 
Urwah lelah bercerita kepadanya, dari Siti Aisyah, bahwa Sili Aisyali 
menentang bacaan takhjif itu, tidak mau menerimanya, dan berkata, 
"Tidak sekali-kali Allah menjanjikan kepada Nabi Muhammad sesuatu 
hal kecuali Nabi Muhammad merasa yakin bahwa hal itu pasti terjadi, 
hingga beliau wafat. Akan tetapi bencana terus-menerus menimpa para 
rasul sehingga mereka menduga bahwa orang-orang yang bersama 
mereka dari kalangan orang-orang yang beriman telah mendustakan 
mereka." 

Ibnu Abu Mulaikah mengatakan dalam hadis Urwah, bahwa Siti 
Aisyah membacanya kuzzibu dengan tasydid berasal dari masdar takzib. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Yunus ibnu Abdul A'la secara qiraat, telah menceritakan kepada kami 
Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Sulaiman ibnu Bilal, dari 
Yahya ibnu Sa'id yang mengatakan bahwa seseorang datang kepada 
Al-Qasim ibnu Muhammad, lalu berkata, "Sesungguhnya Muhammad 
ibnu Ka'b Al-Qurazi membaca ayat ini dengan bacaan berikut: 

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang 
keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah 
didustakan. (Yusuf: 110) 

Maka Al-Qasim berkata, "Katakanlah kepadanya dariku bahwa aku telah 
mendengar Siti Aisyah — istri Nabi Saw. — membacanya dengan bacaan 
berikut: 

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi 
(tentang keimanan mereka) dan telati meyakini bahwa mereka telah 
didustakan. (Yusuf: 1 10) 

kampvngsannah. org 



98 Juz 13— Yusuf 

Yakni hczibu, dan Sili Aisyah mengatakan bahwa para rasul didustakan 
oleh pcngikut-pengikulnya." Sanad asar ini sahih juga. 

Bacaan yang kedua ialah bacaan tokhfij tanpa uisydid. Para ulama 
berbeda pendapat mengenai tafsirnya, lbnu Abbas telah mengatakan 
seperti yang telah disebutkan di atas. Dan dari lbnu Mas'ud — 
menurut riwayat Sufyan As-Sauri, dari Al-A'masy, dari Abud Uuha, 
dari Masruq, dari Abdullah— disebutkan bahwa ia (Abdullah ibnu 
Mas'ud) membacanya dengan bacaan berikut: 



'H • : ■■ j,^ ji => 



&y=» &#& m&§&i&3i. 



Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (teri tang 
keimanan mereka) dan lelah meyakini bahwa mereka lelah 
didustakan. (Yusuf": 1 10) 

dengan bacaan takhfi/tanpa tasydid. Abdullah mengatakan bahwa inilah 
bacaan yang makruh. Demikianlah dari Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud, 
berbeda dengan apa yang diriwayatkan oleh perawi lainnya yang 
bersumber dari keduanya. Yang dari Ibnu Abbas diriwayatkan oleh Al- 
A'masy, dari Muslim, dari Ibnu Abbas, disebutkan sehubungan dengan 
firman-Nya: 

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi ( tentang 
keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah 
didustakan. (Yusuf: 1 10) 

Bahwa selelah para rasul tidak mempunyai harapan lagi kaumnya akan 
menaati mereka, dan kaumnya menduga bahwa para rasul telah berdusta 
kepada mereka, maka saat itu datanglah pertolongan Allah. 



lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. (Yusuf: 1 10) 

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Sa'id ibnu Jubair, Imran ibnul 
Haris As-Sulami, Abdur Rahman ibnu Mu'awiyah, Ali ibnu Abujalhah, 
dan Al-Aufi, dari Ibnu Abbas dengan lafaz yang semisal. 

kampungsannah. org 



Tafsrr Ibnu Kasir 99 

Ibnu Jarir mengatakan, lelah menceritakan kepadaku Al-Musanna, 
telali mencernakan kepada kami Arim Abun Nu'man. telah menceritakan 
kepada kami llammad ibnu Zaid, telah menceritakan kepada kami 
Syu'aib, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Abu Hamzah 
Al-Jazari yang mengatakan bahwa seorang pemuda dari kabilah Quraisy 
bertanya kepada Sa'id ibnu Jubair, "Jelaskanlah kepadaku, hai Abu 
Abdullah, bagaimana bacaan ayat ini; karena sesungguhnya apabila 
bacaanku sampai kepadanya, aku berharap tidak membacanya," yaitu 
firman Allah Swt.: 

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang 
keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka lelah 
didustakan. (Yusuf: 1 10) 

Sa'id ibnu Jubair menjawab, "Ya, setelah para rasul lidak mempunyai 
harapan lagi bahwa kaumnya membenarkan mereka, dan rasul yang 
diutus kepada mereka (kaumnya) menduga bahwa para rasul (terdahulu) 
telah didustakan." Maka Ad-Dahhak ibnu Muzahim berkata bahwa ia 
belum pernah melihat seorang lelaki seperti hari ini yang mengakui 
dirinya berilmu, pastilah dia akan terpesona. "Seandainya aku berangkat 
ke negeri Yaman untuk keperluan seperti ini, maka itu masih ringan." 
Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan pula dari jalur lain yang 
menyebutkan bahwa Muslim ibnu Yasar bertanya kepada Sa'id ibnu 
Jubair tentang hal itu, lalu Sa'id ibnu Jubair menjawab dengan jawaban 
tersebut. Lalu Muslim ibnu Yasar bangkit dan memeluk Sa'id ibnu Jubair 
dan berkata, "Semoga Allah memberikan pertolongan kepadamu 
sebagaimana engkau telah memberikan pertolongan kepadaku." Hal yang 
sama telah diriwayatkan oleh beberapa jalur, dari Sa'id ibnu Jubair; 
bahwa Sa'id ibnu Jubair menafsirkannya dengan pengertian tersebut. 
Penafsiran yang sama telah dikemukakan pula oleh Mujahid ibnu Jabr 
dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf yang bukan hanya seorang, 
sehingga disebutkan bahwa Mujahid membacanya dengan bacaan kazabu 
dengan huruf zal yang d\-fathah~Y&a. Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu 
Jarir, hanya sebagian ulama yang menafsirkannya dengan qiraat ini 
mengembalikan damir yang ada dalam firman-Nya, "Annahum" kepada 

kampungsunnah. org 



100 Juz13— Yusuf 

para pengikut rasul-rasul dari kalangan kaum mukmin. Di antara ulama 
lainnya ada yang mengembalikan damir ini kepada orang-orang kafir 
dari kalangan umat mereka. Yakni orang-orang kafir itu menduga bahwa 
para rasul telah berdusta terhadap janji yang mereka katakan, yaitu 
pertolongan Allah akan datang. 

Adapun pendapat Ibnu Mas'ud. maka diriwayatkan oleh Ibnu Jarir 
yang mengatakan bahwa telah, menceritakan kepada kami Al-Qasim, 
telah menceritakan kepada kami Al-Husain, telah menceritakan kepada 
kami Muhammad ibnu Fudail, dari Muhammasy ibnu Ziyad Ad-Dabbi, 
dari Tamim ibnu Hazm yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar 
Abdullah ibnu Mas'ud mengatakan sehubungan dengan ayat ini. yaitu 
firman Allah Swt; 



,n->4_****: 



&$u^3l&fc 



Sehingga apabila paru rasul tidak mempunyai harapan lagi. (Yusuf: 
110) 

Yaitu tentang keimanan kaumnya kepada mereka, dan kaum mereka 
— ketika pertolongan Allah datang terlambat — menduga bahwa para 
rasul itu dusla. Yakni dengan bacaan takhfij. 

Kedua riwayat yang masing-masing dari Ibnu Mas'ud dan Ibnu 
Abbas ditolak oleh Siti Aisyah. Penolakannya itu d i kemukakannya di 
hadapan orang-orang yang menafsirkannya dengan tafsiran tersebut. 
Pendapat Siti Aisyah ini dibela oleh Ibnu Jarir, dan ia meluruskan 
pendapat yang terkenal dari jumhur ulama serta menolak mentah-mentah 
pendapat lainnya; ia tidak mau menerimanya dan tidak merestuinya. 

Yusuf, ayat 111 

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdaf>al pengajaran 
bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur an itu bukanlah 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibrnj KaSi- 101 

cerita yang dibuat-buat. tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang 
sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk 
dan rahmat bagi kaum yang beriman. 

Allah Swt. menyebutkan bahwa sesungguhnya di dalam kisah-kisah para 
rasul dengan kaumnya masing-masing, dan bagaimana Kami 
menyelamatkan orang-orang yang beriman serta Kami binasakan orang- 
orang yang kafir: 



m- 



*> <£&$& 



terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akai 
(Yusuf: 111) 

Al-albab adalah bentuk jamak lubb t artinya akal. 

Al-Qur 'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat. (Yusuf: III) 

Artinya, Al-Qur'an ini bukanlah cerita yang dibuat-buat oleh selain 
Allah, yakni bukanlah hal yang dusta, bukan pula buat-buatan. 



m 



i ujLa&p £Z^<f$ljb&$3 



tetapi membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya. (Yusuf: UI) 

Yakni membenarkan kitab-kitab terdahulu yang diturunkan dari langit. 
Al-Qur'an membenarkan apa yang benar yang ada dalam kitab-kitab 
terdahulu itu, juga membuang semua perubahan, penggantian, dan 
penyelewengan yang ada pada kitab-kitab terdahulu; serta 
menghukuminya dengan me-mansukh (merevisi)nya, atau 
menguatkannya j ika benar. 

dan menjelaskan segala sesuatu. (Yusuf: 111) 
Halal dan haram, hal yang disukai serta hal yang dibenci, dan lain 

kompungsunnah. org 



102 Juz 13— Yusuf 

sebagai nya yang berupa perinlah ketaatan, kewajiban, dan hal-hal yang 
disunatkan, serta larangan mengerjakan hal-hal yang diharamkan dan 
yang sejenisnya dari hal-hal yang dimakruhkan. Di dalam Al-Qirr*an 
terdapat berita tentang perkara-perkara yang besar, hal-hal gaib yang 
akan terjadi di masa mendatang secara global dan terinci. Juga berita 
tentang Tuhan Yang Mahalinggi lagi Mahasuci asma-asma dan sifat- 
sifat-Nya, dan kesucian Allah dari persamaan dengan makhluk-Nya. 
Karena itulah Al-Qur'an disebutkan: 



sebagai petunjuk dan rafimat bagi kaum yang beriman. (Yusuf: 1 1 1) 

Yakni memberi petunjuk hati mereka dari kesesatan- menuju jalan 
hidayah, dan dari kesesatan menuju jalan yang lurus, dengan 
mengharapkan rahmat Tuhan semua hamba di dunia ini dan di akhirat 
nanti saat semuanya dikembalikan. 

Kita memohon kepada Allah Yang Mahaagung, semoga Dia 
menjadikan kita termasuk di antara mereka yang mendapat rahmat Allah 
Swt. di dunia dan akhirat, yaitu di hari mendapat keberuntungan orang- 
orang yang wajah mereka putih bersih, sedangkan orang-orang yang 
merugi wajah mereka hitam legam. 



kampangsannah. orq 



Tafsir Ibnu Kasir 103 

TAFSIR SURAT AR-RA'D 

(Guruh) 

Makkiyyah, 43 ayat 
kecuali ayat 31 dan 43, Madaniyyah 

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 
Ar-Ra'd, ayat 1 

Aliflxim Mim Ra. Ini adalah ayat-ayat Al-Kitab (Al-Qur'an). Dan 
Kitab yang^diturankan kepadamu dari Tuhanmu itu adalah benar. 
tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya). 

Pembahasan mengenai huruf-huruf hijaiyah yang terdapat pada permulaan 
surat-surat Al-Qur'an telah dikemukakan pada tafsir permulaan surat Al- 
Baqarah. lelah disebutkan pula bahwa setiap surat yangdimulai dengan 
huruf-huruf ini mengandung pengertian kemenangan bagi Al-Qur'an dan 
penjelasan yang mengisyaratkan bahwa penurunan Al-Qur'an dari sisi 
Allah adalah benar, tiada keraguan dan tiada kebimbangan padanya. 
Karena itulah disebutkan: 

Ini adalah ayat-ayat Al-Kitab (Al-Qur'an). (Ar-Ra'd: l ) 

Artinya, ini adalah ayat-ayat Al-Qur'an. Menurut pendapat lain adalah 
Taurat dan Injil, menurut Mujahid dan Qatadah. Tetapi pendapat ini masih 

kampungsunnah. org 



104 Ju* 13 — Ar-Ra'd 

perlu dipertimbangkan kebenarannya, batikan pengertian itu jauh dari 
kebenaran. Kemudian pada firman selanjutnya disebutkan sifat Al-Qur 'an 
lainnya, yaitu: 

Dan Kilah yang diturunkan kepadamu (Ar-Ra'd: I) 
hai Muhammad, 



C\!i g.' 



^Ste 



dari Tuhanmu itu adalah benar. (Ar-Ra'd: 1 ) 

Ayat ini merupakan khabar dari Mubtada yang ada sebelumnya, yaitu 
firman Allah S\vt.; 

Dan Kitab yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. (Ar-Ra*d: 1) 

Inilah tafsiryang benar yang bertentangan dengan tafsiryangdikemukakan 
oleh Qatadah dan Mujahid. 

Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa huruf wmvu 
yang ada dalam ayat ini adalah zaidah (tambahan) atau 'ataf sifat kepada 
sifat, seperti yang telah kami sebutkan di atas. Ibnu Jarir memperkuat 
pendapatnya dengan dalil ucapan seorang penyair yang mengatakan: 

Kepada RajaAI-Qarm, putera Al-Hammam, si singa dalam medan 
pertempuran. 

Firman Allah Swt.: 



»*, 



kampungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 105 

tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya). ( Ar-Ra*d: 

O 

Makna ayal ini sama dengan makna yang terdapat di dalam flrman-Nya 
dalam ayat berikut: 

Dan sebagian besar /namtsia tidak akan beriman, walaupun kamu 
sangat menginginkannya. (Yusuf: 103) 

Dengan kata lain, sekalipun duduk perkara agama ini telah jelas dan 
gamblang, tetapi kebanyakan dari mereka tidaklah beriman karena 
perpecahan, keingkaran, dan kemunafikan yang ada di antara mereka. 

Ar-Ra'd, ayat 2 

Allah-lahyang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang 
kalian lihat, kemudian Dia berkuasa di atas 'Arasy. dan 
menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga 
waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), 
menjelaskan tanda-tanda (kebesaran -N ya), supaya kalian meyakini 
pertemuan (kalian) dengan Tuhan kalian. 

Allah Swt. menceritakan tentang kesempurnaan kekuasaan-Nya dan 
kebesaran pengaruh-Nya, bahwa dengan seizin dan perintah-Nya langit 
ditinggikan tanpa pilar penyangga. Bahkan dengan seizin dan perintah- 
Nya serta penundukan dari-Nya, langit ditinggikan dari bumi dalam jarak 
yang tingginya tak terperikan dan tak terjangkau oleh ukuran. Langit 
pertama mengelilingi bumi dan sekitarnya — -termasuk air dan udara — 
dari semua arah dan kawasannya serta berada jauh tinggi dari semuanya 

kompangwnnah. org 



106 Juz 13 — Ar-Ra'd 



dengan ketinggian yang merata dari semua sisinya. Jarak antara langit 
pertama dan bumi dari setiap arah adalah perjalanan lima ratus tahun, 
sedangkan ketebalan langit pertama juga sejauh perjalanan lima ratus 
tahun. Kemudian langit kedua mengelilingi langit pertama beserta semua 
isinya, dan jarak antara langit pertama ke langit kedua adalah lima ratus 
tahun perjalanan, sedangkan ketebalan langit kedua adalah perjalanan 
lima ratus tahun. Demikian pula seterusnya pada langit yang ketiga, langit 
keempat, langit kelima, langit keenam, dan langit ketujuh. Allah Swt. 
telah berfirman: 



ivt 



A/lah-lahyang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi, 
(At-Talaq: 12), hingga akhir ayat. 

Di dalam sebuah hadis disebutkan: 

Tiadalah ketujuh langit beserta apa yang ada di dalamnya dan seimta 
yang ada di antaranya bila dibandingkan dengan Al-Kursi kecuali 
seperti sebuah gelang yang dilemparkan di sebuah padang pasir. 
Dan (tiadalah) Al-Kursi bila dibandingkan dengan 'Arasy yang 
agung, melainkan seperti gelang itu yang berada di padang pasir. 

Di dalam riwayat yang lain disebutkan: 

'Arasy tidak dapat diperkirakan luasnya kecuali hanya oleh Allah 
Swt. 



kampangsannah. orq 



Tafsir Ibnu Kasir 107 

Disebutkan dari sebagian ulama Salaf bahwa jarak antara ' Arasy sampai 
ke bumi memakan waktu lima puluh ribu lalimi, dan jarak di antara kedua 
sisinya adalah perjalanan lima puluh ribu tahun. 'Arasy berupa yaqut 
merah. 

Firman Allah Swl.: 

VW* .«" *< 

tanpa tiarig (sebagaimana) yang kalian lihai. (Ar-Ra~d: 2) 

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan lain- 
lainnya yang bukan hanya seorang, bahwa langit itu mempunyai pilar 
penyangga, tetapi kalian tidak dapat melihatnya. I ain pula halnya dengan 
lyas ibnu Mu'awiyah, ia mengatakan bahwa langit di atas bumi seperti 
kubah, yakni tanpa tiang penyangga. Hal yang sama telah dikatakan oleh 
Qatadah melalui riwayat yang bersumber darinya; pendapat inilah yang 
lebih sesuai dengan konteks ayat dan makna lahiriah dari firman Allah 
Swt. yang mengatakan: 



cie 



*> &&£Stf3$££tiU& 



Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan 
dengan /z//7-A>w(AI-Hajj: 65) 

Dengan demikian, berarti firman Allah Swt. yang menyebutkan: 

(sebagaimana) yang kalian lihat. (Ar-Ra^d: 2) 

mengukuhkan ketiadaan hal tersebut, yakni langit ditinggikan tanpa 
memakai tiang penyangga seperti yang kalian lihat. I lal ini menunjukkan 
kekuasaan Allah Swt. Yang Mahasempurna. Di dalam syair Umayyah 
ibnu Abus Silt yang syairnya beriman tetapi kalbunya kafir, seperti yang 
disebutkan di dalam hadis, lalu diriwayatkan oleh Zaid ibnu Amr ibnu 
Nufailna.. yaitu: 

kompungsunnah. org 



108 Juz 13 — Ac-Re'd 

Engkau/ah Yang telati melimpahkan anugerah dan rahmat kepada 
Musa. Engkaautus dia sebagai rasul menyeni (manusia menyeinbah- 
M u). Engkau katakan kepadanya, "Pergilah kamu bersama Harun, 
serulah Firaun untuk menyembah Aliah, dia ada/ah orang yang 
melampaui batas. Katakanlah olehmu berdua kepadanya, 'Apakah 
engkau yang telah menghamparkan bumi ini tanpa imsak sehingga 
ia dapat terhamparkan seperti sekarang? ' Dan katakan olehmu 
berdua kepadcmya, 'Apakah kamu yang telah meninggikan langit 
ini tanpa liang, atau apakah kamu ycoig membangun di atasnya? ' 
Dan katakanlah olehmu berdua kepadanya, 'Apakah engkau yang 
menyempurnakan penciptaan tengah-tengah langit yang dapat 
memberikan /telunjuk kepadamu dengan sinar bintang-bintangnya 
di soal malam liari menyelimutimu? ' Katakanlah olehmu berdua 
kepadcmya, 'Siapakah yang mengirimkan matahari di siang hari, 
lalu permukaan bumi yang terkena sinarnya menjadi jelas 
kelihatan? ' Dan katakan olehmu berdua, 'Siapakah yang 
menumbuhkan biji-bijian di bumi. lalu tumbuhlah darinya tumbuh- 
tumbuhan yang subur dan semarak, dan pada ujung tumbuh- 
tumbuhan itu keluar biji-bijian? * Makapada kesenmanya itu terdapat 
tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang yang berpikir. " 

kampungsannoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 109 



Firman Allah Swt.: 



c ' : 



*-«*» 'tffiffi(j$3ffl 



keimtdkm Dia berkuasa di atas 'Arasy. (Ar-Ka'd: 2) 

Tafsir ayal ini lelah disebutkan di dalam tafsir surat Al-A'raf, bahwa 
penyebutan sifat ini bagi Allah disertai dengan pengertian tanpa 
menggambarkan dan tanpa menyempakan-Nya dengan sesuatu pun. 
Mahasuci Allah dari segala misal dan perumpamaan, lagi Mahatinggi 
dengan ketinggian yang setinggi-tingginya. 
Firman Allah SwL: 



C<:.i_A£)lp 



J^&0$¥&i<J®0% 



dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar 
hingga waktu yang ditentukan. (Ar-Ra'd: 2) 

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah matahari dan bulan 
terus beredar sampai batas waktu penghentiannya, yaitu dengan terjadinya 
hari kiamat. Perihalnya sama dengan pengertian yang terkandung di dalam 
ayat lain melalui firman-Nya: 

dan matahari berjalan di tempat peredarannya. (YasTn: 38) 

Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah matahari dan bulan 
berjalan sampai ke tempat menetapnya, yaitu di bawah 'Arasy yang 
bersebelahan dengan perut bumi dari sisi lainnya. Matahari dan semua 
bintang-bintang langit apabila telah sampai di tempat itu. maka letaknya 
sangat berjauhan dengan 'Arasy. Karena sesungguhnya menurut pendapat 
yang benar berdasarkan dalil-dalil yang ada, bentuk 'Arasy seperti kubah 
yang menutupi semesta alam, bukan mengelilinginya seperti semua 
bintang, mengingat 'Arasy mempunyai kaki-kaki dan ada para malaikat 
penyangga 'Arasy yang menyangganya. Dan hal seperti ini tidak 

kompungsunnah.org 



1 10 Juz 13— Ar-Ra'd 

tergambarkan pada suatu bentuk yang bundar. Hal ini jelas bagi orang 
yang memikirkan ayat-ayat dan hadis-hadis sahih yang menerangkan 
tentangnya. 

Penyebutan matahari dan bulan dikarenakan keduanya adalah dua 
bintang yang paling menonjol di antara tujuh bintang yang beredar lainnya, 
sedangkan bintang-bintang yang beredar lebih utama daripada bintang 
yang tetap (tidak beredar). Apabila Allah lelah menundukkan keduanya, 
maka terlebih lagi semua bintang lainnya, lebih utama, seperti yang 
diisyaratkan oleh Allah Swt. melalui flrman-Nya: 

Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada 
bulan, tetapi bersujud/ah kepada Allah Yang menciptakarinya, jika 
kalian lionya kepada-Nya saja menyembah (Fussilat: 37) 

Hal ini telah dijelaskan pula dalam ayal lainnya, yaitu: 

dan (dieiptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang: 
(masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, 
menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah Mahasuci Allah, 
Tuhan semesta alam (Al-A ? raf: 54) 



Mengenai firman Allah Swt: 



* -£AMdMtt»tf a-$ 



Menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kalian meyakini 
pertemuan (kalian) dengan Tuhan kalian. (Ar-Ra'd: 2) 

Artinya, menjelaskan tanda-tanda dan dalil-dalil yang menunjukkan bahwa 
Dialah Tuhan yang tidak ada Tuhan selain Dia, dan bahwa Dia dapat 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kaat 1_I_J_ 

menghidupkan kembali makhluk, bila Dia menghendakinya, seperti Dia 
memulai penciptaannya. 

Ar-Ra'd, ayat 3-4 

Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan 
gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan 
padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah 
menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang 
demikian Jf u terdapat tanda-tanda (kebesaran A I lah) bagi kaum yang 
memikirkan. Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang 
berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dini 
pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami 
dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman 
itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada 
yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum 
yang berpikir. 

Setelah menyebutkan tentang alam langit, maka Allah menyebutkan 
kekuasaan, kebijaksanaan, dan hukum-hukumnya di alam bagian bawah. 
Untuk itu Allah Swt berfirman: 

Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi. (Ar-Ra'd: 3) 
kampungsunnah. org 



112 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Yaitu menjadikannya luas membentang secara memanjang dan melebar, 
lalu Allah memancangkan gunung-gunung yang kokoh dan tinggi-tinggi 
untuk memantapkannya, serta mengalirkan padanya sungai-sungai, mata 
air-mata air, dan sungai-sungai kecil untuk mengairi segala sesuatu yang 
Dia ciptakan padanya, yaitu buah-buahan yang beraneka ragam warna, 
bentuk, rasa, dan baunya. 

berpasang-pasangan. (Ar-Ra'd: 3) 
Artinya, dari tiap jenis ada dua macam yang berpasangan. 

Allah menutupkan malam kepada siang. (Ar-Ra'd: 3) 

Dia menjadikan masing-masing dari keduanya menyusul yang lainnya 
dengan cepat. Dengan kata lain, apabila yang satunya pergi, maka yang 
lainnya datang; dan apabila yang lainnya pergi, maka yang satunya datang. 
Allah pulalah yang mengatur waktu, sebagaimana Dia mengatur tempat 
dan penduduknya. 



C T 



*>&*&&&& 



Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda 
(kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Ar-Ra'd: 3) 

Yakni memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah, kebijaksanaan, dan bukti- 
bukti yang menunjukkan keesaan-Nya. 
Firman Allah Swt: 



^^&£W4JM> 



Dan di bumi itu terdapat bagian-bagian yang berdampingan. (Ar- 
Ra'd: 4) 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 1 3 

Yailu kawasan-kawasan yang satu sama lainnya berdampingan, tetapi yang 
saurnya berpembawaan subur, dapal menumbuhkan segala sesuatu yang 
bermanfaat bagi manusia; sedangkan yang lainnya tandus, tidak dapat 
menumbuhkan sesuatu pun. Demikianlah menurut riwayat dari Ibnu 
Abbas, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya yang 
bukan hanya seorang. Dan termasuk ke dalam pengertian ayat ini 
perbedaan warna tanah masing-masing kawasan, ada yang berwarna 
merah, ada yang putih, ada yang kuning, ada yang hitam, ada yang berbatu, 
ada yang mudah ditanami, ada yang berpasir, ada yang keras, dan ada 
yang gembur; masing-masing berdampingan dengan yang lainnya, tetapi 
masing-masing memiliki sifat dan spesifikasi yang berbeda-beda. 
Semuanya itu menunjukkan keberadaan Tuhan yang menciptakannya 
menurut apa yang dikehendaki-Nya. Tidak ada Tuhan selain Dia, dan 
tidak ada Rabb selain Dia. 
Firman Allah Swt: 



*.^&fft&j®mz 



dan kebun-kebun anggur, lanani-ianaman, dan pohon kurma. (Ar- 
Ra'd:4) # 

Lafaz zar 'w? dan nakhllun dapat dibaca rerfa" dengan ketentuan bahwa 
keduanya di-'ataf-kan kepada lafaz jannatun. dan bila dibaca zar 'in dan 
nakhilin, berarti d'i-'alaf-kan kepada lafaz a'nabin. Karena itulah ada 
dua golongan para imam yang masing-masing membacanya dengan 
bacaan tersebut. 

Firman Allah Swt.: 

yang bercabang dan yang tidak bercabang (Ar-Ra'd: 4) 

As-simvan artinya pohon yang bercabang, seperti delima, pohon lin, dan 
sebagian pohon kurma serta lain-lainnya. Sedangkan gairushrwan artinya 
yang tidak bercabang, melainkan hanya satu pokok saja. Termasuk ke 
dalam pengertian ini dikatakan bahwa paman seseorang sama ke- 

kompangsunnah. org 



114 Juz 13 — Ar-Ra'd 

dudukannya dengan ayahnya; seperti yang disebutkan di dalam hadis 
sahih, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda kepada Umar: 



+$9+d&te$&s&& 



Tidakkah engkau ketahui halrwa jximan seseorang i/u selara dengan 
ayahnya. 

Sufyan As-Sauri dan Syu'bah telah meriwayatkan dari Abu Ishaq, dari 
Al-Barra r.a. yang mengatakan bahwa As-si/nvan artinya beberapa pohon 
kurma yang tumbuh dari satu batang pohon. Dan gairu sim\an artinya 
yang terpisah-pisah (yakni berbeda batangnya). Itulah yang dikatakan 
oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Ad-Dahhak, Qaladah, dan Abdur Rahman 
ibnu Zaid ibnu Aslam serta lain-lainnya. 
Firman Allah Swt.: 



:L'-L-j£jlp 



M&j&W&Z^W h& 



disirami dengan air yang saina. Kami melebihkan sebagian tanam- 
tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. (Ar-Ra'd: 4) 

Al-A'masy telah meriwayatkan dari Abu Saleh, dari Abu I lurairah r.a., 
dari Nabi Saw. sehubungan dengan makna firman-Nya: 



ci' 



l<v 



j -^^ d^d<j^t!^i£204*> 



Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang 
lain tentang rasanya. (Ar-Ra'd: 4) 

Lalu Nabi Saw. bersabda bahwa ada yang pahit, ada yang hambar, ada 
yang manis, dan ada yang asam. Hadis riwayat Imam Turmuzi, dan ia 
mengatakan bahwa predikat hadis ini liasan garib. 

Dengan kata lain, perbedaan pada buah-buahan dan tanam-tanaman 
ini adalah dalam hal bentuk, warna, rasa, bau, daun-daun, dan bunga- 
bunganya. Sebagian di antaranya ada yang berasa manis sekali, yang 
lainnya ada yang sangat kecut, ada yang sangat pahit, ada yang berasa 

kampungsunnah. org 



Tafsir n - .. Kasir 1 I 5 

hambar, dan yang lainnya lagi ada yang berasa segar. Ada pula yang pada 
mulanya berasa kectil, kemudian berubah berasa lain (manis) dengan 
seizin Allah. Warna masing-masing ada yang kuning, ada yang merah, 
ada yang pulih, ada yang hitam dan ada yang biru. Demikian pula halnya 
dengan bunga-bunganya, padahal semuanya menyandarkan kehidupannya 
dari salu sumber, yaitu air, tetapi kejadiannya berbeda-beda dengan 
perbedaan yang cukup banyak tak terhitung. Dalam kesemuanya itu 
terkandung landa-landa kekuasaan Allah bagi orang yang menggunakan 
pikirannya. Keadaan ini termasuk bukti yang paling besar yang 
menunjukkan akan Pcnciplanya, yang dengan kekuasaan-Nya dijadikan 
berbeda segala sesuatunya. Dia menciptakannya menurut apa yang 
dikehendaki-Nya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: 

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda 
(kebesaran Allah) bagi kaumyang berpikir. (Ar-Ra'd: 4) 

Ar-Ra*d, ayat 5 

Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut 
mengherankan adalah ucajxin mereka, "Afxibiia kami telah menjadi 
tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi 
makhluk yang haru?" Orang-orang itu/ah yang kafir kepada 
Tuhannya, dan orang-orang itu/ah (yang dilekatkan) belenggu di 
lehernya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. 

Allah Swt. berfirman kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad Saw.; 



CA'4-igdto £#<& 



kompangsanrwh. org 



116 Juz 13 — Ai-Ra'd 

Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan. (Ar-Ra'd: 5) 

Artinya, heran melihat keduslaan orang-orang musyrik terhadap hari 
berbangkit, padahal mereka menyaksikan tanda-tanda (kekuasaan) Allah 
dan bukti-bukti (kebesaraii-Nya) pada makhluk-Nya, yang menunjukkan 
bahwa Dia Mahakuasa atas semua apa yang dikchendaki-Nya. Mereka 
juga telah mengakui bahwa Allah-lah yang memulai penciptaan segala 
sesuatu; Dialah yang mengadakannya, padahal sebelum itu tidak ada. 
Sesudah itu mereka berbalik mendustakan berita dari Allah yang 
menyatakan bahwa Dia kelak akan menghidupkan kembali semua umat 
dalam penciptaan yang baru, padahal mereka telah mengakui dan 
menyaksikan hal-hal yang lebih menakjubkan daripada apa yang mereka 
dustakan terhadap Allah itu. Maka hal yang lebih mengherankan adalah 
ucapan mereka yang mengatakan : 



e«---L_i£)l 3 



&•&&&&#& 



Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan 
(dikembalikan) menjadi makhluk yang haru? (Ar-Ra'd: 5) 

Setiap orang yang berilmu dan berakal telah mengetahui bahwa penciptaan 
langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, dan bahwa 
Tuhan yang lelah memulai penciptaan makhluk-Nya, lebih mudah bagi- 
Nya untuk menghidupkannya kembali setelah semuanya mati, sebagai- 
mana yang disebutkan dalam ayat lainnya melalui firman Allah Swi.: 

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya 
Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah 
karena menciplakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? 
Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu ( Al- 
Ahqaf; 33) 

Selanjutnya Allah menyebutkan nasib orang-orang yang mendustakan 
hal ini melalui firman-Nya: 

kompungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 117 



*«4_j£ll3 



s&$MQ$&%&&®& 



Orang-orang Ulilah yang kafir kepada Tahannya; dan orang-orang 
itulah (> ang dilekatkan) belenggu dilehernya. (Ar-Ra'd: 5) 

Yakni dengan belenggu-belenggu itu mereka disercl ke dalam neraka. 



e*i4_j£ll» 



■&&Xk&JSKM2jk 



mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Ar-Ra* d : 
5) 

Maksudnya, mereka tinggal di dalam neraka untuk selama-lamanya, tidak 
akan dipindahkan darinya, tidak pula dilenyapkan. 

Ar-Ra'd, ayat 6 

Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, 
sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi 
bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya 
Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi 
manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhannm benar- 
benar sangat keras siksanya. 

Firman Allah S\vt.: 

Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya). (Ar- 
Ra'd: 6) 

Yakni mereka yang mendustakanmu. 

kampungwnnah. org 



118 Juz 13 — Ar-Ra'd 



C\l. 



siksa, sebelum (mereka incniinla) kebaikan. (Ar-Ra'd: 6) 

yang dimaksud dengan sayyi-ah dalam ayal ini ialah siksaan, seperti yang 
diberitakan oleh Allah Swt tentang mereka melalui firman-Nya dalam 
ayat yang lain: 



CA-l : 



-Jj: 



Mereka Iwrkuta, "Hai arung yang ditunaikan Al-Qur 'o// kepadanya, 
sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. Mengapa kamu 
tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk 
orang-orang yang benar? " Kami tidak menurunkan malaikat 
melainkan dengcat benar (uniuk membawa azab) dan tiadalah 
mereka ketika itu diberi tangguh. (Al-Hijr: 6-8) 



t*w£jo ^lo^ScP^^S 



cor _ 

v'*"" v* 



Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. 
(Al-Ankabut: 53), hingga akhir ayat berikutnya. 



Seorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi. 
(Al-Ma'arij;l) 



- .A'** 



kampungsannah. orq 



Tafsir Ibnu Kasir l_l_9 

Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta 
supaya hari (kiamat) itu disegerakan datangnya dan orang-orang 
Yang beriman merasa takut keffadanya dan merasa yakin bahwa 
kiamat itu adalah benar (akan terjadi). (Asy-Syura: 1 8) 



Dan firman Allah Swt. yang mengatakan: 



CM i. 



*&!»#£ 



Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, cepatkanlah untuk kami azab 
vang diperuntukkan pada kami. " (Sad: 1 6), hingga akhir ayat. 

Maksudnya, segerakanlah siksaan dan hisab kami. Perihal mereka sama 
dengan yang disebutkan oleh firman-Nya menyitir perkataan mereka: 



CT<._AiiSl: 



&&&$2#$ aasWi;; 



Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya 
Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dia/ah yang benar dari sisi 
Engkau. " (Al-Anfal: 32) 

Tersebutlah bahwa karena kekerasan mereka dalam mendustakan, 
mengingkari, dan inengafiri Rasul Saw., mereka meminta kepada Rasul 
Saw. supaya azab Allah disegerakan datangnya kepada mereka. Maka 
dalam ayat berikut ini disebutkan oleh flrman-Nya: 



^:j_^\ 3 ii^_i^J^w5i. OS^ 



padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum 
mereka. (Ar-Ra'd: 6) 

Yakni padahal sesungguhnya Kami telah menimpakan azab kami kepada 
umat-umat terdahulu, dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran bagi 
orang-orang yang mau mengambil pelajaran atas apa yang telah menimpa 
mereka. 

Kemudian Allah Swt. menyebutkan bahwa seandainya tiada 
kesabaran dan pemaafan dari Allah, niscaya Allah akan menyegerakan 

kampungsunnah. org 



120 Juz t3 — Ar-Rad 



azab-Nya alas mereka, seperti yang disebutkan oleh Allah dalam ayat 

lainnya: 

Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, 
niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi 
makhluk yang melata pun. (Fatir: 45) 

Dalam ayat berikut ini pun Allah Swi. berfirman: 



> f#u*u$iM^<$ 



Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang 
luas) bagi manusia, sekalipun mereka zalim. (Ar-Ra'd: 6) 

Dengan kata lain, sesungguhnya Allah mempunyai ampunan dan 
pemaafan serta menutupi kesalahan manusia, sekalipun mereka berbuat 
zalim dan berbuat kesalahan di siang dan malam harinya. Kemudian 
ketetapan ini disertai dengan ketetapan lainnya yang menyatakan bahwa 
sesungguhnya Allah sangat keras siksaan-Nya; dimaksudkan agar adanya 
keseimbangan antara harapan dan rasa takut. Perihalnya sama dengan 
yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

Maka jika mereka mendustakan kamu. katakanlah, "Tuhan kalian 
mempunyai rahmat yang luas; dan siksanya tidak dapat ditolak dari 
kaum yang berdosa. " (Al-An'am: 147) 



C.WV 






Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sestingguftnya 
Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-A'raf: 1 67) 

kampvngsunnoh. org 



Tafsir Ibmj Kas» 121 

Kabulkanlah kepada Iwmba- hamba- Ku, bahwa sesungguhnya Aku- 
lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan baliwa 
sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih. (Al-Hijr: 
49-50) 

Masih banyak ayal lainnya yang semakna, yaitu yang di dalamnya 
terkandung makna gabungan antara harapan dan rasa takut. 

Ibnu Abu Matim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ismail, telah 
menceritakan kepada kami Hammad, dari Ali ibnu Zaid, dari Sa'id ibnul 
Musayyab yang mengatakan bahwa ketika ayat berikut diturunkan: 



- ft£&4ttiB&d$& 



Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang 
luas) bagi manusia, sekalipun mereka zalim. (Ar-Ra'd: 6), hingga 
akhir ayat. 

Maka Rasulullah Saw. bersabda: 

Seandainya tidak ada pemaafan dan ampunan Allah, tentulah tiada 
searang manusia pun yang hidup tenang; dari seandainya tidak ada 
ancaman dan siksa-Nya, niscaya semua arang akan bertawakal. 

Al-Hafiz Ibnu Asakir dalam biografi Al-Hasan Ibnu Usman Abu Hissan 
Ar-Ramadi (Az-Ziyadi) meriwayatkan bahwa Al-Hasan bermimpi melihat 
Allah Swt. di dalam tidurnya, sedangkan saat itu Rasulullah Saw. sedang 
berdiri di hadapan-Nya memohon syafaat untuk seorang lelaki dari 
kalangan umatnya. Maka Tuhan berfirman kepadanya, "Bukankah sudah 

kampangsunnah. org 



122 Juz 13— Ar-Ra'd 



cukup bagimu apa yang telah Aku turunkan kepadamu dalam surat Ar- 
Ra'd?" Yaitu: 

Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampiman (yang 
luas) bagi manusia, sekalipun mereka zalim. (Ar-Ra'd: 6) 

Setelah itu Al-Hasan terbangun dari tidurnya. 
Ar-Ra'd, ayat 7 



-«M 



Orang-orang yang kafir berkala, "Mengapa tidak diturunkan 
kepadanya (Muhammad) snatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya? " 
Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi 
tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk (kepadanya). 

Allah Swt. menyebutkan perihal orang-orang musyrik. Mereka 
mengatakan dengan nada kafir dan ingkar, bahwa mengapa tidak 
diturunkan kepadanya suat 1 1 tanda (Mukj izat) dari Tuhannya, sebagaimana 
yang pernah didatangkan oleh rasul-rasul terdahulu? Mereka pernah pula 
mengatakan dengan nada ingkar yang isinya meminta agar Nabi Saw. 
mengubah Bukit Safa menjadi emas bual mereka, dan semua bukit di 
Mekah dilenyapkan, lalu digantikan dengan ladang-ladang dan sungai- 
sungai. Allah berfirman menjawab mereka dalam ayat lainnya: 

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk 
mengirimkan (kepadamu) tanda-temda (kekuasaan Kami), melainkan 
karena tanda-tanda itu lelah diduslakan oleh orang-orang dalmlu. 
(Al-lsra: 59), hingga akhir ayat. 

kampanqsunnah.org 



Tafsir Ibnu Kasir 123 



Adapun firman Allah Swt.: 



BV:«A^gJb J^wa^sitlpJ. 



Sesungguhnya kamu hanya/ah seorang pemberi peringatan. (Ar- 
Rad:7) 

Yakn i sesungguhnya tugasmu hanyalah menyampaikan risalah Allah yang 
diperintahkan kepadamu untuk menyampaikannya, dan: 

bukan/ah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk. 
tetapi AllaMah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang 
dikehendaki-Nya. (Al-Baqarah: 272) 

Rmran Allah Swt: 



■*** •#*&#: 



<Am/ fag/ tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. <Ar- 
Rad:7) " 

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari lbnu Abbas, bahwa bagi 
masing-masing kaum ada penyeru nya (yang menyerukan untuk 
menyembah Allah). Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas 
sehubungan dengan makna ayat. bahwa Allah berfirman, '"Hai 
Muhammad, engkau adalah pemberi peringatan, sedangkan Akulah yang 
memberi petunjuk (taufik) kepada setiap kaum." Mal yang sama telah 
dikatakan oleh Muhammad, Sa'id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, dan lain- 
lainnya. 

Dari Mujahid, disebutkan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



tv 



***4LA$fr 



dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. (Ar- 
Ra'd: 7) 

kampangsunnah. org 



124 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Artinya, seorang nabi. Makna ayal ini sama dengan apa yang disebutkan 
dalam ayat lain melalui firman-Nya: 



cU 



«^.$ftty$|l&& 



Dan tidak ada sitatu amat pun melainkan telah ada padanya seorang 
pemberi peringatan. (Fatir; 24) 

Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah dan Ahdur Rahman ibnu 

Zaid 

Abu Saleh dan Yahya ibnu Raff mengatakan sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

- 



CV ' 



*«#&» -^MKAtS 



dan bagi tiap-tiap kaum ada yang memberi petunjuk. (Ar-Ra'd: 7) 

Yakni ada pemimpinnya. Abui Aliyali mengatakan bahwa al-hadi artinya 
pemimpin; pemimpin itu adalah imam, dan imam artinya beramal. 

Dari Ikrimah dan Abud Duha, disebutkan sehubungan dengan makna 
firman Allah Swt.; 

dan bagi tia/Hiap kaum ada yang memberi petunjuk. (Ar-Ra'd: 7) 

Keduanya mengatakan bahwa yang dimaksud adalah Nabi Muliammad 
Saw. 

Malik mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: 

dan bagi tiap-tiap kaum ada yang memberi petunjuk. (Ar-Ra'd: 7) 
yang menyeru mereka untuk (menyembah) Allah Swt. 

kompangsunnah. org 



Tafsir tonu Kafi» 125 

Abu Ja'far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku 
Ahmad ibnu Yahya As-Sufi. telali menceritakan kepada kami Al-Hasan 
ibnul Husain Al-Ansari, telah menceritakan kepada kami Mu'az ibnu 
Muslim, telah menceritakan kepada kami Al-Harawi, dari Ata ibnus Saib, 
dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa ketika 
diturunkannya firman Allah Swt: 



cv ;-Uj£)l: 



^^^^} 



Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan 
bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk (Ar-Ra'd: 
7) 

Rasulullah Saw. meletakkan tangan di dadanya, lalu bersabda, "Akulah 
pemberi peringatan, dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi 
petunjuk." Kemudian Rasul Saw. mengisyaratkan tangannya tertuju ke 
pundak sahabat Ali, lalu bersabda. "Engkaulah orang yang memberi 
petunjuk, hai Ali; melalui engkau orang-orang yang mencari petunjuk 
mendapat petunjuk sesudahku." Di dalam hadis ini terdapat kemungkaran 
yang sangat parah. 

Ibnu Abu .Hal i m mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali 
ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Abu Syaibah, 
telah menceritakan kepada kami Al-Muttalib ibnu Ziyad, dari As-Saddi, 
dari Abdu Khair, dari Ali sehubungan dengan makna firman-Nya: 



cv-a^Ji. -$Ia£0$jJ5 



dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. ( Ar- 
Ra T d: 7) 

Ali mengatakan bahwa pemberi petunjuk ini adalah seorang lelaki dari 
kalangan Bani Hasyim. Al-Junaid mengatakan bahwa dia adalah Ali ibnu 
AbuTalibr.a. 

Ibnu Abu 1 latim mengatakan bahwa hal yang sama telah diriwayatkan 
dari Ibnu Abbas dalam suatu riwayat dari Abu Ja'far Muhammad ibnu 
Ali. 

kampungsunnah. org 



126 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Ar-Ra'd, ayat 8-9 

Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan 
kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan 
segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. Yang mengetahui 
semua yang gaib dan yang tampak; Yang Mahabesar lagi 
MahatinggL 

Allah Swl. menyebutkan tentang ilmu-Nya Yang Mahasempurna, bahwa 
tiada sesualu pun yang samar bagi-Kya, dan pengetahuan -N ya meliputi 
apa yang berada di dalam kandungan semua wanita. Perihalnya sama 
dengan pengertian yang terdapat di dalam lirman-Nya: 

dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. (Luqman: 34) 

Yakni apa yang dikandung di dalam rahim, jenis laki-laki atau perempuan, 
rupawan atau jelek, celaka atau bahagia, berumur panjang alau pendek, 
semuanya diketahui oleh-Nya. Perihalnya sama dengan yang disebutkan 
oleh firman-Nya: 



cf : 



*.*» ^&%d&\^$m&&$ 



Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) kalian ketika Dia 
menjadikan kalian dari tanah dan ketika kalian masih janin. (An- 
Najm: 32), hingga akhir ayat 

Adapun firman Allah Swt: 



CH 



kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 1_27 

Dia menjadikan kalian dalam perut ibu kalian kejadian demi 
kejadian dalam tiga kegelcq?an. (Az-Zumar: 6) 

Artinya. Dia menciptakan kalian tahap demi lahap, seperti yang disebutkan 
dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suat u sari 
pati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan sari pati itu air 
mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian 
air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu 
Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami 
jadikan tulang belulang lalu tulang belulang, itu Kami bungkus 
dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang 
(berbcnluk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling 
haik. (AI-Mu-miniin: 12-14) 

Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis melalui Ibnu Mas'ud 
yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 



Sesungguhnya kejadian seseorang di antara kalian dihimpunkan di 
dalam perut ibunyti selama empat puluh hari dalam bentuk nutfah. 
Kemudian menjadi 'a/aqafi (segumpal darah) dalam jarak waktu 
yang sama, lalu menjadi segurn/Kil daging dalam jarak waktu yang 

kampangsannah. org 



128 Ju* 13 — Ar-Ra'd 

sama. Kemudian Allah mengirimkan malaikal kepadanya yang 
diperintahkan unluk mencatat empat ketentuan, yaitu rezekinya, 
usiatiy-a, amal perbuatannya, dan nasibnya, apakah celaka atau 
bahagia. 

Di dalam hadis lainnya disebutkan: 

Maka malaikat itu bertanya, "Wahai Tuhanku, apakah dia laki-laki 
atau perempuan. Wahai Tuhanku, apakah dia bernasib celaka atau 
bahagia? Bagaimanakah rezekinya? Berapa lamakah usianya? " 
Maka Allah menjawabnya dan malaikat itu mencatatnya. 

Firman Allah Swt.: 



dan kamlungan rahim yang kurang sempurna dem yang bertambah. 
(Ar-Ra'd: 8) 

Imam Bnkhari mengatakan, telali menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul 
Munzir, telali menceritakan kepada kami Ma'an, telah menceritakan 
kepada kami Malik, dari Abdullah ibnu Dinar, dari Ibnu Umar, bahwa 
Rasulullah Saw. pernah bersabda: 



•'M%Z&&?& 



Kunci-kunci kegaiban ada lima, tiada yang mengetahuinya selain 
Allah, yaitu: Tiada yang mengetahui a/Hi yang akan terjadi besok 

kampangtunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 129 

kecuali hanya Allah, tiada yang mengelabui apa yang terkandung 
di dalam rahim kecuali hanya Allah, tiada yang mengetahui bila 
hujan turun kecuali hanya Allah seseorang tidak akan mengetahui 
di negeri mana ia akun mati, dan tiada yang mengetahui bila kiamat 
terjadi kecuali hanya Allah. 

Al-Aufi lelah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna 
firman -Nya: 

dan kandungan rahim yang kurang sempurna. (Ar-Ra'd: 8) 
Yaitu janin yang gugur. 



dan kandungan yang bertambah. (Ar-Ra'd: 8) 

Rahim yang sempurna tenis bertambah masa kandungannya hingga 
melahirkannya dengan sempurna; berbeda dengan rahim yang kurang 
sempurna, kelahirannya prematur. Demikian itu karena di antara kaum 
wanita ada yang masa kandungannya mencapai sepuluh bulan, ada pula 
yang masa kandungannya sembilan bulan. Di antara kaum wanita ada 
yang masa kandungannya lebih lama daripada biasanya, ada pula yang 
kurang dari biasanya. I lal itulah yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam 
ayat ini, semuanya itu terjadi berdasarkan pengetahuan dari Allah Swt. 
Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 



'A-*£J| 



agfctfs&tfte 



dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah 
(Ar-Ra'd: 8) 

Yang dimaksud dengan rahim yang kurang sempurna ialah yang 
kelahirannya kurang dari sembilan bulan, sedangkan yang bertambah ialah 

kampangsunnah. org 



1 M) _ Juz 13— Ar-Ra'd 

yang masa kelahirannya lebih dari itu. Ad-Dhahhak mengatakan bahwa 
ibunya melahirkannya setelah mengandung selama dua tahun: ketika ia 
dilahirkan, kedua gigi serinya telah tumbuh. 

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Jamilah binti Sa'd, dari Siti 
Aisyah yang mengatakan bahwa tiada kandungan yang lamanya lebih 
dari dua tahun (kecuali) sekadar bergeraknya barangan alat tenun. 

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. 
(Ar-Ra r d: 8) 

Yakni wanita yang melihat darah keluar dari rahimnya, dan masa kelahiran 
yang lebih dari sembilan bulan. Hal yang sama telah dikatakan oleh 
Atiyyah Al-Aufi. Al-Hasan Al-Basri, Qatadah, dan Ad-Dahhak. Mujahid 
mengatakan pula bahwa maksudnya yaitu apabila wanita melihat darah 
sebelum masa sembilan bulan kandungan. Mujahid menambahkan atas 
sembilan bulan hari-hari seperti hari-hari haid. 

Ikrimah, Sa'id ibnu Jubair, Ibnu Zaid. serta Mujahid mengatakan 
pula sehubungan dengan makna firman-Nya: 



CA: 



w* X&&§& 



dan kandungan rahim yang kurang sempurna. (Ar-Ra'd: 8) 

Bahwa makna yang dimaksud ialah bila si wanita yang bersangkutan 
mengeluarkan darah hingga bayinya lahir secara prematur. 



dan yang bertambah. (Ar-Ra'd: 8) 

Jika wanita yang bersangkutan tidak mengeluarkan darah, berarti bayi 
yang dilahirkannya sempurna dan sehat. Mak-hul mengatakan bahwajanin 
dalam perut ibunya tidak meminta, tidak bersedih, dan tidak merengek, 



kompangsunnah. org 



Tafsir Ibng Kasir 131 



melainkan rezekinya dalang sendiri kepadanya dalam perut ibunya dari 
darah haidnya. Karena itulah wanita yang hamil tidak haid. Apabila bayi 
telah lahir, maka ia menangis, dan tangisannya itu merupakan reaksi 
terhadap dunianya yang baru. Apabila tali pusarnya telah dipotong, maka 
Allah memindahkan rezekinya kepada kedua susu ibunya agar ia tidak 
bersedih, tidak meminta, dan tidak merengek. Kemudian jadilah ia seorang 
anak balita yang dapat mengambil sesuatu dengan telapak tangannya, 
lalu memakannya. Tetapi apabila ia telah berusia balig dan mengatakan. 
"Matilah atau terbunuhlah (aku), dari manakah aku mendapat rezeki?" 
Maka Mak-hul menjawab. "Celakalah engkau, memang selagi kamu masih 
dalam kandungan ibumu Allah memberimu rezeki melalui ibumu. Tetapi 
bila kamu telah besar dan berakal, kamu katakan, 'Matilah atau 
terbunuhlah (aku), dari mana rezekiku?"." Kemudian Mak-hul 
membacakan firman-Nya: 



C\: 



~&> $&ww&s 



Allah mengetalmi apa yang dikandung oleh setiap perempuan. ( Ar- 
Ra'd: 8), hingga akhir ayat 

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. ( Ar-Ra'd: 8) 

Yakni ada batas ajalnya. Allah mencatat rezeki makhluk-Nya dan ajal 
mereka, dan Dia menjadikan hal tersebut ada batasannya yang telah 
ditentukan. Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahwa salah seorang 
putri Nabi Saw. mengirimkan seorang pesuruh kepadanya untuk 
memberitahukan bahwa anak lelakinya sedang menjelang ajalnya, dan ia 
menginginkan Nabi Saw. dalang menghadirinya. Maka Nabi Saw. 
mengirimkan pesuruh kepada putrinya itu untuk menyampaikan sabdanya 
yang mengatakan: 

4s" 



kompangsannah. org 



132 Ju* 13 — Ar-Ra'd 



• V \ <m~-»cJ "^yC^te \Jb %j*3 



Sesungguhnya Allah berttak mengambil, dan Dialah Yang memberi, 
dan segala sesuatu di sisi-Nya cula balasan yang telah ditentukan- 
(Nya). Maka perintahkanlah kepadanya agar bersabar dan 
menghadapinya dengan harapan akan memperoleh paliala Allah. 

Adapun firman Allah Swt: 



Ycmg mengetahui semua yang gaib dan yang tampak (Ar-Ra\l: 9) 

Maksudnya, Allah mengetahui segala sesuatu yang tampak oleh hamba- 
hamba-Nya dan yang tidak tampak oleh mereka, tiada sesuatu pun yang 
tersembunyi bagi-Nya: 



C\li_^la 



-^=j__^ 



?\> <j£c$ 



Yang Mahabesar (Ar-Ra'd: 9) 
Yakni Dia Mahabesar atas segala sesuatu. 



lagi Mahatinggi. (Ar-Ra'd: 9) 

Yaitu Mahatinggi atas segala sesuatu. 
Dalam ayat lain disebutkan: 



ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (At-Talaq: 12) 

Dia berkuasa atas segala sesuatu. Maka tunduklah semua diri kepada- 
Nya, dan takluklah semua hamba kepada-Nya, baik dengan senang hati 
ataupun terpaksa. 

kompungwnnah. org 



Tefsirlbnu Kasir 133 



Ar-Ra'd, ayat 10-11 

Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antara kalian yang mera/iasiakan 
ucapannya, dan siapa yang berterus terang dengan ucapan itu, dan 
siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan 
(menampakkan diri) di sUmg hari. Bagi manusia ada malaikaf- 
malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan 
belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. 
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum 
sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka 
sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu 
kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak 
ada pelindung bagi mereka selain Dia. 

Allali Swt. menceritakan perihal ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu 
dan semua makhluk-Nya. Sama saja bagi Allah apakah sebagian dari 
mereka merahasiakan ucapannya atau bertenis terang, sesungguhnya Allah 
mendengar semuanya, tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Sama 
halnya dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: 



CV 



Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia 
mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. (Ta ha: 7) 



kampungsunnah. org 



134 Juz 13 — Ar-Ra'd 

dan Yang mengetalmi apa yang kalian sembunyikan dan apa yang 
kalian nyalakan. (An-Naml: 25) 

Sili Aisyah r.a. telah mengatakan, "Mahasuci Tuhan yang pendengaran- 
Nya meliputi semua suara. Demi Allah, sesungguhnya wanita yang 
menggugat datang kepada Rasulullah Saw. mengadukan perihal suaminya, 
sedangkan saat itu aku sedang berada di sebelah rumah; dan sesungguhnya 
Rasulullah Saw. menyembunyikan sebagian dari ucapannya dariku, lalu 
turunlah firman Allah Swt yang mengatakan: 






'Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang 
memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan 
mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal 
jawab antara kamu berdua. Sesunggidviya Allah Maha Mendengar 
lagi Maha Melihat. '(Al-Mujadilah: I) 

Adapun firman Allah Swt.: 

dan siapa yang bersembunyi di malam hari. (Ar-Ra'd: 10) 
Maksudnya, bersembunyi di dalam rumahnya di kegelapan malam hari. 

dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari. (Ar-Ra'd: 1 0) 

Yaitu menampakkan dirinya berjalan di siang hari. Kedua keadaan tersebut 
sama saja bagi ilmu Allah, yakni Dia mengetahui semuanya dengan sama. 
Mal ini sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: 

kompungsannah. orq 



Tafsir Ibnu Kas» 135 

Ingatlah di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain. (Hud: 
5), h ingg3 akhir ayat 

Kalian tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu 
ayal dahAl-Qur 'an dan kalian tidak mengerjakan suatu pekerjaan, 
melainkan Kami menjadi saksi atas kalian di waktu kalian 
melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun 
sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang 
lebih kecil dan tidak (pu\a) yang lebih besar daripada itu, melainkan 
(semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz). (Yunus: 
61) 

Firman Allah Swt: 

/fci£/ manusia ada malaikat -malaikat yang selalu mengikutinya 
bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas 
perintah Allah (Ar-Ra'd: 1 1) 

Artinya, ada malaikat-malaikat yang selalu menjaga hamba Allah secara 
bergiliran, ada yang di malam hari, ada pula yang di siang hari untuk 
menjaganya dari hal-hal yang buruk dan kecelakaan-kecelakaan. 
Sebagaimana bergiliran pula kepadanya malaikat-malaikat lainnya yang 
bertugas mencatat semua amal baik dan amal buruknya; mereka 
menjaganya secara bergiliran, ada yang di malam hari, ada yang di siang 
hari — yaitu di sebelah kanan dan sebelah kirinya — bertugas mencatat 
semua amal perbuatan hamba yang bersangkutan. Malaikat yang ada di 
sebelah kanannya mencatat amal-amal baiknya, sedangkan yang ada di 
sebelah kirinya mencatat amal-amal buruknya. 

kampungsunnah. org 



136 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Selain dari ilu ada dua malaikat lain lagi yang bertugas menjaga dan 
memeliharanya; yang satu ada di belakangnya, yang lain ada di depan. 
Dengan demikian, seorang hamba dijaga oleh empat malaikat di siang 
harinya, dan empat malaikat lagi di malam harinya secara bergantian, 
yaitu malaikat yang menjaga dan yang mencatat, seperti yang disebutkan 
di dalam hadis sahih: 

Malaikat-malaikat di malam hari dan malaikat-malaikat di siang 
hari si/ih berganti menjaga kalian, dan mereka /terkumpul di waktu 
salat Subuh dan salat Asar. Maka naiklah para malaikat yang 
menjaga kalian di malam liari, lalu Tuhan Yang Maha Mengetahui 
keadaan kalian menanyai mereka. "Dalam keadaan apakah kalian 
tinggalkan hamba-hamba- Ku? "Mereka (para malaikat malam hari) 
menjawab, "Kami datangi mereka sedang mereka dalam keadaan 
salat dan kami tinggalkan mereka sedang mereka dalam keadaan 
saka. " 

Di dalam hadis lain disebutkan: 

Sesungguhnya bersama kalian selalu ada malaikat-malaikat yang 
tidak [lernali berpisah dengan kalian, terkecuali di saat kalian sedang 
berada di kakus dan ketika kalian sedang bersetubuh, maka malu/ah 
kalian kepada mereka dan hormatilah mereka. 

Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan 
dengan makna firman-Nya: 

kampangsannah. orq 



Tafsir (bnu Kasir I 3 7 



01 



/fc/g/ manusia ada malaikal-malaikal yang selalu mengikutinya 
bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya alas 
perinlah Allah. (Ar-Ra'd: 1 1) 

Yang bergiliran dari Allah adalah para malaikat-Nya. Ikrimah lelah 
meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman Allah 
Swt.: 

mereka menjaganya alas perinlah Al/ah. (Ar-Ra'd: 1 1) 

Para malaikat itu ditugaskan untuk menjaganya di depan dan di 
belakangnya. Apabila takdir Allah telah memutuskan sesuatu terhadap 
hamba yang bersangkutan, maka para malaikat itu menjauh darinya. 

Mujahid mengatakan bahwa tiada seorang hamba pun melainkan 
ada malaikat >ang dilugaskan untuk menjaganya di saat ia tidur dan di 
saal ia terbangun, yakni menjaganya dari kejahatan jin. manusia, dan 
hewan buas. Tiada sesuatu pun dari makhluk itu >ang datang kepada 
hamba yang bersangkutan dengan tujuan untuk memudaratkannya, 
melainkan malaikat penjaga itu berkala kepadanya, "Pergilah ke 
belakangmu!" Kecuali apabila ada sesuatu yang ditakdirkan oleh Allah, 
maka barulah dapat mengenainya. 

As-Sauri telah meriwayatkan dari Habib ibnu Abu Sabit, dari Sa'id 
ibnu Jubair. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna fircnan-Nya: 

Bagi manusia ada malaikal-malaikal yang selalu mengikutinya 
bergiliran, di muka dan di belakangnya. (Ar-Ra'd: II) 

Bahwa yang dimaksud adalah seorang raja dari kalangan para raja di 
dunia ini, ia mempunyai penjagaan >ang berlapis-lapis di sekelilingnya. 
Al-Aufi lelah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

kampangsannah. org 



138 Ju* 13— A/-Ra'd 



c«; 



/fqgi manusia ada malaikat- malaikat yang selalu mengikutinya 
bergiliran, di muka dan di belakangnya. (Ar-Ra'd: 1 1) 

Yakni pejabat yang diangkat oleh sultan selalu dikawal oleh penjaga. 

Sehubungan dengan tafsir ayat ini Ikrimah mengatakan bahwa mereka 
adalah para amir yang dikawal oleh para penjaga di depan dan di 
belakangnya. Ad-Dahhak mengatakan, yang dimaksud adalah sultan 
(penguasa) yang dijaga alas perintah Allah, padahal penguasa-penguasa 
itu adalah orang-orang musyrik. 

Makna lahiriah ayat ini — hanya Allah yang lebih mengetahui — 
bahwa yang dimaksud oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, dan Ad-Dahhak dalam 
ungkapannya masing-masing menunjukkan bahwa 'penjagaan para 
malaikat kepada setiap hamba Allah menyerupai penjagaan para pengawal 
kepada raja dan amir mereka. 

Imam Abu Ja'far ibnu Jarir sehubungan dengan hal ini lelah 
meriwayatkan sebuah hadis garib. la mengatakan, telah menceritakan 
kepadaku Al-Musanna. telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu 
Abdus Salam ibnu Saleh Al-Qusyairi, lelah menceritakan kepada kami 
Ali ibnu Jarir. dari I lammad ibnu Salamah. dari Abdul Humaid ibnu Ja'far, 
dari kinanah Al-Adawi yang mengatakan bahwa Usman ibnu Aflan masuk 
ke dalam rumah Rasulullah S a w., lalu ia bertanya, "Wahai Rasulullah, 
ceritakanlah kepadaku tentang seorang hamba, ada berapa malaikatkah 
yang selalu menyertainya?" Rasulullah Saw. bersabda, "'Seorang malaikat 
berada di sebelah kananmu yang mencatat amal baikmu, ia adalah kepala 
(pemimpin) dari malaikat yang ada di sebelah kirimu. Apabila kamu 
melakukan suat u kebaikan, maka dicatatkan sepuluh kebaikan; dan apabila 
kamu mengerjakan suatu keburukan (dosa), maka malaikat yang ada di 
sebelah kirimu berkata kepada malaikat yang ada di sebelah kananmu, 
'Bolehkah aku mencatatnya?' Malaikat yang di sebelah kanan menjawab, 
'Jangan, barangkali dia memohon ampun kepada Allah dan bertobat 
kepada-Nya.* Malaikat yang ada di sebelah kiri meminta izin kepada yang 
ada di sebelah kanan sebanyak tiga kali. Dan apabila dia telah meminta 
izin sebanyak liga kali, maka barulah malaikat yang di sebelah kanan 
berkata, 'Catatlah, semoga Allah membebaskan kita darinya. Seburuk- 
buruk orang yang kita temani adalah orang yang sedikit perasaan 

kompungwnnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 139 



muraqabah-nya (diawasi oleh Allah) dan sedikit malunya terhadap kita.' 
Allah Swt berfirman: 



O A ;. 



i» t&&i$&&tNto 



'Tiada stuihi ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di 
dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. '(Qaf: 18) 

Ada dua malaikat lagi. yang seorang berada di hadapanmu, dan yang 
seorang lagi berada di belakangmu. Allah Swt. berfirman: 

'Bagi manusia ada malaikat-malaikal yang selalu mengikutinya 
bergiliran, di muka dan di belakangnya. ' ( Ar-Ra'd: 1 1 ). hingga akhir 
ayat. 

Ada malaikal yang memegang ubun-ubunmu. Apabila kamu merendahkan 
diri karena Allah, maka malaikat itu mengangkatmu; dan apabila kamu 
berlaku congkak, maka malaikal itu membenamkanmu. Ada dua malaikat 
yang berada di,kedua bibirmu, keduanya tidak menjagamu selain bila 
kamu membaca salawat untuk Nabi Muhammad Saw. Dan seorang 
malaikat yang menjaga mulutmu, dia tidak akan membiarkan mulutmu 
dimasuki oleh ular. Dan dua malaikat lagi yang ada di kedua matamu, 
seluruhnya ada sepuluh malaikat untuk tiap-tiap manusia. Malaikat- 
malaikat yang bertugas di malam hari turun untuk menggantikan malaikat- 
malaikal yang bertugas di siang hari, karena malaikat malam hari lain 
dengan malaikat siang hari, mereka berjumlah dua puluh malaikat untuk 
setiap manusia. Sedangkan iblis bekerja di siang hari dan anaknya bekerja 
di malam hari. 1 ' 

Imam Ahmad rahimalnillah mengatakan, telah menceritakan kepada 
kami Aswad ibnu Amir, lelah menceritakan kepada kami Sufyan, telah 
menceritakan kepadaku Mansur, dari Satini ibnu Abui Ja'd, dari ayahnya, 
dari Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

kampangsunnah. org 



140 Juz 13 — Ar-Ra'd 

"Tiada seorang pun di antara kalian melainkan lelah dilugaskan 
untuk menemaninya teman dari jin dan teman dari malaikat. " 
Mereka bertanya, "Juga engkau, wahai Rasulullah? " Rasulullah 
SaW. menjawab. "Juga diriku ini, tetapi Allah menolongku terhadap 
gangguannya Karena itu, tiadalah menganjurkan kepadaku kecuali 
hanya kebaikan belaka. " 

Hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim secara munfarid (menyendiri). 
Firman Allah Swt: 

mereka menjaganya atas perintah Allah. (Ar-Ra'd: 1 1 ) 

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah mereka menjaganya 
atas perinlah dari Allah Swt. Demikian lali menurut riwayat Ali ibnu Abu 
Talhah dan lain-lainnya, dari Ibnu Abbas. Pendapat ini dipegang oleh 
Mujahid, Sa'id ibnu Jubair. Ibrahim An-Nakha'i. dan lain-lainnya. 

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna finnan-Nya: 



c«^b Mj$&$ ^y^i. 



mereka menjaganya atas perintah Allah (Ar-Ra'd: 1 1) 

Menurut sebagian qiraai, ada yang membacanya dengan bacaan berikut: 
Yahfazunalm biamrillah, yakni mereka menjaganya dengan perintah 
Allah. 

Ka'bul Ahbar mengatakan, "Seandainya tampak bagi anak Adam 
semua kemudahan dan semua kesulitan, lentulali ia akan melihat segala 
sesuatu dari hal tersebut sebagai sesuatu yang meyakinkannya. Sekiranya 
Allah tidak menugaskan malaikat-mataikat untuk menjaga kalian dalam 
makanan, minuman, serta aurat kalian, niscaya kalian akan binasa." 

kompangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kas» 141 

Abu Umamah mengatakan bahwa (iada seorang anak Adam pun 
melainkan ditemani oleh malaikat yang menjaganya hingga ia 
menyerahkannya kepada apa yangtelah ditakdirkan bagi anak Adam yang 
bersangkutan. 

Abu Mijlaz mengatakan bahwa seorang lelaki dari Bani Murad datang 
kepada Ali r.a. yang sedang salat, lalu lelaki itu berkata, "Hati-hatilah 
engkau, karena sesungguhnya ada sejumlah orang dari Bani Murad yang 
ingin membunuhmu." Maka Ali r.a. menjawab, "Sesungguhnya setiap 
orang lelaki selalu ditemani oleh dua malaikat yang menjaganya dari hal- 
hal yang tidak ditakdirkan untuknya. Apabila takdir telah datang untuknya, 
maka kedua malaikat itu menjauh darinya. Sesungguhnya ajal itu adalah 
benteng yang sangat kuat." 

Sebagian ulama tafsir mengatakan sehubungan dengan makna firman- 
Nya: 

mereka menjaganya atas perinlah Allah (Ar-Ra'd: II) 

Yakni berdasarkan perintah dari Allah Swt Seperti yang disebutkan di 
dalam hadis, bahwa mereka (para sahabat) bertanya, "Wahai Rasulullah, 
bagaimanakah pendapatmu tentang ruayah (pengobatan memakai jampi) 
yang biasa kita gunakan? Apakah ia dapat menolak sesuatu dari takdir 
Allah?" Rasulullah Saw. menjawab melalui sabdanya: 

Ruqyah itu sendiri termasuk bagian dari takdir Allah 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id 
Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Gayyas, dari Asy'as, 
dari Jahm, dari Ibrahim yang mengatakan bahwa Allah pernah 
memerintahkan kepada salah seorang nabi dari kalangan kaum Bani Israil. 
"Hendaklah kamu katakan kepada kaummu bahwa tidak ada suatu 
penduduk kota pun — dan tidak ada penghuni suatu ahli bait pun — yang 
tadinya berada dalam ketaatan kepada Allah, lalu mereka berpaling dari 

kampangwnnah. org 



142 Juz 13 — Ar-Ra'd 

ketaatan dan mengerjakan maksiat kepada Allah, melainkan Allah 
memalingkan dari mereka hal-hal yang mereka sukai, kemudian 
menggantikannya dengan hal-hal yangtidak mereka sukai." Selanjurnya 
Jahm ibnu Ibrahim mengatakan bahwa bukti kebenaran ini dalam 
Kitabulhih (Al-Qur'an) ialah firman Allah Swl. yang mengatakan: 



c* 



Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesua/u kaum 
sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka 
sendiri. (Ar-Ra'd: 11) 

Hal ini disebutkan dalam suat u hadis yang berpredikat marfif. Al-Hafiz 
Muhammad ibnu Usman ibnu AbuSyaibah mengatakan dalam kitabnya 
yang berjudul Sifatul 'Arsy. Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan 
ibnu Ali, lelah menceritakan kepada kami Al-Haisam ibnul Asy'as As- 
Sulami, telah menceritakan kepada kami Abu llanifah Al-Yamani Al- 
Ansari, dari Umair ibnu Abdul Malik yang menceritakan bahwa Khalifah 
Ali ibnu AbuTalib berkhotbah kepada kami di atas mimbar Kufah. Antara 
lain ia mengatakan, "Apabila aku berdiam diri tidak berbicara kepada 
Rasulullah Saw., maka beliaulah yang memulainya kepadaku; dan apabila 
aku menanyakan suatu berita kepadanya, dia menceritakannya kepadaku. 
Dan dia menceritakan kepadaku suatu hadis dari Allah Swt. yang 
menyebutkan: 

Tuhan berfirman, 'Demi Kemuliaan, Keagungan, dan Ketinggian- 
Ku di atas 'Arasy; tiada suatu (penduduk) kota pun, dan tiada pula 
suatu ahli bait pun yang tadinya mengerjakan hal yang Aku benci 

kompungsunnah. otg 



Tatsirlbnu Kasir ____^ 143 

yaitu berbual durhaka terhadap-Ku. kemudian mereka berpaling 
dari /terbuatan durhaka itu menuju kepada perbuatan yang Aku 
sukai, yaitu taat kepada-Ku, melainkan Aku palingkan dari mereka 
hal yang tidak mereka sukai, yaitu azab-Ku; dan Aku berikan kepada 
mereka hal yang mereka sukai, yaitu rahmat- Ku' " 

I ladis berpredikat garib, di dalam sanadnya terdapat nama orang yang 
tidak kukenal. 

Ar-Ra'd, ayat 12-13 

Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepada kalian untuk 
menimbulkan kekalutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan 
mendung.'Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian 
pula) (Kira malaikat karena takut ke/nida-Nya, dan Allah melepaskan 
halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, 
dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan 
Yang Mahakeras siksa-Nya. 

Allah Swt. menceritakan Dialah yang menundukkan kilat, yaitu cahaya 
kemilau yang menyilaukan dari sela-sela awan. Ibnu Jarir meriwayatkan 
bahwa Ibnu Abbas pernah berkirim surat kepada Abui Jalad, bertanya 
kepadanya teniang kilat. Maka Abui Jalad menjawab bahwa kilat adalah 
air (hujan). 

Firman Allah Swt.: 



:>V- 



*. Q»$&i 



ketakutan dan harapan. (Ar-Ra'd: 12) 

kampun gsannah. org 



144 Juz 13 — Af-Ra'd 

(Jatadah mengatakan bahwa ketakutan bagi orang yang sedang dalam 
perjalanan yakni takut terhadap bahayanya. Dan harapan bagi orang yang 
bermukim (ada di tempat tinggalnya) adalah berharap berkah dan manfaat 
dari kilat, serta mengharapkan rezeki Allah (yaitu hujan). 

***** .o&ji6\ia&&; 

dan Dia mengadakan awan mendung. (Ar-Ra'd: 12) 

Yakni Allah menciplakannya dalam bentuk yang baru. Awan mendung 
ini —karena banyaknya air yang dikandungnya- maka berada dekat 
dengan permukaan bumi. Mujahid mengatakan bahwa as-sahabitssiaal 
artinya awan yang mengandung air. 
Firman Allah Swt.: 

Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah (Ar-Ra'd: 13) 
Ayat ini semakna dengan firman Allah Swt. yang mengatakan: 



CU ! 



<»fe *&&%$&&; 



Dan tak ada suatupun meiaht/uin bertasbih dengan memuji-Nya. 
(Al-Isra:44) 

Imam Ahmnd mengatakan, lelah menceritakan kepada kami Yazid. lelah 
menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Sa'd, telah menceritakan 
kepadaku ayahku yang mengatakan bahwa ia duduk di sebelah Humaid 
ibnu Abdur Rahman di masjid, lalu lewatlah seorang syekh dari kalangan 
Bani Giftar, kemudian I lumaid menyuruh seseorang untuk memanggilnya. 
Setelah syekh itu tiba, ia mengatakan, "Hai anak saudaraku, luaskanlah 
tempat duduk antara aku dan engkau.'* Syekh itu pernah menemani 
Rasulullah Saw. (yakni berpredikat seorang sahabat). Syekh itu datang, 
lalu duduk di antara aku dan Humaid. Humaid bertanya kepadanya, "Hadis 
apakah yang akan engkau ceritakan kepadaku dari Rasulullah Saw.?" 
Syekh menjawab bahwa ia pernah mendengar dari seorang syekh dari 

kampangwnnoh. org 




Talsir Ibnu Kasir 145 

kalangan Bani Ciiffar bercerita bahwa syekh yang kedua ini pernah 
mendengar Nabi Saw. bersabda: 

Sesungguhnya Allah mengadakan awan, maka awan itu dapat 
berbicara dengan suara yang paling baik dan dapat tertawa dengan 
tawa yang paling baik. 

Makna yang dimaksud —hanya Allah yang lebih mengetahui— bahwa 
ucapan awan adalah petirnya, dan tertawanya ialah kilatnya. 

Musa ibnu L'baidah telah meriwayatkan dari Sa'd ibnu Ibrahim yang 
mengatakan bahwa Allah mengirimkan hujan, maka tiada tawa yang lebih 
baik daripada tawanya, dan tiada bicara yang lebih indah daripada 
bicaranya. Tertawanya adalah kilat, dan bicaranya adalah petir. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, lelah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ubaidillah Ar- 
Razi, dari Muhammad ibnu Muslim yang mengatakan, "Telah sampai 
kepada kami.suatu berita bahwa kilat adalah seorang malaikat yang 
memiliki empat muka, yaitu muka manusia, muka banteng, muka elang, 
dan muka singa; apabila mengibaskan ekornya, maka itulah kilatnya." 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami AfTan, 
telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid ibnu Ziyad, telah 
menceritakan kepada kami Al-Hajjaj, telah menceritakan kepada kami 
Abu Matar, dari Salim, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah 
Saw. apabila mendengar suara guruh dan petir, beliau mengucapkan doa 
berikut: 

Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan mitrka-Mtt, dan 
janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu. dan 
maajkanlah kami sebelum t/u. 

kompungsannah. org 



146 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Hadis ini merupakan riwayat Imam Turmuzi dan Imam Bukhari di dalam 
Kitdbul Adab, seria Imam Nasai di dalam Bab "Zikir Malam dan Siang 
Hari". Imam Hakim di dalam kiiab Musfadrak-Uya meriwayatkannya 
melalui hadis Al-Hajjaj ibnu Artah, dari Abu Mathar, telapi ia lidak 
menyebutkan namanya. 

Imam Abu Ja'far ibnu Jarir mengatakan, lelah menceritakan kepada 
kami Ahmad ibnu lshaq, telah menceritakan kepada kami Abu Alimad, 
lelah menceritakan kepada kami Israil, dari ayahnya, dari seorang lelaki, 
dari Abu Hurairah yang me-ni/a'-kannya (sampai kepada Nabi Saw.). 
Disebutkan bahwa Nabi Saw. membaca doa berikut apabila mendengar 
suara guruh: 

Mahasuci Tuhan yang guruh bertasbih dengan /nemuji-Nya. 

Diriwayatkan dari Ali r.a. bahwa apabila ia mendengar suara guruh 
mengucapkan doa berikut: "Mahasuci Tuhan yang engkau bertasbih 
kepada-Nya." \ lal yang sama telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Tawus, 
dan Al-Aswad ibnu Yazid, bahwa mereka mengucapkan doa tersebut. 

AI-Au/a'i mengatakan, "Ibnu Zakaria pernah berkata bahwa barang 
siapa yang mendengar suara guruh, lalu membaca doa ini, 'Mahasuci Allah 
dan dengan memuji kepada-Nya/ niscaya dia tidak akan disambar petir." 

Dari Abdullah ibnuz Zubair, disebutkan bahwa apabi la ia mendengar 
suara guruh, sedangkan ia dalam keadaan berbicara, maka ia menghentikan 
pembicaraannya dan mengucapkan doa, "Mahasuci Tuhan yang guruh 
dan para malaikat bertasbih kepada-Nya dengan mernuji-Nya karena takut 
kepada-Nya." Lalu ia berkata, "Sesungguhnya suara ini benar-benar 
merupakan peringatan yang keras bagi penduduk bumi." Demikianlah 
menurut riwayat Imam Malik di dalam kitab Muwatttf -nya dan Imam 
Bukhari di dalam Kilabul Adab. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sulaiman 
ibnu Daud At-7ayalisi, telah menceritakan kepada kami 
Sadaqah ibnu Musa, lelah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu 
Wasi', dari Ma'mar ibnu Nahar, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah 
Saw. pernah bersabda: 

kampongsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir I_47_ 



Tuhan kalian lelah berfirman. "Sekiranya hamba-hamba- Ku laat 
kepada- Ku, tentulah Aku sirami mereka dengan air hujan di malam 
hari, dan Aku terbitkan kepada mereka matahari di siang harinya, 
dan tentulah Aku tidak akan memperdengarkan suara guruh kepada 
mereka. " 

ImamTabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Zakaria ibnu 
Yahya As-Saji. telah menceritakan kepada kami Abu Kamil Al-Juhdari, 
telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Kasir Abun Nadr, telah 
menceritakan kepada kami Abdul Karim, telah menceritakan kepada kami 
Ata, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah Savv. pernah 
bersabda: 

Apabila kalian mendengar suara guruh, maka berzikir/ah kepada 
Allah, karena sesungguhnya guruh tidak akan mengenai orang 
yang berzikir. 

Firman Allah Swt: 



dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimjxikatmya kepada siapa 
yang Dia kehendaki. (Ar-Ra'd: 13) 

Artinya, Allah melepaskan petir sebagai azab-Nya yang Dia timpakan 
kepada siapa yang dikchendaki-Nya. Karena itulah halilintar banyak terjadi 
di akhir zaman, seperti apa yang dikatakan oleh Imam Ahmad. Ia 
mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Mus'ab 
telah menceritakan kepada kami I marah, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa'id 

kompungsunnoh. orq 



148 Juz 13 — Ar-Rad 

Al-Khudri r.a., bahwa Nabi Saw. pernah bersabda: 

Halilintar akan banyak bila hari kiamat telah dekat, sehingga 
seorang /elaki datang kepacla suatu kaum, lalu ia mengatakan, 
"Siapakah yang telah disambar petir di antara kalian kemarin? " 
Maka mereka menjawab, "Si Fitlan. si Fufan, dan si f nian. " 

Telah diriwayatkan sebuah hadis berkenaan dengan asbdbwi nnzul ayat 
Ini oleh Al-I lafiz Abu Ya' la Al-Mausuli; telah menceritakan kepada kami 
lshaq. telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abu Sarah Asy-Syaibani, 
telah menceritakan kepada kami Sabit, dari Anas, baliwa Rasulullah Saw. 
mengirimkan seorang lelaki kepada seseorang dari kalangan orang- 
orang Badui yang kafir. Beliau Saw. memerintahkan kepada pesuruhnya 
itu, "Pergilah dan serulah dia untuk memeluk (agama )ku!" 

Pesuruh berangkat menuju tempat lelaki Badui itu. Setelah datang, 
ia berkata kepadanya, "Rasulullah Saw. menyerumu!" Lelaki Badui itu 
bertanya, "Siapakah Rasulullah, dan apakah Allah itu, apakah dari emas 
ataukah dari perak atau dari tembaga?" 

Pesuruh Rasulullah Saw. kembali menghadap kepada Rasulullah Saw. 
dan menceritakan apa yang dialaminya, la berkata kepada Nabi Saw., 
"Telah aku ceritakan kepadamu bahwa orang itu jauh lebih ingkar daripada 
apa yang diperkirakan. Dia mengatakan anu dan anu kepadaku 
(menunjukkan keingkarannya)." Rasulullah Saw. bersabda kepadaku, 
"Pergilah lagi kamu kepadanya!" 

Pesuruh Rasulullah Saw. berangkat lagi kepadanya untuk kedua 
kalinya, dan lelaki Badui yang diserunya mengatakan hal yang sama 
dengan sebelumnya. Maka pesuruh Rasulullah Saw. kembali dan berkata 
kepada Rasulullah Saw., "Wahai Rasulullah, telah aku ceritakan kepadamu 
bahwa dia lebih ingkar daripada itu." 

Rasulullah Saw. bersabda kepadanya. "Kembalilah kamu dan serulah 
dia!" Pesuruh Rasulullah Saw. kembali kepada lelaki Badui itu untuk 

kompungsunnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir M 9 

yang ketiga kalinya, tetapi lelaki Badui itu mengeluarkan jawaban yang 
sama kepada utusan Rasulullah. Ketika sedang berbieara dengan utusan 
Rasulullah, tiba-tiba Allah mengirimkan awan di atas kepala lelaki Badui 
itu, lalu awan tersebut mengeluarkan guruhnya, dan petir menyambar 
lelaki Badui itu mengenai kepalanya sehingga kepalanya hilang. Maka 
Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 



dan Allah melepaskan halilintar. ( Ar-Ra'd: 13), hingga akhir ayat. 

Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui hadis Ali ibnu Abu Sarah dengan 
sanad yang sama. Al-Hafi? Abu Bakar Al-Bazyar meriwayatkannya dari 
Abdah ibnu Abdullah. dari Yazid ibnu Harun, dari Dulaini ibnu Gazwan, 
dari Sabit, dari Anas, lalu disebutkan hal yang semisal. Al-Razzar 
mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad, 
telah menceritakan kepada kami AlTan, telah menceritakan kepada kami 
Aban ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Abu Imran Al-Juni, 
dari Abdur Rahman ibnu Saling r Al-Abdi. Disebutkan bahwa Nabi Saw. 
pernah mengutusnya kepada seseorang yang berlaku sewenang-wenang 
untuk menyerunya agar memeluk Islam. Tetapi lelaki yang discnmya 
bertanya, "Bagaimanakah menurut kalian tentang Tuhan kalian, apakah 
dari emas, atau dari perak atau dari permata?" Ketika lelaki yang diseru 
itu membantah mereka yang menyerunya, tiba-tiba Allah mengirimkan 
segumpal awan, lalu awan itu mengeluarkan suara guruhnya, kemudian 
Allah melepaskan halilintar mengenai lelaki yang diseru itu sehingga 
kepalanya hilang. Dan turunlah ayat ini. 

Abu Bakar ibnu Ayyasy telah menceritakan dari l.ais ibnu Sulaim, 
dari Mujahid yang mengatakan bahwa seorang Yahudi datang kepada 
Nabi Saw., lalu berkata, "Hai Muliammad, ceritakanlah kepadaku tentang 
Tuhanmu, terbuat dari apa, apakah dari tembaga atau dari mutiara atau 
dari batu yac|ut?" Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa lalu datanglah 
halilintar menyambar lelaki itu hingga binasa, kemudian Allah Swt. 
menurunkan firman-Nya: 

kampungsannah. org 



150 Juz 13 — Ar-Ra'd 

dan Allah melepaskan halilintar. (Ar-Ra'd: 13), hingga akhir ayat. 

Qatadah mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa pernah ada 
seorang lelaki yang ingkar kepada Al-Qur'an dan mendustakan Nabi Saw. 
Lalu Allah mengirimkan halilintar untuk menyambarnya hingga binasa, 
kemudian Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 

dan Allah melepaskan halilintar. (Ar-Ra'd: 13), hingga akhir ayat. 

Sehubungan dengan asbabnn maui ayat ini ulama tafsir menceritakan 
kisah Amir ibnut Tufail dan Arbad ibnu Rabi 'ah ketika keduanya tiba di 
Madinah dan menghadap kepada Rasulullah Saw., lalu keduanya meminta 
separo dari urusan itu buat mereka berdua kepada Rasulullah Saw. Tetapi 
Rasulullah Saw. menolak permintaan mereka berdua. Maka Amir ibnut 
Tufail berkata kepada Rasulullah Saw., "Ingatlah, demi Allah, 
sesungguhnya aku benar-benar akan memenuhi kota Madinah untuk 
memerangimu dengan pasukan berkuda dan pasukan jalan kaki." 

Maka Rasulullah Saw. menjawabnya, "Allah pasti menolakmu 
melakukan hal tersebut, demikian pula orang-orang Ansar." Kemudian 
keduanya berniat akan membunuh Rasulullah Saw. Untuk itu. salah 
seorang dari keduanya mengajak Rasulullah Saw. berbicara, sedangkan 
yang lainnya menghunus pedang untuk membunuh Rasulullah Saw. dari 
arah belakang. Akan tetapi, Allah Swt. melindungi diri Rasulullah Saw. 
dari perbuatan keduanya dan menjaganya. 

Akhirnya keduanya pergi meninggalkan koia Madinah, lalu 
berkeliling menemui kabilah-kabilah Arab Badui, mengumpulkan orang- 
orangnya buat memerangi Rasulullah Saw. Maka Allah mengirimkan awan 
yang mengandung halilintar kepada Arbad, kemudian Arbad mati terbakar 
disambar halilintar. Adapun Amir ibnut Tufail, Allah mengirimkan 
penyakit ta'un kepadanya; akhirnya tubuh Amir terkena penyakit bisul 
yang besar, sehingga Amir merintih-rintih kesakitan dan berkata, "Hai 
keluarga Amir, aku terserang bisul seperti bisul punuk unta. dan 
kematianku sudah dekat, yaitu di rumah keluarga Saluliyah." Akhirnya 
matilah keduanya. Semoga mereka berdua dilaknat oleh Allah. 
Sehubungan dengan peristiwa seperti itu Allah menurunkan firman-Nya: 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 151 

dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa 
yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang 
/*//<?//. (Ar-Ra'd: 13) 

Sehubungan dengan peristiwa itu l.ubaid ibnu Rabi'ah (saudara lelaki 
Arbad) mengatakan dalam baii syairnya yang mengungkapkan rasa 
belasungkawanya, "Aku merasa khawatir maui akan merenggut Arbad, 
tetapi aku tidak merasa takut akan keselamatannya terhadap hujan-Mu 
dan singa. Tetapi sangat mengejutkan aku halilintar dan guruh yang 
menggelegar menyambar seorang pendekar di hari yang sangat kubenci 
di Najd." 

Al-Hafiz Abui Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Mas'adah ibnu Sa'id Al-Attar, telah menceritakan kepada 
kami Ibrahim ibnul Munzir Al-Hizami, telah menceritakan kepadaku 
Abdul Aziz ibnu Imran, tetali menceritakan kepadaku Abdur Rahman 
dan Abdullah (keduanya anak Zaid ibnu Aslam), dari ayahnya, dari Ata 
ibnu Yasar, dari Ibnu Abbas, bahwa Arbad ibnu Qais ibnu Hazz ibnu 
Jalid ibnu Ja'far ibnu Kilab dan "Arnir ibnutTufail ibnu Malik tiba di 
Madinah unfuk menjumpai Rasulullah Saw. Lalu keduanya 
menjumpainya, saat itu Rasulullah Saw. sedang duduk; maka keduanya 
duduk di hadapan Rasulullah Saw. 

A. i m ibnut Tufail berkata, "lini Muhammad, apakah yang akan 
engkau berikan kepadaku jika aku masuk Islam?" Rasulullah Saw. 
bersabda, "Engkau akan memperoleh hak seperti kaum muslim lainnya 
dan mempunyai kewajiban yang sama dengan mereka." 

Arnir ibnutTufail berkata lagi "Apabila aku masuk Islam, maukah 
engkau jika aku memegang tampuk pemerintahan sesudahmu?" Rasulullah 
Saw. bersabda, "Hal itu bukanlah untukmu, bukan pula untuk kaummu, 
tetapi engkau boleh memegang tali kendali kuda (memimpin pasukan 
berkuda)." Arnir menjawab, "Sekarang saya adalah pemimpin pasukan 
berkuda Najd. Berikanlah kepadaku kekuasaan alas daerah-daerah pe- 
dalaman, dan engkau mempunyai kekuasaan di daerah-daerah perkotaan." 

Rasulullah Saw. menjawab, "Tidak." Ketika keduanya lelah pergi 
dari hadapan Rasulullah Saw., berkatalah Arnir, "Ingatlah, demi Allah, 
kampangsannah. org 



152 Juz 13 — Ar-Ra'd 

sesungguhnya aku akan memenuhi kota Madinah dengan pasukan berkuda 
dan pasukan jalan kaki untuk memerangimu." Rasulullah Saw. 
menjawabnya, "Allah pasti mencegahmu." 

Setela)] Arbad dan Amir keluar dari sisi Rasulullah Saw., Amir 
berkata, "Hai Arbad, aku akan menyibukkan Muhammad darimu dengan 
pembicaraan, lalu pukullah dia olehmu dengan pedang. Karena 
sesungguhnya orang-orang Madinah itu — bila kamu membunuh 
Muhammad — paling tidak tuntutan mereka adalah dial. Mereka pasti 
tidak mau berperang, maka kita beri mereka dial-aya. n Arbad berkata, 
"Akan saya lakukan." 

Keduanya kembali lagi menemui Rasulullah Saw. Amir berkata, "Hai 
Muhammad, kemarilah bersamaku, aku akan berbicara denganmu." 
Rasulullah Saw. bangkit dan pergi bersama Amir, lalu keduanya duduk 
di dekat pagar kebun kurma. Amir berbincang-bincang dengan Rasulullah 
Saw., sedangkan Arbad menghunus pedangnya. Tetapi ketika Arbad 
meletakkan tangannya pada gagang pedang, tiba-tiba tangannya kaku dan 
menempel pada gagang pedangnya sehingga ia tidak dapat mencabut 
pedang. 

Ketika Arbad dalam keadaan demikian, dalam waktu yang cukup 
lama dirasakan oleh Amir, tiba-tiba Rasulullah Saw. berpaling ke belakang 
dan melihat Arbad dalam posisinya yang demikian, maka beliau pergi 
meninggalkan keduanya. 

Akhirnya Amir dan Arbad pergi dari hadapan Rasulullah Saw., dan 
ketika keduanya telah sampai di Al-Harrah — yaitu Harrah Raqim — 
keduanya turun beristirahat Sa'd ibnu Mu'az dan Usaid ibnu Hudair 
keluar (dari Madinah) mengejar keduanya. Sa'd dan Usaid berkata, 
" Tampakkan lah dirimu, hai dua orang lelaki musuh Allah; semoga Allah 
melaknatmu berdua!" Amir bertanya, "Siapakah temanmu itu, hai Sa'd?" 
Sa'd menjawab, "Ini adalah Usaid ibnu Hudair, panglima pasukan." 

Keduanya pergi dari Madinah. Ketika sampai di Ar-Raqm, Allah 
mengirimkan halilintar bagi Arbad, lalu halilintar menyambarnya hingga 
mati. Sedangkan Amir ketika ia sampai di Al-Kharim, Allah menimpakan 
penyakit bisul yang membinasakan nya. Pada malam harinya ia sampai di 
rumah seorang wanita dari kalangan Bani Salul, lalu ia mengusap bisul 
di tenggorokannya seraya berkata, "Bisul seperti punuk unta di rumah 
seorang wanita Bani Salul," dengan harapan dia ingin mati di rumah 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 153 

wanita itu. l'ada keesokan harinya ia mengendarai kudanya pulang ke 
negerinya, letapi di tengali jalan ia sekarat dan mali. Sehubungan dengan 
peristiwa kedua orang itu Allah menurunkan firman-Nya: 



»*-#. )|MM 



Al f ah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan. (Ar- 
Ra'd: 8) 



sampai dengan firman-Nya: 



*>^-Mf&MSte 



" 



dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Ar-Ra'd: 
") 

Perawi mengatakan bahwa malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya 
bergiliran menjaga Nabi Muhammad Saw.atas perintah Allah. Kemudian 
perawi menyebutkan kisah Arbad dan kematiannya, lalu membacakan 
firman Allah Swt.: 

dan Allah melepaskan halilintar. (Ar-Ra*d: 1 3), hingga akhir ayal. 
Adapun firman Allah Swt.: 



dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah. (Ar-Ra'd: 1 3) 

Maksudnya, mereka meragukan kebesaran A llah yang sesungguhnya tidak 
ada Tuhan selain Dia. 



dan Dialah Tuhan Yang Mahakeras sitea-Nya. (Ar-Ra'd: 13) 
kampungwnnah. org 



154 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Ibuii Jarir mengatakan bahwa siksaan Allah yang amat keras hanya 
ditujukan kepada orang yang kelewat batas tcrhadap-Nya serta 
berkepanjangan dalam kckufurannya. Ayat ini maknanya serupa dengan 
firman Allah Swt: 

Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh 
dan Kami merencanakan makar (pula), sedangkan mereka tidak 
menyadari. Maka perhatikanlah betapa sesunggufmya akibat makar 
mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum 
mereka semuanya. (An-Naml: 50-51) 

Dari Ali r.a., disebutkan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



G\T «O-C-^la - 0U$tt>i^£j>»S 



dem Dialah Tuhan Yang Mahakeras siksa-Nya. (Ar-Ra'd: 13) 

Yakni sangat keras pembalasan-Nya. Mujahid mengatakan bahwa Allah 
sangat kuat (Mahakuat). 

Ar-Ra'd, ayat 14 

Hanya bagi AUah-iah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan 
berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat 
memperkenankan sesuatu pan bagi mereka, melainkan seperti 
orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air 
supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai 
ke mulutnya. Dan doa ( i badah) orang-orang kafir itu hanyalah sia- 
sia belaka. 

kompan gsannoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 5 5 



Ali ibnu Abu Talib r.a. mengatakan sehubungan dengan makna firman 
Allah Swt.; 



e\i.4^s3fa ypISitik) 



Hanya bagi AHah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar (Ar-Ra'd: 1 4) 

Bahwa yang dimaksud dengan da'watnl haq ialah seaian yang benar 
yang mengajak kepada ajaran tauhid. Demikianlah menurut riwayat Ibnu 
Jarir. 

Ibnu Abbas, Qatadah, dan Malik telah mengatakan dari Muhammad 
ibnul Munkadir sehubungan dengan makna firman Allah Swl.: 

Hanya bagi Allah-lah seruan yang benar. (Ar-Ra'd: 14) 

Yakni tidak ada Tuhan selain Allah. 
Firman Allah Swt: 



dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah (Ar-Ra'd: 
14). hingga akhir ayat 

Artinya, perumpamaan orang-orang yang menyembah sembahan- 
sembahan selain Allah adalah: 



» ms&&$w$ 



seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam 
air supaya sam/xii air ke mulutnya. (Ar-Ra'd: 14) 

Ali ibnu Abu Talib mengatakan bahwa perumpamaannya sama dengan 
seseorang yang mengambil air dari mulut sumur dengan tangannya, 
sedangkan ia tidak dapat meraih air itu dengan tangannya untuk selama- 
lamanya, terlebih lagi untuk sampai ke mulutnya. 

kampungwnnah. org 



156 Juz 13 — Ar-Ra'd 



Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna finnan-Nya: 



:\l.--l_c£lW ■■""' 

seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya. (Ar-Ra'd: 
14) 

Maksudnya, menggapai air dengan lisannya dan menjulurkan lidahnya 
ke arah air, sedangkan air itu tidak dapat dijangkau olehnya untuk selama- 
lamanya. Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah seperti 
orang yang menggenggamkan tangannya di air; sesungguhnya dia tidak 
dapat menggenggam sesuatu pun dari air itu, seperti yang dikatakan oleh 
seorang penyair: 

Sesungguhnya aku dan kamu serta kerinduanku kepada kamu adalah 
seperti seseorang yang menggenggamkan (tangannya) di air, jari- 
jemarinya tidak dapat memberinya minum. 

Penyair lainnya mengatakan: 

Kini keadaanku yang selalu dicekam oleh rasa rindu kepadanya 
(kekasih) sama halnya dengan orang yang menggenggamkan 
tangannya di dalam air. 

Makna yang dimaksud ialah, adakalanya seseorang yang menjulurkan 
tangannya ke air menggenggamkan telapak tangannya, adakalanya 
menggapainya dari arah jauh. Sebagaimana tidak dapat beroleh manfaat 
dari air yang tidak sampai ke mulutnya yang merupakan anggota tubuh 
untuk meminum air, begitu pula keadaan orang-orang musyrik yang 
menyembah selain Allah sembahan-sembahan lain-Nya; mereka lidak 
beroleh manfaat dari sembahan-sembahan mereka di dunia ini selama- 
lamanya, tidak pula di akhirat. Karena itulah di akhir ayat ini disebutkan 
oleh firman-Nya: 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibru Kasir 157 






Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka. 
(Ar-Ra'd: 14) 

Ar-Ra'd, ayat 15 

Hanya kepada Allah-lah sujud (paluh) segala apa yang di langit 
dan di bumi. baik dengan kemauan sendiri ataupun ter^taksa, (dan 
sujud pula) bayang-bayatigfiya di waktu pagi dan petang hari 

Allah Swi. menyebutkan tentang Kebesaran dan Kekuasaan-Nya yang 
mengalahkan segala sesuatu, dan tunduk patuhlah kepada-Nya segala 
sesuatu. Maka bcrsujudlah kepada-Nya dengan suka hati orang-orang 
yang beriman, dan dengan terpaksa orang-orang kafir. 

dan (sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi. (Ar-Ra'd: 1 5) 
Yakni di pagi hari. 

dan petatlg hari. (Ar-Ra'd: 15) 

Lafaz al-asal adalah bentuk jamak dari lafaz ashV, artinya sore hari. Makna 
ayat ini sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain oleh firman-Nya: 

Dan apakah mereka tidak memjKrliatikan segala sesuatu yang telati 
diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik. (An-Nahl: 48), 
hingga akhir ayat. 

kampvngsunnah. org 



158 Juz 13— Ar-Ra'd 

Ar-Ra'd, ayat16 

Katakanlah, "Siapakah Tttlian langit dan bumi?" Jawabnya, "Allah " 
Katakanlah, "Maka patutkah kalian mengambil pelindung-pelindwig 
kalian dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai 
kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka 
sendiri? " Katakanlah, "Adakah sama orang buta dan yang dapat 
melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah 
mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat 
menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa 
menurut pandangan mereka? " Katakanlah, "Allah adalah Pencipta 
segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi 
Mahuperkasu. " 

Allah Swl. menyalakan bahwa lidak ada Tuhan selain Dia sendiri, karena 
sesungguhnya mereka mengakui bahwa Allali-lah yang menciptakan langit 
dan bumi- Dia adalah Tuhannya dan yang mengaturnya. Tetapi sekalipun 
demikian, mereka telah mengambil dari selain-Nya penolong-penolong 
yang mereka sembah-sembah, padahal sembahan-sem bahan mereka itu 
sama sekali tidak memiliki sedikit manfaat pun —tidak pula sedikit 
mudarat pun — bagi diri mereka, juga bagi diri para penyembahnya. 
Dengan kata lain, sembahan-sem bahan itu tidak dapat memberikan suatu 
manfaat pun kepada para penyembah nya, tidak dapat pula menolak suatu 
mudarat pun dari mereka. Maka apakah sama orang yang menyembah 
tuhan-tuhan ini selain Allah dengan orang yang menyembah Allah semata 
tiada sekutu bagi-Nya, sedangkan dia berada pada jalan petunjuk dari 
Tuhannya? (Jawabannya tentu saja tidak sama). Karena itulah dalam 
firman selanjutnya disebutkan: 

kampungsannoh. org 



Tafsir Ibmi Kasir [59 

Katakanlah, "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, 
atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka 
menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan 
seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut 
pandangan mereka?" {Ar-Ra* d: 16) 

Artinya, apakah orang-orang musyrik itu menjadikan sembahan-sembahan 
bagi mereka selain Allah yang mereka samakan dan sejajarkan dengan 
kekuasaan-Nya dalam menciptakan segala sesuatu, lalu sembahan- 
sembahan itu menciptakan hal-hal yang sama dengan ciptaan-Nya, 
sehingga kedua ciptaan itu sama menurut pandangan mereka, dan mereka 
tidak dapat membedakannya lagi bahwa padahal makhluk-makhluk itu 
diciptakan oleh selain-Nya? Jawabannya, tentu saja tidak; yakni tidaklah 
kenyataannya seperti itu. Karena sesungguhnya tiada sesuatu pun yang 
menyerupai dan sama dengan Dia, tiada tandingan bagi-Nya, tiada lawan 
bagi-Nya, tiada pembantu bagi-Nya, tidak beranak, dan tidak beristri. 
— Mahatinggi Allah dari hal tersebut dengan ketinggian yang sebesar- 
besarnya — . Sekalipun mereka yang musyrik itu menyembah sembahan- 
sembahan selain Allah, tetapi dalam hati mereka mengakui bahwa 
sembahan-sembahan itu adalah makhluk dan hamba Allah. Mal ini terbukti 
melalui talbiyah mereka yang mengatakan, "Labbaika y tiada sekutu bagi- 
Mu, kecuali sekutu yang menjadi milik-Mu. ifngkau menguasainya, 
sedangkan dia tidak berkuasa," juga seperti yang disebutkan oleh Allah 
Swt. dalam firman-Nya menceritakan perihal mereka: 



CT = 



** $M$@m$& 



Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekat- 
kan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. (Az-Zumar: 3) 

Maka Allah membantah dugaan mereka itu, dan Allah menyatakan bahwa 
tiada seorang pun yang dapat memberikan syafaat di sisi-Nya kecuali 
dengan seizin-Nya, yaitu melalui firman-Nya dalam ayat lain: 

kampangsunnoh. org 



160 Juz 13— Ar-Ra'd 



CTT;t 



- 'teffi&to&tettto 



Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah melainkan bagi orang 
yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat itu (Saba 1 : 23) 



««**» <&s&&4$&iM 



Dan berapa banyaknya malaikat di langit. (An-Najm: 26), hingga 

akhir ayat 

Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang 
kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. 
Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan 
menghitung mereka dengan hitimgan yang teliti Dcoi tiap-tiap 
mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri- 
sendiri. (Maryam: 93-95) 

Apabila semuanya adalah hamba-hamba Allah, maka sebagian dari mereka 
lidak boleh menyembah sebagian yang lain tanpa dalil dan tanpa bukti. 
Apa yang mereka lakukan itu tiada lain hanyalah berdasarkan pendapat, 
buat-buatan, dan ciptaan mereka sendiri. Kemudian Allah telah mengutus 
rasul-rasul-Nya dari awal sampai yang terakhir untuk melarang mereka 
melakukan penyembahan kepada selain Allah. Akan tetapi, mereka 
didustakan dan ditentang. Maka mereka yang menentang para rasul itu 
benar-benar berhak mendapat azab Allah. 

Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pwi. (Al-Kahfi: 49) 

kompangsunnah. org 



Tafsir Ibou Kasir 161 

Ar-Ra'd, ayat 17 

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah 
air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa 
buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur 
dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) 
buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat 
perumpamaan (bagi) yang benar dan vang batil. Adapun buih itu, 
akan hilang sebagai yang tak ada f largonya; adapun yang memberi 
manfaat kepada manusia, maka ia tetap di btanL Demikhmlali Al/ali 
membuat perumpamaan -perumpamaan. 

Ayat yang mulia ini mengandungdua perumpamaan yang menggambarkan 
tentang keteguhan dan keleslarian perkara hak dan kepudaran serta 
kefanaan perkara batil. Untuk itu, Allah Swt. berfirman: 

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah 
air di lembah-lembah menurut ukurannya. (Ar-Ra'd: 1 7) 

Artinya, masing-masing lembah dipenuhi oleh air hujan itu sesuai dengan 
ukuran luasnya; ada yang luar. maka memuat banyak air; dan ada yang 
kecil, maka air yang dimuatnya sesuai dengan ukuran luas lahannya. Hal 
ini mengisyaratkan dan menggambarkan tentang hati manusia dan 
perbedaan-perbedaan ny a. I 'i antaranya ada yang dapat memuat ilmu yang 
banyak, di antaranya ada pula yang tidak dapat memuat ilmu yang banyak, 
melainkan sedikit, karena hatinya sempit. 

kampangsunnah. org 



162 Juz »3 — Ar-Ra'd 

/nakaartis itu membawa buih yang mengembang, (Ar-Ra'd; 17) 

Yakni dari permukaan airyangmengalir di lembah- lembah itu muncullah 
buih; hal ini merupakan suatu perumpamaan. Dan firman Allah Swt: 

Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat 
perhiasan atau alat-alat. (Ar-Ra'd: 17), hingga akhir ayat. 

mengandung perumpamaan lainnya, yakni barang logam seperti emas 
atau perak yangdilcburdi dalam api untuk membual perhiasan, atau logam 
yang dilebur berupa tembaga atau besi untuk membuat peralatan. Maka 
sesungguhnya dari leburan logam itu keluar pula buih seperti yang ada 
pada arus air di lembah. 

t<0 



««**. d#%&$i<iMm 



Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan 
yang batil. (Ar-Ra* d: 17) 

Yakni apabila perkara yang hak dan perkara yang batil bertemu, maka 
perkara yang batil tidak akan kuat dan pasti lenyap. Perihalnya sama 
dengan buih, lidak akan bertahan lama dengan air, tidak pula dengan 
emas, perak, dan logam lainnya yang dilebur dengan api, melainkan pasli 
akan menyurut dan lenyap. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: 



.wuucbtt&tf&gntt 



Adapun buih itu, akan hilang sebagai yang tak ada harganya (Ar- 
Ra'd: 17) 

Yaitu sama sekali tidak berguna, melainkan buih itu akan bercerai berai 
dan lenyap di kedua tepi lembah; atau bergantung pada pepohonan, lalu 
kering diterpa angin. Begitu pula halnya kotoran emas, perak, besi, dan 

kampangsunnah. org 



Tafsir tbnu Kasir 1 63 



lembaga, tiada yang tersisa darinya melainkan hanya airnya saja; dan 
emas serta lain-lainnya itulah yang bermanfaat. Itulah yang disebutkan 
oleh firman-Nya: 

adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di 
bumi. Demikianlaft Allah membuat perumpumaun-perumpainaan. 
(Ar-Ra'd:!?) 

Sama halnya dengan yang disebutkan oleh Allah Swt dalam ayal yang 
lain: 



eiv 



Dan perum\)amaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; 
dan tiada yang memahaminya kecuali arang-arang yang berilmu, 
(Al-Ankabut:43) 

Sebagian ulama Salaf mengatakan, "Apabila aku membaca suatu masai 
(perumpamaan) dari Al-Qur'an, lalu aku tidak memahaminya, maka aku 
menangisi diriku sendiri, karena Allah Swt. telah berfirman: 



•■^<aSM$&& 



'dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu ' 
(Al-Ankabut:43)." 

Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan 
dengan makna firman-Nya: 



C\V'J_^Jl> 



^1^^)33^021 



Allah telah menurunkan air (hujan) dari /crngit, maka mengalirlah 
air di lembah-lembah menurut ukurannya. (Ar-Ra*d: 17), hingga 
akhir ayal. 

kompan gsunnah. org 



164 Juz 13— Ar-Ra'd 

Ini adalah perumpamaan yang dibuat oleh Allah, menggambarkan 
kandungan hali manusia menurut kadar keyakinan dan keraguannya. I lati 
yang dipenuhi oleh keraguan (kepada Allah) tiada bermanfaat amal 
perbuatannya. Sedangkan hati yang dipenuhi dengan keyakinan, maka 
Allah memberikan manfaat kepada pemiliknya berkat keyakinannya itu. 
Inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah Swt: 

Adapun buih itu. (Ar-Ra'd: 1 7) 
Maksudnya, keraguan itu. 



cw 



+** ig&y&jMtentt&i 



akan hilang sebagai yang tak ada harganya, adapun yang memberi 
manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. (Ar-Ra'd: 17) 

Yaitu keyakinan. Sebagaimana perhiasan dilebur di dalam api untuk 
diambil kemurniannya dan dibuang kekolorannya di dalam api yang 
meleburnya, maka demikianlah Allah menerima hati yang yakin dan 
meninggalkan hati yang ragu. 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna Firman-Nya: 

CW'4_rf£Jl3 

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah 
air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa 
buih yang mengembang. (Ar-Ra'd: 17) 

Arus air itu membawa kayu-kayuan dan lumpur yang ada di lembah. 



ewi4-j£lb 



jada&Sfts&s 



Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api. (Ar-Ra'd: 1 7) 
kampangsannah. org 



Tafsit Ibnu Kastr 165 



Yakni emas, perak untuk perhiasan dan perabotan, serta tembaga dan 
besi. Tembaga dan besi bila dilebur ada kotorannya, Allah menjadikan 
perumpamaan bagi kotoran itu dengan buih air. Adapun barang yang 
bermanfaat bagi manusia, ia adalah emas dan perak; dan yang bermanfaat 
bagi bumi ialah air yang diserap oleh bumi sehingga menjadi subur 
karenanya. Hal ini dijadikan perumpamaan bagi amal saleh yang 
melestarikan pelakunya, sedangkan amal buruk akan menyurutkan 
pelakunya, sebagaimana surutnya buih itu. Demikian pula halnya petunjuk 
dan perkara yang hak, keduanya datang dari sisi Allah. Barang siapa yang 
mengerjakan perkara yang hak. maka ia akan memperoleh pahalanya, 
dan amalnya itu akan lestari sebagaimana lestarinya sesuatu yang 
bermanfaat bagi manusia di bumi. Besi tidak dapat dijadikan pisau, tidak 
pula pedang sebelum dimasukkan ke dalam api, lalu api membakar 
kotorannya dan mengeluarkan intinya yang dapat dimanfaatkan. Kotoran 
besi itu diumpamakan sebagai perkara batil, ia akan surut dan lenyap. 

Apabila hari kiamat tiba, manusia dibangkitkan, dan semua amal 
perbuatan mereka dihisab, maka perkara yang batil pasti lenyap dan binasa, 
sedangkan orang-orang yang mengerjakan perkara hak beroleh pahala 
dari perkara hak yang dikerjakannya. Hal yang sama diriwayatkan pula 
dalam tafsir a>jit ini dari Mujahid, Al-Hasan Al-Basri, Ata, Qatadah, dan 
bukan hanya satu dari ulama salaf dan k ha la f. Allah SwL telah membuat 
dua perumpamaan bagi orang-orang munafik dalam permulaan surat A I - 
Baqarah, yaitu dengan api dan air. Pertama adalah firman Allah Swt: 

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, 
maka setelah api itu menerangi sekelilingnya. (Al-Baqarah: 17), 
hingga akhir ayat. 

Dan firman-Nya: 



C.W iS^iita 



fttSSftt^&£Hf& 



atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit di- 
sertai gelap gulita guruh, dankilat. (Al-Baqarah: 19XhinggaakhirayaL 
kampangsannah. orq 



166 Juz 1 3 — Ar-Ra'd 

Hal yang sama dimisalkan pula bagi orang-orang kafir di dalam surat 
An-Nur, yaitu dengan dua misal (perumpamaan). Pertama* oleh firman 
Allah Swt. yang mengatakan: 



c^ 



-*■* gsiMt 



Dati orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana 
fatamorgana (An-Nur: 39), hingga akhir ayat. 

Fatamorgana hanya terjadi di saat panas sangat terik. Di dalam kitab 
Sahihain disebutkan bahwa pada liari kiamat nanti dikatakan kepada 
orang-orang Yahudi, "Apakah yang kalian inginkan?" Mereka menjawab, 
"Wahai Tuhan kami, kami sangat haus, berilah kami minum." Dikatakan, 
"Mengapa kalian tidak datang sendiri ke tempa! air?" Maka mereka datang 
ke neraka, tiba-tiba neraka kelihatan seperti fatamorgana yang sebagian 
darinya memukul sebagian lainnya. 

Kedua, dalam ayat yang lain Allah Swt. berfirman: 

Atau seperti gelap gulita di lautanyang dalam. (An-Nur: 40), hingga 
akhir a>at. 

Di dalam kitab Sahihain disebutkan dari Abu Musa Al-Asy*ari r.a. bahwa 
Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

kampungsunnah. org 



Ta'sirlbnu Kasir 167 

Sesungguhnya pertimpamacm petunjuk dan ilimi yangdiuluskan oleh 
Allah kepadaku (untuk menyampaikannya) &tm& dengan hujan yang 
menyirami bumi Sebagian di antaranya adalah lahan yang dapat 
menerima air, lalu ia dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan 
rerumputan yang banyak Dan sebagian di antaranya ada/ah lahan 
yang tandus dapat menampung air. sehingga melaluinya Allah 
memberikan manfaat kepada manusia; mereka dapat minum airnya, 
menggembalakan ternaknya, memberi minum ternaknya, dan 
bercocok tanam. Dan hujan itu menyirami pula sebagian tanah yang 
tiada lain hanyalah berupa rawa, tidak dapat menerima air, dan 
tidak dapat menumbuhkan tetumbuhan. Hal tersebut merupakan 
perumpamaan arang yang mengerti agama Al/aJi dan mendapatkan 
manfaat dari Allah melalui apa yang diutuskan kepadaku serta 
memberikan manfaat itu (kepada orang lain), dialah orang yang 
mengetahui '(agama Allah) dan mengajarkannya (kepada orang lain). 
Dan perumpamaan teri taf ig orang yang tidak mau mengangkat 
kepalanya (tidak mau) menerima hal tersebut, dan menolak hidayah 
Allah yang aku diutus untuk menyampaikannya. 

Ini adalah perumpamaan air. Di dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh 
Imam Ahmad disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abdur 
Raz7aq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Hammam ibnu 
Munabbih yang mengatakan bahwa berikut ini adalah hadis yang 
diceritakan oleh Abu Hurairah r.a. kepada kami, dari Rasulullah Saw., 
bahwa Rasulullah Saw. pemah bersabda: 

■Ag sj&%fi<fifofa S^dZf&i 
kampungsannah. org 




168 Ju z 13 — Ar-Ra'd 

Perumpamaanku dan kailan sama dengan seorang lelaki yang 
menyalakan api; selelah api menyinari sekelilingnya, maka laron 
dan binatang serangga /ainnya berhamburan jatuh ke dalam api 
itu. Sedangkan lelaki itu menghalang-hakmginya agar jangan jatuh 
ke dalam api, tetapi mereka mengalahkannya dan menjatuhkan 
dirinya ke dalam api — Nabi Saw. melanjutkan sabdanya — i /tulah 
perumpamaan aku dan kalian, aku berupaya menghalang-halangi 
kalian dari neraka, "Menjauhlah dari neraka! " Tetapi kalian 
mengalahkanku dan kalian masuk ke dalam neraka. 

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan pula hadis ini. Dan 
ini merupakan perumpamaan api. 

Ar-Ra'd, ayat 18 

Bagi orang-orang yang memenuhi seman Tuhannya (disediakan) 
pembalasan yang haik Dan orang-orang yang tidak memenuhi 
seman Tuhannya, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) 
yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi 
besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan 
itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan 
tempat kediaman mereka ialah, fa/iannam, dan itu/ah seburuk-buruk 
tempat kediaman. 

Allah S'.'.:, menceritakan tentang tempat kembali orang-orang yang 
berbahagia dan orang-orang yang celaka. Untuk itu Allah Swt. berfirman: 

kampungsannah. org 



Tafeit Ibnu Kasir [69 

***** $$&&$& 

Bagi orang-orang yang memenuhi seman Tuhannya. (Ar-Ra'd: 18) 

Maksudnya, iaal kepada Allah dan Rasul-Nya serta lunduk kepada 
perin tah-perintah-Nya dan membenarkan berita-berita-Nya tentang masa 
lalu dan masa yang akan datang. Maka bagi mereka: 

(disediakan) pembalasan yang baik, (Ar-Ra'd: 18) 

Yakni pahala yang baik. Makna ayat ini sama dengan yang disebutkan 
oleh Allah Swt dalam kisah Zul Qarnain. Disebutkan bahwa Zul Qamain 
berkata: 

"Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, 
kemudian dia dikembalikan ke/x/da Tulumnya. lalu Tuhan mengalah- 
nya dengan azab yang tidak ada laranya. Dan adapun orang-orang 
yang beriman dan beramal saleh, maka baginya /Hifiala yang terbaik 
sebagai balasan, dan akun kami lilahkan kepadanya (perintah ) yang 
mudab dari perintah-perintah kami." (Al-Kahfi: 87-88) 

Sama pula dengan makna firman Allah Sut.: 



C« '^S^A? 



m^m^m 



Bagi orang yang berbuat baik. ada /Kihala yang terbaik (surga) dan 
tambahannya. (Yunus: 26) 

Adapun firman Allah Swt.: 

• 

kompangsannoh. orq 



170 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Dan orang-orang yang tidak memenuhi seman Tuhan. (Ar-Ra'd: 
1 8) 



Maksudnya, tidak taat kepada Allah Swt 



C&Ai«U«gdb 



%6MdM$# 



sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi. 
(Ar-Ra'd: 1 8) 

Yakni kelak di hari kemudian. Seandainya memungkinkan bagi mereka 
menebus diri mereka dari azab Allah dengan emas sepenuh bumi dan 
tambahannya yang banyaknya sama, niscaya mereka mau menebus diri 
mereka dengan semua yang mereka miliki itu. Akan tetapi, hal itu pasti 
tidak akan diterima, karena sesungguhnya A Hal) Swt kelak di hari kiamat 
tidak mau menerima tebusan dan amal apa pun dari mereka. 



b».*^& QLN&$S& 



Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk. (Ar-Ra'd: 
18) 

Yaitu kelak di liari akhirat. Dengan kata lain, mereka dimintai pertanggung 
jawabannya terhadap semua perkara yang kecil dan perkara yang besar 
yang telah mereka lakukan. Dan barang siapa yang dimintai pertanggung 
jawabannya dalam hisab, berarti pasti diazab. Karena itulah disebutkan 
oleh firman selanjutnya: 

dan tempat kediaman mereka ialah Jahannam, dan itulah seburuk- 
buruk tempat kediaman. (Ar-Ra'd: 18) 

Ar-Ra'd, ayat 19 

kampangsunnah. ora 



Tafsir Ibnu Kasir 171 

Apakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan 
kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? 
Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil 
pelajaran. 

Allah Swl. menyebutkan bahwa tidaklah sama orang yang meyakini bahwa 
apa: 

yang diturunkan kepadamu. (Ar-Ra'd: 19) 
hai Muhammad. 

dari Tu/tanmu. (Ar-Ra'd: 19) 

Adalah perkara yang hak yang tiada keraguan di dalamnya, tiada 
kebimbangan, tiada kebingungan, dan tiada pertentangan di dalamnya. 
Bahkan semuanya adalah benar, sebagian darinya membenarkan sebagian 
yang lain, tiada sesuatu pun darinya yang bertentangan dengan lainnya. 
Semua berita yang disebutkan di dalam Al-Qur'an adalah benar, dan 
semua perintah serta larangannya adalah adil, seperti yang disebutkan 
dalam firman Allah dalam ayat lain: 

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an), sebagai kalimat 
yang benar dan adiL (Al-An'am: 1 15) 

Artinya, benar dalam berita-beritanya dan adil dalam perintahnya Maka 
tidaklah sama orang yang mengecap kebenaran dari apayangdisampaikan . 
olehmu, hai Muhammad, dengan orang yang buta tiada petunjuk baginya 
ke jalan kebaikan dan tiada pula ia memahaminya; dan seandainya dia 
memahaminya, ia tetap tidak akan tunduk, tidak akan membenarkannya, 
tidak pula akan mengikut i nya. Ayat ini sama maknanya dengan firman 

kampungsannoh. org 



172 Juz 13— Ar-Ra'd 



Allah Swt. dalam ayat yang lain, yaitu: 

Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni 
surga: f>engfnmi-/>enghuni surga ilulafi orang- orang yang beruntung. 
(Al-Hasyr:20) 

Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya: 



Adakah orang yang mengetahui balnva apa yang diturunkan 
kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta ? 
(Ar-Ra'd: 19) 

Dengan kata lain. apakah orang yang berciri khas demikian sama dengan 
orang itu? Jawabnya, tentu saja tidak sama. 
Firman Allah Swt: 



c\-v 



^•s^nM$3 



Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil 
/Wo/arm/. (Ar-Ra'd: 19) 

Yakni sesungguhnya orangyang mengambil pelajaran dan menjadikannya 
sebagai nasihat serta memahaminya hanyalah orang-orang yang berakal 
sehat dan berpikiran lurus; semoga Allah menjadikan kita di antara 
golongan mereka. 

Ar-Ra'd, ayat 20-24 

kampangsannoh. org 



TatstrlbnuKasif 173 

(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak 
perjanjian, dan orang-orang yang menghibungkan apa-apa yang 
Allah perintahkan supaya dihubungkatmya, dan mereka lakui kepada 
Tuhannya dan lakui ke/?ada hisab yang buruk Dan orang-orang 
yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan salat, 
dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, 
secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak keja/iatan 
dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat 
kesudeman (yang baik), (yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke 
dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari 
bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedangkan 
malaikat-nifdaikat masuk At 'tempat-tempat mereka dari semua pintu 
(sambil mengucapkan), " Keselamatan terlimpaJikan kepada kalian 
berkat kesabaran kalian " Maka alangkah baiknya tempat kesudahan 
itu. 

Allah Swt. berfirman, menceritakan tentang orang-orang yang memiliki 
sifat-sifat yang terpuji ini; bahwa mereka akan memperoleh kesudahan 
yang baik, yaitu akibat yang terpuji dan kemenangan di dunia dan akhirat: 

(yaitu) orang-orang yang memenuhi 'janji Allah dan tidak merusak 
perjanjian. (Ar-Ra'd: 20) 

Mereka tidak sama dengan orang-orang munafik yang apabila seseorang 
dari mereka mengadakan perjanjian, maka dilanggarnya; apabila 

kampungsunnah. org 



174 Juz 13— Ar-Ra'd 



bersengketa, curang; apabila berbicara, dusta; dan apabila dipercaya, 
khianat. 



e\» i 



>^84&WS&&&k 



dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah 
perintahkan supaya dihubungkannya. (Ar-Ra'd: 21) 

seperti silaturahmi, berbuat baik kepada kaum kerabat dan sanak famili, 
juga kepada kaum rakir miskin, orang-orang yang memerlukan bantuan, 
dan mendermakan kebajikan. 



dan mereka takut kepada Tuhannya. ( Ar-Ra'd; 2 1 ) 

Yakni dalam mengerjakan amal-amal yang harus mereka lakukan dan 
dalam menghindari perbuatan-perbuatan yangharus mereka tinggalkan. 
Dalam hal tersebut mereka merasa di bawah pengawasan Allah dan mereka 
merasa takut akan hisab yang buruk di hari akhirat. Karena itulah maka 
Allah memerintahkan mereka untuk tetap berada dalam jalan yang lurus 
dan istiqamah dalam semua aktivitas dan semua keadaan yang mereka 
alami. 



** Hfc3&|b&3ft 



Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya. 
(Ar-Ra'd: 22) 

Yaitu sabar terhadap hal-hal yang diharamkan dan dosa-dosa. Mereka 
memutuskan diri dari perbuatan-perbuatan tersebut karena mengharapkan 
rida Allah dan pahala-Nya yang berlimpah. 



««..^3* EWI& 



mendirikan salat. (Ar-Ra'd: 22) 

kampangsannoh. org 



Tafsir Ibm.K.-sir 1 7 S 

> 

dengan memelihara batasan-batasannya, waktu-waklunya, rukuk, sujud, 
dan khusyuknya sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh syariat. 



c\\ i 



^ ,*#£&« 



dan menafkahkan sebagian rezeki yang Ktani berikan kepada mereka. 
(Ar-Ra'd:22) 

Artinya, mereka memberikan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan 
kepada mereka kepada orang-orang yang wajib mereka biayai, yaitu anak, 
istri, dan kaum kerabat; mereka juga memberi orang lain dari kalangan 
kaum fakir miskin dan orang-orang yang memerlukan bantuannya. 



i" 



<>-$» &&S&- 



secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan. (Ar-Ra'd: 22) 

Yakni baik secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan; tiada 
suatu keadaan pun yang menghambat mereka untuk menginfakkannya, 
baik di malam ataupun siang harinya. 

serta menolak kejaliatan dengan kebaikan. (Ar-Ra'd: 22) 

Maksudnya, mereka membalas perbuatan jahat dengan perbuatan yang 
baik. Untuk itu, apabila seseorang menyakiti mereka, maka mereka 
membalasnya dengan kebaikan sebagai pengejawantahan dari sikap sabar 
dan memaallnya. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam 
ayat lain melalui firman-Nya: 

Tolak/ah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba- 
tiba orang yang antaramu dan antara dia adapermusu/ian seolah- 

kampungsannoh. org 



i 76 Juz 13 — Ar-Ra'd 

olah lemon yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak 
dianugerahkan melainkan ke/rada orang-orang yang sabar dan tidak 
dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang menqntnyai 
keberuntungan yang besur. (Fussilat: 34-35) 

Karena itulah maka Allah Swt memberitahukan tentang mereka yang 
berbahagia yang menyandang sifat-sifat yang baik itu, bahwasanya mereka 
akan memperoleh tempat kesudahan yang baik. Dalam ayat selanjutnya 
hal itu dijelaskan oleh firman-Nya: 

(yaitu) surga 'Adn (Ar-Ra'd: 23) 

Al- Adn artinya Gempal bermukim, yakni snrga-surga tempat tinggal; 
mereka kekal di dalamnya. 

Dari Abdullah ibnu Amr, disebutkan bahwa ia pernah mengatakan, 
"Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah gedung yang disebut 4 Adn, 
di sekelilingnya terdapat banyak menara dan taman. Di dalam gedung 
'Adn terdapat lima ribu pintu, dan pada tiap-tiap pintunya terdapat lima 
ribu buah tirai hibarah. Tiada yang memasukinya kecuali hanya nabi atau 
sidditj atau orang yang mati syahid." 

Ad-Dahhak telah mengatakan sehubungan dengan makna firman- 
Nya: 

(yaitu) surga 'Adn. (Ar-Ra'd: 23) 

Yakni sebuah kota surga, di dalamnya terdapat para rasul, para nabi, para 
syuhada, dan para imam pemberi petunjuk; sedangkan orang-orang lain 
berada di sekitar mereka sesudahnya, dan surga-surga lainnya berada di 
sekitarnya. Kedua riwayat di atas dikemukakan oleh Ibnu Jarir. 
Firman Allah Swt.: 

kompunqsunnah.org 



Tafsir Ibnu Kasir 177 

bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak- 
bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya (Ar-Ra'd: 23) 

Artinya, Allah menghimpunkan mereka bersama kekasih-kekasih mereka 
di dalam surga, yaitu bapak-bapak mereka, keluarga mereka, dan anak- 
anak mereka yang layak untuk masuk surga dari kalangan kaum mukmin, 
agar hati mereka senang. Sehingga dalam hal ini Allah mengangkat derajat 
orang yang berkedudukan rendah ke tingkat kedudukan yang tinggi 
sebagai anugerah dari-Nya dan kcbajikan-Nya, tanpa mengurangi derajat 
ketinggian seseorang dari kedudukannya. Hal ini sama dengan yang 
diungkapkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya: 



c\\ 



Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka 
mengikuti mereka dalam keimanan. Kami hubtmgkmi anak cucu 
mereka dengan mereka. (At-Tiir: 2 1 ), hingga akhir ayat 

Adapun firman Allah Swt.: 

sedangku?! malaikat -malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari 
semua pintu (sambil mengucapkan), "Salanntn 'Alaikum Bima 
Sabartum. " Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu (Ar-Ra'd; 
23-24) 

Yakni para malaikat masuk ke tempat mereka dari setiap pintu untuk 
mengucapkan, "Selamat masuk surga," kepada mereka. Dengan kata lain, 
apabila mereka masuk ke dalam surga, maka para malaikat datang 
berduyun-duyun mengucapkan selamat atas apa yang telah mereka peroleh 
dari Allah, yaitu kedudukan yang dekat dengan-Nya, limpahan nikmat 
dari-Nya, dan masuk ke dalam Darussalam di dekat para siddTq7n, para 
nabi, dan para rasul yang mulia. 

Imam Ahmad rahimahu/lah mengatakan, lelah menceritakan kepada 
kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepadaku SaMd ibnu Abu 

kampungsunnah. org 



178 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Ayyub, lelah menceritakan kepada kami Ma'ruf ibnu Suwaid Al-Harrani, 
dari Abu Usyanah AI-Mu'afiri, dari Abdullah ibnu Amr ibnul As-r.a., 
dari Rasulullah Saw. Disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda; 



■^ 



*< 



M ''■"?>&<<•>%'>' 



Tahukah kalian, siapakah orang-orang yang mula-mula masuk surga 
dari kalangan makhluk Allah? 

Mereka (para sahabat) menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih 
mengetahui." Maka Rasulullah Saw. bersabda: 








Orang yang mula-mula masuk surga (lari kalangan makhluk Allah 
ialah kaum fakir miskin Muhajirin; mereka adalah orang-orang yang 
bertugas membentengi daerah-daerah perbatasan untuk mencegah 
hal-hal yang tidak diinginkan. Seseorang dari mereka mati, 
sedangkan keperluannya masih tersimpan di dalam dadanya tanpa 
mempunyai kemampuan untuk melunasinya Maka Allah berfirman 
kepada para malaikat yang dikehendaki-Nya, ' 'Datangilah mereka 
oleh kalian dan ucapkanlah selamat kepada mereka! " Maka para 
malaikat bertanya, "Kami adalah penduduk langit-Mu dan makltluk- 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 179 

Mu yang terpilih, apakah Engkau perintahkan kami untuk datang 
ke/xida mereka untuk mengucapkan selamat kepada mereka? "Allah 
berfirman. "Sesungguhnya mereka adalah hamba- hamba-{Ku) yang 
menyembah- Ku tanpa mempersekutukan diri-Ku dengan sesuatu 
pun. Merekalah yang membentengi daerah-daerah perluasan untuk 
mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seseorang dari 
mereka mati, sedangkan keperluan (kebutuhan)nya masih tersim/xm 
di dalam dadanya tanpa dapat melunasinya {menunaikannya)" 

Rasulullah Saw. melanjutkan sabdanya, bahwa saat itu juga para malaikat 
mendatangi mereka dan masuk ke tempat mereka dari semua pintunya 
seraya mengucapkan: 



Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian. 
Maka alangkah baiknya tempat kestuiahan itu. (Ar-Ra'd: 24) 

Abui Qasim At-Tabrani mcriwayatkaiuiya dari Ahmad ibnu Rasyidin, 
dari Ahmad ibnu Saleh, dari Abdullah ibnu Wahb, dari Umar ibnul Maris, 
dari Abu Usyanah yang telah mendengar dari Abdullah ibnu Amr. dari 
Nabi Saw. yang telah bersabda: 




kampangsannah. org 



180 Juz 13 — Ar-Ra'd 



W J £ ^_ 



Golongan yang mula-mula masuk surga adalah kaum fakir miskin 
Muhajirin yang dengan keberadaan mereka semua hal yang tidak 
diinginkan terhindarkan: dan apabila mereka diperintahkan, maka 
mereka tunduk /xit uh mengerjakannya. Dan sesungguhnya seseorang 
dari mereka benar-benar mempunyai keperluan kepada sultan yang 
belum terpenuhi hingga ia mati, sedangkan keperluannya itu masih 
tersimpan di dalam dadanya. Dan sesungguhnya Allah menyeru 
surga pada hari kiamat, maka surga datang dengan segala keindahem 
dan perhiasannya. Lalu Allah berfirman, "Di manakah hamba- 
hamba-Ku yang telah berperang di jalan -Allah, disakiti dalam 
membela jalan-Ku, dan berjihad di jalan- Ku? Masuklah kalian ke 
dalam surga tanpa azab dan tanpa hisab. " Maka berdatanganlah 
para malaikat yang langsung bersujud (kepacla-Nya) dan berkata. 
"Wahai Tuhan kami. kami selalu bertasbih dengan memuji-Mu 
sepanjang malam dan siang hari, dan kami selalu menyucikan 
Engkau, siapakah mereka yang lebih /Cngkau prioritaskan di atas 
kami? " Allah Swt. berfirman. "Mereka adalah hamba- hamba- Ku 
yang berjihad di jalan-Ku dan disakiti karena membela jalan-Ku. " 
Maka para malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu seraya 
mengucapkan, "Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat 
kesabaran kalian. " Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. 

Abclullah ibnnl Mubarak telah meriwayatkan dari llaqiyyah ibnul Walid, 
telah menceritakan kepada kami A riah ibnul Munzir, bahwa ia pernah 
mendengar seorang lelaki dari kalangan sesepuh yang ada dalam pasukan 
(kaum muslim) yang dikenal dengan nama Abui Hajjaj. Dia mengatakan 
bahwa ia duduk di majelis Abu Umamah, dan Abu Umamah mengatakan, 
"Sesungguhnya orang mukmin itu apabila masuk surga, duduk menyandar 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 



di alas dipan-dipannya, sedangkan di hadapannya terdapat dua jajar barisan 
para pelayan, dan di ujung barisan pelayan terdapat pintu yang dijaga. 
Kemudian malaikat datang dan meminta izin untuk masuk, maka penjaga 
pintu berkata kepada pelayan yang ada di dekatnya, 'Ada malaikat datang 
meminta masuk.' Pelayan itu lalu memberitahukan kepada pelayan lain 
yang ada di sisinya, bahwa ada malaikat meminta izin untuk masuk, hingga 
sampailah kepada orang mukmin itu. Maka si orang mukmin berkata, 
'Izinkanlah dia masuk.' Lalu pelayan yang ada di dekat orang mukmin 
itu menyampaikan pesan itu kepada pelayan lain yang ada di dekatnya, 
hingga sampailah kepada pelayan yang berada di pintu masuk. Maka 
pelayan yang menjaga pintu membukakan pintunya untuk malaikat itu. 
Malaikat itu masuk dan mengucapkan selamat, lalu pergi." Demikianlah 
menurut riwayat Ibnu Jarir. 

Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya melalui hadis Ismail ibnuAyyasy, 
dari Artah ibnul Munzir, dari Abui llajjaj Yusuf Al-llhani yang 
mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu L' mamah menceritakan 
hadis ini. Lalu disebutkan hingga akhir hadis. 

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah Saw. menziarahi 
kuburan para syuhada setiap awal tahunnya dan mengucapkan ayat berikut 
kepada mereka: 

Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berhal kesabaran kalian. 
Maka alangkah baiknya kesudahan itu. ( Ar-Ra'd: 24) 

I lal yang sama dilakukan pula oleh Abu Bakar, L'mar, dan Usman. 
Ar-Ra'd, ayat 25 

Orang-orang yang merusak janji Allah selelah diikrarkan dengan 
teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya di 



kompanasunnah. orq 



82 Juz 13 — Ar-Ra'd 



fiuhwigkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah 
yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang 
buruk ( Jahannam). 

Demikianlah keadaan orang-orang yang celaka dan sifat-sifat mereka. 
Disebutkan pula apa yang mereka peroleh di hari akhirat dan tempat 
kembali mereka yang membeda dengan apa yang dialami oleh orang- 
orang mukmin. Sebagaimana mereka pun memiliki sifat-sifat yang berbeda 
dengan orang-orang mukmin ketika di dunianya. Orang-orang mukmin 
mempunyai ciri klias selalu menunaikan janji Allah dan menghubungkan 
apa yang diperintahkan oleh Allah agar mereka menghubungkannya, 
sedangkan orang-orang celaka adalah: 

Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan 
teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya 
dihubimgkan dan mengadakan kerusakan di bumi. (Ar-Ka'd; 25) 

Di dalam sebuah hadis disebutkan: 



Pertanda orang munafik mh tiga, yaitu: Apabila bicara, berdusta; 
apabila berjanji ingkar; dan apabila dipercaya, khianaL 

Menurut riwayat lainnya: 



Dan apabila berjanji, melanggarnya; dan apabila bersengketa, 
curang. 

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan; 

kompungsannoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 183 

orang-orang itulah yang memperoleh kutukan. (Ar-Ra'd:25) 

Yang dimaksud dengan kulukan atau laknat ialah dijauhkan dari rahmat 
Allah. 



dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jaliannam). (Ar-Ra 1 d: 
25) 

Yakni akibat dan (empat kembali yang sangat buruk, seperti yang 
disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: 



^:a^uM££$s 



dan tempat kediaman mereka ialah JaJiarmam, dan itulah seburuk- 
b uruk tempat kediaman. (Ar-Ra'd: 18) 

Abui Alryah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



c^« ' 



*-#&» &\0&&i&&Q$3 



Orang-orangyang merusak janji Allah (Ar-Ra'd: 25), hingga akhir 
ayat 

Bahwa ada enam macam pertanda yang ada dalam diri orang-orang 
munafik. Apabila mereka mendapat angin di kalangan masyarakat, maka 
mereka menampakkan ciri-ciri khas ini, yaitu: Apabila berbicara, dusta; 
apabila berjanji, ingkar, apabila dipercaya, khianat; mereka merusak janji 
Allah sesudah diikrarkan dengan teguh, memutuskan apa-apa yang 
Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan gemar menimbulkan 
kerusakan di bumi. Apabila mereka dikalahkan, maka yang tampak dari 
mereka adalah tiga ciri khas, yaitu: Apabila berkata, dusta; apabila berjanji, 
ingkar; dan apabila dipercaya, khianat 

kampangsunnah. org 



184 Jia 13 — Ar-Ra'd 

Ar-Ra'd, ayat 26 

■mmm 

A U ah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia 
kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal 
kehidupan di dunia ini (dibandingkan dengan) kehidupan di akhirat, 
hanyalah kesenangan (yang sedikit). 

Allah Swt. menyebutkan bahwa Dialah yang meluaskan rezeki kepada 
siapa yang dikehendaki-Nya. dan Dia pulalah yang menyempitkannya 
kepada siapa yang dikehendaki-Nya, karena hal itu mengandung hikmah 
dan keadilan yang hanya diketahui oleh-Nya. Tetapi orang-orang kafir 
itu merasa gembira dengan kehidupan duniawi yang diberikan kepada 
mereka, padahal pemberian itu adalah istidraj dan penangguhan azab 
bagi mereka, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayal lain 
melalui firman-Nya: 

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami 
berikan kepada mereka itu (berarli bahwa) Kami bersegera 
memberikan kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka 
tidak sadar. (Al-Mu-minun: 55-56) 

Kemudian Allah menghinakan kehidupan dunia bila dibandingkan dengan 
pahala yang disimpan oleh Allah Swt. buat hamba-hamba-Nya yang 
mukmin kelak di hari akhirat. Untuk itu Allah Swt. berfirman: 



padahal kehidupan dunia ////(dibanding dengan) kehidupan akhirat 
lianyalah kesenangan (yang sedikit). (Ar-Ra'd: 26) 

kampungsunnoh. org 



Tafsir I bn u Kasir 185 

Sama halnya dengan yang disebutkan oleh Allah dalam ayal lain melalui 
firman -Nya: 

Katakanlah, "Kesenangan dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu 
lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kalian tidak akan 
dianiaya sedikit pun. (An-Nisa: 77) 

« ^ %Mg&M$M£&ftK 

Tetapi kalian (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. 
Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. 

(Al-A'la: 16-17) 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki' dan 
Yahya ibnu Sa'id; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Ismail ibnu Abu Khalid, dari Qais, dari Al-Mustawrid (saudara lelaki 
Bani Fihr) yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Tiadalah kehidupan dunia bila dibanding dengan kehidupan di 
akhirat melainkan seperti seseorang di antara kalian yang 
mencelupkan jari telunjuknya ke laut ini. maka perhatikanlah apakah 
yang dihasilkannya. 

Rasulullah Saw. bersabda demikian seraya bcrisyaral dengan jari 
telunjuknya. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Muslim di dalam 
kitab Sahih-nya. Di dalam hadis lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw. 
melewati bangkai seekor kambing yang kedua telinganya kecil (kurus), 
lalu beliau Saw. bersabda: 

kampanqsunnah.org 



186 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Demi Allah, sesungguhnya dunia ini lebih diremehkan oleh Allah 
daripada kambing ini menurut pandangan pemiliknya ketika ia 
mencampakkan (bangkaiV'Jw- 

Ar-Ra'd, ayat 27-29 

Orang-orang kafir berkata. "Mengapa tidak ditunaikan kepadanya 
(Muhammad) tanda (Mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah, 
"Sesungguhnya Allah menyesatkan siojki yang Dia kehendaki dan 
menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya, " (yaitu) orang- 
orang yang beriman dan fiati mereka menjadi tenteram dengan 
mengingat Allah. Ingatlah, lionya dengan mengingati Allah-lah hati 
menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, 
bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. 

Allah Swt. menceritakan perkataan orang-orang musyrik melalui firman- 
Nya: 



Civs 



**> '&0®4£M 



Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda 
(mukjizat) dari Tuhannya? (Ar-Ra'd: 27) 

Ayat tersebut semakna dengan yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam 
ayat yang lain melalui firman-Nya: 



maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat 
sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus. (Al-Anbiya: 5) 

kampungsunnah. orq 



Tafsir Ibnu Kasir 187 

Pembahasan mengenai hal ini telah disebutkan bukan hanya sekali saja 
pada kesempatan yang lalu, bahwa Allah mampu memperkenankan apa 
yang mereka minta itu. Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah 
menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya ketika kaumnya meminta beliau 
mengubah Bukit Safa menjadi emas buat mereka, dan mengalirkan buat 
mereka mala airyang berlimpah sumberairnya, serta menggeserkan bukit- 
bukit yang ada di sekitar Mekah, lalu menggantikan kedudukannya 
menjadi kebun-kebun dan lapangan-lapangan rumput yang hijau, "Jika 
kamu suka, hai Muhammad, Aku akan memberi mereka apa yang mereka 
minta itu. Tetapi jika mereka tetap kafir (sesudahnya). Aku akan mengazab 
mereka dengan azab yang belum pernah Aku timpakan kepada seorang 
pun dari penduduk dunia ini. Dan jika kamu suka. Aku bukakan atas 
mereka pintu tobat dan rahmat." Maka Rasulullah Saw. berkata: 

Tidak, bukakanlah oleh-Mu pintu tobat dan rahmat buat mereka. 
Karena itulah dalam ayat ini Allah Swt. berfirman kepada Rasul-Nya: 

Katakanlah, "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia 
kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya. " 
(Ar-Ra'd: 27) 

Artinya, Dialah yang menyesatkan dan yang memberi petunjuk, baik Dia 
memberikan mukjizat kepada Rasul-Nya sesuai dengan apa yang mereka 
minta ataupun tidak memperkenankan permintaan mereka; karena 
sesungguhnya hidayah dan penyesalan tiada kaitannya dengan keberadaan 
dan ketiadaan hal tersebut. Di dalam ayat lain disebutkan oleh finnan- 
Nya: 

kampungsunnah. org 



188 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Tidaklah bermanfaat landa kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang 
memberi peringatan bagi orang-orang yang tukik beriman. (Yunus: 
IOI) 

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka 
kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada 
mereka segala macam keierimgan, hingga mereka menyaksikan azab 
yangpedih (Yunus: 96-97) 

Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat ke/Hida mereka, dcm orang- 
orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami 
kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka 
tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki; tetapi 
kebanyakan mereka tidak mengetahui. ( Al-An'am: 1 1 1 ) 

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya: 

Katakanlah, "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia 
kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya, " 
(Ar-Ra'd: 27) 

Yakni Allah memberikan petunjuk kepada orang yang bertobat dan 
kembali kepada-Nya serta memohon pertolongan kepada-Mya dengan 
berendah diri kepada-Nya. 



O'* 



kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 89 

(yaitu) orang-orang yang beriman dan liati mereka menjadi tenteram 
dengan mengingat Allah (Ar-Ra'd: 28) 

Maksudnya, hati mereka senang dan tenang berada di sisi Allah, merasa 
tenteram dengan mengingat-Nya, dan rela kepada-Nya sebagai Pelindung 
dan Penolongnya). Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan: 



tiA : 



' m?j i > -mW' &&<&&( !s)t 



Ingatlah, hanya dengtm mengingati AllaMah hati menjadi tenteram. 
(Ar-Ra'd: 28) 

Ayat di atas bermakna bahwa Allah berhak untuk diingati. 
Firman Allah Swt,; 



cx\ --, 



Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka 
kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. (Ar-Ra'd: 29) 

Ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna 
tuba ialah 'gembira dan sejuk hati'. Menurut Ikrimah, artinya 'alangkah 
nikmatnya apa yang mereka peroleh". Menurut Ad-Uahhak, artinya 
"ungkapan rasa keinginan beroleh kenikmatan seperti mereka'. Menurut 
Ibrahim An-Nakha*i, artinya 'kebaikanlah bagi mereka'. 

Qatadali mengatakan bahwa kata ini merupakan kata dari bahasa 
Arab. Bila seseorang mengatakan kepada temannya, "TubaLaka." artinya 
'engkau telah beroleh kebaikan'. Menurut riwayat lain, ia mengatakan 
bahwa tiitii lahum artinya kebaikanlah bagi mereka. 

i. V i 'l ' 

tempa/ kembali yang baik. (Ar-Ra'd: 29) 

Yakni tempat kembali. Semua pendapat yang telah disebutkan di atas 
pada prinsipnya sama, tiada pertentangan di antaranya. 

Sa'id ibnu Jubair telah mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan 
dengan makna tiilia lahum, bahwa tuba adalah nama sebuah taman yang 

kampungsunnah. org 



190 Juz 13 — Ar-Ra'd 

ada di negeri Habsyah. Sa'id ibnu Masju' mengatakan bahwa tuba adalah 
nama sebuah taman yang terletak di India. Hal yang sama telah 
diriwayatkan oleh As-Saddi, dari Ikrimah, bahwa (uba la/nan artinya surga 
(taman). Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid. 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa setelah Allah 
menciptakan surga dan telah merampungkannya, berfirmanlah Dia: 

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka 
kebahagiaan dan tempat kembali yang baik (Ar-Ra'd: 29) 

Demikian itu sebagai ungkapan rasa takjub akan keindahannya. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, 
telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Ja'far, dari Syahr ibnu 
Hausyab yang mengatakan bahwa tuba adalah nama sebuah pohon di 
dalam surga; semua pepohonan surga berasal darinya, ranting-rantingnya 
berasal dari balik tembok surga. 

I ial yang sama telah diriwayatkan dari Abu Hurairah, Ibnu Abbas, 
Mugis ibnu Summi, Abi lshaq As-Subai' i, dan lain-lainnya dari kalangan 
ulama Salaf yang bukan hanya seorang. Mereka mengatakan bahwa tuba 
adalah sebuah pohon di dalam surga, pada tiap-tiap rumah (gedung) surga 
terdapat ranting yang berasal darinya. 

Sebagian ulama mengatakan bahwa Tuhan Yang Maha Pemurah, 
Mahasuci lagi Mahatinggi telah menanamnya sendiri dengan tangan 
kekuasaan-Nya dari butir mutiara, lalu Allah memerintahkan kepadanya 
untuk menjalar; maka pohon itu menjalar menurut yang dikehendaki oleh 
Allah Swi Dari bawah akarnya memancar sumber air sungai-sungai surga 
yang berasa madu. khamr, dan air susu. 

Abdullah ibnu Wahb telah mengatakan bahwa telah menceritakan 
kepada kami Amr ibnul Haris, bahwa Diraj (yakni Abus Samah) pernah 
menceritakan kalimat berikut kepadanya, dari Abui Haisam, dari Abu 
Sa'id Al-Khudri secara mar/u*: 

kompungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 9 1 



%$®&0m 



Tuba adalah sebuah pohon di dalam surga, besarnya sama dengan 
jarak perjalanan seratus taliun, pakaian-pakaian ahli surga keluar 
dari kuntum-kuntumnya. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu 
Musa, bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Lahi'ah mengatakan: 
Telah menceritakan kepada kami Diraj (yakni Abus Samah), bahwa Abui 
Haisam pernah menceritakan kepadanya, dari Abu Sa'id Al-Khudri, dari 
Rasulullah Saw., bahwa ada seorang lelaki bertanya, "Wahai Rasulullah, 
tuba (berbahagialah) bagi orang yang melihatmu dan beriman kepadamu." 
Rasulullah Saw. bersabda: 

Berbahagialah bagi orang yang melihatku dan beriman kepalaku. 
Berbaliagialah berbahagialah, dan berbaliagialah bagi orangyaiig 
beriman kepadaku dan tidak melihatku. 

Lelaki lainnya bertanya kepada Rasulullah Saw., "Apakah yang dimaksud 
dengan tuba (berbahagialah) itu?" Rasulullah Saw. menjawab: 

Sebuah pohon di dalam surga yang besarnya adalah perjalanan 
seratus tahun, pakaian ahli surga ke/uar dari kuntum (bunga)«>'o- 

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Ishaq Ibnu Rahawaih, 
dari Mugirah Al-Makhzumi, dari Wuhaib, dari Abu Hazim, dari Sahi 
ibnu Sa'd r.a., bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

kompangsannah. o/y 



192 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sebuah pohon, seorang 
pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun 
masih belum melampauinya. 

Abu Hazim mengatakan bahwa 'alu ia mengetengahkan hadis ini kepada 
An-Nu'man ibmi Ayyasy Az-Zurqi. Maka ia berkata bahwa telah 
menceritakan kepadanya Abu Sa' id Al-Khudri. dari Nabi Saw. yang telah 
bersabda: 

Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang 
pengendara kuda pacuan yang kencang larinya memacu kudanya 
selama seratus tahun, ia masih belum dapat melampauinya 

Di dalam khabSahih Bukhari melalui hadis Yazid ibnu Zurai\ dari Sa'id, 
dari Qatadah, dari Anas r.a. >ang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. 
bersabda sehubungan dengan makna tlrman-Nya: 

dan naungan yang terbentang luas. (AI-\Vaqi'ah: 30) 

yaitu: 

Di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara 
berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tanpa bisa 
melampauinya. 

Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami 
Syuraih, telah menceritakan kepada kami Kalih, dari Hilal ibnu Ali, dari 
Abdur Rahman ibnu Abu Amrah, dari Abu Hurairah yang mengatakan 
bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

kampungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 193 



Di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara 
berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun masih belum 
melamiHiuinya. Bacalah v/eh kalian bila kalian suka akan firniun- 
Nya. "Dan naungan yang terbentang luas. " (Al-Wacji'ah: 30) 

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitah 
Shahihahu 

Menurut lafaz lain — bagi Imam Ahmad — disebutkan pula bahwa 
telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far dan Hajjaj; 
keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, bahwa 
ia pernah mendengar Abu Dahhak menceritakan hadis berikut dari Abu 
Hurairah, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: 



-^^-5^^^4^5)ij^i^ £4\i& 




Sesungguhnya di dalam siaga terdapat sebitati pohon, seorang 
pengendara berjalan di bawah naungannya selama tujuh puluh — 
atau seratus tahun — . ia adalah pohon Khuldi. 

Muhammad ibnu lshaq meriwayatkan dari Yahya ibnu Abbad ibnu 
Abdullah ibnuz Zubair, dari ayahnya, dari Asma binti Abu Bakar r.a. 
yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. 
menceritakan tentang Sidratul Muntaha, lalu Rasulullah Saw. bersabda: 

Seorang pengendara berjalan di bawah naungan salah satu 
tangkainya selama seratus tahim atau bernaung di bawah sebuah 

kampangsunnah. org 



194 Juz 13 — Ar-Ra'd 

rantingnya seratus orang pengendara—, padanya terdapat kupu- 
kupu emas. buahnya seakan-akan sebesar gentong. 

Hadis diriwayatkan oleh Imani Turmuzi. 

Ismail ibnu Ayyasy meriwayatkan dari Sa'id ibnu Yusuf, dari Yahya 
ibnu Abu Kasir, dari Abu Salam Al-Aswad yang mengatakan bahwa ia 
pernah mendengar Abu Umamah Al-Bahili mengatakan bahwa Rasulullah 
Saw. pernah bersabda: 

Tiada seorang pun di antara kalian masuk surga melainkan pergi 
ke po/ion ITiba. Maka dibukakan baginya kuntum-kuntumnya, dan 
ia mengambil darinya pakaian yang disukainya Jika ia suka warna 
putih, mengambil warna pulih; jika ia suka warna merah, mengambil 
warna merah; jika ia suka warna kuning, mengambil warna kuning; 
dan jika suka warna hitam, mengambil warna hitam; warna- 
warninya sej>erti bunga syaquiqtm nu'man dan lebih lembut lagi 
lebih indah 

Imam Abu Ja'far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnu Abdul A'la, telah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnu Saur. dari Ma'mar, dari Asy'as ibnu Abdullah,dari Syahr 
ibnu Hausyab, dari Abu Hurairah r,a. yang mengatakan bahwa tuba 
adalah sebuah pohon di dalam surga. Allah berfirman kepadanya, 
"Mekarkanlah kuntum-kuntummu buat hamba-Ku untuk memenuhi apa 
yang dikehendakinya!" Maka (bunga) pohon itu mekar untuk hamba yang 
dimaksud dengan mengeluarkan kuda lengkap dengan pelana dan 
kendalinya, unta berikut semua perlengkapannya, dan segala rupa pakaian 
yang disukainya. 

Ibnu Jarirtelah meriwayatkan dari Wahb ibnu Munabbih dalam bab 
ini sebuah asar yang garib lagi aneh. Wahb rahimahullah mengatakan 

kampungsunnah. org 



Talstflbnu Kasir 195 

bahwa sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon yang disebut 
luba, seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus 
tahun tanpa bisa melewatinya. Bunga-bunganya adalah pakaian, 
dedaunannya adalah selimut, ranting-rantingnya adalah 'anbar, lembah 
tempatnya adalah yoqul, tanahnya adalah kafir, dan lumpurnya adalah 
misik (minyak kesturi). Dari akarnya keluar sungai khamr. sungai susu, 
dan sungai madu. Pohon ini mempakan majelis ahli surga. 

Ketika mereka sedang berada di majelisnya, tiba-tiba malaikat 
suruhan Tuhan mereka datang kepada mereka seraya menuntun unta- 
unta yang diberi kendali rantai emas. Keindahan kepala unta-unta itu 
bagaikan pelita, bulunya sangat lembut seperti sutera Mar'uzi. Di atas 
punggung unta-unta itu terdapat Itavdaj yang papannya terbuai dari batu 
yaqut, sandarannya terbuat dari emas, sedangkan kain penutupnya terbuat 
dari kain sutera tebal dan tipis. 

Lalu para malaikat itu membuka liaudaj (tandu) yang ada di atas 
punggung unta-unta itu, lalu berkata, "Sesungguhnya Tuhan kalian telah 
mengutus kami kepada kalian untuk membawa kalian mengunjungi-Nya 
dan mengucapkan salam penghormatan kepada-Nya," 

Maka semua ahli surga menaikinya, jalannya lebih cepat daripada 
burung terbang dan lebih pelan daripada kupu-kupu; unta itu tidak sulit 
dikendarai. Seseorang berjalan berdampingan dengan saudaranya seraya 
berbincang-bincang dengannya, sedangkan pinggir haudaj masing-masing 
tidak mengenai yang lainnya; dan tiada suatu unta pun yang duduk berlutut 
di tempat unta lainnya, sehingga pepohonan menjauh dari jalan yang 
dilalui oleh mereka agar tidak memisahkan antara seseorang dengan 
saudaranya. 

I alu mereka datang menghadap Tuhan Yang Maha Pemurah lagi 
Maha Penyayang, dan Allah membukakan hijab diri-Nya kepada mereka 
sehingga mereka dapat melihat Zat Allah Yang Mahamulia. Apabila 
mereka telah melihat-Nya, maka berkatalah mereka, "Ya Allah, Engkau 
Mahascjahtcra, dari Engkaulah bersumbernya kesejahteraan, dan sifat 
keagungan dan kemuliaan hanyalah layak bagi-Mu." 

Maka pada saat itu juga Allah berfirman, "Akulah Yang 
Mahascjahtcra, dari Aku-lah kesejahteraan, dan kalian berhak mendapat 
rahmat dan kasih-Ku. Selamat datang kepada hamba-hamba-Ku yang takut 
kepada-Ku tanpa melihat-Ku dan taat kepada perintah-Ku." 

kampangsannah. org 



1% Juz 13 — Ar-Ra'd 

Mereka berkata, "Wahai Tuhan kami. kami masih belum menyembah 
Hngkau dengan penyembahan \ang sebenarnya, dan kami masih belum 
menghargai Engkau dengan penghargaan yang sebenarnya. Maka 
izinkanlah kami untuk bersujud di bawal) telapak kaki kekuasaau-Mu." 

Allah berfirman, "Sesungguhnya sekarang ini bukanlah tempat 
kelelahan, bukan pula tempat untuk ibadah, tetapi sekarang adalah tempat 
kesenangan dan kenikmatan. Sesungguhnya Aku telah melenyapkan dari 
kalian kepayahan beribadah, maka mintalah kepada-Ku semua yang kalian 
kehendaki, karena sesungguhnya masing-masing orang dari kalian 
mempunyai keinginannya sendiri." 

Lalu mereka meminta kepada Allah Swt sehingga orang yang 
paling pendek keinginannya mengatakan, ''Wahai Tuhanku, ahli dunia 
telah bersaing dalam dunia mereka sehingga mereka saling berebutan 
untuk mendapatkannya. Wahai Tuhanku, maka berikanlah kepadaku 
semisal segala sesuatu yang mereka miliki sejak Engkau menciptakan 
dunia hingga dunia berakhir." 

Allah Swt. berfirman, "Sesungguhn> a keinginanmu amatlah pendek, 
dan sesungguhnya engkau telah meminta sesuatu yang berada di bawah 
kedudukanmu. Sekarang inilah dari-Ku untukmu, karena sesungguhnya 
tiada kepayahan dalam pembei ian-Ku. tiada pula yang terlarang." 

Kemudian Allah Swt. berfirman, "Tawarkanlah kepada hamba- 
hamba- Ku segala sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh angan-angan 
mereka dan tidak pula terdetik dalam kalbu mereka." Maka di- 
tampakkan lah hal itu kepada mereka sehingga angan-angan mereka tidak 
dapat menjangkaunya. 

Di antara yang ditawarkan kepada mereka ialah kuda-kuda yang 
bertanduk, di atas empat ekor darinya terdapat dipan dari yaqtit, dan pada 
tiap dipan terdapat kubah emas yang terbuka. Pada tiap-tiap kubah terdapat 
kupu-kupu emas yang beterbangan. Di dalam tiap kubah itu juga terdapat 
dua pelayan bidadari yang bermata jelita. Masing-masing bidadari 
memakai pakaian dua lapis, yaitu pakaian surga; tiada suatu warna pun 
yang ada di dalam surga melainkan ada pada warna pakaian itu, dan tiada 
suatu wewangian pun melainkan tercium dari kedua pakaian itu. 

Cahaya wajah kedua bidadari itu dapat menembus ketebalan kubah 
sehingga orang yang melihatnya menduga bahwa keduanya berada di 
bagian luar kubah. Tulang sumsumnya dapat terlihat dari bagian luar 

kampangsannoh. org 



Tafsir IbruKasff 197 

betisnya, seperti kabel pulih yang ada di dalam balu yaqul merali. Kedua 
bidadari memandang keutamaan yang dimiliki oleh majikannya sama 
dengan keulamaan matahari atas batu, atau bahkan lebih utama lagi. 
Majikan pun memandang hal yang sama kepada keutamaan yang dimiliki 
oleh kedua bidadari tersebut. 

Kemudian ia masuk menemui keduanya. Maka keduanya mem- 
berikan penghormatan kepadanya, lalu merangkulnya serta menempel 
kepadanya seraya berkata, "Demi Allah, kami tidak menduga bahwa 
Allah menciptakan makhluk seperti engkau." 

Kemudian Allah memerintahkan para malaikat untuk membawa 
mereka. Maka para malaikat berjalan bersama mereka membentuk sal ke 
dalam surga, sehingga masing-masing orang dari ahli surga sampai ke 
tempat tinggal yangtelah disediakan untuknya. 

Asar ini telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim berikut sanadnya, 
dari Wahb ibnu Munabbih. Di dalam riwayatnya ditambahkan, "Lihatlah 
karunia 'i uban kalian >ang diberikan kepada kalian!" Tiba-tiba terlihatlah 
kubah-kubah di Rafiqul A' la dan gedung-gedung yang dibangun dari 
permata dan marjan, pintu-pintunya dari emas, dipan-d i pannya dari yaqul, 
hamparan-hamparannya dari kain sutera tebal dan tipis, mimbar- 
mimbarnya dari nur yang cahayanya memancar dari pintu-pintunya, dan 
halamannya dari nur seperti cahaya matahari, sedangkan mimbar yang 
ada padanya seperti bintang gemerlapan yang ada di siang liari. 

Tiba-tiba tampaklah gedung yang tinggi-tinggi berada di surga yang 
tertinggi terbuat dari yaqut yang cahayanya sangat cemerlang. Seandainya 
tidak ditundukkan (untuk dapat dilihat), niscaya pandangan mata tidak 
akan dapat melihatnya (karena silaunya). Bagian gedung-gedung itu >ang 
terbuai dari yaqut putih di liampari dengan sutera putih, bagian yang terbuat 
dari yaqut merah dihampari dengan kain sutera merah, bagian yang terbuat 
dari yaqut hijau dihampari dengan kain sutera hijau, dan bagian yang 
terbuat dari yaqut kuning dihampari dengan kain sutera kuning. 

Gedung-gedung itu semua pintunya terbuat dari zamrud hijau, emas 
merah, dan perak putih. Tiang-tiang dan sudut-sudutnya dari permata, 
jendela-jendelanya berbentuk kubah yang terbuat dari mutiara, dan 
menara-menaranya bertingkat-tingkat terbuat dari marjan. 

Setelah mereka berangkat menuju tempat yang diberikan oleh Tuhan 
mereka, maka disodorkan kepada mereka kuda-kuda yang tubuhnya dari 

kompungwnnah. org 



198 Juz 13 — Ar-Ra'd 

yaqut putih — tetapi ditiupkan roli ke dalam tubuhnya (sehingga hidup) — 
didampingi oleh pelayan yang terdiri atas anak-anak muda yang tetap 
muda. Tangan masing-masing anak memegang pemacu kuda-kuda itu, 
tali kendali serta cocok hidungnya terbuat dari perak putih yang dihiasi 
dengan mutiara dan yaqut, sedangkan pelananya bagaikan dipan-dipan 
yang bertahtakan emas dan permata serta dilapisi dengan kain sutera yang 
tebal dan yang tipis. 

Kemudian kuda-kuda itu berangkat membawa mereka berpesiar di 
tengah-tengah taman surga. Setelah mereka sampai di tempatnya masing- 
masing, mereka menjumpai para malaikat sedangduduk di atas mimbar- 
mimbar mir menunggu mereka dengan maksud mengunjungi mereka, 
menyalami mereka, dan mengucapkan selamat kepada mereka sebagai 
penghormatan buat mereka dari Tuhan mereka. 

Setelah mereka memasuki gedung-gedung mereka, di dalamnya 
mereka menjumpai semua yang mereka inginkan, semua yang mereka 
minta, dan semua yang mereka angan-angankan. Tiba-tiba pada pintu 
tiap gedung tersebut terdapat empat taman, dua di antaranya mempunyai 
pohon-pohon dan buah-buahan, sedangkan dua lainnya kelihatan berwarna 
hijau tua; di dalam kedua taman itu terdapat dua buah mata air yang 
mengalir, segala macam buah-buahan yang berpasangan, serta bidadari- 
bidadari yang dipingit di dalam kemahnya masing-masing. 

Setelah mereka menempati (empatnya masing-masing, maka Allah 
$wl. berfirman kepada mereka, "Apakah kalian telah menjumpai apa yang 
telah dijanjikan oleh Tuhan kalian dengan sebenarnya?" Mereka 
menjawab, "Ya, wahai Tuhan kami.'* Allah berfirman, "Apakah kalian 
puas dengan pahala Tuhan kalian?" Mereka menjawab, "Wahai Tuhan 
kami, kami telah puas, maka ridailah kami." Allah SwT. berfirman, "Berkat 
rida-Ku kepada kalian, Aku tempatkan kalian di rumah-Ku dan kalian 
dapat melihat Zal-Ku, serta para mal a ikat- K u menyalami kalian. Maka 
selamat, selamatlah bagi kalian." 

sebagai karunia yang tiada putus-putusnya. (Hud: 108) 
kompangsannah. org 



TslsirlbnuKasii 199 

Yakni (iada terhenti dan tiada yang terlarang. Maka pada saat itu juga 
mereka mengatakan, "Segala puji bagi Allah yang lelah menghilangkan 
duka cita dari kami dan memasukkan kami ke tempat linggal yang kekal 
berkat karunia-Nya. Di dalamnya kami tidak lagi mengalami kepayahan, 
tidak pula mengalami lesu. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha 
Pengampun lagi Maha Mensyukuri." 

Konteks asar ini garib lagi ajaib, tetapi sebagian darinya mempunyai 
syahid {bukti) yang menguatkannya. Di dalam kitab Sahihain disebutkan 
bahwa Allah S\vt. berfirman kepada lelaki yang paling akhir masuk surga, 
"Mintailah!" Lalu lelaki itu meminta; dan setelah permintaannya habis, 
Allah Swt. berfirman, "Mintalah anu dan mintalah anu, 1 ' sambil 
mengingatkannya. Kemudian Allah berfirman, "Hal seperti ilu dan 
sepuluh kali lipatnya adalah untukmu." 

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan sebuah hadis melalui Abu 
Zar, dari Rasulullah Saw. t dari Allah Swt.: 

I lai hamba-hamba-Ku, seandainya orang yang pertama dari kalian 
dan orang yarig terakhir dari kalian — dari kalangan manusia dan 
jin — berdiri di suat u tanah lapang, lalu mereka meminta kepada- 
Ku dan Aku berikan kepada setiap orang apa yang dimintanya, ha/ 
tersebut tiada mengurangi milik-Ku barang sedikit pun, melainkan 
sebagaimana berkurangnya lautan apabila dimasukkan sebuah 
jarum ke dalamnya, 

hingga akhir hadis. 

Khalid ibnu Ma'dan mengatakan, "Sesungguhnya di dalam surga 
terdapat sebuah pohon yang dikenal dengan nama Tuba. Pohon itu 
mempunyai susu, semua anak-anak ahli surga menyusu darinya. Dan 

kompangsunnah. org 



s 



200 Juz 13 — Ar-Ra'd 

sesungguhnya kandungan yang gugur dari seorang wanita kelak berada 
di salah satu dari sungai surga, ia hidup di dalamnya hingga hari kiamat 
nanti; maka ia dibangkitkan dalam nipa seoranganak yang berumur empat 
puluh tahun." Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim. 

Ar-Ra'd, ayat 30 

Demikianlah, Kami telah mengutus kamu pada suatu umat yang 
sungguh telah berlalu bebera/ta umat sebelumnya 1 , supaya kamu 
membacakan kepada mereka (Al-Qur'an) yang Kami wahyukan 
kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha 
Pemurah. Katakanlah "Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Dia; 
hanya ke(Xida-Nya aku bertawakal, dan hanya kepada-Nya aku 
bertobat. " 

Allah Swi. berfirman, "Sebagaimana Kami utus kamu, hai Muhammad, 
kepada umat ini," 

supaya kamu membacakan kepada mereka ( Al-Qur*an) yang Kami 
wahyukan kepadamu. (Ar-Ra'd: 30) 

Yakni agar kamu menyampaikan kepada mereka risalah dari Allah buat 
mereka, begitu pula Kami telah mengutus (utusan-utusan Kami) kepada 
umat-umat terdahulu yang kafir kepada Allah. Para utusan sebelum kamu 
telah didustakan oleh umatnya masing-masing, maka engkau mempunyai 
suri teladan dari para rasul pendahuluimi. Dan sebagaimana Kami telah 
menimpakan azab dan pembalasan kami kepada mereka yang kafir di 
masa lalu, maka hendaklah umatmu pun berhati-hati, jangan sampai 
tertimpa azab dan pembalasan-Ku yang pernah menimpa para pendahulu 
mereka. Karena sesungguhnya pendustaan umatmu terhadap kamu jauh 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kas» 201 

lebih parah daripada pendustaan yang dialami oleh para rasul terdahulu 
dari umatnya. 

Allah Swt. telali berfirman: 



c w »\-»&; 



&t&JQ&W* 



Demi Allah, sesungguhnya Kami lelah mengutus rasul-rasul Kami 
kepada umat-umat sebelum kamit (An-Nahl: 63) 

Adapun firman Allah Swt.: 

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum 
kamu, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan 
(yang dilakukan) t erhadap mereka, sampai datang pertolangco i Kami 
kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat- 
kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang 
kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu. ( A 1 - A n ' a m : 341 

Menerangkan tentang bagaimana Kami tolong mereka dan Kami jadikan 
bagi mereka akibat yang baik — begitu pula bagi para pengikut mereka— 
di dunia dan akhirat. 
Firman Allah Swt.: 



CT 



"*-*&> ^3\>6i t Mi*3 



padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah (Ar-Ra'd: 
30) 

Yakni umat yang Kami utus kamu kepada mereka kafir kepada Tuhan 
Yang Maha Pemurah. Mereka tidak mengaku i-Nya, karena mereka 
menolak penyebutan Allah dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya. Dalam 
perjanjian lludaibiyah mereka menolak menulis kalimat Dismiltahir 
Rahmanir Rahim, dan mereka mengatakan, "Kami tidak mengenal 

kampangsunnoh. org 



202 Juz 13— Ar-Ra'd 



Rahman dan Rahim." Demikianlah yang dikatakan oleh Qaiadah, 
sedangkan hadis mengenainya berada di dalam kitab Sahih Bukhari. 
Padahal Allah S w t. telah berfirman di dalam Kitab-Nya: 



CfruCfcfa 



;)£&&$Ett K%'ffii£4®&$ 



Katakanlah, "Senilah Allahatau serulah Ar- Rahman, Dengan nama 
yang mana saja kalian seru. Dia mempunyai al-asnia-ul husna 
(nama-nama yang terbaik). (Al-lsra: 110) 

Di dalam kitabSahih Muslim, dari Abdul lah ibnu Umar, disebutkan bahwa 
Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Sesungguhnya nama yang paling disukai oleh Allah ialah Ahdullah 
dan Abdur Rahman, 



Katakanlah. "Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Dia " (Ar- 
Ra'd; 30) 

Yakni Tuhan yang kalian ingkari itu aku beriman kepada-Nya dan 
mengakui-Nya sebagai Tuhan dan Rabb kami. Dia adalah Tuhanku, tiada 
Tuhan selain Dia. 

hanya kepada-Nya aku bertawakal. (Ar-Ra'd; 30) 
dalam semua urusanku. 

dan hanya kepada-Nya aku bertobat. (Ar-Ra*d: 30) 
kompangsunnah. ora 



Tafsir Ibnu Kasir 203 

Artinya, hanya kepada-Nya aku kembali dan bertobat, karena 
sesungguhnya liada yang patut mendapat kedudukan tersebut selain Dia. 

Ar-Ra'd, ayat 31 

Dan sekiranya adasuatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan 
il u gunung-gunung dapat diguncangkan atau bumi jadi terbelah 
atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, 
(lentu Al-Qur'an itulah dia). Sebenarnya segala urusan itu adalah 
kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu 
mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia 
beri man ), tpitu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. 
Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimjja bencana disebabkan 
perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat temj>at 
kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah Sesungguhnya 
Allah tidak menyalahi janji. 

Allah Swt. berfirman memuji Al-Qur*an yang diturunkan-Nya kepada 
Nabi Muhammad Saw. dengan menyebutkan keutamaannya di alas semua 
kitab lain yang telah diturunkan-Nya sebelum itu. Maka disebutkan l ah: 



C.T» 



*<*• <&&>£&£#$# 



Dan sekiranya ada sualii bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan 
itu gunung-gunung dapat diguncangkan. (Ar-Ra'd: 3 1 ) 

Yakni seandainya di dalam kitab-kitab suci terdahulu terdapat suatu kitab 
yang dengannya gunung-gunung dapat dipindahkan dari tempatnya, atau 

kampungsunnah. o/n 



204 Juz 13 — Ar-Ra'd 

bumi dapat terbelah dan terpisah karenanya, atau orang-orang yang telah 
mati dapat berbicara di dalam kuburnya, niscaya hanya Al-Qur'au sajalah 
yang pantas menyandang sitai tersebut, bukan kitab lainnya. Atau dengan 
cara yang lebih utama dapat dikatakan bahwa memang Al-Quran 
demikian keadaannya karena unsur i'jaz yang terkandung di dalamnya, 
sehingga seluruh manusia dan jin apabila bersatu untuk membuat satu 
surat yang semisal dengan surat Al-Qur'an, niscaya mereka tidak mampu 
membuatnya. Tetapi sekalipun demikian, orang-orang musyrik itu kafir 
dan ingkar kepada Al-Qur'an. 



eJCWAj£lb U£gfe}%)!^S£]f 



Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Alhm. (Ar-Ra'd: 3 1 ) 

Maksudnya, tempat kembali semua urusan itu hanyalah kepada Allah 
Swt. semata, apa yangdikehendaki-Nya pasi i terjadi, dan apa yang tidak 
dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi. Dan barang siapa yang 
disesatkan oleh Allah, maka tiada seorang pun yang dapat memberi 
petunjuk kepadanya; barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka 
tiada seorang pun yang dapat menyesalkannya. 

Terkadang kata Al-Qur'an ditujukan kepada setiap kitab suci 
terdahulu, karena ia berakar dari kata al-jam '«(himpunan). Imam Ahmnd 
mengatakan, lelah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah 
menceritakan kepada kami Ma'mar, dari I lammam ibnu Munabbih yang 
mengatakan bahwa berikut ini adalah apa yang pernah diceritakan oleh 
Abu Hurairah kepada kami. la mengatakan bahwa Rasulullah Saw, pernah 
bersabda: 

-^£5tp* 

Diringankan alas Nabi Daud bacaan kitabnya. Dan dia 
memerintahkan agar kendaraannya dipelanai. dan dia usai dari 

kampung wnnah. org 



Tafclrlbnu Kasir 205 

bacaan A l-Qur 'annya sebelum pelana kendaraannya rampung. Dan 
dia tidak pernah makan kecuali dari hasil tangannya (sendiri). 

Hadis diriwayatkan oleh lniam Bnkhari secara munfarid. Yang dimaksud 
dengan Al-Qur'an dalam hadis ini ialah kilab sucinya, yakni kitab Zabur. 
Firman Allah Swt.: 

Maka tidakkah orang-orang }*ing beriman itu mengetahui. (Ar-Ra'd: 
31) 

Yakni menyangkut keimanan semua makhluk. Dengan kata lain, tidakkah 
mereka mengetahui dan mengerti: 

bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), 
tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanva. (Ar-Ra'd: 
31) 

Karena sesungguhnya tiada suatu hujah pun, tiada pula suatu mukjizat 
pun yang lebih utama dan lebih fasih serta lebih besar pengaruhnya 
terhadap jiwa selain dari Al-Qur'an. Seandainya Allah menurunkannya 
kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah 
disebabkan takut kepada Allah. Di dalam sebuah hadis sahih di sebutkan 
bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Tiada seorang nabi pun melainkan telah diberi (mukj bal) dari jenis 
yang dianut oleh manusia di masanya. Dan sesungguhnya apa yang 
diberikan kepadaku hanyalah wa/iyuyang diturunkan oleh Allah 

kompangsannoft. orq 



206 Juz 13 — Ar-Ra'd 



kepadaku Maka aku berharap semoga aku adalah salah seorang di 
antara mereka (para nabi) yang paling banyak pengikutnya. 

Dengan kata lain, mukjizat semua nabi hilang dengan meninggalnya nabi 
yang bersangkutan; sedangkan Al-Qur'an ini adalah hujah yang tetap 
lestari selamanya. Keajaiban-keajaibannya tidak pernah habis, tidak 
membosankan, sekalipun banyak diulang; dan para ulama tidak pernah 
merasa kenyang dari (menggali makna-makna)nya. Al-Qur'an adalah 
keputusan yang tegas dan bukan hal yang lemah; barang siapa di antara 
orang yang angkara murka meninggalkannya, pasti Allah akan 
membinasakannya; dan barang siapa yang mencari petunjuk kepada selain 
Al-Qur'an, Allah pasti menyesatkannya. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu 
Zar'ah, telah menceritakan kepada kami Minjab ibm'il Haris, telalv 
menceritakan kepada kami Bisyr ibnu I marah, lelah menceritakan kepada 
kami Umar ibnu Hissan, dari Atiyyah Al-Aufi. Umar ibnu Hissan 
mengatakan bahwa ia menanyakan kepada Atiyyah tentang makna ayat 
berikut: 



ct»« 



^ d&*i&®W& 



Dan sekiranya ada stiatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan 
itu gunung-gunung dapat diguncangkan. (Ar-Ra'd: 3 1 ), hingga akhir 
ayat. 

Atiyyah menjawab bahwa mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata 
kepada Nabi Muhammad. "Mengapa engkau tidak menyingkirkan 
gunung-gunung Mekah ini dari kami sehingga tanahnya menjadi luas, 
maka kami akan bercocok tanam padanya; atau- engkau belahkan bumi 
bagi kami, sebagaimana Sulaiman membelah angin buat kaumnya; atau 
engkau hidupkan bagi kami orang-orang yang telah mati, sebagaimana 
Isa menghidupkan orang-orang mati bagi kaumnya?" Maka Allah 
menurunkan ayat ini. 

Umar ibnu Hissan bertanya, "Apakah engkau pernah melihat hadis 
ini dari salah seorang sahabat Nabi Saw.T Atiyyah menjawab, "Ya, dari 
Abu Sa'id, dari Nabi Saw." 

kompungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 207 

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Asy-Sya'bi, 
Qatadah, As-Sauri, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang sehubungan 
dengan latar belakang penurunan ayat ini. Qatadah mengatakan, 
"Seandainya hal tersebut dapat dilakukan dengan kitab suci selain kitab 
suci kalian, niscaya hal tersebut dapat dilakukan pula dengan Al-Qur'an 
kalian." 

Firman Allah Swt: 

Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. (Ar-Ra'd: 3 1 ) 

Ibnu Abbas mengatakan bahwa tiada sesuatu pun dari urusan-urusan itu 
yang terjadi melainkan berdasarkan apa yang dikehendaki oleh Allah yang 
pada awalnya lidak akan dilakukan. Demikianlah menurut riwayat Ibnu 
lshaq berikut sanadnya, dari Ibnu Abbas, dan Ibnu Jarir telah 
meriwayatkannya pula. 

Sejumlah ulama Salaf mengatakan sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

Maka tidakkals orang-orang yang beriman itu mengetahui. (Ar-Ra'd: 
31) 

Yakni tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui. Ulama lainnya 
mengartikan 'tidakkah orang-orang yang beriman itu memahami dengan 
jelas'. 



ct\ I J_i£3l3 



V&5®ks$M&M 



bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), 
tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. (Ar-Ra'd; 
31) 

Lain pula dengan Abui Aliyah. Dia mengartikan bahwa sesungguhnya 
orang-orang yang beriman telah berputus asa untuk dapat memberi 

kampungsunnoh. org 



208 Juz 13— Ar-Ra'd 

petunjuk; dan sekiranya Allah menghendaki (semua manusia beriman), 
tentu Allah memberi petunjuk kepada semua manusia. 
Firman Allah Swt.: 

Dan arang-arang yang kcifir senantiasa ditimpa bencana disebab- 
kan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat 
kediaman men-ka. (Ar-Ra'd: 31) 

Yaitu disebabkan pendustaan mereka, malapetaka, dan musibah terus 
menerus menimpa mereka di dunia ini atau menimpa daerah-daerah yang 
ada di dckal mereka, agar mereka mengambil pelajaran (Jarinya. Makna 
ayat ini sama dengan ayat lainnya, yaitu: 

■J1V OU»--Jb. 

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di 

sekitar kalian dan Kami telah datangkan tanda-tanda kebesaran 

Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertobat). ( A l-Ahqaf: 

27) 

KU. uU-^lta 

Maka apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi negeri 
(orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. 
Maka apakah mereka yang menang? (Al-Anbiya: 44) 

Qatadah telah meriwayatkan dari Al-l lasan sehubungan dengan makna 

tirman-Nya: 



cT\ 



'*-J$*to J&/*V : &}<Pi 



atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka. (Ar-Ra'd: 
31) 

kampungsunnah. orq 



Tafsir Ibnu Kasir 209 

Maksudnya, malapetaka atau bencana. Pengertian inilah yang tersiratkan 
dari makna lahiriah konteks ayat. 

Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Al-Mas'udi, dari Qatadah, dari Sa'id ibnu Jubair. dari Ibnu Abbas 
sehubungan dengan makna finnan-Nya: 

Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana di- 
sebabkan perbuatan mereka sendiri. (Ar-Ra'd: 3 1 ) 

Yang dimaksud dengan Qari'ah ialah sari) yah (pasukan dari musuh). 

atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka. (Ar-Ra'd: 
31) 

sehinggd datanglah janji Allah. (Ar-Ra'd: 31) 

Yang dimaksud dengan janji Allah ialah penaklukan kota Mckah. Hal 
yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Sa'id ibnu Jubair, dan Mujahid 
dalam suatu riwayatnya. 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

mereka ditimpa oleh bencana disebabkan /H'rbuatan mereka sendiri. 
(Ar-Ra'd: 31) 

Yaitu azab dari langit yang diturunkan kepada mereka. 

kampangsannah. org 



210 j uz 13 — Ar-Ra'd 

atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka (Ar-Ra'd: 3 1 ) 

Yakni dengan turunnya Rasulullah Saw. di dekat mereka dan mereka 
diperangi oleh Rasulullah Saw. Hal yang sama telah dikatakan oleh 
Mujahid dan Qatadah. 

Ikrimah telah mengatakan dalam Suatu riwayat dari Ibnu Abbas 
sehubungan dengan makna Qari'ah« balnva yang dimaksud ialah bencana, 
mereka (ulama tafsir) semuanya mengatakan sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

sehingga datanglah jartji Allah. (Ar-Ra*d: 31) 

Yakni penaklukan kota Mekah. Menurut AM lasan Al-Basri, makna yang 
dimaksud adalah hari kiamat. 
Firman Allah SwL: 

Sesunggulmya Allah tidak menyalahi janji. (Ar-Ra'd: 31) 

Artinya, Allah tidak akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya, 
bahwa Dia akan menolong mereka dan pengikut-pengikut mereka di dunia 
dan akhirat nanti. 

Karena itu. janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan 
menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya; sesungguhnya Allah 
Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan siksa (Ibrahim: 47) 

Ar-Ra'd, ayat 32 

kampangsannah. o/g 



Tefsirlbnu Kasir 21 1 



*£ '"' 



Dan sesungguhnya lelah diperohk-alokkan beberapa rasul sebelum 
kamu, maka Aku beri tangguh kepada orang-orang kafir itu, ke- 
mudian Aku binasakan mereka. Alangkah hebatnya siksaan- Ku itu. 

Allah Swt. berfirman menghibur Rasul-Nya dalam menghadapi pen- 
dustaan yang dilakukan oleh sebagian kaumnya yang mendustakannya: 

Dan sesungguhnya telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum 
kamu (Ar-Ra'd: 32) 

Dengan kata lain, engkau mempunyai contoh dari kalangan mereka. 



maka Aku beri tangguh kepada orang-orang kafir itu. (Ar-Ra'd; 32) 
Yakni Aku tangguhkan siksaan terhadap mereka. 

kemudian Aku binasakan mereka. (Ar-Ra'd: 32) 

dengan siksaan yang keras, seperti yang telah Aku sampaikan kepadamu 
perihal apa yang telah Aku lakukan terhadap mereka dan akibat yang 
mereka terima dari perbuatannya, tetapi sengaja Aku beri mereka masa 
tangguh. Makna ayat ini sama dengan makna yang disebutkan dalam 
ayat lain melalui firman-Nya: 

Dan berapa banyaknya kota yang Aku tanggidikan (azab-Ku) 
kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab 

kampangsunnah. org 



212 Juz 1 3 — Ar-Ra'd 

mereka, doti /tanya kepaelo-Ku-lah kembalinya (segala sesuatu). (Al- 
Hajj:48) 

Di dalam kitab Shahihain disebutkan sebuah hadis yang mengatakan: 

Sesungguhnya Aliah benar-henar memberi tangguh kepada orang 
yang zalim, sehingga apabila Dia mengazabnya. niscaya Dia tidak 
membiarkannya lolos. 

Kemudian Rasulullah Saw. membacakan ftrman-Nya: 

Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk 
negeri-negeri yang berbual zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu 
ada/ah sangat pedih lagi keras. (Hud: 102) 

Ar-Ra'd, ayat 33 

Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri ter/iadap opa yang 
diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka 
menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah, "Sebutkanlah 
sifat-sifat mereka itu. " Atau apakah kalian hendak memberitakan 
kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi. atau kalian 
mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan di lahir saja. 
Sebenarnya orang-orang kirftr itu dijadikan (oleh setan) memandang 
baik tipu daya mereka dan dibolonginya dari jalan (yang benar). 

kampungsunnah. org 



TatsirlbnuKasu 213 

Dan barang siapa yang disesatkan Allah maka baginya tak adu 
seorang pun yang akan memberi petunjuk. 

Firman Allah Swt.: 

Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang 
diperbuatnya. (Ar-Ra'd: 33) 

Allah Mal ia Memelihara, Maha Mengetahui lagi Maha Mengawasi setiap 
diri yang bernyawa. Dia mengetahui semua yang dilakukan oleh orang- 
orang yang beramal baik dan buruk, tiada sesuatu pun yang tersembunyi 
bagi-Nya. Seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lainnya: 

Kamu tidak berada dalam suat i/ keadaan dan tidak membaca suatu 
ayat dari Al -Qwan dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, 
melainkan Jiami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. 
(Yunus: 61) 

dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia 
mengetahuinya {$u\&). (M- fKnam: $9) 

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Aliah- 
lah yang memberi rezeki-nya, dan Dia mengetahui tempat berdiam 
binatang itu dan tempat penyimpanannya Semuanya tertulis dalam 
Kitab yang nyata (l.auh Mahfuz). (Hud: 6) 

kompangsannoh. org 



214 Juz 13 — Ar-Ra'd 



4&&^^&U&&i(ffl^M#i& 



:\- :J_j£)l 



7 



•tt 



Sama saja (bagi Allah), siapa di antara kalian yang merahasiakan 
ucapannya, dan siapa yang berterus terang dengan ucapan itu, dan 
siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan 
(menampakkan diri) di siang hari. (Ar-Ra'd: 10) 

Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. (Ta ha: 7) 



c t tio^jla 



U^W>&&&& 



Dan Dia bersama kalian di mana saja kalian berada. Dan Allah 
Maha Melihat apa yang kalian kerjakan. (Al-Had id: 4) 

Maka apakah Tuhan yang memiliki sifat tersebut sama dengan berhala- 
berhala yang mereka sembah, padahal berhala-berhala i(u tidak dapat 
mendengar, lidak dapal melihat, tidak berakal, dan tidak memiliki manfaat 
buat dirinya sendiri, tidak pula buat para penyembahnya; dan tidak dapat 
melenyapkan mudarat dari dirinya, tidak pula dari diri para pengabdinya? 
Jawabannya tidak disebutkan karena sudah cukup dimengerti dari 
konteksnya„yangdiisyaratkanoleh firman Allah Swt: 



Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. (Ar-Ra'd: 33) 

Yakni mereka menyembah sekutu-sekutu itu bersama Allah, yang mereka 
persekutukan bersama Allah itu berupa berhala-berhala, tandingan- 
tandingan, dan patung-patung. 

Katakanlah. "Sebutkan/ah sifat-sifat mereka "(Ar-Ra'd: 33) 
kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 215 

Dengan kata lain, beri tahukanlah kepada kami tentang mereka dan 
jelaskanlah kepada kami tentang mereka agar mereka dapat dikenal, karena 
sesungguhnya mereka tidak ada hakikatnya. Sebab itulah dalam firman 
selanjutnya disebutkan: 



«'^W^m 



Atau apakah kalian hendak memberitakan kepada Allah apa yang 
tidak diketafiui-Nya di bumi. (Ar-Ra'd: 33) 

Sebagai jawabannya, tidak ada wujudnya; karena sesungguhnya jika 
sesuatu itu ada wujudnya di bumi, tentulah Allah mengetahuinya, sebab 
tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya. 



<T< M^gjfo '£J#liy.£^V>l 



atau kalian mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan di lahir 
saja. (Ar-Ra'd: 33) 

Menurut Mujahid, makna yangdimaksud ialah pendapat yang berdasarkan 
pada dugaan. Menurut Ad-Dahhak dan Qatadah, maksudnya perkataan 
yang batil (pencJapatyang batil). Dengan kata lain, sesungguhnya kalian 
menyembah berhala-bcritala itu hanyalah berdasarkan dugaan dari kalian 
saja bahwa berhala-berhala itu dapat memberikan manfaat dan mudarat, 
lalu kalian menamakannya sebagai tuhan-tuhan. 

Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kalian dan bapak-bapak 
kalian mengada-adakatmya; Allah tidak menurunkan suatu 
keterangan pun untuk ( menyembah )nya. Mereka tidak lain lianyalah 
mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa 
nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada 
mereka dari Tuhati mereka. (An-Najm: 23) 

kompangsunnoh. org 



216 Juz 13— Ar-Ra'd 



ctr 



Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh setan) memandang 
baik tipu daya mereka. (Ar-Ra'd: 33) 

Mcnurul Mujahid, yang dimaksud dengan tipu daya ialah pendapat 
mereka, yakni kesesalan yang mereka jalani dan seman mereka kepada 
kesesalan di malam dan siang liari. Makna ayat ini sama dengan apa yang 
disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: 



C e ;.iAii; 



&m>%$j$m> 



Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan 
mereka memandang bagus. (Fussilat: 25), hingga aKhirayai. 

dan dihalangi/iya dari jalan (yang benar). (Ar-Ra'd: 33) 

Bagi orang yang membacanya sadtHi, artinya "bahwa setelah setan 
menghiasi kebatilan kepada mereka sehingga mereka memandangnya 
sebagai perkara yang hak, maka mereka menyeru kepadanya dan 
menghalang-halangi manusia dari mengikuti jalan para rasul*. Dan bagi 
yang membacanya suddu, artinya 'mereka dihalangi dari jalan yang benar 
setelah setan menghiasi kebatilan mereka sehingga mereka memandang- 
nya benar, karena itulah mereka tidak mau mengikuti jalan yang benar'. 
Dalam firman selanjutnya disebutkan: 



C TT t 



^.aU&til3Wst# 



Dan barang siapa yang disesatkan Aliah, maka baginya tak ada 
seorang pun yang akan memberi petunjuk (Ar-Ra'd: 33) 

Ayat tersebut sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui 
firman-Nya: 

kampungsunnoh. org 



Tafsir Ibmi Kasir 217 

Barang siapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali- 
kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) 
doti Allah. (AI-Maidah; 4 1 ) 

Jika kamu sangat mengltarapkan agar mereka dapat petunjuk, maka 
sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang 
disesatkan-Nya. dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong 
pun. (An-Nahl: 37) 

Ar-Ra'd, ayat 34-35 

Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya azab 
akhirat adalah lebih keras dan tak ada bagi mereka seorang 
pe/indwig pun dari (azab) Allah. Perumpamaan surga yang 
dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); 
mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, 
sedangktm naungannya (demikian pula). Itu/ah tempat kesudahan 
bagi orang-orang yang bertakwa, sedangkan tempat kesudahan bagi 
orang-orang kafir ialah neraka 

Allah Swt. menyebutkan siksa yang diterima orang-orang kafir dan pahala 
yang diterima oleh orang-orang yang bertakwa. Untuk itu, sesudah 
menceritakan keadaan orang-orang musyrik dan kekufuran serta 
kemusyrikan mereka, Allah Swt pun berfirman: 

kampangwnnah. org 



218 Juz 13 — Ar-Rad 

Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia. ( Ar-Ra'd: 34) 

Yakni melalui langan orang-orang mukmin, ada yang dibunuh, ada pula 
yang ditawan. 

dan sesiaiggufinya azab akhirat. (Ar-Ra'd: 34) 
yang disimpan buat mereka selain dari kehinaan dalam kehidupan di dunia. 

adalah lebih keras. (Ar-Ra'd; 34) 

Yaitu jauh lebih keras daripada apa yang mereka alami di dunia. 
Sehubungan dengan ini Rasulullah Saw. bersabda kepada dua orang yang 
terlibat dalam kasus /; 'an: 

f** t ? t' « "* • C * ^ 

Sesungguhnya azab dunia lebih ringan ketimbang azab akfiirot. 

Dan memang kenyataannya adalah seperti yang disabdakan oleh 
Rasulullah Saw. itu, karena sesungguhnya azab di dunia itu ada akhirnya, 
sedangkan azab di akhirat bersifat kekal di dalam neraka. Kerasnya azab 
neraka bila dibandingkan dengan azab dunia tak terperikan, seperti yang 
disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat yang lain melalui finnan-Nya: 



c;-v 



Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa- 
Nva, dan tiada seorang pun yang mengikat seper/i ikatan-Nva. (Al- 
Fajr: 25-26) 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 219 

& S' 

Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi s taf xi yang 
mendustakan hari kiamat. Apabila neraka itu melihat mereka dari 
tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara 
nyalanya. Dati apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit 
di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan 
kebinasaan. (Akan dikatakan kepada mereka), "Jangan kamu 
sekalian mengharapkan satu kebinasami, melainkan liarapkanlah 
kebinasaan yang banyak. "Katakanlah, "Apa (azab) yang demikian 
itukah yang baik, atatt surga yang kekal yang telah dijioy ikan kepada 
orang-orang yang bertakwa? " Dia menjadi balasan dan tempat 
kembali bagi mereka. (Al-Furqan: 11-15) 

Karena itulah dalam ayal ini disebutkan pada firman selanjutnya: 



Cla i 



*-*■ J ^j! i* J$3£3l#i 



Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang 
takwa (Ar-Ka'd: 35) 



Yakni gambaran dan ciri khasnya. 



C-Tfl 



*-%*. Wbg&Csg 



ialah (seperti taman); yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, 
(Ar-Ra'd:35) 

Yaitu sungai-sungai yang mengalir di sekitar daerah dan sisi-sisinya, 
menuruti apa yang dikehendaki oleh penduduknya. Sungai-sungai itu 
mengalirkan air surgawi yang berlimpah, dan penduduk surga dapat 
mengalirkannya ke arah mana yang mereka kehendaki. Makna ayat ini 
semisal dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:* 

kampungsunnah. org 



220 Juz 13 — Ar-Ra'd 

(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada 
orang-orang yang bertakwa yang didalamnya ada sungai-sungai 
dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari 
air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr 
(arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari 
madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala 
macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. 
(Muhammad: 15), hingga akhir ayal. 



Firman Allah Svvt.: 



buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). (Ar- 
Ra'd: 35) 

Maksudnya, di dalamnya terdapat buah-buahan, makanan-makanan, dan 
minuman-minuman yang tiada henti-hentinya dan tidak pernah habis. Di 
dalam kitab Sahihain disebutkan hadis Ihnu Abbas tentang masalah salat 
gerhana matahari, yang di dalamnya antara lain disebutkan bahwa mereka 
(para sahabat) bertanya, "Wahai Rasulullah, kami melihat engkau meraih 
sesuatu dari tempatmu itu, kemudian kami lihat engkau mundur." Maka 
Rasulullah Saw: menjawab: 

Sesungguhnya aku melihat surga atau aku melihat surga— lalu 
aku berniat memetik setangkai anggur darinya. Seandainya aku 
benar-benar memetiknya, niscaya kalian akan makan sebagian 
darinya seUmia dunia ini masih ada. 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 221 

Al-Hafi/ Abu YaMa mengatakan, lelah menceritakan kepada kami Abu 
Khaisamah, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ja'far, telah 
menceritakan kepada kami Ubaidillah. telah menceritakan kepada kami 
Abu Uqail, dari Jabir yang mengatakan, "Ketika kami dalam salat I.ohor, 
(iba-tiba Rasulullah Saw. maju ke depan, kemudian Rasulullah Saw. 
meraih sesuatu seakan-akan hendak mengambilnya, tetapi setelah itu 
beliau mundur kembali. Setelah salat selesai, Ubay ibnu Ka'b bertanya 
kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, pada hari ini engkau telah melakukan 
sesuatu dalam salat yang belum pernah kami lihat engkau melakukannya 
sebelum itu.' Maka Rasulullah Saw. menjawab: 

cX^&p&% j£®Nfa$$£$ 3*4^*54^0 

'Sesungguhnya surga ditampilkan ke/Kidaku dan semua bunga seria 
pohonnya yang hijau, maka aku bermaksud hendak memelik 
setangkai buah anggur darinya untuk diberikan kepada kalian, tetapi 
antara ak u dan buah anggur cui 'a penghalang. Seandainya aku dapat 
mendatangkannya buat kalian, tentulah semua makhluk yang ada 
di antara langit dor} bumi dapat memakannya tanpa menguranginya '. ' ' 

Imam Muslim meriwayatkan melalui hadis Abu/Zubair, dari Jabir yang 
berkedudukan sebagai syahid (bukti) bagi sebagiannya. Dari Atabah ibnu 
Abdus Salma, disebutkan bahwa ada seorang Badui bertanya kepada Nabi 
Saw. tentang surga, la bertanya, "Apakah di dalam surga ada buah 
anggur?" Nabi Saw. menjawab, "Ya." Lelaki Badui bertanya, "Sebesar 
apakah tangkai buah anggurnya?" Rasulullah Saw. menjawab, "Besarnya 
sama dengan perjalanan satu bulan bagi burung gagak yang hitam legam 
(bila terbang) tanpa bcrlienti." Hadis ini merupakan riwayat Imam Ahmad. 
Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mu'az 
ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Madini, telah 
menceritakan kepada kami Raihan ibnu Sa'id. dari Abbad ibnu Mansur, 
dari Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Abu Asma, dari Sauban yang 
mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

kompungsunnah. org 



222 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Sesungguhnya seseorang apabila memelik sebiji buah dari sttrga, 
maka tumbuh lagi buah lain yang menggantikan kedudukannya. 

Dari Jabir ibnu Abdullah, disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Penduduk surga makan dan minimi tanpa mengeluarkah ingus, tanpa 
buang air besar dan tanpa buang air kecil, makanan mereka 
(dikeluarkan melalui) bersendawa yang baunya wangi seperti minyak 
kesturi, dan mereka diilhami untuk bertasbih dan bertaqdis 
(menyucikan Allah) sebagaimana mereka diilhami untuk bernapas. 

Hadis ini adalah riwayat Imam Muslim. 

Imam Ahmad dan Imam Nasai meriwayatkan melalui hadis Al- 
A'masy, dari Tamam ibnu Uqbah; ia pernah mendengar Zaid ibnu Anjam 
mengatakan bahwa seorang lelaki dari kalangan ahli kitab pernah datang, 
lalu bertanya. "Wahai Abui Qasim, engkau menduga bahwa penduduk 
surga makan dan minum?" Rasulullah Saw. menjawab: 




Ya, demi Tulian yang jiwa Muhammad berada di dalam genggaman 
kekuasaan-Nya, sesungguhnya seseorang dari penduduk surga 
benar-benar diberi kekuatan seratus orang lelaki dalam hal makan, 
minum, bersetubuft, dan syaliwat (berahi). 

Lelaki ahli kitab bertanya, "Sesungguhnya orangyang makan dan minum 
itu tentunya akan membuang hajat, sedangkan di dalam surga tidak 
terdapat kotoran " Rasulullah Saw. menjawab: 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 223 

Hajat seseorang dari mereka berupa keringat yang keluar dari kulit 
mereka, baunya wangi seperti minyak kesturi, lalu perut mereka 
mengempes (mengecil). (Riwayat Ahmad dan Nasai) 

Al-Uasan ibnu Arafah mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Khalaf ibnu Khalifah, dari Humaid ibnul A'raj.dari Abdullah ibnul I laris, 
dari Abdullah ibnu Mas'ud r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. 
pernah bersabda kepadanya: 

Sesungguhnya kamu benar-benar memandang seekor burung di 
surga, maka burung itu jatuh terjungkal di hadapanmu dalam 
keadaan telah terpanggang (siap untuk dimakan). 

Di dalam sebagian hadis disebutkan bahwa apabila seseorang telah 
memakannya, maka burung panggang itu kembali berujud burung dan 
terbang seper» sediakala dengan sei/in Allah Swt. 



dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan 
tidak terlarang mengambilnya. (Al-Waqi'ah: 32-33) 



Dan firman Allah Swt.: 



■vaUfto &K$jife$afe^&r: 



Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di alas mereka dan 
buahnya dimudahkan memeliknyti semudah- mudahnya. (Al-lnsan: 
14) 

Demikian pula naungannya, tidak pernah hilang dan tidak pernah surut, 
seperti yang disebutkan dalam firman Allah Swt.: 

kampungsunnoh. org 



224 . Juz 13— Ar-Ra'd 

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan 
yang saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang 
di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; 
mereka di dalamnya mempunyai istri-istri yang suci, dan Kami 
masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. (An-N isa: 57) 

Di dalam kitab Sahihain lelah disebutkan sebuah hadis melalui berbagai 
jalur, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang 
pengendara yang tangguh memacu kuda balapnya dengan cepat di 
hawah naimgannya selama seratus tahun (tanpa berhenti) masih 
belum melampauinya. 

Kemudian Rasulullah Saw. membacakan firrnan-Nya; 

dan naungan yang terbentang luas. (Al-Waqi'ah: 30) 

Allah Swl. sering kali menyebutkan gambaran surga dan neraka secara 
beriringan, agar surga diingini dan neraka dihindari. Karena itulah setelah 
Allah menyebut gambaran tentang surga dalam ayat ini, maka Dia 
mengiringinya dengan firman*Nya: 

Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, 
sedangkan tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka 
(Ar-Ra'd: 35) 

kampungsonnoh. org 



Tafslf Ibnu Kasir 225 

Sama halnya dengan yang disebutkan di dalam firman -Ny a: 

Ticuki sama penghuni-pengltuni neraka dengan penghuni-penghuni 
surga, penghmi-penglnmi surga inilah orang-orang yang beruntung. 
(Al-Hasyr:20) 

Bilal ibnu Sa'd — khatib kota Dimasyq — mengatakan dalam salah satu 
khotbahnya: Hai hamba-hamba Allah, bukankah telah datang kepada 
kalian juru pewarta yang mewartakan kepada kalian bahwa sesuatu dari 
ibadah kalian diterima dari kalian atau sesuatu dari kesalahan kalian 
diampuni bagi kalian? 

Maka apakah kalian mengira bahwa sesungguhnya Kami 
menciplakan kalian secara main-main (saja), dan bahwa kalian tidak 
akan dikembalikan kepada Kami? (AI-Mu-minun: 1 1 5) 

Demi Allah, seandainya disegerakan bagi kalian pahala di dunia, niscaya 
kalian semua akan malas mengerjakan hal-hal yang difardukan kepada 
kalian, atau kalian menjadi orang yang cinta taat kepada Allah demi pahala 
duniawi kalian dan kalian tidak akan bersaing (berlomba) dalam meraih 
surga. 

buahnya lak henti-henti, (Ar-Ra'd: 35) 
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim. 

Ar-Ra'd, ayat 36-37 



kompungsunnah. org 



226 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Orang-orang yang lelah Kami berikan kitab kepada mereka 
bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di antara 
golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, adu yang 
mengingkari sebagtannyo. Katakanlah, "Sesungguhnya aku hanya 
diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan 
sesuatu pun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) 
dan lionya kepada-Nya aku kembali. " Dan demikianlafi. Kami telah 
menurunkan Al-Qur an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam 
bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka 
setelah datang pengelaliuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada 
pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. 

Firman Allah Swt: 



*** 3$tfB $jg 



Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka. 
(Ar-Ra'd: 36) 

Mereka adalah orang-orangyang menghidupkan ajaran-ajarannya sesuai 
dengan apa yang dikandungnya. 

bergembira dengan kitab yang diturunkan kefjadamu. (Ar-Ra'd: 36) 

Yakni kilab Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu, mengingat di dalam 
kitab-kitab mereka terdapat bukti-bukti yang membenarkannya dan berita 
gembira tentang kedatangannya. Seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. 
dalam ayat yang lain, yaitu: 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kafir 227 



;***• 1g2S&4fi&tiffiM 



Orang-orangyang lelah Kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka 
membacanya dengan bacaan yang. sebenarnya. (AI-Baqarah: 121), 
hingga akhir ayat. 

Demikian pula dalam ayat berikut ini: 



^.v. J p rt = !j$&fo!&$ 



Katakanlah, "Beriman/ah kaf ion kepadanya atau tidak usah beriman 
(sama saja bagi Allah). (Al-Isra: 107) 

sampai dengan firman-Nya: 



c v 



sesungguhnya janji Tuhan kamijKisti dijienuhi. " (Al-Isra: 1 08) 

Yakn i sesungguhnya apa yang dijanj ikan oleh Allah di dalam kitab-kitab 
kami — menyangkut pengutusan Muhammad Saw. — adalah benar dan 
pasti terjadi. Mahasuci Allah, alangkah benarnya janji-Nya, bagi-Nya 
semata segala puji. 

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan 
mereka bertambah khusyuk (Al-Isra: 109) 



Adapun firman Allah Swt.: 



C"' 



w= &%$& M&Z 



dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang 
bersekutu, adu yang mengingkari sebagiannya. (Ar-Ra'd: 36) 

Artinya, di antara golongan ahli kitab ada sebagian orang yang 
mengingkari apa yang diturunkan kepadamu. 

kampangsannah. org 



228 Juz 13 — Af-Ra'd 

Mujadid mengatakan sehubungan dengan makna llrman-Nya: 

dan di antara golongan-golongan yang bersek utu (Ar-Ra'd:36) 
Yakni orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani. 



CT\ 



«j** &M& 



ada yang mengingkari sebagiannya. (Ar-Ra'd: 36) 

Maksudnya, mengingkari sebagian perkara hak yang diturunkan 
kepadamu. Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah dan Abdur 
Rahman ibnu 7aid ibnu Aslam. Hal ini sama dengan yang disebutkan 
oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui flrman-Nya: 

Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman 
kepada Allah (Ali lmran: 199), hingga akhir ayat 

Allah Swt berfirman: 



C*l' 



«u* %W$to^$&$&$ 



Katakanlafi, ' 'Sesunggidmya aku hanya dijierintah untuk menyembah 
Allah doti tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Dia " (Ar- 
Ra'd: 36) 

Yakni sesungguhnya aku diutus untuk menyembah Allah semata, tiada 
sekutu bagi-Nya, sebagaimana para rasul sebelumku diutus membawa 
ajaran yang sama. 

"Hanya kepada-Nya aku seru (manusia)." (Ar-Ra"d: 36) 
kompangsannoh. org 



Tafsir jbnu Kasir 229 

Aninya, hanya kejalan-Nyaaku menyeru umat manusia. 

"dan hanya kepada-Nya aku kembali " (Ar-Ra'd: 36) 

Yailu kembali dan berpu tangku. 
Firman AUaliSwl.: 

Dari demikian/ah, Kami lelah menurunkan Al-Qur 'ari itu sebagai 
peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. (Ar-Ra'd: 37) 

Yakni sebagaimana Kami telah mengutus rasul-rasul sebelum kamu dan 
menurunkan kepada mereka kitab-kitab dari langit begitu pula Kami 
turunkan kepadamu Al-Qur'an sebagai peraturan dengan berbahasa Arab; 
yang dengannya Kami muliakan engkau dan Kami lebihkan engkau di 
atas selainmu, berkat kirab Al-Qur'an yang jelas lagi terang ini. 

Yang tidak datang kepadanya (A l-Qur 'an) kebatilan, baik dari depan 
maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang 
Mahabijaksana lagi Maha Terpuji. (Fussilai: 42) 

Firman Allah Swt.: 

Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka. (Ar-Ra'd: 37) 
Yakni jika kamu mengikuti pendapat-pendapat mereka. 

setelah datang pengetahuan kepadamu (Ar-Ra'd: 37) 
kampangwnnah. org 



230 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Yaiiu pengetahuan dari Allah Swl. 

maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu 
terhadap (siksa) Allah (Ar-Ra'd: 37) 

Hal ini mengandung ancaman yang ditujukan kepada orang-orang yang 
berpengetahuan, agar jangan mengikuti jalan yang ditempuh oleh orang- 
orang yang sesat, sesudah mereka berjalan di atas jalan yang benar, yaitu 
sunnah nabawi dan hujati yang jelas yang disampaikan oleh Nabi 

Muhammad Saw. 

Ar-Ra'd, ayat 38-39 

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum 
kainu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. 
Dan tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu ayat 
(mukjizat) melainkan dengan izin Allah Bagi tiap-tiap masa ada 
Kitab (yang tertentu). Allah mengficgmskan apa yang Dia keltendaki 
dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah 
terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuz). 

Allah Swl. menyebutkan bahwa sebagaimana Kami telah mengutusmu, 
hai Muhammad, sebagai seorang rasul dan kamu seorang manusia, begitu 
pula Kami telah mengutus rasul-rasul sebelum kamu dari kalangan 
manusia; mereka makan makanan, berjalan di pasar-pasar, dan beristri 
serta mempunyai anak. 

kampungsunnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 23 1 

dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan ke/urunan. ( Ar- 
Ra'd:38) 

Allah SWt lelah berfirman kepada rasul-Nya yang paling utama dan yang 
menjadi penutup para rasul: 

Katakanlah, "Sesungguhnya aku hanya/ah seorang manusia seperti 
kalian, yang diwahyukan kepadaku. " (AI-Kahfi: 1 1 0) 

Di dalam kitab Sahihain disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah 
bersabda: 






Adapun aku berpuasa dan berbuka, berdiri (salat) dan tidur, makan 
daging dan mengawini wanita. Maka barang siapa yang tidak suka 
dengan sunnah (tuntunan ku), dia bukan termasuk golonganku. 

Imam Ahmad mengatakan, lelah menceritakan kepada kami Yazid, telah 
menceritakan kepada kami Al-Hajjaj ibnu Artali, dari Mak-hul yang 
mengatakan bahwa Abu Ayyub pernah mengatakan bahwa Rasulullah 
Saw. pernah bersabda: 

Ada empat perkara yang termasuk sunnah para rasul, yaitu me- 
makai wewangian, nikah, bersiwak, dan memakai pacar 

Abu Isa At-Turmuzi tetali meriwayatkannya melalui Sufyan ibnu Waki*. 
dari Hafis ibnu Gailan, dari AI-Hajjaj, dari Mak-hul, dari Abusy Syimal, 
dari Abu Ayyub, kemudian ia menyebutkan hadis ini. Dan ia(Turmuzi) 
mengatakan bahwa hadis ini lebih sahih daripada hadis yang di dalam 
sanadnya tidak disebut Abusy Syimal. 

kompori gsunnah. org 



232 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Firman Allah Swl.: 



■ &<M&m#%Q8& 



Dan tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu ayat 
(mukjizat) melainkan dengan izin Allah. (Ar-Ra'd: 38) 

Artinya, tidaklah seorang rasul mendatangkan kepada kaumnya sesuatu 
hal yang bertentangan dengan hukum alam (mukjizat) melainkan dengan 
seizin Allah, bukan atas kehendaknya sendiri. Segalanya diserahkan 
kepada Allah. Dia melakukan apa yang dikehendaki-Nya dan memuluskan 
apa yang disukai-Nya. 

Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu). (Ar-Ra"d: 38) 

Yakni bagi tiap masa tertentu ada kitab yang mencatat batas akhirnya. 
Segala sesuatu ada balasannya yang ditentukan di sisi-Nya. 

Apakah kamu tkhk mengetahui bahwa sesungguhnya Allali mengetahui 
apa sega yang ada di /angil dan di bumi; baltwasanyay ang demikian 
itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuz)? Sesungguh ty a yang 
demikian itu amat mudah bagi Allah (Al-Hajj: 70) 

Ad-Dahhak ibnu Muzahim mengatakan sehubungan dengan makna 

firman-Nya: 






Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu). (Ar-Ra'd: 38) 

Yakni bagi tiap kitab ada batas masanya. Dengan kata lain, tiap kitab 
yang diturunkan dari langit ada batasan masa yang telah ditentukan di 

kompungsannah. org 



Tafsir ibnuKasit 233 

sisi Allah dan ada batas masa berlakunya. Karena itu, dalam firman 
selanjutnya disebutkan: 

Allah menghapuskan apa yang Diu kehendaki. (Ar-Ra'd: 39) 
darinya (kitab-kitab itu). 

dan menetapkan (apa yang Dia keliendaki). (Ar-Ra'd: 39) 

sehingga semuanya &\-mansukh oleh Al-Qur'anyang Dia turunkan kepada 
Rasulullah Saw. 

Mengenai makna firman Allah Swt. yang mengatakan: 

i/ 



«•^ J4&$££&\p. 



Allah menghenmskan apa yang Dia kehendaki dan menerapkan (apa 
yang Dia kehendaki). (Ar-Ra'd: 39) 

Ulama tafsir berselisih pendapat mengenai penafsirannya. As-Sauri, Waki\ 
dan Ilasyim telah meriwayatkan dari Ibnu Abu Laila, dan Al-Minhal 
ibnu Amr, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Allah-lali yang 
mengatur urusan sunnah (hukum). Maka Dia menghapuskan apa yang 
dikehendaki-Nya, terkecuali nasib celaka, nasib bahagia, hidup, dan mati. 
Di dalam riwayat lain sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa 
yang Dia kehendaki). (Ar-Ra'd: 39) 

Disebutkan bahwa segala sesuatu yang Dia kehendaki untuk dihapus. 
Dia menghapusnya, kecuali mati. hidup, celaka, dan bahagia; karena 
sesungguhnya urusan tersebut telah diselesaikan oleh-Nya. 

kompangsunnah. org 



234 Juz 13 — Ar-Ra'd 



Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



-„^j,, .&g$j&3s M 



Allah menghapuskan apayang Dia kehendaki dan menetapkan (apa 
yang Dia kehendaki). (Ar-Ra*d: 39) 

Kecuali hidup, mati, celaka, dan bahagia; hal tersebut tidak berubah. 
Mansur mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Mujahid tentang 
doa seseorang seperti berikut: "Ya Allah, jika namaku berada dalam 
golongan orang-orang yang berbahagia, maka tetapkanlah namaku itu di 
antara mereka. Dan jika namaku berada dalam golongan orang-orang 
yang celaka, maka hapuskanlah namaku dari golongan mereka, dan 
jadikanlah namaku termasuk ke dalam golongan orang-orang yang 
berbahagia." Maka Mujahid menjawab. "Baik," Kemudian Mansur 
menjumpainya lagi setahun kemudian atau lebih, dan ia menanyakan 
pertanyaan yang sama kepada Mujahid. Maka Mujahid membacakan 
firman-Nya: 



cv 



** fe&a^l 



Sesungguhnya Kami menurunkannya pada Suatu malam yang 
diberkati. ( Ad-Dukhan: 3), hingga akhir dua ayal berikutnya. 

Kemudian Mujahid berkata bahwa Allah memberikan ketetapan dalam 
malam yang diberkati segala sesuatu yangakan terjadi dalam masa satu 
tahun menyangkut masalah rezeki atau musibah. Kemudian Dia men- 
dahulukan apa yang Dia kehendaki dan menangguhkan apa yang Dia 
kehendaki. Adapun mengenai ketetapan-Nya tentang kebahagiaan dan 
kecelakaan, maka hal ini lelah ditetapkan-Nya dan tidak akan diubah lagi. 
Al-A'masy telah meriwayatkan dari Abu Wa*il (yaitu Syaqiq ibnu 
Salamah) bahwa dia sering sekali mengucapkan doa berikut: "Ya Allah, 
jikalau bngkau telah mencatat kami termasuk orang-orang yang celaka, 
maka sudilah kiranya Engkau menghapusnya, dan catatlah kami ke dalam 
golongan orang-orang yang bahagia. Dan jika Engkau telah mencatat 
kami ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia, maka tetapkanlah 
keputusan itu. Karena sesungguhnya Engkau menghapuskan apa yang 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 235 

Engkau kehendaki dan menetapkan apa yang engkau kehendaki, di sisi- 
Mu terdapat Unumil Kitab (Lauh Mahfuz)." Demikianlah menurut riwayat 
Ibnu I a! i i . 

Ibnu Jari r mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami 
Amr ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Mu'az ibnu Hisyam, telah 
menceritakan kepada kami ayahku, dari Abu H aki m ah Ismah, dari Abu 
Usman An-Nahdi, bahwa Umar ibnul Khattab r.a. mengucapkan doa 
berikut dalam tawafnya di Baitullah seraya menangis: 

Ya Allah, jika Engkau telah mencatat nasibku celaka atau berdosa, 
maka hapuskan/ah, karena sesungguhnya Engkau menghapuskan 
apa yang Engkau kehendaki dan menerapkan apa yang Engkau 
kehendaki; dan di sisi-Mu terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuz), 
maka jadikanlah (catatan nasibku) bahagia dan mendapat ampunan. 

Hammad telah meriwayatkan dari Khalid Al-Hazza, dari Abu Qilabah, 
dari Ibnu Mas'ud r.a., bahwa dia pun membaca doa tersebut Hal yang 
sama telah diriwayatkan oleh Syarik, dari Hilal ibnu Ifumaid, dari 
Ahdullah ibnu Alim, dari Ibnu Mas'ud. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, 
telah menceritakan kepada kami Hajjaj, telah menceritakan kepada kami 
Khassaf, dari Abu Hamzah, dari Ibrahim, bahwa Ka'b berkala kepada 
Umar ibnul Khattab, "Wahai Amirul Mukminin, seandainya tidak ada 
Suatu ayal dalam Kitabullah (Al-Qur'an), tentulah aku akan menceritakan 
kepadamu apa yang akan terjadi sampai hari kiamat." Umar ibnul Khattab 
bertanya, "Ayal apakah itu?" Ka'b menjawab bahwa ayat tersebut adalah 
firman Allah Swt. yang mengatakan: 



CT\ 



.WbMHl!$ 



Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki. (Ar-Ra'd: 39), hingga 
akhir ayat. 

kampungsannah. org 



236 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Pengertian semua pendapat di atas menyimpulkan bahwa takdir itu dapat 
dihapus oleh Allah menurut apa yang Dia kehendaki darinya, dan Dia 
menetapkan apa yang Dia kehendaki darinya. Pendapat ini barangkali 
berpegang kepada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan 
bahwa telah menceritakan kepada kami Waki\ lelah menceritakan kepada 
kami Sufyan (yaitu As-Sauri), dari Abdullah ibnu Isa, dari Abdullah ibnu 
Abui Ja'd, dari Sauban yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah 
bersabda: 

Sesungguhnya seorang /elaki benar-benar terhalang dari rezekinya 
disebabkan dosa yang dikerjakannya, dan tiada yang dapat menolak 
takdir kecuali doa. dan tiada yang dapat menambah usia kecuali 
perbuatan baik. 

Imam Nasai dan Ibnu Majali meriwayaikannya melalui hadis Sufyan As- 
Sauri dengan sanad yang sama. Di dalam hadis sahih lelah disebutkan 
bahwa silaturahmi menambali usia. Di dalam hadis lainnya disebutkan: 

■ 

Sesungguhnya doa dan qada (takdir), kedua-duanya benar-benar 
saling tolak menolak di antara langit dan bumi 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu 
Sahi ibnu Askar, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah 
menceritakan kepada kami Ibnu Jarir, dari Ata. dari Ibnu Abbas yang 
mengatakan bahwa Allah mempunyai Latih Mahfuz yang besarnya sejauh 
perjalanan lima ratus tahun, terbuat dari batu permata (intan) putih yang 
mempunyai dua penyanggah terbuat dari >;iqul. Setiap hari Allah 
memeriksanya sebanyak tiga ratus enam puluh kali periksaan. Dia 
menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang 
dikehendaki, di sisi-Nya terdapat Lmmul Kitab. 

kampungsannoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 237^ 

Al-Lais ibnu Sa'd telah meriwayatkan dari Ziyad ibnu Muhammad, 
dari Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi, dari Fudalah ibnu Ubaid, djiri 
Abu Darda yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw, pernah bersabda: 

Az-Zikr (Lauh Mahfuz) dibuka pada soal malam hari tinggal tiga 
jam lagi. Pada jam yang pertama dilakukan pemeriksaan oleh 
Aliah padanya yang tiada seorang pun melihat pemeriksaan itu 
selain Dia, maka Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki 
dan menetapkan apa yang Dia kehendaki 

hingga akhir hadis, diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. 

Al-Kalbi mengatakan sehubungan dengan makna finnan-Nya: 

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa 
yang Dia kehendaki). ( Ar-Ra*d: 39) 

Bahwa Allah menghapuskan sebagian dari rezeki dan menambahkannya, 
dan Dia menghapuskan sebagian dari ajal (usia) dan menambahkannya. 
Ketika ditanyakan kepadanya, "Siapakah yang menceritakan hal itu 
kepadamu?" Al-Kalbi menjawab bahwa yang meuccriiakannya adalah 
Abu Saleh, dari .labir ibnu Abdul lah ibnu Rabbab, dari Nabi Saw. Sesudah 
itu ia ditanya mengenai makna ayat ini, maka ia menjawab, "Allah 
mencatat semua keputusan. Apabila hari Kamis, maka dibiarkanlah 
sebagian darinya segala sesuatu yang tidak mengandung pahala, tidak 
pula siksaan. Seperti ucapanmu, 'Saya makan, saya minum, saya masuk, 
saya keluar, dan lain sebagainya,' yang menyangkut pembicaraan, 
sedangkan pembicaraan itu benar. Dan Dia menetapkan apa yang ada 
pahalanya serta apa yang ada sanksi siksaannya." 

kampungsunnoh. org 



238 Juz 13— Ar-Ra'd 

Ikrimah lelah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Kitab itu ada 
dua, yaitu Kitab (catatan) yang Allah menghapuskan sebagian darinya 
menurut apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki 
darinya, dan di sisi-Nyalah terdapat I Jmmul Kitab. 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari lbnu Abbas sehubungan dengan 
makna Firman-Nya: 

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetap- 
kan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nyalah terdapat Vmmul 
Kitab (Lauli Mahfuz). (Ar-Ra'd: 39) 

Hal ini menyangkut perihal seseorang yang melakukan'amal ketaatan 
selama suatu masa, kemudian ia kembali mengerjakan perbuatan maksiat 
kepada Allah, lalu ia mati dalam keadaan sesat, maka hal inilah yang 
dihapuskan. Dan yang ditetapkan ialah perihal seseorang yang mengerja- 
kan kemaksiatan kepada Allah, tetapi telah ditetapkan baginya kebaikan 
hingga ia mati, sedangkan dia dalam keadaan taat kepada Allah. Maka 
dialah yang ditetapkan oleh Allah. 

Tetapi telah diriwayatkan dari Sa'id ibnu Jubair, bahwa makna ayat 
ini sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: 

Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa 
yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. 
(Al-Baqarah:284) 

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan 
dengan makna firman-Nya: 



^^*sL0^$&)& 



Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa 
yang Dia kehendaki). (Ar-Ra'd: 39) 

kampvngsunnah. org 



Tafsir IbnuKasif 239 

Allah mengganti apa yang Dia kehendaki, maka Dia menghapuskannya; 
dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, maka Dia tidak menggantinya. 



5*i«4_ib)b -t«3$i5wfcSi$£ 



dan di sisi-Nyalah terdapat Vmmul Kitab (I .auh Mah fuz). ( Ar-Ra'd: 
39) 

Kesimpulan maknanya ialah 'di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab yang di 
dalamnya terkandung hal yang dihapuskan, hal yang diganti, dan hal yang 
ditetapkan'. 

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



CT\r 



^ ■&$$&; &\P. 



Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa 
yang Dia kehendaki). (Ar-Ra'd: 39) 

Ayat ini semakna dengan firman-Nya dalam ayat yang lain: 



CV 



.*j*. \4£tffe*3U 



Ayat apa saja yang Kami nasakh-kan, aum Kami jadikan (manusia) 
lupa kepadanya. (Al-Baqarah: 106), hingga akhir ayat. 

Ibnu Abu Nujaih lelah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

Allah niengliapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa 
yang Dia kehendaki). (Ar-Ra'd: 39) 

Bahwa orang-orang kafir Quraisy, ketika ayat berikut ini diturunkan: 
kampungsunnah. org 



240 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Dan tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu ayal 
(mukjizat) melainkan dengan izin Allah. (Ar-Ra'd: 38) 

Mereka berkata, "Sekarang kita tidak melihat Muhammad memiliki suatu 
kemampuan pun. Sesungguhnya dia tidak berdaya." Maka turunlah ayat 
ini sebagai ancaman dan peringatan terhadap mereka. Dengan kata lain, 
disebutkan bahwa sesungguhnya bila Kami menghendaki, tentulah Kami 
mengadakan baginya sebagian dari urusan Kami menurut apa yang Kami 
kehendaki. Dan Allah menetapkan pada bulan Ramadan (ketetapan-Nya), 
maka Dia menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan rezeki- 
rezeki manusia serta musibah-musibah mereka, dan semua yang Dia 
berikan dan yang Dia bagikan buat mereka. 

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman- 
Nya: 

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan. 
(apa yang Dia kehendaki). (Ar-Ra'd: 39) 

Bahwa barang siapa yang ajalnya telah datang, maka ia dimatikan, dan 
Allah menetapkan kehidupan bagi orang yangditclapkan-Nya masih hidup 
hingga sampai pada ajalnya. Pendapat ini dipilih oleh Abu Ja'far ibnu 
Jarir rahimahullah. 
Firman Allah Swt; 



^ . u$Mi£ 



dan di sisi-Nyalah teixfai>at Ummul Kitab (i^rnh Mahfuz). (Ar-Ra'd: 
39) 

Maksudnya, perkara halal dan perkara haram. Sedangkan menurut 
Oatadali, makna yang dimaksud ialah keseluruhan Kitab daii pokoknya. 
Ad-Dahhak mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



"^.^b .<J$Jj>|4vSi£i 



kampangsannah. org 



Tafsir tbnu Kasir 241 

dan di sisi-Nya/ah terdapat Ummul Kitab. (Ar-Ra'd: 39) 

bahwa yang dimaksud ialah Kitab yang ada di sisi Tuhan semesin alam. 

Sunaid ibnu Daud mengatakan, telah menceritakan kepadaku 
Mu'tainir, dari ayahnya, dari Yasar, dari Ibnu Abbas, bahwa ia pernah 
bertanya kepada Ka'b tentang makna Ummul Kitab. Maka Ka*b 
menjawab, "Ummul Kiiab ialah ilmu Allah tentangapa yang Dia ciptakan 
dan apa yang diperbuat oleh ciptaan-Nya. Kemudian Allah berfirman 
kepada ilmu-Nya, 'Jadilah engkau sebuah Kitab/ Makajadilah ia sebuah 
Kitab." 

Ibnu Juraij mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

dan di sisi-Nyalah terdapat Ummul Kitab. (Ar-Ra'd: 39) 
Bahwa yang dimaksud ialah Ai-Zikr ( Al-Qur an). 

Ar-Ra'd, ayat 40-41 

Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian (siksa) yang Kami 
ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak 
penting bagimu) karena sesungguhnya lugasmu /tanya menyamjHii- 
kan saja. sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka. Dan 
apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi 
daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah- 
daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah 
menetapkan hukum ( menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat 
menolak ketetapan-Nya; dan Dia/ah Yang Aiahacepat hisab-Nya, 

kampongsannah. org 



242 Juz 13 — At-Ra'd 

Allah Swt. berfirman kepada Kasul-Nya: 

Dan jika Kami perliliatkan kepadamu (Ar-Ra'd: 40) 

liai Muhammad, sebagian dari kehinaan dan pembalasan yang lelah Kami 
siapkan buat musuh-musuhmu di dunia. 

atau Kami wafatkaii kamu. (Ar-Ra'd: 40) 
sebelum itu. 



:f 



*** $A$Sttf 



karena sesungguhnya lugasmu Iurnya menyampaikan saja. (Ar-Ra'd; 
40) 

Yakni sesungguhnya Kami mengutusmu hanyalah untuk menyampaikan 
kepada mereka risalah Allah, dan engkau telah melakukan apa yang 
diperintahkan kepadamu. 

sedangkan Kamilah yang menghisab. (Ar-Ra'd: 40) 

Yaitu menghisab amalan mereka dan membalasnya. Ayat ini semakna 
dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firmaii-Nya: 

Maka berilah peringatan, karena sesunggulmya kamu /tanyalah 
ortmg yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang 

kompangsunnah. org 



Tafsw Ibnu Kasir 243 

berkuasa atas mereka, tetapi onmgyang bergiling dan kafir, maka 
Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. Sesungguhnya 
kepada Kamilah kembali mereka, kenmdian sesungguhnya kewajiban 
Kamilah menghisab mereka. (Al-Gasyiyah: 21-26) 

Firman Allah Swi.: 

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesunggutmya Kami men- 
ekitangi daeraft-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurang} tkieraft- 
daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? ( Ar-Ra'd: 4 1 ) 

Ibnu Abbas mengatakan bahwa maksudnya adalah 'tidakkah mereka 
(orang-orang kafir itu) melihat bahwa Kami memberikan kemenangan 
kepada Muhammad Saw. melalui penaklukan yang dilakukannya daerah 
demi daerah?'. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa maksudnya 'apakah 
mereka tidak melihat kepada negeri itu yang dibinasakan, sedangkan di 
daerah yang lainnya terjadi keramaian?'. 

Mujahid dan Ikrimah mengatakan sehubungan dengan makna firman- 
N>a: 



rt\.\ 



**m&xm 



lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit), dari 
tepi-tepinya? (Ar-Ra'd: 41) 

Yakni kerusakannya. Menurut Al-Hasan dan Ad-Dahhak, makna yang 
dimaksud ialah kemenangan kaum muslim atas orang-orang musyrik. Ibnu 
Abbas — menurut riwayat Al-Aufi — menyebutkan bahwa makna yang 
dimaksud ialah berkurangnya penduduk daerah itu dan berkurangnya 
keberkatan daerah tersebut. 

Menurut Mujahid, makna yang dimaksud ialah berkurangnya jiwa, 
hasil buah-buahan, dan rusaknya daerah itu. Asy-Sya'bi mengatakan, "Jika 
yang berkurang itu adalah daerahnya, tentulah kamu akan merasakan 
bahwa bumi semakin sempit bagimu. Tetapi yang berkurang ialah jiwa 
penduduknya dan hasil buah-buahannya." Mal yang sama dikatakan oleh 

kampungsunnah. org 



244 Juz 13— Ar-Ra'd 

Ikrimah. Ikrimah mcngalakan, ''Seandainya yang dikurangi itu adalah 
buminya, tentulah kamu tidak dapat menemukan suatu tempat pun buat 
kamu duduk (tinggal)," tetapi makna yang dimaksud ialah kematian. 

Menurut suatu riwayat, Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang 
dimaksud ialah rusaknya daerah-daerah itu dengan kematian ulama, ahli 
i io ih. dan ahli kebaikannya. 

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, bahwa makna yang 
dimaksud ialah meninggalnya ulamanya. 

Sehubungan dengan pengertian ini Al-Hafiz Ibnu Asakir telah 
mengatakan dalam biografi Ahmad ibnu Abdul Aziz Abui Oasim Al- 
Masri (seorang pemberi wejangan penduduk Asbahan) bahwa telah 
menceritakan kepada kami Abu Muhammad Talhah ibnu Asad Al-Murri 
di Dimasyq, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Al-Ajari di 
Mekah, lelah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Islamzal syair berikut 
yang ia tujukan bagi dirinya sendiri: 

Bumi menjadi hidup selagi orang alimnya hidup. Bilamana ada 
searang alim darinya yang mati, maka matilah sebagian dari 
daerahnya. Perihalnya sama dengan bumi yang tetap hidup selagi 
hujan masih menyiraminya; dan jika hujan tidak menyirami- 
nya, maka ak<m terjadi kerusakan pada daerah-daerahnya (yang 
tidak tersirami hujan). 

Pendapat pertamalah yang paling utama, yaitu pendapat yang mengatakan 
bahwa makna yang dimaksud ialah kemenangan agama Islam atas 
kemusyrikan daerah demi daerah. Makna ayat ini semisal dengan apa 
yang disebutkan dalam ayat lain melalui fmnan-Nya: 



.dfta&HBft& 



Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di 
sekitarmu. (Al-Ahqaf: 27), hingga akhir ayat. 

kompangsannoh. org 



Tatar Ibnu Kas» . 245 

Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. 
Ar-Ra'd, ayat 42 

Dan stmgguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) 
telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam 
kekuasaan A Ihih Dia mengetafmi apa yang diusahakan aleh setiap 
diri. dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat 
kesudahan (yang baik) itu. 

Firman Allah Swt.: 

Dansungguh orong-ortmg kafir ytmg sebelum men'ka(kafir Mckah) 
telah mengadakan tipu daya. (Ar-Ra'd: 42) 

Yailti terhadap rasul-rasul mereka, dan mereka menginginkan agar rasul- 
rasul itu disingkirkan dari negeri mereka. Maka Allah membalas tipu 
daya mereka itu dan menjadikan akibat yang terpuji (haik) bagi orang- 
orang yang bertakwa. Ayat ini semakna dengan ayat lain yang disebutkan 
melalui firman-Nya: 

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya 
upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau 
membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan 
Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas 
tipu daya. (Al-Anf al: 30) 

kowpongsannah. org 



246 Juz 13 — Ar-Ra'd 

Dan mereka pun merencanakan makar {lengan swigguh-sungguh 
dan Kami merencanakan makar (pula), sedangkan mereka tidak 
menyadari. Maka [K'rhankanlaJi betapa sesungguhnya akibat makar 
mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum 
mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah metvka dalam keadaan 
runtuh disebabkan kezaliman mereka.(An-Nati\\: 50-52) 

Adapun firman Allah Swt; 

Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri. (Ar-Ra'd: 
42) 

Artinya, Allah Swt. mengetahui semua rahasia dan apa yang tersimpan 
di dalam hati, dan kelak Dia akan membalas setiap orang sesuai dengan 
amal perbuatannya. 

dan arang-arang kafir akan mengetahui. (Ar-Ra'd; 42) 

Menurut qiraat lain disebutkan al-kuffar dalam bentuk jamak, bukan al- 
kcftr. 

untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu. (Ar-Ra'd: 42) 

Yakni bagi siapa kemenangan itu, apakah bagi mereka atau bagi pengikut 
para rasul. Tidak, bahkan kemenangan dan akibat yang terpuji di dunia 
dan akhirat hanyalah bagi pengikut para rasul. I lanya bagi Allah-lah segala 
puji. 

kampungsunnah. org 



Tafsir ibnuKasIf 247 

Ar-Ra'd, ayat 43 

Berkatalah orang-orang kafir, "Kamu bukan seorang yang dijadikan 
rasul. " Katakanlah. "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan 
kalian dan antara orangyang mempunyai ilmu Al -Kitab. " 

Allah berfirman, bahwa orang-orang kafir itu mendustakanmu 
(Muhammad) dan mereka mengatakan: 

Kamu bukan seorang yang dijadikan rasul. (Ar-Ra*d: 43) 
Artinya, Allah tidaklah menjadikanmu sebagai seorang rasul. 

Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kalian. 
(Ar-Ra'd: 43) 

Yakni cukuplah Allah sebagai saksi antara aku dan kalian yang 
menyaksikan atas diriku terhadap apa yang aku sampaikan dari risalah- 
Nya; dan menjadi saksi atas kalian, hai orang-orang yang berdusta dalam 
ucapannya, apa yang kalian buat-buat itu adalah kedustaan belaka. 
Firman Allah Swt: 

dan antara orangyang mempunyai ilmu Al-Kitab. " (Ar-Ra'd: 43) 

Menurut suatu pendapat, ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abdullah 
ibnu Salam, menurut Mujahid. Tetapi pendapat ini dinilai garib, mengingat 

kompungsunnah. org 



248 Juz 13 — Ar-Ra'd 

ayal ini adalah ayal Makkiyyah. sedangkan Abdullah ibnu Salam hanya 
baru masuk Islam selelah Nabi Saw. tiba di Madinah. 

Pendapa! yang kuai dalam masalah ini adalah yang dikemukakan 
oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas, bahwa mereka adalah sebagian dari 
kalangan pemeluk agama Yahudi dan Nasrani. Qaladah menegaskan 
bahwa di antara mereka adalah Ibnu Salam, Salman, dan Tamim Ad- 
Dari. 

Dalam suatu riwayat yang bersumberkan darinya Mujahid 
mengatakan bahwa yang dimaksud adalah Allah Swt. Disebutkan bahwa 
Sa'id ibnu Jubair mengingkari bila makna yang dimaksud oleh ayat ini 
adalah Abdullah ibnu Salam, dengan alasan bahwa ayat ini Makkiyyah. 
Dan ia membaca ayat ini: 



*»**» 'JftfefMft 



dan antara orang yang mempunyai ilmu Al-Kilab. (Ar-Ra'd: 43) 

Lalu ia mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah ilmu dari sisi 
Allah. Bacaan yang sama dikemukakan oleh Mujahid dan Al-Hasan Al 
Basri. 

Ibnu Jarir telah meriwayatkan melalui hadis Harun Al-A'war, dari 
Az-Zuhri, dari Salim, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Saw. membaca 
ayat ini dengan bacaan: 

dan antara orang yang mempunyai ilmu Al-Kitab. (Ar-Ra'd: 43) 

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan bahwa hadis ini tidak ada pokoknya 
melalui riwayat Az-Zuhri di kalangan para perawi yang .siaah. Menurut 
kami, hadis ini telah diriwayatkan oleh Abu Ya'la di dalam kitab Musnaef- 
nya melalui jalur Harun ibnu Musa melalui Sulaiman ibnu Arqam — 
sedangkan dia berpredikatffa//"— , dari Az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya 
secara marfu ' pula, tetapi masih belum kuat 

Pendapat yang .benar sehubungan dengan masalah ini ialah yang 
mengatakan bahwa firman-Nya: 

kampangsannah. org 



Tafsir IbnuKa&r 249 



dan antara orang yang mempunyai. (Ar-Ra'd: 43) 

Lafaz mau Helalah isimjmis yang pengertiannya mencakup ulama ahli 
kitab yang menjumpai sifal Nabi Muhammad dan ciri khasnya dalam 
kitab-kitab mereka yang terdahulu melalui berita-berita gembira yang 
diwartakan oleh para nabi. Perihalnya sama dengan pengertian yang 
terkandung di dalam firman-Nya: 

</<?/; rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan 
rahmal-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan 
zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami " 
(Yaitu), orang-orang yang mengikuti Rasul. Nabi yang ummiyang 
(namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil (Al- 
A' raf: 156-157) 

Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para 
ulama Bani hrail mengetahuinya? (Asy-Sy 11 'ara: 1 97), hingga akhir 
ayat. 

Demikian pula dalam ayat-ayat lainnya yang semisal yang di dalamnya 
disebutkan berita tentang ulama Bani Isra i 1, hahwa mereka mengetahui 
hal tersebut melalui kitab-kitab suci mereka. Telah disebutkan pula di 
dalam hadis mengenai para rahib yang diriwayatkan melalui Abdullah 
ibnu Salam, bahwa ia telah masuk Islam di Mckah sebelum hijrah. 

Al-r laflz Abu Na'im Al-Asbahani di dalam kitab Dalaihm Nubmwah 
(yaitu sebuah kitab yang besar) menyebutkan bahwa telah menceritakan 

kampangsannah. org 



250 Juz 13 — Ar-Ra'd 

kepada kami Sulaiman ibnu Ahmad At-Tabrani, lelah menceritakan kepada 
kami Abdan ibnu Ahmad. telah menceritakan kepada kami Muhammad 
ibnu Musaffa, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, 
dari Muhammad ibnu Hamzah ibnu Yusuf ibnu Abdullah ibnu Salam, 
dari ayahnya, dari kakeknya (yaitu Abdullah ibnu Salam), bahwa ia pernah 
berkata kepada para rahib Yahudi, "Sesungguhnya aku bermaksud 
memperbaharui perjanjian di masjid bapak kami, Ibrahim dan Ismail." 
Maka berangkatlah Ibnu Salam menuju tempat Rasulullah Saw. yang 
saat itu masih berada di Mekah. Ibnu Salam menjumpai orang-orang baru 
pulang dari menunaikan ibadah haji, dan ia menjumpai Rasulullah Saw. 
di Mina. Saat itu beliau sedang dikelilingi oleh banyak orang. Maka ia 
ikut bergabung bersama orang-orang itu. 

Ketika Rasulullah Saw. melihatnya, beliau bertanya,*" Apakah kamu 
yang bernama Abdullah ibnu Salam?" Ia menjawab, "Ya-" Rasulullah 
Saw. bersabda, "Mendekatlah kamu." Ibnu Salam mendekat kepada 
Rasulullah Saw., kemudian Rasulullah Saw. bersabda, "Saya mau ber- 
tanya kepadamu dengan nama Allah, hai Abdullah ibnu Salam. Bukankah 
kamu menjumpai di dalam kitab Taurat nama Rasulullah?" Ibnu Salam 
balik bertanya, "Ceritakanlah tentang Tuhan kita!" Rasulullah Saw. pada 
saat itu juga kedatangan Malaikat Jibril yang langsung berdiri di 
hadapannya. Lalu Malaikat Jibril menyampaikan firman Allah Swt.: 

Katakanlah. "Dialah Allah Yang Malra Esa. Allah adalah Tuhan 
yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. " (Al-Ikhlas: 1-2), 
hingga akhir surat. 

Kemudian Rasulullah Saw. membacakan surat Al-lkhlas itu kepada 
Abdullah ibnu Salam Setelah itu Ibnu Salam berkata, "Aku bersaksi 
bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan engkau adalah utusan Allah." 
Setelah peristiwa itu Abdullah ibnu Salam kembali ke Madinah dan 
menyembunyikan keislamannya. 

Ketika Rasulullah Saw. hijrah ke Madinah. Abdullah ibnu Salam 
sedang berada di atas pohon kurma, memetik buahnya. Maka setelah 
mendengar berita itu ia menjatuhkan dirinya dari atas pohon kurma. 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 25J_ 

Ibunya berkata, "Ya Allah, apa yang engkau lakukan ini? Seandainya 
yang dalang itu adalah Musa ibnu Imran, tidaklah layak bagimu 
menjatuhkan dirimu dari puncak pohon kurma itu/ 1 Abdullah ibnu Salam 
menjawab, "Demi Allah, sesungguhnya aku lebih gembira dengan 
kedatangan Rasulullah Saw. ketimbang Musa ibnu Imran saat dia diutus." 
Hadis ini berpredikat garib sekali. 

Demikianlah akhir dari tafsir surat Ar-Ra'd, segala puji bagi Allah 
Swt 



kampon&onnah. orq 



252 Juz 13 — Ibrahim 



SURAT IBRAHIM 

Makkiyyah, 52 atau 54 atau 55 ayat 
kecuali ayat 28 dan 29, Madaniyyah 



Dengan nama Allah Yang Mafia Pemurah lagi Maha Penyayang 
Ibrahim, ayat 1-3 

Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kilah yang Kami turunkan kepadamu 
supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada 
cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju 
jalan Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji. Allah yang 
memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan celakalalt bagi 
orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih, (yaitu) orang- 
orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan 
akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan 
menginginkan agar jalan Allah itu bengkok Mereka itu berada dalam 
kesesalan yang jauh. 

Dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan tafsir mengenai huruf- 
huruf terpisah yang terdapat dalam permulaan banyak surai. 

kompungsonnah. org 



Tafsir Itimi Kasir 253 

(Ini adalah) Kitab ya/ig Kami turunkan kepadamu. (Ibrahim: I ) 

Maksudnya, ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu, Muhammad 
Yang dimaksud ialah AI-Quran yang merupakan Kitab yang paling mulia, 
yang diturunkan Allah Swt. dari langit kepada rasul yang paling mulia. 
Allah lelah mengutusnya di bumi ini kepada semua penduduknya, baik 
yang berbangsa Arab maupun *Ajam (non-Arab). 

supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada 
caliaya terang benderang. (Ibrahim: I) 

Dengan kata lain, sesungguhnya Kami mengutusmu — hai Muhammad — 
dengan membawa Kitab (Al-Qur'an) ini tiada lain untuk mengeluarkan 
manusia dari kesesalan menuju jalan petunjuk dan kebenaran, seperti 
yang diungkapkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan 
mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan 
orang-orang yang kafir, pelindung-pe/indungnya ialah setan, yang 
mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). 
(Al-Baqarah: 257), hingga akhir ayat. 

Dialah yang menurunkan kepada hamba-fo'ya ayat-ayat yang terang 
(Al-Qur'an) supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan kepada 
caliaya. (Al-Hadid: 9) 

kampungsunnah. org 



254 Juz 13 — Ibrahim 

Adapun firman Allah Swt.: 

dengan izin Tuhan mereka (Ibrahim: I) 

Artinya, Dialah yang memberi petunjuk kepada orang yang telah 
ditakdirkan-Nya mendapat petunjuk melalui Rasul-Nyayangdiutus untuk 
membawa perintah-Nya. Rasul memberi mereka petunjuk: 

menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa. (Ibrahim: 1) 

Yakni Yang Mahaperkasa, tiada yang dapat menandingi dan tiada yang 
dapat mengalahkan-Nya, bahkan Dia Maha Mengalahkan semuanya. 

lagi Maha Terpuji (Ibrahim: I) 

Allah Maha Terpuji dalam semua perbuatan, perkataan, syariat, perintah, 
dan larangan-Nya; lagi Mahabenar dalam berita-Nya. 
Firman Allah Swt.: 



CT 



Allah Yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi (Ibrahim: 
2) 

Sebagian ulama tafsir membacanya dengan bacaan rafa' dianggap sebagai 
kalimat baru, sedangkan ulama lainnya membacanya dengan bacaanyor 
karena mengikuti sifat Allah, yaitu lafaz Al-Hamid. Perihalnya sama 
dengan firman Allah Swt. dalam ayat lain, yaitu: 

kompungsunnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasit 255 



Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah 
kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan 
bumi. "(Al-A'raf: 158), hingga akhir ayat 

Mengenai firman Allah Swt.: 

Dan celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat 
pedih (Ibrahim: 2) 

Maksudnya, kecelakaanlah bagi mereka pada hari kiamat nanti sebab 
mereka menentangmu dan mendustakanmu, hai Muhammad. 

Kemudian Allah menyebutkan bahwa mereka lebih menyukai 
kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, yakni mereka mendahulukan 
kepentingan dunia dan menjadikannya di atas segalanya. Mereka bekerja 
untuk kehidupan duniawinya dan melupakan akhirat mereka, dan mereka 
meninggalkan urusan akhiratnya di belakang mereka. 



-H**-* 3 $ J^^ilo^ 



dem menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. (Ibrahim: 3). 
Yang dimaksud dengan jalan Allah ialah mengikuti rasul-rasul. 

dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. (Ibrahim: 3) 

Yakni mereka menghendaki agar jalan Allah bengkok, tidak lurus, dan 
terhambat; padahal jalan Allah itu lurus, liada membahayakannya sikap 
orang-orang yang menentangnya, tidak pula orang-orang yang 
menghinanya. Mereka yang menginginkan demikian berada dalam 
kebodohan dan kesesatan yangjauh dari kebenaran. Tiada kebaikan yang 
diharapkan bagi mereka selama mereka bersikap demikian. 

kampungsunnah. org 



256 Juz 13 — Ibrahim 

Ibrahim, ayat 4 



jm&nm&m 



Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan dengan bahasa 
kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang 
kepada mereka Maka Allali menyesatkan siapa yang Dia ke/iendaki. 
dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah 
Tuhan Yang Mahakuasa lagi Mahabijaksana. 

Hal ini merupakan salah satu dari kelembutan Allah kepada makhluk- 
Nya, yaitu Dia mengutus kepada mereka rasul-rasul dari kalangan mereka 
sendiri yang berbahasa sama dengan mereka, agar mereka dapal 
memahami para rasul dan memahami risalah yang dibawa oleh para rasul 
itu. Sehubungan dengan hal ini Imam Ahmad mengatakan, telah 
menceritakan kepada kami Waki\dari IJmar ibnuZar yang mengatakan 
bahwa Mujahid pernah meriwayatkan dari Abu Tar bahwa Rasulullah 
Saw. pernah bersabda: 

Tiadalah Allah Swt. mengutus seorang nabi melainkan dengan 
bahasa kaumnya. 

Firman Allah Swt.: 

Maka Allafi menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi 
petunjuk ke/xida sia/xi yang Dia kehendaki. (Ibrahim: 4) 

Yakni sesudah adanya penjelasan dan tegaknya hujan (bukti) terhadap 
mereka. Allah menyesatkan siapa yang dikehcndaki-Nya dari jalan 
petunjuk, dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehcndaki-Nya ke 
jalan yang benar. 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir _^J_ 

Dan Diolah Tuhan Yang Mahaperkasa. (Ibrahim: 4) 

Segala sesuatu yang Dia kehendaki pasti terjadi, dan segala sesuatu yang 
tidak Dia kehendaki pasti tidak terjadi. 

lagi Mahabijaksana. (Ibrahim: 4) 

Allah Mahabijaksana dalam semua perbuatan-Nya. Maka Dia 
menyesatkan orangyang berhak disesatkan, dan memberi petunjuk kepada 
orang yang pantas mendapat petunjuk. 

Demikianlah Sunnafu/lah pada makhluk-Nya, yakni tidak sekali-kali 
Allah mengutus seorang nabi buat sualu umat melainkan nabi itu berbicara 
dengan bahasa mereka. Maka setiap nabi khusus menyampaikan 
risalahnya hanya kepada umatnya saja, bukan umat yang lainnya. Tetapi 
Nabi Muhammad ibnu Abdullah mempunyai keistimewaan dengan 
keumuman risalahnya yang mencakup semua manusia. Di dalam kitab 
Sahihain disebutkan sebuah hadis melalui Jabir yang mengatakan bahwa 
Rasulullah Saw. pernah bersabda: 







Aku dianugerahi lima perkara yang belum pernah diberikan kepada 
seorang pun dari kalangan para nabi sebelianku, yaitu aku diberi 
pertolongan melalui rasa gentar yang mencekam (musuh) sejauh 

kampungsannoh. orq 



258 Jtjz 13 — Ibrahim 



perjalanan satu bulan; bumi ini dijadikan bagiku masjid lagi 
menyucikan; ganimah (rampasan perang) dihalalkan bagiku, padafial 
ganimah belum pernah dihalalkan bagi seorang pun sebelumku; 
aku dianugerahi syafaat; dan dafiulu nabi diutus hanya khusus 
kepada kaumnya, sedangkan aku diutus untuk seluruh umat manusia 

Hadis ini mempunyai banyak syawahidyang menguatkannya. 
Allah Swl. telah berfirman: 



C\»A 



Katokanlati "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah 
kepada kalian semua "(Al- A' raf: 158) 

Ibrahim, ayat 5 

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa 
ayat-ayat Kami {dan Kami perintahkan kepadanya), "Keluarkanlah 
kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang, dan 
ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah. " Sesungguhnya pada 
yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi 
setiap orang penyabar dan banyak bersyukur. 

Allah menyebutkan dalam firman-Nya, "Sebagaimana Kami mengutus- 
mu, hai Muhammad, dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur'an agar kamu 
mengeluarkan semua manusia dari gelap gulita menuju terang benderang 
melalui semanmu kepada mereka. Begitu pula Kami telah mengutus Musa 
kepada Bani Israil dengan membawa ayat-ayat Kami." Mujahid 
mengatakan bahwa semua ayat itu berjumlah sembilan buah. 

kampungsannoh. otg 



Tafsir Ibnu Kasir 259 

Keluarkanlah kaummu. (Ibrahim: 5) 
Artinya, Kami perintahkan kepada Musa melalui firman Kami kepadanya: 

Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya (erang 
benderang. (Ibrahim: 5) 

Yakni serulah mereka kepada kebaikan agar mereka dapat keluar dari 
kebodohan dan kesesatan yang setama itu mengungkung mereka dalam 
kegelapannya, menuju kepada cahaya petunjuk dan keimanan. 

dan ingatkanlah mereka kepada Imri-hari Allah (Ibrahim: 5) 

Maksudnya, ingatkanlah mereka kepada pertolongan-pertolongan Allah 
dan nikmat-nikmat-Nya yang lelah dilimpahkan kepada mereka, yaitu 
Allah lelah membebaskan mereka dari cengkeraman Fir'aun, perbudakan, 
kezaliman, daruangkara murkanya; dan Allah telah menyelamatkan mereka 
dari musuh mereka, telah membelah laut buat mereka, memberikan 
naungan awan kepada mereka, menurunkan Manna dan Satwa kepada 
mereka, serta nikmat-nikmat lainnya. Demikianlah menurut cerita 
Mujahid, Qatadah, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang. Hal yang 
sama telah disebutkan di dalam sebuah hadis marfiC yang diriwayatkan 
oleh Abdullah ibnu Imam Ahmad ibnu Ilambal di dalam kitab hiusnad 
ayahnya. Di dalam kitab Afusnad ilu disebutkan bahwa telah menceritakan 
kepadaku Yahya ibnu Abdullah maula Bani Hasyim, tetali menceritakan 
kepada kami Muhammad ibnu Aban Al-JuTi, dari Abu lshaq, dari Sa'id 
ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, dari Ubay ibnu Ka'b, dari Nabi Saw. 
sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: 



<(***■ &j$dj»$6 



dan ingatkan/ah mereka kepada hari-hari Allah (Ibrahim: S) 

kampungsunnah. org 



260 Juz 13 — Ibrahim 

Bahwa yang dimaksud dengan hari-hari Allah ialah nikmat-nikmat 
Allah, lbnu Jarir dan lbnu Abu Hatim meriwayatkannya melalui hadis 
Muhammad ibnu Aban dengan sanad yang sama. Hadis ini diriwayatkan 
pula oleh anaknya (yaitu Abdullah ibnu Ubay ibnu Ka'b) secara maui/u/, 
dan riwayat inilah yang lebih mendekati kepada kebenaran. 
Firman Allah Swt.: 

Sesungguhnya piula yang demikian itu terdapat tanda-tanda 
(kekuasaan A l lah) bagi setiap orangpenyabar dan banyak bersy-ukur. 
(Ibrahim: 5) 

Yakni sesungguhnya dalam apa yang telah Kami perbuat kepada kekasih- 
kekasih Kami kaum Bani Israil — ketika Kami selamatkan mereka dari 
cengkeraman Fir'aun dan dari siksaan yang menghinakan yang menindas 
mereka benar-benar terdapat pelajaran bagi setiap orang yang penyabar 
dalam menghadapi kesengsaraan, lagi bersyukur dalam keadaan-keadaan 
makmur. 

Qatadah mengatakan, "Sebaik-baik hamba ialah orang yang apabila 
mendapat cobaan, bersabar; dan apabila diberi nikmat, bersyukur." Di 
dalam hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Sesungguhnya perkara orang mukmin mengagumkan seluruhnya, 
tidak sekali-kali Allah memutuskan ketetapan baginya, melainkan 
hal itu baik baginya. Jika tertimpa musibah, ia bersabar; dan sabar 
itu adalah baik baginya. Apabila mendapat kegembiraan, ia 
bersyukur; dan bersyukur itu adalah baik baginya, 

kampangsannah. org 



Tafar IDnu Kasir 261 

Ibrahim, ayat 6-8 

Dan (ingatlah) ketika Musa berkala kepada kaumnya, "Ingatlah 
nikmat Allah alas kalian ketika Dia menyelamatkan kalian dari 
(F\r f a\u\ dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kalian dengan 
siksa yang pedih Mereka menyembelih anak-anak laki-laki kalian, 
membiarkan hidup anak-anak perempuan kalian; dan pada yang 
demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhan kalian. " Dan 
(ingatlah juga) tatkala Tuhan kalian memaklumatkan. "Sesungguh- 
nya jika kalian bersyukur, pasli Kami akan menambah (nikmat) 
kepada kalian; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka 
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. " Dan Musa berkata, "Jika 
kalian dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya 
mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Mahakaya 
lagi Maha Terpuji. 

Allah menceritakan tentang Musa ketika la mengingatkan kaumnya kepada 
hari-hari Allah yang mereka alami dan nikmat-nikmat-Nya yang 
dilimpahkan kepada mereka. Yaitu ketika Allah menyelamatkan mereka 
dari cengkeraman Rr'aun dan para jiengikutnya, seria dari siksaan dan 
penghinaan yang mereka alami. Fir'aun menyembelih anak laki-laki 
mereka yang dijumpainya, dan membiarkan hidup anak-anak perempuan 
mereka, lalu Allah menyelamatkan mereka dari semuanya itu. Hal tersebut 
merupakan nikmat yang paling besar. 

kompangsannoh. ora 



262 Juz 13 — Ibrahim 



Disebutkan oleh firman-Nya: 






ih*- MgkBm0$m3 



dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhanmu. 
(Ibrahim: 6) 

Yakni nikmal yang besar dari-Nya kepada kalian dalam hal itu, kalian 
tidak mampu mensyukurinya. Menurut pendapat lain, makna yang 
dimaksud dari isim isyarah di sini ditujukan kepada apa yang dilakukan 
oleh kaum Fir'aun kepada mereka (Bani Israil) berupa berbagai macam 
siksaan dan penindasan, bahwa hal tersebut merupakan cobaan yang besar 
bagi mereka. * 

Dapat pula ditakwilkan bahwa ayat ini semakna dengan pengertian 
yang terdapat di dalam firman Allah Swt.: 

Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik itu dan 
(bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada 
kebenaran). (Al-A'raf: 168) 

Adapun firman Allah Swt.: 

Dan (ingatlahjuga) tatkala Tuhanmu memaklumkan. (Ibrahim: 7) 

Yakni mempermaklumatkan dan memberitahukan kepada kalian akan 
janji-Nya kepada kalian. Dapat pula diartikan bahwa 'dan tatkala Tuhan 
kalian bersumpah dengan menyebut keagungan, kebesaran, dan kemuliaan 
nama-Nya 1 . Ayat tersebut sama maknanya dengan firman-Nya: 

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memberitahukan bafnva sesungguh- 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 263 



nya Dia akari mengirim kepada mereka (orang-orang Yahud i) sampai 
hari kiamat. (Al-A'raf: 167) 



Firman Allah Swt.: 



^&MM$ 



CV :(^-fcV.» 

Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah 
(nikmat) kepada kalian. (Ibrahim: 7) 

Sesungguhnya jika kalian mensyukuri nJkmat-Ku yang telah Kuberikan 
kepada kalian, pasti Aku akan menambahkannya bagi kalian. 

dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku). (Ibrahim: 7) 

Maksudnya, jika kalian mengingkari nikmat-nikmat itu dan kalian 
menyembunyikannya serta tidak mensyukurinya. 



CV:, 



maka sesungguhnya azab- Ku sangat pedih. (Ibrahim: 7) 

Yaitu dengan mencabut nikmat-nikmat itu dari mereka, dan Allah 
menyiksa mereka karena mengingkarinya. Di dalam sebuah hadis 
disebutkan: 

Sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari 
rezeki(ny&) disebabkan dosa yang dikerjakannya. 

Di dalam kitab Musnad disebutkan bahwa Rasulullah Saw. bersua dengan 
seorang peminta-minta. Maka beliau memberinya sebiji buah kurma, tetapi 
si peminta-minta itu tidak mau menerimanya. Kemudian beliau bersua 
dengan pengemis lainnya, maka beliau memberikan sebiji kurma itu 

kampangsannoh. org 



264 Juz 13 — Ibrahim 

kepadanya, dan si pengemis ilu mau menerimanya seraya berkata, "(Betapa 
berharganya) sebiji buah kurma dari Rasulullah Saw." Maka Rasulullah 
Saw, memerintahkan agar si pengemis itu diberi uang sebanyak empat 
puluh dirham. 

Imam Ahmad mengatakan, lelah menceritakan kepada kami Aswad, 
telah menceritakan kepada kami Imarah As-Shaidalani, dari Sabit, dari 
Anas yang mengatakan bahwa seorang pengemis datang meminta-minta 
kepada Nabi Saw. Maka beliau memberinya sebiji buah kurma, tetapi si 
pengemis ilu tidak mau menerimanya. Kemudian datanglah seorang 
pengemis lainnya, dan Nabi Saw. memerintahkan agar pengemis itu diberi 
sebiji buah kurma pula. Maka pengemis itu berkata, "Mahasuci Allah, 
sebiji buah kurma dari Rasulullah." Maka Nabi Saw. bersabda kepada 
pelayan perempuannya. "Pergilah kamu ke rumah Ummu Salamah dan 
berikanlah kepada pengemis ini empat puluh dirham yangada padanya/' 
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara nnmfarid. Imarah ibnu 
Zadan (salah seorang perawinya) dinilai.vr^a// oleh Ibnu Hibban, Ahmad, 
dan Ya'qub ibnu Sufyan. Ibnu Mu*in mengatakan bahwa dia adalah 
seorang saleh. Menurut Abu Zar'ali, dia terpakai hadisnya. Abu Hatim 
mengatakan bahwa hadisnya dapat ditulis, tetapi tidak dapat dijadikan 
sebagai pegangan karena predikatnya kurang kuat. Imam Bukhari 
mengatakan, barangkali Imarah ibnu /adan ini orangnya rmu/tarih dalam 
hadisnya. Telah diriwayatkan dari Imam Ahmad bahwa Imarah 
meriwayatkan banyak hadis yang berpredikat mtmkur. Abu Daud 
mengatakan bahwa dia tidak separah itu. la dinilai (/«//"oleh Imam 
Darucjutni. Ibnu Addi mengatakan bahwa dia tidak mengapa dan termasuk 
orang (perawi) yang dapat ditulis hadisnya. 

Firman Allah Swt: 

Dan Musa berkata. "Jika kalian daii orang-orang yang ada di muka 
bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya 
Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji " (Ibrahim: 8) 

Allah Mahakaya (tidak memerlukan) ungkapan syukur hamba-hamba- 
Nya. Dan Dia Maha Terpuji, sekalipun Dia diingkari oleh orang-orang 

kampangsunnoh. org 



Tafsii Ibnu Kasir 265 

yang mengingkari- N ya. Makna ayat ini sama dengan makna yang icrdapai 
di dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

Jika kalian kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan '(iman) 
kalian. (Az-Zumar: 7), hingga akhir ayat. 

lalu mereka ingkar dan berpaling, dan Allah iidak memerlukan 
(mereka). Dan Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. (At-Tagabun: 6) 

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan hadis melalui Abu Zar, dari 
Rasulullah Saiv. dalam salah satu hadis qudsinya, bahwa Allah Swt. telah 
berfirman: 

Hai /uimba-liainba-Ku, seandainw orang-orang yang pertama dari 
kalian dan yang terakhir dari kalangan umat manusia dan jin 
semuanya memiliki kalbu seperti kalbu seseorang di antara kalian 

kampangsannah. org 



266 Juz 13 — Ibrahim 

yang paling bertakwa, fiat/alah hal tersebut menambahkan sesuatu 
dalam kerajaan-Ku barang sedikit pun. Hai hamba-hamba-Ku. 
seandainya orang-orang yang pertama dari kalian dtm yang terakhir 
dari kalangan umat matmsia dan jin semuanya memiliki kalbu seperti 
kalbu seseorang di antara kalian yang paling durhaka, hal tersebut 
tidaklah mengurangi sesuatu pun dalam kerajaan-Ku barang sedikit 
pun. Hai hamba-hamba-Ku, seandainya orang-orang pertama dari 
kalian dan yang terakhir dari kalangan umat manusia dan jin 
semuanya berdiri di suatu lapangan, kemudian mereka meminta 
kepada-Ku, lalu Aku memberi kepada setiap orang apa yang 
dimintanya, tiatlalah hal itu mengurangi kerajaan-Ku barang sedikit 
pun. melainkan sebagaimana berkurangnya laut bila dimasukkan 
sebuah jarum ke dalamnya. 

Mahasuci Allah dan Mahatinggi Tuhan Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. 
Ibrahim, ayat 9 

Belumkah sampai kepada kalian berita orang-orang sebelum kalian 
(yaitu) kaum Nuh, 'Ad, Samud. dan orang-orang sesudah mereka. 
Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Telah datang 
rasul-rasul kepada mereka (membawa) bukti-bukti yang nyata, lalu 
mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian), dan 
berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh 
menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar- 
benar dalam keragu-raguan yang menggelisahkan terhadap apa 
yang kamu ajak kami kepadanya. " 

Ibnu Jarir mengatakan bahwa hal ini merupakan kelanjutan dari perkataan 
Mu--;: a.s. kepada kaumnya. Dengan kata lain, Musa a. s. menggugah 
kaumnya agar ingat akan hari-hari Allah, yaitu pembalasan-Nya terhadap 

kampungsannah. orq 



Tafsir Ibnu Kasir 267 

umat-Qmat yang mendustakan rasul-rasul Allah. Akan tetapi, pendapat 
Ibnu Jarir ini masih perlu dipertimbangkan kebenarannya. 

Makna lahiriah ayat menunjukkan bahwa hal ini merupakan kalimat 
permulaan yang mengandung berita dari Allah, ditujukan kepada umat 
ini. Dapat pula dikatakan bahwa sesungguhnya kisah mengenai kaum 
1 Ad dan kaum Samud tidak terdapat di dalam kitab Taurat. Seandainya 
apa yang disebutkan dalam ayat ini merupakan bagian dari perkataan 
Musa a. s. kepada kaumnya yang berupa kisah-kisah tentang umat 
terdahulu, maka sudah barang tentu kisah tentang kedua umat tersebut 
disebutkan di dalam kitab Taurat. 

Kesimpulannya: Allah Swt. telah menceritakan kepada kita berita 
tentang kaum Nuh, kaum 'Ad, kaum Samud, dan umat-umat lainnya di 
masa silam yang mendustakan para rasul. Jumlah mereka tidak terhitung, 
hanya Allah Swt. yang mengetahuinya. 






Telah datang kepada mereka rasul-rasul (dengan membawa) bukti- 
bukti. (Ibrahim: 9) 

Yakni hujan-hujan dan bukti-bukti yang jelas dan terang lagi mematahkan 
hujah lawan. 

Ibnu 1 s haq telah meriwayatkan dari Amr ibnu Maimun, dari Abdullah 
sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. (Ibrahim: 9) 

Abdullah Ibnu Mas'ud mengatakan bahwa berdustalah orang-orang ahli 
nasab. Urwah ibnuz Zubair mengatakan, "Kami tidak menemukan seorang 
(ahli nasab) pun yang mengetahui terusan nasab sesudah Ma'd ibnu 
Adnan." 

Firman Allah Swt.: 

kampangsannah. org 



268 Juz 13 — Ibrahim 

lalu mereka menutupkan tangannya ke mulutnya. (Ibrahim: 9) 

Utama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan makna ayal ini. 
Menurut suatu pendapat, mereka mengisyaratkan ke arah mulut para rasul 
dengan maksud menyuruh para rasu l diam saat para rasul menyeru mereka 
untuk menyembah Allah Swl. Menurut pendapat lainnya, makna yang 
dimaksud ialah mereka menutupkan tangannya ke mulurnya karena 
mendustakan dan benei terhadap seruan para rasul. 

Menurut pendapat lainnya lagi. ungkapan ini merupakan reaksi dari 
mereka yang tidak mau memenuhi seruan para rasul. 

Mujahid. Muhammad ibnu Ka'b. dan Qatadah mengatakan bahwa 
mereka mendustakan para rasul dan menjawab seruan para rasul itu dengan 
mulut mereka. 

Ibnu Jarir mengatakan, pengarahan untuk memahami ungkapan ini 
perlu dijelaskan; bahwa huruf/? dalam ayat ini bermakna ha, karena pernah 
didengar dari orang Arab ada yang mengatakan Adkhalakallahu BU 
Janna/i. Mereka bermaksud bahwa 'semoga Allah memasukkanmu ke 
dalam surga'. Salah seorang penyair mengatakan: 

Saya menyukainya sebagai gcaiti dari Laqit dan kabilahny 'a. tetapi 
saya tidak suka terhadap Sanbas. 

Menurut kami, dapat dikatakan bahwa pendapat yang dikemukakan oleh 
Mujahid diperbuat dengan adanya tafsir hal tersebut melalui ayal 
selanjutnya, yaitu firman Allah Swt.: 

dan mereka berkata. "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang 
kalian disuruh menyamperikannya (kepada kami), dan sesunggufmya 
kami benar-benar dalam keragu-raguan yang menggelisahkan 
terfiadap apa yang kalian ajak kami kepadanya. " (Ibrahim: 9) 

Seakan-akan ayat ini — hanya Allah yang lebih mengetahui — merupakan 
tafsir yang menjelaskan makna yang dimaksud dalam firman sebelumnya, 
yaitu: 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 269 



-y* J-*i$3^«#SS5 



/o/i/ mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian). 
(Ibrahim: 9) 

Sufyan As-Sauri dan Israil lelah meriwayatkan dari Abu lshaq, dari Abui 
Ahwas, dari Abdullah, sehubungan dengan makna firman-Nya: 



«^jWM Jty0(QZfy08& 



Lalu mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian) 
Obrahim: 9) 

Abdullah ibnu Mas" ud mengatakan bahwa mereka menutupkan tangannya 
ke mulutnya karena benci. Syu'bah telah meriwayatkan dari Abu lshaq, 
dari Abu Murairah ibnu Maryam, dari Abdullah, bahwa Abdullah ibnu 
Mas'ud telah mengatakan hal yang serupa. 

Pendapat ini dipilih oleh Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam. Ibnu 
Jarir menguatkan pendapat yang dipilihnya ini dengan mengemukakan 
firman Allah Svvt. yang menceritakan perihal orang-orang munafik: 



C«1 !&&ib 



1$i^a-\S»;&i&i& 



dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari 
lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. (Ali-lmran: 1 19) 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ketika mereka 
mendengar Kalamullali, mereka merasa heran, lalu menutupkan tangan 
mereka ke mulutnya seraya berkata: 



c^ tjHmWm 



dan mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami mengingkari apa 
yang kalian disuruh menyampaikannya (kepada kami)." (Ibrahim: 
9), hingga akhir ayat. 

Mereka mengatakan, "Kami tidak percaya kepada apa yang kamu sampaikan 
itu, dan sesungguhnya kami meragukannya dengan keraguan yang kuat." 

kampangsannoh. org 



270 Juz 13— Ibrahim 

Ibrahim, ayat 10-12 

Rasul-rasul mereka berkala, "Apakah ada keragu-raguan terhadap 
Allah Pcncipta langit tkm bumi? Dia menyeru kalian untuk memberi 
ampunan kepada kalian dari dosa-dosa kalian dan menanggufikan 
(siksaan) kalian sampai masa yang ditentukan? " Mereka berkata. 
"Kalian tidak lain /tanyalah manusia seperti kami juga Kalian 
meng/iendaki untuk meng/talang-hatangi (membelokkan) kami dari 
apa yang selalu disembah nenek moyang kami. Karena itu, 
datangktmlah kepada kami bukti yang nyata. " Rasul-rasul mereka 
berkata kepada mereka, "Kami tidak lain lianyalah manusia seperti 
kalian, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia 
keltendaki di antara Itamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami 
mendatangkan suatu bukti kepada kalian melainkan dengan seizin 
Allah. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang beriman 
bertawakal Mengapa kami tidak bertawakal kej>ada Allah, padahal 
Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh- 
sungguh akan bersabar terfiadap gangguan-gangguan yang kalian 
lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Alta/i saja orang-orang 
yang bertawakal itu berserah diri " 

kampangsunnoh. org 



Tafsirtbnu Kat- r 27 1 

Allah Swt menceritakan perdebatan yang berlangsung antara orang- 
orang kafir dan rasul-rasul-Nya. Demikian itu karena ketika para rasul 
mendapat jawaban keraguan dari pihak umatnya masing-masing terhadap 
apa yang disampaikan oleh para rasul kepada mereka, yang intinya 
menyeru agar mereka menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. 
Maka berkatalah para rasul: 

Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah (Ibrahim: 10) 

Kalimat ini mengandung dua interpretasi, yaitu: 

Pertama, apakah ada keragu-raguan terhadap keberadaan-Nya. 
Karena sesungguhnya fitrah manusia mempersaksikan keberadaan-Nya, 
dan fitrah manusia telah diciptakan dalam keadaan mengakui keberadaan 
Allah sebagai Tuhannya. Orang yang memiliki fitrah yang sehat pasti 
mengakui Allah, tetapi adakalanya fitrah manusia dijangkiti oleh penyakit 
keragu-raguan dan kelabilan. Maka untuk menyembuhkannya diperlukan 
sarana bukti (dalil) yang menunjukkan keberadaan-Nya guna melenyapkan 
keragu-raguan itu. Untuk itulah maka para rasul memberikan bimbingan 
dan petunjuk kepada mereka ke arah jalan yang menghantarkan mereka 
untuk dapat mcngenal-Nya. Makadisebutkanlah: 

P encipta langit dem bumi? (Ibrahim: 10) 

yang Dia ciptakan dan Dia adakan tanpa contoh yang mendahuluinya. 
Karena sesungguhnya bukti-bukti kejadian, penciptaan, dan pengaturan 
yang ada pada keduanya menunjukkan bahwa pasti ada yang membuatnya. 
Dialah Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, Pencipta segala sesuatu. 
Dialah Tuhan dan pemiliknya. 

Kedua, sejumlah ulama mengartikan firman-Nya: 

Apakah ada keragu-raguan ter/iadap Allah. (Ibrahim: 10) 
kampangsannoh. org 



272 Juz 13 — Ibrahim 

Yakni sebagai 'l uhan Yang Maha Esa yang harus disembah, padahal Dia- 
lah yang menciptakan semua yang ada; tiada yang berhak disembah selain 
Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya. Sesungguhnya sebagian besar umat 
manusia mengakui Tuhan Yang Maha Pencipta, tetapi mereka menyembah 
selain-Nyayang dipersekutukan dengan-Nya, yaitu peran tara- peran tara 
yang mereka duga dapat memberikan manfaat kepada mereka atau dapat 
mendekatkan diri mereka kepada Allah. 

Para rasul mereka berkata kepada mereka: 

Dia menyeru kalian untuk memberi ampunan kejKida kalian dari 
dosa-dosa kalian. (Ibrahim: 10) 

Yakni di hari akhirat kelak. 

dan menangguhkan (siksaan) kalian sampai masa yang ditentukan. 
(Ibrahim: 10) 

Yaitu di dunia ini. Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam 
ayat lain melalui firman-Nya: 

dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Tuhan kalian dan 
bertobat kepada-Nya. (Jika kalian mengerjakan yang demikian itu), 
niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) 
kepada kalian sampai waktu yang telah ditentukan dan Dia akan 
memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan 
(balasan) keutamaannya. (Hud: 3), hingga akhir ayat. 

Kemudian setelah umat-umatnya kalah berdebat dengan para rasul mereka, 
maka mereka beralih alasan untuk menolak dengan cara mendebat 



kamponasannah. oro 



Tatsir Ibnu Kas» 273 

kedudukan rasul yang disandangnya. Kesimpulan jawaban mereka 
disebutkan oleh firman-Nya: 



e* 



■ : f>-»U 1 



»i&&tfta 



Kalian tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kami juga. 
(Ibrahim: 10) 

Yakni mana mungkin bagi kami mengikuti kalian hanya dengan perkataan 
kalian, sedangkan kami belum melihat adanya suatu mukjizat dari kalian, 
seperti yang disebutkan oleh firman-Nya menyitir kata-kata mereka dalam 
finnan selanjutnya: 

Karenaitu, datangkanlah kepada kami hukii yang nyata. (Ibrahim: 10) 
Yaitu suatu mukjizat yang kami minta dari kalian mengemukakannya. . 

» 
Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, "Kami tidak lain 

hanyalah manusia seperti kalian. "(Ibrahim: 11) 
Artinya, memang benar kami adalah manusia biasa seperti kalian. 



c» 



akan tetapi A llah memberi kanmia kepada siapa yang Dia kehendaki 
di antara hamba-liamba-Nya. (Ibrahim: 1 1) 

Yakni kerasulan dan kenabian. 



ctt 



-.£-*V) 



. jtejg@$$&6m 



Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kalian. 
(Ibrahim: 11) 

kampangsannoh. org 



274 Juz 13— Ibrahim 



sesuai dengan apa yang kalian minta. 



tt&ipjyfa mt$$ 



melainkan dengan izin Al/ah (Ibrahim: 11) 

Yakni sesudah kami minta kepada-Nya dan Dia mengizinkan kepada kami 
untuk mengeluarkannya. 

Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin 
bertawakal. (Ibrahim: II) 

Yaitu dalam semua urusan mereka. 
Kemudian para rasul berkata: 

Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah (Ibrahim: 12) 

Maksudnya, apakah yang mencegah kami untuk bertawakal kepada 
Allah, padahal Dia telah menunjuki kami jalan yang paling lurus, paling 
jelas, dan paling gamblang. 

v***!&VP \t t' ''.i' 

dan kami sungguh-stmgguli akan bersabar terhadap gangguan- 
gangguan yang kalian lakukan kepada kami. (Ibrahim: 12) 

seperti perkataan yang buruk dan perbuatan-perbuatan yang rendah. 



c W;, 



Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakal itu 
berserait diri. (Ibrahim: 12) 

kampanasunnah. orq 



Tafsir IbnuKasr 275 

Ibrahim, ayat 13-17 

Orang-orang kafir berkala kepada rasul-rasul mereka, "Kami 
sungguli-sitngguh akan mengusir kalian dari negeri kami atau kalian 
kembali kepada agama kami. " Maka Tuhan mewahyukan kepada 
mereka, "Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim 
itu, dan Kami pasti akan menempatkan kalian di negeri-negeri itu 
sesudah mereka Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang 
takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada 
ancaman-Ku. " Dan mereka tnemofion kemenangan (alas musuh- 
musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang- 
wenang lagi keras kepala, di hadapannya ada Jahannam dan dia 
akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnya air nanah itu 
dan hampir dia tidak dapat menelannya dan datanglah (bahaya) 
maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati: 
dan di hadapannya masih ada azab yang berat. 

Allah Swt. menceritakan tentang ancaman yang dikatakan oleh umat- 
umat yang kafir terhadap rasul-rasul mereka, yaitu bahwa mereka akan 
mengusir para rasul dari negeri mereka agar para rasul jauh terbuang dari 
pandangan mereka. I lal tersebut seperti yang dikatakan oleh kaum Syu'aib 
terhadapnya dan orang-orang yang beriman kepadanya, yaitu: 



iM> 



kampangsannoh. org 



276 Juz 13 — Ibrahim 

Sesungguhnya kami akan mengusir kamu, hai Syu 'aib, dan orang- 
orang yang beriman bersamamu dari kota kami. (Al-A'raf: 88), 
hingga akhir ayat. 

Juga seperti yang dikatakan oleh kaum Lut, yaitu: 

Usir/ah Lut beserta keluarganya dari negeri kalian. (An-Naml: 56), 
hingga akhir ayat. 

Allah Swt pun berfirman menceritakan perihal orang-orang musyrik 
OuraLsy: 

Dan sesungguhnya benar-benar mereka Itampir membuatmu gelisah 
di negeri (Mekah) untuk mengusirmu darinya, dan kalau terjadi 
demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan 
sebentar saja. (Al-Isra: 76) 

332 &R& Ml3ft&tt^^&&$ 



ct- ._AUi*; 






^w/ (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya 
upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau 
membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan 
Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sehaik-baik Pembatas 
r//;j/f/ova(AI-AnfaI:30) 

Maka di antara pembalasan Allah terhadap mereka yang kafir ialah 
Allah memenangkan Rasul-Nya, dan menolongnya, serta menjadikan 
kaum Ansliar. dan pasukan kaum muslim yang berjuang di jalan Allah 
Swt. sebagai pembelanya, setelah ia diusir dari Mekah- Allah Swt. terus- 
menerus meninggikan namanya tahap demi tahap, hingga memberikan 

kompungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 277 

kepadanya kemenangan alas kota Mckah yang penduduknya pernali 
mengusirnya. Dan Allah menguasakan kota Mckah kepada Nabi Saw. 
serta menghinakan musuh-musuh kaum muslim dari kalangan penduduk 
Mckah dan semua penduduk humi. Pada akhirnya manusia masuk ke 
dalam agama Allah secara berbondong-bondong, dan kalimah Allah serta 
agama-Nya menang atas agama lainnya yang ada di kawasan timur dan 
barat dalam masa yang cukup singkaL Karena itulah dalam ayat ini 
disebutkan oleh firman-Nya: 

Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka. "Kami pasti akan 
membinasakan orang-orang yang zalim itu, dan Kami pas/i akan 
menempatkan kalian di negeri-negeri itu sesudah mereka. "(Ibrahim: 
13-14) 

Sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh Allah S\vt. dalam ayat 
lain melalui firman-Nya: 

Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba 
Kami yang menjadi rasul (yaitu) sesungguhn)*t mereka itulah yang 
pasti mendapat pertolongtni. Dan sesunggufmya tentara Kami itulah 
yang pasti menang. (As-SaiTat: 171-173) 



c*\ 



»***, &5£&6 ^mmm^ 



Allah telah menelapk/m, "Aku dan rasul-rasul -Ku pasti menang. " 
Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa. (Al-Mu jadilah: 
21) 

kompungwnnah. org 



278 Juz 13 — Ibrahim 

Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudaft (Kami tulis 
dalam) Lauh Mahfuz. (Al-Anbiya: 105), hingga akhir ayat 

Musa berkata kepada kaumnya. "Mohonlah pertolongan kepada 
Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan 
Allah; dipusakakan-fvya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari 
humba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang- 
orimg yang bertakwa. "(Al-A'raf: 128) 

Dan firman Allah Swl.: 

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang ditindas itu, negeri-negeri 
bagian timur dan bagian barat yang telah Kami beri berkah 
kepadanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik 
(sebagai janj i) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan 
Kami hancurkan afHiyang telah dibuat Fir 'aun dan kaumnya dan 
apa yang telah dibangun mereka. (Al-A'raf: 137) 

Adapun firman Allah Swt.: 



c\t 



Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan 
menghadap) ke hadirut-Ku dan yang takut kepada ancaman- Ku. 
(Ibrahim: 14) 

Artinya, yang demikian itu adalah untuk orang yang takut kepada 
kcdudukan-Ku di hari kiamat dan (akut akan ancaman-Ku, yaitu azab 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 279 



dan siksaan-Ku. Ayal tersebut semakna dengan apa yangdisebutkan dalam 
ayal lain melalui firman-Nya: 

Adapun orang yang melampaui balas, dari lebih mengutamakan 
kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat 
tinggal(iiya). (An-Nazi'al: 37-39) 



cll 



■***> &&%;&&, 



Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada 
duasurga. (Ar-Rahmah: 46) 

Firman Allah Swl.: 

C\« y— .',■'- |^B A R-.- J |j 

Dan mereka memohon kemenangan (alas musuh-musuh mereka). 
(Ibrahim: 15) 

Maksudnya, para rasul ilu meminta pertolongan kepada Tuhannya dalam 
menghadapi kaumnya masing-masing. Demikianlah menurut Ibnu Abbas, 
Mujahid, dan Qaladah. Menurut Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, 
umat-umat itu meminta keputusan untuk diri mereka sendiri, seperti yang 
disebutkan oleh firman-Nya yang menceritakan ucapan mereka: 

Ya Allah, jika betul (Al-Qur*an) ini, dialah yang benar dari sisi 
Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau 
datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (Al-Anfal: 32) 

Akan tetapi, dapat pula dikatakan bahwa pendapat yang pertama 
merupakan makna yang dimaksud, bagitu pula pendapat yang kedua. 
Sebagaimana mereka pernah meminta keputusan untuk diri mereka dalam 

kampangsunnoh. org 



280 Juz 13 — Ibrahim 

Perang Badar; Rasul Saw. meminia kepulusan pula untuk menang, dan 
lernyala beliaulah yang menang. Allah SwI. lelah berfirman kepada 
orang-orang musyrik: 



C\\ i_fc\ii11>: 



%&$\&d&mi&&&a 



Jika kamu (orang-orang musyrik) mencari kepulusan, maka lelah 
dalang kepulusan kepada kalian; dan jika kalian berhenti, maka 
iluluh yang lebih baik bagi kalian. (Al-Anfal: 19), hingga akhir ayat 



Adapun firman Allah Swt: 



cv 



v* $&&84£.i 



dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi 
keras kepala. (Ibrahim: 1 5) 

Yakni berlaku melewati balas lagi menentang kebenaran, seperti yang 
disebutkan dalam ayal lain melalui firman-Nya: 

$&(&&& &&0& &m$*m 

Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang 
sangat ingkar dan keras kepala, yang sangat enggan melakukan 
kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, yang menyembah 
sembaliatt yang lain beserta Allah, maka lemparkanlah dia ke dalam 
siksaan yang sangat. (Qaf: 24-26) 

Di dalam sebuah hadis disebutkan: 



&^!H^® 



Bahwa sesungguhnya kelak di hari kiamat neraka Jahannam 
akan didatangkan, lalu neraka Jahannam berseru kepada semua 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 2 8 I 



makhluk seraya berkata, "Sesungguhnya aku diberi hitisa untuk 
menyiksa setiap orang yang sewenang-wenang lagi keras kepala. " 

Kecewa dan merugilah dia, yailu di saat para nabi berupaya keras dalam 
ibfi/ial-ny a kepada Tuhannya Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa (untuk 
meminta pertolongan kepada-Nya). 

Firman Allah Swt: 

di hadapannya ada Jafian/tam. (Ibrahim: 16) 

Maka wara* dalam ayat ini berarti di. hadapan (bukan di belakang), 
perihalnya sama dengan pengertian yang terdapat di dalam ayat lain 
melalui firman-Nya: 



tf« I i4&* 



&t&ft&$&M60k 



karena di luidapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap- 
tiap bahtera. (Al-Kahfi: 79) 

Dan tersebutlah bahwa Ibnu Abbas membaca ayal ini dengan bacaan 
berikut; Wakana Amamahum Matikan. 

Makna ayat: Di hadapan orang-orang yang sewenang-wenang lagi 
keras kepala ada neraka Jahannam yang menunggu-nunggunya untuk ia 
tempati sebagai tempat yang tetap buatnya untuk selama-lamanya di hari 
kiamat ketak. Neraka Jahannam selalu ditampilkan kepadanya setiap pagi 
dan petang (di alam kubur) hingga hari kiamat. 

dan dia akan diberi mintanun dengan air nanah (Ibrahim: 1 6) 

Yakni di dalam neraka tiada minuman baginya kecuali minuman air yang 
sangat panas dan air yang sangat dingin. Minuman yang pertama sangat 
panas, sedangkan minuman yang kedua sangat dingin lagi sangat busuk, 
seperti yang disebutkan oleh Allah Swt dalam firman-Nya: 

kampangwnnah. org 



282 Juz 13 — Ibrahim 

Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman 
mereka) ah- yang sangat panas dun air yang sangat dingin. Dan 
azab yang lain yang serupa itu berbagai macam (Sad: 57-58) 

Mujahid dan Ikrimah mengatakan, makna yang dimaksud ialah nanah 
yiUlg bercampur dengan darah. Menurut Qaladah yaitu cairan yang keluar 
dari daging dan kulitnya (keringat ahli neraka). Menurut riwayat lain yang 
bersumberkan dari Qatadah, yang dimaksud dengan istilah sadul ialah 
sesuatu yang keluar dari perut orang kafir yang berupa nanah bercampur 
dengan darah. Di dalam hadis Syahr ibnu Hausyab, dari Asma binti Yazid 
ibnus Sakan, disebutkan bahwa ia pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, 
apakah yang dimaksud dengan Jinatul KJiabaT?" Maka Rasulullah Saw. 
menjawab: 

Nanah ahli neraka. 
Menurut riwayat lain adalah: 

Perasan keringat ahli neraka. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu 
Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan 
kepada kami Safwan ibnu Amr, dari Ubaidillah ibnu Bisyr, dari Abu 
Umamah r.a., dari Nabi Saw. sehubungan dengan firman Allah Swt: 

tlan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnya air 
nunahilu. (Ibrahim: 16-17) 

Nabi Saw. bersabda: 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 283 



Disuguhkan kepadanya minuman itu, dan dipaksakan kepadanya 
Apabila didekatkan kepadanya, maka hanguslah mukanya dan 
berguguran/ah rambut kepalanya. Apabila ia meminumnya, maka 
lumcurlah isi perutnya sehingga isi perutnya keluar dari duburnya. 



Allah Swt. berfirman: 



C"!, 



&&&SU8&& 



dan mereka diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga 
memotong-motong ususnya. (Muhammad: 15) 



cx\ 



Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum 
dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. 
(Al-Kahfi: 29), hingga akhir ayal. 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui hadis Abdullah 
ibnul Mubarak dengan sanad yang sama. Dan Ibnu Abu Hatim 
meriwayatkannya melalui hadis Baqiyyah ibnul Walid, dariShafwan ibnu 
Amr dengan sanad yang sama. 
Firman Allah Swi.: 

diminumnya air nanah itu. (Ibrahim: 1 7) 

Yakni diminumkan kepadanya dengan paksa. Bila ia tidak mau 
mereguknya, maka malaikat memukulnya dengan gada besi, seperti yang 
disebutkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya: 

kampangsunnah. org 



284 Juz 13 — Ibrahim 

£)a// un/t/A mereka cambuk-cambuk dari besi. (Al-Majj: 2 1 ) 
Adapun firman Allah Swt: 



cw if w*y.b ^^felj 



km hampir dia tidak bisa menelannya. (Ihrahim: 17) 



Artinya, dia menolaknya karena rasa, bau. dan warnanya yang sangat 
buruk; serta panas atau dinginnya yang tak tertahankan. 



,^ w .= d&$&4%£& 



i tai i datang/a/ 1 (baliaya) kematian kepadanya dari segenap penjuru. 
(Ibrahim: 1 7) 

Yaitu terasa sangat sakit semua tubuh dan anggota badannya karena 
siksaan itu. Menurut Amr ibnu Maimun ibnu Mainan, makna yang 
dimaksud ialah bahaya maut terasakan oleh semua tulang, urat, dan 
syarafnya (karena sangat kerasnya siksaan). Ikrimah mengatakan bahwa 
kepedihan siksaan terasa sampai ke ujung-ujung rambutnya. Ibrahim At- 
Taimi mengatakan, rasa sakit siksaan terasa oleh seluruh tubuh hingga 
ujung-ujung rambut yang tumbuh di seluruh tubuhnya. 

Ibnu Jarir mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



ewfafrjiUfc \^&&&&^£?&y 



dan dalanglah (bahaya) kematian kepadam a dari segenap penjuru. 
(Ibrahim: 17) 

Yakni dari arah depan dan belakangnya. Menurut riwayat lain. dari arah 
kanan dan kirinya, dari bagian atas dan bawahnya serta seluruh tubuhnya. 
Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 285 



dari datanglah (bahaya) kernatian kepadanya dari segenap penjuru. 

(Ibrahim: 17) 

Maksudnya, berbagai macam siksaan yang ditimpakan oleh Allah kepada 
ahli neraka di hari kiamat kelak di dalam neraka Jahannam. Tiada sualu 
macam siksaan pun melainkan mendatangkan maut, seandainya ada maut 
saat itu; tetapi ia tidak dapat mati, karena Allah Swt. telah berfirman 
dalam ayat yang lain: 

Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) 
diringankan dari mereka azabnya. (Fatir: 36) 

Pengertian yang dikatakan oleh Ibnu Abbas ialah bahwa tiada suatu macam 
siksaan pun dari berbagai macam siksaan itu melainkan bila ditimpakan 
kepada seorang ahli neraka pastilah ia binasa, seandainya dia dapat binasa 
(mati). Akan tetapi, ia tidak dapat mati agar ia tetap kekal dalam keabadian 
azab dan pembalasan-Nya. Karena itulah dalam ayat berikut ini disebutkan 
oleh firman-Nya: 

dan datanglah (bahaya) maut ke/mdtmyadiff'i segenap penjuru, tetapi 
dia tidak juga mati (Ibrahim: 17) 

Adapun firman Allah Swt.: 



ew 



dan di hadapannya masih ada azab yang berat. (Ibrahim: 17) 

Maksudnya, sesudah itu dia masih harus mengalami azab lain yang sangat 
keras, yakni siksaan yang sangat menyakitkan, sangat sulit, dan sangat 
keras lebih daripada siksaan yang sebelumnya; lebih mengerikan dan lebih 

kampangsannah. org 



286 Juz 13 — Ibrahim 

pahit. Di antaranya ialah seperti yang disebutkan oleh Allah $wt. tentang 
pohon zaqqum yang ada di neraka, yaitu: 

Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar 
neraka Jahim. mayangnya seperli kepala setan-setan. Maka 
sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah 
pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan bua)izaqqum 
itu. Kemudian sesudafi makan buah pohon itu pasti mereka mendapat 
minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. Kemudian 
sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim. 
(As-Saftat: 64-68) 

Allah Swt. menceritakan bahwa penghuni neraka adakalanya disiksa 
dengan disuruh memakan buah zaqqum, adakalanya disuruh meminum 
minuman yang panas, adakalanya pula dimasukkan ke dalam neraka 
Jahim. Semoga Allah melindungi kitadari siksaan-siksaan tersebut. Itulah 
siksa neraka yang disebutkan oleh firman-Nya: 

tlt-iT t^/&> 

Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang yang 
berdosa. Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang 
mendidih yang memuncak panasnya. (Ar-Rahman: 43-44) 

•^ j^&fc ddKift .^»ja -M&u 

Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak 
berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 287 



seperti mendidihnya air yang sangat panas. Pegang/ah dia, 
kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka. Kemudian 
tuangkan/afi di atas kepalanya siksaan (dari) air yang sangat panas. 
Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia 
Sesungguhnya ini a/Ialah azab yang dahulu selalu kalian meragu- 
ragukannya. (Ad-Dukhan: 43-50) 

Dan golongan kiri, siajmkah golongan kiri itu? Dalam (siksaan) 
angin yang amat panas dan air yang panas mendidih, dan dalam 
naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. 
(Al-Waqi'ah: 41-44) 



Beginilah (keadaan mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang 
yangdurhuka benar-benar (disediakan) tem/HJt kembali yang buruk, 
(yaitu) neraka Jahannam. yang mereka masuk ke dalamnya; maka 
amal buruklah Jahannam itu sebagai tempat tinggal. Inilah (azab 
neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang 
sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang 
serupa itu berbagai macam. (Sad: 55-58) 

Masih banyak lagi ayal lainnya yang menunjukkan keanekaragaman azab 
yang ditimpakan kepada ahli neraka yang tiada mengetahui jenis, macam, 
dan bentuknya melainkan hanya Allah Swt. sebagai pembalasan yang 
setimpal dengan amal perbuatan masing-masing. 



dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-(Hys). 
(Fussilat:46) 

kampangsunnoh. orq 



288 Juz 13— Ibrahim 

Ibrahim, ayat 18 

Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan 
mereka ada/ah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada 
Suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat meng- 
ambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di 
dunia). Yangdemikian itu adalah kesesalan yang jauh. 

Ayal ini merupakan perumpamaan yang dibuai oleh Allah untuk 
menggambarkan lenlang amal perbuatan orang-orang kafir yang 
menyembah selain Allah beserta-Nya dan mendustakan rasul-rasul-Nya. 
Mereka adalah orang-orang yang membina amal perbuatannya bukan pada 
landasan yang benar, sehingga runtuh dan lenyaplah bangunannya, padahal 
ia sangat memerlukannya. 
Allah Swt. berfirman: 



».j#6u&&®Sk 



cS * b£-*bP 

Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka. 
(Ibrahim: 18) 

Yakni perumpamaan amal perbuatan mereka kelak di hari kiamat apabila 
mereka meminta pahalanya dari Allah Swt Demikian itu karena mereka 
menduga bahwa diri mereka berada dalam kebenaran, tetapi ternyata tiada 
satu pahala pun yang mereka dapatkan. Tiada hasil bagi amalan-amalan 
mereka kecuali sebagaimana debu yang lenyap diterbangkan oleh angin 
badai yang amat besar, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: 

pada sualu hari yang berangin kencang. (Ibrahim: 1 8) 
k a m pan gse/nnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 289 

Yaitu liari yang berangin sangat kencang lagi kuat. Maka mereka tidak 
mendapatkan sesuatu pun dari amal-amal perbuatan yang mereka 
upayakan ketika di dunia. Keadaannya tiada lain seperti seseorang yang 
mengumpulkan debu di hari yang berangin sangat kuat. Makna ayat ini 
sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman- 
Nya: 



t^T 



Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami 
jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. ( Al-Furqan: 
23) 

Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan 
dunia ini adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung 
hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang 
menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak 
menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka 
sendiri. (Ali Imran: 1 17) 

%m&ti$$m &&&&&& sm 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan 
(pahala) sedekaJi kalian dengan menyebut-nyebut nya dan menyakiti 
(perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya 
karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah 
dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin 

kompangwnnah. org 



290 Juz 13 — Ibrahim 

yang di ulasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, 
lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka t utak menguasai 
sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak 
memberi petunjuk kepada orang-orang yang kaftr. (Al-Baqarah: 264) 

Sedangkan firman Allah Swt. dalam ayat berikut ini: 

Yang demikian itu adalah kesesalan yang jauh. (Ibrahim: 18) 

Artinya, usaha dan amal mereka tidak mempunyai landasan. tidak pula 
lurus, sehingga mereka kehilangan pahalanya di saat mereka sangat 
memerlukannya. 

Yang demikian itu adalah kesesalan yang jauh (Ibrahim: 18) 
Ibrahim, ayat 19-20 



.$&fl&WCt&, 



Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah 
menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, 
niscaya Dia membinasakan kalian dan mengganti (kalian) dengan 
nuikhluk yang baru, dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar 
bagi Allah. 

Allah Swt. menyebutkan tentang kekuasaan -N) a dalam menghidupkan 
kembali tubuh manusia kelak di hari kiamal, bahwasanya Dialah yang 
menciptakan langit dan bumi, menciptakan keduanya jauh lebih berat 
ketimbang menciptakan manusia. Maka bukankah Tuhan yang mampu 
menciptakan langit — yang tinggi, luas, lagi besar — beserta segala sesuatu 

kampongwnnah. org 



Tatar Ibnu Kasir 291 

yang ada padanya, seperti bintang-bintang yang tetap pada tempatnya 
dan yang beredar pada garis edarnya serta tanda-tanda (kekuasaan-Nya) 
yang ada padanya; dan bumi ini beserta segala sesuatu yang ada padanya, 
yaitu dataran-dataran rendahnya, gunung-gunungnya, hutan rimbanya, 
padang saharanya, laut-lautnya, pohon-pohonnya, tumbuh-tumbuhannya; 
dan segala macam hewan yang beraneka ragam jenis, manfaat, bentuk 
dan warnanya; mampu pula untuk menghidupkan manusia? Jawabannya, 
tentu saja mampu. 

Dalam ayat yang lain disebutkan oleh firman-Nya; 

Dari apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya 
Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah 
karena menciptakannya. kuasa menghidupkan orang-orang mati? 
Ya, (bahkan) sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. 
(Al-Ahqaf:33) 

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami men- 
ciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi 
penentang yang nyata? Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, 
dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, "Siapakah yang dapat 

• 
kampangsannoh. org 



292 Juz 13 — Ibrahim 



menghidupkan tulang belulang, yang lelah hancur luluh?" 
Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakan- 
nya yang pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala 
makhluk, yaitu Tuhan yang menjadikan untuk kalian api dari kayu 
yang hijau, maka tiba-tiba kalian nyalakan (api) dari kayu itu. " 
Dan tidakkah Tuhan yang menciptakim langit dan bumi itu berkuasa 
menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? 
Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha 
Mengeta/nu. Sesunggu/mya/>erintah-Nya apabila Dia menghendaki 
sesuatu hanyalah berkata kepalanya, "Jadilah! " Maka terjatlilah 
ia. Maka Mahasuci (Allah) yang di fangan-Nya kekuasaan atas 
segala sesuatudan kepada-Nyalah kalian dikembalikan. (Yasin: 77- 
83) 

Adapun firman Allah Swt: 

*. - « ,«*** . MM &$$& •>&* d&£0*®% «i 

Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kalian dan 
mengganti (kal ian) dengan makhluk yang baru, dan yang demikkm 
itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah. (Ibrahim: 19-20) 

Maksudnya, lidak sulit bagi-Nya, tidak pula sukar; bahkan hal itu amat 
mudah bagi-Nya. Apabila kalian menentang perintah-Nya, bisa saja Dia 
melenyapkan kalian dan mendatangkan makhluk lain yang bersifat tidak 
sama dengan kalian, seperti yang diungkapkan oleh Allah SWt dalam 
ayat lain melalui firman-Nya: 

Hai manusia, kalianlah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah, 
Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha 
Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kaliim 
dan mendatangkan maktiluk yang baru (untuk menggantikan kalian). 

kampangiunnoh. orq 



Tafsir Ib-iu Ka sir ?. '' ■ 

Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah (Fatir: 15- 
17) 

Dati jika kalian berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kalian) 
dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kalian. 
(Muhammad: 38) 

//o/ orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kalian yang 
murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suutu 
kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun tnencintai-Nya. 
(Al-Maidah: 54) 

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kalian, wahai 
manusia; dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai pengganti 
kalian). Dan udalah Allah Mahakuasa berbuat demikian. (An-Nisa: 
133) 

Ibrahim, ayat 21 

Dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) akan berkumpul 
menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang 

kampungwnnoh. org 



294 Juz 13— Ibrahim 

lemah kepada orang-orang yang sombong, "Sesungguhnya kami 
dahulu adalah pengikut-pengikut kalian, maka dapatkah kalian 
menghindarkan dari kami azab Allah (walaupun) sedikit saja?" 
Mereka menjawab, "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada 
kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kejyada kalian. Sama 
saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar Sekali-kali 
kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri " 

Firman Allah Swt.: 

19 W/ 



:v, 






Dan mereka semuanya (di .Padang Mahsyar) akan berkumpul. 
(Ibrahim: 21) 

Yakni semua makhluk — baik yang taat maupun yang durhaka — 
berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Malia- 
menang. Dengan kata lain, mereka berkumpul di sualu lapangan (Padang 
Mahsyar). Di tempat itu tiada sesuatu pun yang menutupi seorang pun. 

Maka berkatalah orang-orang yang lemah (Ibrahim: 21) 

Mereka adalah orang-orang yang mengikuti pemimpin, panglima, dan 
pembesar mereka. 

kepada orang-orang yang sombong. (Ibrahim: 21) 

yang tidak mau menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan 
tidak mau taat kepada para rasul. Orang-orang yang lemah itu berkata 
kepada mereka: 



«,-*#. !*»"■'* "" 



kampungsunnah. org 



Tafsir Ihnu Kasir 295 

Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikut kalian. 
(Ibrahim: 21) 

Maksudnya, dahulu manakala kalian memerintahkan sesuatu kepada kami, 
kami selalu taat dan mengerjakannya. 



C\\ i 



i«*> ^i^Mto&^J&i<33 



maka dapatkah kalian menghindarkan dari kami azab Aliah 
(walaupun ) .sedikit saja'/ (Ibrahim: 21) 

Yakni dapatkah kalian menghindarkan, kami dari azab Allah seperti yang 
pernah kalian janjikan kepada kami di masa lalu? Maka para pemimpin 
mereka berkata kepada mereka: 

Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami. niscaya kami 
dapat memberi petunjuk ke[xida kalian. (Ibrahim: 21) 

Tetapi telah pasti atas diri kami azab Tuhan kami, serta takdir Allah telah 
menentukan kami dan kalian untuk menerimanya. Dan kepastian siksaan 
Allah telah ditetapkan atas orang-orang kafir. 



Sama saja bagi kita, ajmkah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali- 
kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri (Ibrahim: 21) 

Artinya, tiada keselamatan bagi kita dari apa yang sedang kita alami 
sekarang, baik kita bersabar ataupun mengeluh terhadapnya. Abdur 
Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa sesungguhnya sebagian 
dari ahli neraka berkata kepada sebagian yang lain, "Marilah kalian semua, 
sesungguhnya ahli sur^a memperoleh surga tiada lain berkat tangisan 
dan permohonan mereka dengan rendah diri kepada Allah SWt Sekarang 
marilah kita menangis dan memohon dengan rendah diri kepada Allah." 
Lalu menangislah mereka seraya memohon kepada Allah dengan berendah 
diri. Setelah mereka merasakan bahwa hal itu tidak bermanfaat, berkatalah 

kampungsunnah. orq 



296 Juz 13 — Ibrahim 

mereka, "Sesungguhnya ahli surga memperoleh surga tiada lain berkal 
kesabaran mereka, maka marilah kila bersabar.*' Kemudian bersabarlah 
mereka dengan kesabaran yang belum pernah terlihat mereka melakukan- 
nya. Akan tetapi, ternyata kesabaran mereka tidak bermanfaat pula- Maka 
saat itu juga mereka berkata: 

Sama saja bagi kita. apakah kita mengeluh ataukah bersabar. 
(Ibrahim: 21 ), hingga akhir ayat. 

Menurut kami, makna lahiriah dari perdebatan yangterjadi di dalam neraka 
sesudah mereka berada di dalamnya sama saja pengertiannya dengan apa 
yang disebutkan oleh Allah Swi. dalam firman-Nya: 

Dan (ingatlah) ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, 
maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang 
menyombongkan diri, "Sesungguhnya kami adalah pengikut- 
pengikut kalian, muka dapatkah kalian menghindarkan dari kami 
sebagian azab api neraka? " Orang-orang yang menyombongkan 
diri menjawab, "Sesungguhnya kita .semua sama-sama dalam 
neraka, karena sesungguhnya Allah telah menetapkan kepulusan 
antara hamba-hamba-(Nya)" (A\-Mu~mm: 47 -4$) 

kampangsunnah. org 



Tjf-irlt-.ni:Kfl5.r 297 

Allah berfirman, "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama 
umal-umal jin dan manusia yang lelah terdahulu sebelum kalian. 
Setiap sesuutu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk 
kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabilu mereka masuk 
semuanya, berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara 
mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu, " Ya Tuhan kami, 
mereka telah menyesatkan kuini, sebab itu dutuitgkanlah kepada 
mereka siksaan yang berliput gundu duri neraka. " Allah berfirman, 
"Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi 
kalian tidak mengetuhui. " Dan berkata orang-orang yang masuk 
terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk 
kemudian, "Kalian tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami, 
maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang lelah kalian 
/akukan. "(Ai-AWut: 38-39) 

Ya Tuhun kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin- 
pemimpin dan pembesar-[xnnbesar kumi, /u/u mereku menyesatkan 
kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kumi, timpakan/uh kepada 
mereka azab dua kali lijwt dan kutuklah mereka dengem kutukun 
yang besar. (Al-Ahzab: 67-68) 

Adapun mengenai perdebatan mereka (ahli neraka) di Padang Mahsyar, 
hal ini disebulkan oleh Allah Swt. melalui finnan-Nya: 

kampungsunnah. org 



298 Juz 13 — Ibrahim 

Dan (alangkah) hebatnya kalau kanm lihat ketika orang-orang yang 
zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian dari mereka 
menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang 
yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang 
menyombongkan diri. "Kalau tidaklah karena kalian, tentulah kami 
menjadi orang-orang yang beriman. " Orang-orang yang 
menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap 
lemah, "Kamikah yang telah menghalangi kalian dari petunjuk 
sesudah petunjuk itu datang kepada kalian? (Tidak), sebenarnya 
kalian sendirilah orang-orang yang berdosa. " Dan orang-orang 
yang dianggap lemah berkala kepada orang-orang yang 
menyombongkan diri, "(Tidak), sebenarnya tipu daya (kalian) di 
waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kalian 
menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan 
sekutu-sekutu bagi-Nya. " Kedua belah pihak menyalakan penyesalan 
tatkala mereka melihat azab Dan Kami pasang belenggu di leher 
orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan 
apa yang teluh mereka kerjukaiu (Saba': 3 1 -33) 

Ibrahim, ayat 22-23 

Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, 
"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang 

kampangsunnah. ory 



Tafsir Ibnu Kasir .299 

benar, dan aku pun lelah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku 
menyalahmya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap 
kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian, lalu kalian 
mematuhi semanku. Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, 
tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat 
menolong kalian, dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. 
Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian 
mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. " Sesungguhnya 
orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih- Dan 
dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke 
dalam surga yang mengalir d/ bawahnya sungai-sungai, mereka 
kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan 
penghormatan mereka dalam surga itu ialah 'salam ', 

Allah Swi. menceritakan pembicaraan iblis terhadap para pengikutnya 
setelah Allah menetapkan keputusan di antara hamba-hamba-Nya, dan 
Allah memasukkan orang-orang mukmin ke dalam surga serta 
menempatkan orang-orang kafir di dalam lapisan bawah neraka- Maka 
pada hari itu berdirilah iblis di kalangan ahli neraka seraya berkhotbah 
kepada mereka untuk menambah kesedihan di atas kesedihan yang sedang 
mereka alami, menambahkan kerugian di atas kerugian, dan kekecewaan 
di atas kekecewaan. Iblis berkala kepada penduduk neraka: 



CtT 



■■^&\Sii&3'M 



Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang 
benar. (Ibrahim: 22) 

Yaitu melalui lisan rasul-rasul-Nya, dan Dia menjanjikan kepada kalian 
bila kalian mengikuti para rasul. Dia akan menyelamatkan dan menyejahtera- 
kan kalian; dan janji Allah itu dipenuhi-Nya, karena janji-Nya adalah 
benar dan beritanya benar pula. Adapun aku. maka aku pernah berjanji 
kepada kalian, tetapi aku menyalahmya. Makna ayat ini sama dengan apa 
yangdisebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat yang lain melalui firman-Nya: 

kompungsunnoh. org 



300 Juz 13— Ibrahim 

Setan itu memberikan Janji-janji kepada mereka dan membangkit- 
kan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak 
menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (An-Nisa: 
120) 

Adapun firman Allah Swt.: 

Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian. (Ibrahim: 
22) 

Maksudnya 'dalam apa yang aku serukan untuk kalian kepadanya tiadalah 
suatu dalil pun, tiada pula suatu bukti pun; begitu pula dalam apa yang 
telah aku janjikan kepada kalian\ 



■«**> $SSW&3% 



melainkan (sekadar) menyeru kalian, lalu kalian mematuhi semanku. 
(Ibrahim: 22) 

tanpa berpikir panjang lagi, padahal telah ditegakkan atas kalian hujan- 
hujan dan bukti-bukti serta dalil-dalil yang benar yang disampaikan oleh 
para rasul sebagai bukti akan kebenaran dari apa yang mereka sampaikan 
kepada kalian. Tetapi ternyata kalian menentang mereka, sehingga jadilah 
kalian seperti dalam keadaan sekarang ini. 

Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku. (Ibrahim: 22) 
pada hari ini. 

cn .(fUfcUb idtfi Ski 

tetapi cercalafi diri kalian sendiri. (Ibrahim: 22) 
kampangsannoh. org 



Tafsir Ihnu Kasir 301 

karena sesungguhnya kesalahan itu adalah kesalahan kalian sendiri, sebab 
kalian menentang bukti-bukti yang jelas, lalu kalian mengikutiku hanya 
karena aku menyeru kalian kepada kebatilan. 



O' 



Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian. (Ibrahim: 22) 

Yakni aku tidak dapal memberikan manfaat kepada kalian, tidak pula 
dapat menyelamatkan dan membebaskan kalian dari keadaan yang kalian 
alami sekarang. 



e":. 



dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. (Ibrahim: 22) 

Maksudnya, tidak dapat memberikan manfaat kepadaku dengan me- 
nyelamatkan diriku dari azab dan pembalasan-Nyayang sedang kualami. 

Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian 
mempersekutukan aku (dengan Allah) sejuk dai ml 'u. (Ibrahim: 22) 

Qatadah mengatakan, makna yang dimaksud ialah disebabkan kalian 
mempersekutukan aku dengan Allah sejak dahulu. Ibnu Jarir mengatakan 
bahwa setan berkata, "Sesungguhnya aku tidak membenarkan bila diriku 
dianggap sebagai sekutu Allah Swt." Pendapat yang dikemukakan oleh 
Ibnu Jarir ini merupakan pendapat yang rajili (kuat), semakna dengan 
apa yang disebutkan oleh Allah Swt dalam ayat lain melalui firman- 
Nya: 

♦ 

kampungsunnah. org 



302 Juz 13 — lbrahwn 

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah 
sembahan-sembafian selam Al/aftyang tiada dapat memperkenankan 
(doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) 
doa mereka? Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari k iamat), 
niscaya sembahan-sem bahan itu menjadi musuh mereka dan 
mengingkari pemujaan-pemujacm mereka. (Al-Ahqaf: 5-6) 



&^S^^i^^^^ 



:AT : J 



sekali-kali tidak. Kelak (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari 
penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka 
(sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka. 
(Maryam: 82) 

Firman Allah SwL; 






Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu. (Ibrahim: 22) 
karena berpaling dari perkara yang hak dan mengikuti perkara yang batil. 



c\T 



mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim: 22) 

Makna lahiriah konteks ayat menunjukkan bahwa pembicaraan ini 
dilakukan oleh iblis sesudah mereka memasuki neraka, seperti yang telah 
kami jelaskan sebelumnya. Tetapi disebutkan di dalam sebuah hadis yang 
diriwayatkan oleh Ibnu Abu Katim yang lafaznya seperti berikut, juga 
oleh Ibnu Jarir melalui riwayat Abdur Rahman ibnu Ziyad. Disebutkan 
bahwa telah menceritakan kepadaku Dakhin Al-Hijri, dari Ucjbah ibnu 
Amir, dari Rasulullah Saw., bahwa beliau Saw. pernah bersabda, "Apabila 
Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang 
terkemudian, maka Allah memutuskan peradilan di antara mereka. Dan 
setelah selesai dari peradilan, orang-orang mukmin berkala, 'Telah 

• 

kampungsunnah. org 



Tafsir tbnu Kasir 303 

diputuskan oleh Tuhan kita di antara sesama kita, maka siapakah yang 
dapat memberikan syafaat kepada kita?* 

Mereka berkata, 'Marilah kita berangkat menghadap Adam,' lalu 
disebulkan Nuh. Ibrahim, Musa, dan Isa. Tetapi Isa berkata, 'Maukah 
kalian aku tunjukkan kepada Nabi yang ummi? 1 Maka mereka datang 
kepadaku, dan Allah memberikan izin kepadaku untuk menghadap 
kepada-Nya. Maka dari majelisku tersebarlah bau wewangian yang pal- 
ing wangi yang belum pernah tercium oleh seorang pun. Akhirnya 
sampailah aku ke hadapan Tuhanku, maka Dia memberiku izin untuk 
memberi syafaat, dan Dia menjadikan bagiku nur (cahaya) mulai dari 
rambut kepalaku hingga kuku jari telapak kakiku. 

Kemudian orang-orang kafir berkata, 'Sesungguhnya orang-orang 
mukmin telah menjumpai orang yang memberi syafaat buat mereka Maka 
siapakah yang akan memberi syafaat bual kita? Dia tiada lain kecuali 
iblis yang lelah menyesalkan kita.* 

Maka mereka mendatangi iblis dan mengatakan kepadanya, 
'Sesungguhnya orang-orang mukmin telah menjumpai orang yang mem- 
beri syafaat buat mereka. Maka bangkitlah kamu dan mintakanlah syafaat 
buat kami, karena sesungguhnya kamu adalah yang menyesatkan kami. 1 

Iblis bangkit, dan dari majelisnya tersebarlah bau busuk yang amat 
busuk yang beJum pernah tercium oleh seorang pun, kemudian siksaan 
mereka bertambah besar." 

Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, 
"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang 
benar, dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku 
menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap 
kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian, lalu kalian 
mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, 
tetapi cercalah diri kalian sendiri "(Ibrahim: 22) 

kampangsannoh. org 



304 Juz 13— Ibrahim 



Demikianlah bunyi hadis menurul teks yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu 
Hatim. Al-Mubarak meriwayatkan nya dari Rasyidin ibnu Sa'd, dari Abdur 
Rahman ibnu Ziyad ibnu An'am, dari Dakhin, dari Uqbali dengan lafaz 
yang sama secara marfu*. 

Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi mengatakan bahwa ketika ahli 
neraka berkata: 

***** >\j&y&8&$&8g&fr 

Sama saja bagi kita. apakah kila mengeluli atau bersabar. Sekali- 
kali tidak mempunyai lem/Ml untuk melarikan diri. (Ibrahim: 2 1 ) 

Maka iblis berkata kepada mereka: 



<-_! 



»***■ cM?6SM 



Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang 
benar. (Ibrahim: 22), hingga akhir ayat. 

Setelah mereka mendengar ucapan iblis, maka mereka membenci diri 
mereka sendiri, lalu mereka diseru: 



cwo->iA 



> &&ii&3m&&e& &m 



Sesungguhiya kebencian Allah (kepada kalian) lebih besar dari- 
pada kebencian kalian kepada diri kalian sendiri karena kalian diseru 
untuk beriman, lalu kalian kafir. (Al-Mu-min: 10) 

Amir Asy-Sya'bi mengatakan bahwa di hari kiamat kelak akan ada dua 
pembicaraan yang berbicara di hadapan semua orang. Allah Swt. 
berfirman kepada Isa, putra Maryam: 

Apakah kamu mengatakan kepada manusia, 'Jadikanlah aku dan 
ibuku duu orang tuhan selain Allah! ' (Al-Maidah: 1 16) 

kampungsannah. org 



ini: i! i , ■. Kasir 305 



sampai dengan firman-Nya: 



«««u^Uto J4^f$i$S&j$fa 



Ini atlalafi suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar 
kebenaran mereka. (Al-Maidah: 1 19) 

Pcrawi melanjutkan kisahnya, bahwa iblis /aknatulfah berdiri, lalu berkata: 



tttij 



Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan 
(sekadar) aku menyeru kalian, lalu kalian mematuhi semanku. 
(Ibrahim: 22), hingga akhir ayal. 

Setelah Allah Swt. menyebutkan tempat kembali orang-orang yang celaka 
-dan kehinaan serta pembalasan Allah yang mereka terima — dan selelah 
disebutkan bahwa teman bicara mereka adalah iblis — maka Allah 
mengiringinya dengan kisah tentang orang-orang yang berbahagia. Unluk 
itu Allah Swt, berfirman: 



C^T; 



Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh 
ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai (Ibrahim: 
23) 

Sungai-sungai itu mengalir menurut apa yang dikehendaki oleh penghuni 
surga. Ke mana pun mereka menghendaki, maka sungai-sungai itu 
menuruti mereka dalam alirannya. 



mereka kekal di dalamnya. (Ibrahim: 23) 

Yakni tinggal untuk selama-lamanya, tidak dipindahkan dan tidak 
dilenyapkan darinya. 

kampangsannoh. org 



306 , Juz 13— Ibrahim 



dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam 
surga itu ialah 'salam '. (Ibrahim: 23) 

Seperti yang disebutkan oleh Allah SwL dalam ayat lain melalui firman- 

Nya: 

CVT =j— iJt. 

Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu, sedangkan pintu- 
pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga- 
penjaganya, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atas'kalian." (Az- 
Zumar: 73) 

sedangkan ma/aikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari 
semua pintu (sambil mengucapkan), "Saltimun 'Alaikum. "(Ar-Ra'd: 
23-24) 



M&, &$£*&$& 



dan mereka disambut dengan penglwrmatan dan ucapan selamat 
di dalamnya. (Al-Furqan; 75) 

Dan firman Allah Swt.: 

Doa mereka di dalamnya ialaJi, "Subhanaka/lahumma " dan salam 
penghormatan mereka ialah, "Salam. " Dan jyenuiup doa mereka 
ialah, "Alhamdulillah! Rabbil 'Alamin." (Yunus: 10) 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 307 

Ibrahim, ayat 24-26 

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat 
perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya 
teguhdan cabangnya (menjulang) ke langit, po/wn im tm t nbertk an 
buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allahmembuat 
perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka 
selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon 
yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan 
bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. 

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan 
dengan makna firman-Nya: 

perumpamaan kalimat yang baik. (Ibrahim: 24) 

Yakni syahadat atau persaksian yang bunyinya 'tidak ada Tuhan selain 
Allah*. 

seperti pohon yang baik. (Ibrahim: 24) 
Yang dimaksud ialah orang mukmin. 



c»l: 



kampangsunnah. org 



308 Juz 13 — Ibrahim 

akarnya teguh. (Ibrahim: 24) 

Yaitu kalirnal, 'Tidak ada Tuhan selain Allah' tertanam dalam di hati 
orang mukmin. 

dan cabangnya (menjulang) ke langit. (Ibrahim: 24) 

Maksudnya, berkat kalimat tersebut amal orang mukmin dinaikkan ke 
langit. Demikianlah memuai I Ad-Dahhak, Sa'id ibuu Jubair. Ikrimah, 
Mujahid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang, bahwa 
sesungguhnya hal ini merupakan perumpamaan tentang amal perbuatan 
orang mukmin, ucapannya yang baik, dan amalnya yang saleh. Dan 
sesungguhnya orang mukmin itu seperti pohon kurma, amal salehnya 
terus-menerus dinaikkan (ke langit) baginya di setiap waktu, pagi dan 
petang. Hal yang sama lelah diriwayatkan oleh As-Saddi, dari Murrah, 
dari Ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa pohon yang dimaksud adalah 
pohon kurma. Juga menurut riwayat Syu'bah, dari Mu'awiyah ibnu 
Qunmh, dari Anas, bahwa pohon itu adalah pohon kurma. 

Hammad ibnu Salamah telah meriwayatkan dari Syu'aib ibnul 
I labhab, dari Anas. bahwa Rasulullah Saw. mendapat kiriman sekantong 
buah kurma. Maka beliau Saw. membaca firman-Nya: 

perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik. ( I brah i m : 
24) 

Yakni pohon kurma. Tetapi telah diriwayatkan melalui jalur ini dari lainnya 
(Syu'aib ibnul Habhab), dari Anas secara mauejuf. Mal yang sama telah 
di-nov-kan oleh Masniq. Mujahid, Ikrimah, Sa'id ibnu Jubair, Ad-Dahhak 
Qatadah,dan lain-lainnya. 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ubaid 
ibnu Ismail, dari Abu Usamah, dari Ubaidillah, dari Nafi', dari Ibnu Umar 
yang mengatakan, "Ketika kami sedang bersama Rasulullah Saw., beliau 
bersabda, 'Ceritakanlah kepadaku tentang pohon yang menyerupai seorang 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 309 

muslim, ia tidak pernah rontok daunnya, baik di musim panas maupun di 
musim dingin, dan ia mengeluarkan buahnya setiap musim dengan seizin 
Tuhannya'." 

Ibnu Uniar mengatakan, "Lalu lerdetik di dalam hatiku jawaban yang 
mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon kurma. Ictapi aku melihat 
Abu Bakar dan Umar lidak bicara, maka aku merasa segan untuk 
mengemukakannya. Setelah mereka tidak menjawab sepatah kata pun, 
bcrsabdalah Rasulullah Saw. bahwa pohon tersebut adalah pohon kurma. 

Ketika kami bangkit (untuk pergi), aku berkata kepada Umar, 'Wahai 
ayahku, demi Allah, sesungguhnya telah terdetik di dalam hatiku 
jawabannya, bahwa pohon itu adalah pohon kurma. 1 Umar berkata, 
'Apakah yang mencegahmu untuk tidak mengatakannya?' Aku menjawab. 
'Aku tidak melihat kalian menjawab, maka aku segan untuk mengatakan- 
nya atau aku segan mengatakan sesuatu.' Umar berkala, 'Sesungguhnya 
bila kamu katakan jawaban ilu lebih aku sukai daripada anu dan anu'." 

Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Sufyan, 
dari Ibnu Abu Najih, dari Mujahid, bahwa ia pernah menemani Ibnu 
Umar ke Madinah, dan ia tidak mendengar dari Ibnu Umar suatu hadis 
dari Rasulullah Saw. kecuali sebuah hadis. Ia mengatakan, "Ketika kami 
(para sahabat) sedang berada di hadapan Rasulullah Saw., tiba-tiba 
disuguhkan kepada beliau Saw. setandan buah kurma. Maka beliau Saw. 
bersabda: 



.MO^&i&jtoto 



'Di antara pahem itu ada sebuah pohon yang perumpamaannya sama 
dengan seoremg lelaki muslim ' 

Aku bermaksud mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon kurma. Tetapi 
aku memandang ke sekeliling, lernyata aku adalah orang yang paling 
muda di antara kaum yang ada (maka aku diam tidak menjawab), dan 
Rasulullah Saw. bersabda, 'Pohon itu adalah pohon kurma'." Hadis ini 
diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. 

Malik dan Abdul Aziz telah meriwayatkan dari Abdullah ibnu Dinar, 
dari Ibnu Umar yang menceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah 
Saw. bersabda kepada para sahabatnya: 

kampungsannah. org 



310 Juz 13 — Ibrahim 



Sesunggufinya di antara pepohonan i/u terdapat sebuah pohon yang 
tidak pernah gugur dedaunannya menjadi perumpamaan orang 
mukmin. 

Ibnu L'mar melanjutkan kisahnya, "Orang-orang (yang hadir) menduganya 
pohon yang adadi daerah pedalaman, sedangkan di dalam hatiku terdetik 
bahwa pohon itu adalah pohon kurma, tetapi aku malu mengutarakannya; 
hingga Rasulullah Saw. bersabda bahwa pohon itu adalah pohon kurma." 
I ladis ini diketengahkan oleh Imam Bukhari. juga oleh Imam Muslim. 

Ibnu Abu Ilatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ismail, telah 
menceritakan kepada kami Aban (yakni Ibnu Zaid Al-Attar), telah 
menceritakan kepada kami Qatadah, bahwa seorang lelaki pernah 
bertanya, "Wahai Rasulullah, orang-orang yang berharta telah pergi 
dengan memborong banyak pahala." Maka Rasulullah Saw. bersabda: 



"Bagaimanakah pendapat mu, seandainya dia dengan sengaja 
menghimpun harta kesenangan duniawi, lalu ia menumpukkan 
sebagian darinya di atas sebagian yang lain, apakah (tingginya) 
dapat mencapai langit? Maukah kamu bila kuberitahukan kepada- 
mu suatu amalycmg akarnya tertanam di dalam bunii, sedangkan 
cabangnya menjulang ke hmgit?" Lelaki itu bertanya, "Wahai 

kompungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 



Rasulullah, amal apakah itu? " Rasulullah «SYnv. menjawab, "Kamu 
ucapkan katimah 'Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar. 
Mahasuci Allah, dan segala puji bagi Allah ' sebanyak sepuluh kali 
seusai mengerjakan tiap-tiap salat. Maka itulah yang akarnya 
tertanam di bumi. sedcmgkcm cabangnya menjulang ke langit. " 

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: 

seperti pohon yang baik (Ibrahim: 24) 

bahwa pohon tersebut adalah sebuah pohon yang ada di dalam surga. 
Firman Allah Swt.; 



C«: ( 



pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim. (Ibrahim: 25) 

Menurut suat u pendapat, yang dimaksud dengan kulla hinin ialah setiap 
pagi dan petang. Menurut pendapat lain yaitu setiap bulan, sedangkan 
pendapat lainnya mengatakan setiap dua bulan. Pendapat lain 
menyebutkan setiap enam bulan, ada yang mengatakan setiap tujuh bulan, 
ada pula yang mengatakan setiap tahun. 

Makna lahiriah konteks ayat menunjukkan bahwa perumpamaan 
orang mukmin sama dengan pohon yang selalu mengeluarkan buahnya 
setiap waktu, baik di musim panas maupun di musim dingin, siang dan 
malam hari. Begitu pula keadaan seorang mukmin, amal salehnya terus- 
menerus diangkat (ke langit) baginya, baik di tengah malam maupun di 
siang hari, setiap waktu. 

dengan seizin Tuhannya. (Ibrahim: 25) 

Yakni mengeluarkan buahnya yang sempurna, baik, banyak, bermanfaat, 
lagi diberkati. 

kompangsannah. org 



312 Juz 13— Ibrahim 



Allah membual perumpamaan-perumpamaan i/u untuk manusia 
supaya mereka selalu ingat. (Ibrahim: 25) 

Firman Allah Swt.: 

Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk. 
(Ibrahim: 26) 

Inilah perumpamaan kekufuran orang yang kafir, tiada landasan baginya 
dan tiada keteguhan baginya; perihalnya sama dengan pojion hanzal atau 
pohon bertawali. Syu'bah telah meriwayatkan nya dari Mu'awiyah ibnu 
Qurrah. dari Anas ibnu Malik, bahwa pohon tersebut adalah pohon hanzal 
(bertawali). 

Abu Bakar Al-Bazzar Al-llafiz mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Yahya ibnu Muhammad As-Sakan, telah menceritakan 
kepada kami Abu Zaid Sa'id ibnur Rabi', telah menceritakan kepada 
kami Syu'bah, dari Mu'awiyah ibnu Qurrah, dari Anas, menurut dugaanku 
(peraw i) ia membacakan firman-Nya: 



perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang 6a/A: (Ibrahim: 
24) 

Anas mengatakan bahwa pohon yang dimaksud ialah pohon kurma. Lalu 
ia membacakan firman-Nya; 

Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk 
(Ibrahim: 26) 

Dan ia mengatakan bahwa pohon yang dimaksud ialah pohon syiryan 
(bertawali). Kemudian ia (Abu Bakar Al-Bazzar) meriwayatkannya dari 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 313 

Muhammad ibniil Musanna, dari Gundar. dari Syu'bah, dari Mu'awiyali, 
dari Anas secara mauquf. 

Ibmi Abu Halini mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami 
ayahku, lelah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ismail, telah 
menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Syu'aib ibnul 
Habhab, dari Anas ibnu Malik, bahwa Nabi Saw. membacakan firman- 
Nya: 

Dtm perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon ycmg buruk 
(Ibrahim: 26) 

I .alu beliau bersabda bahwa pohon itu adalah pohon hanzaluh (bcrtawali). 
Kemudian aku (perawi) menceritakan hal tersebut kepada Abu) Aliyah. 
Ia menjawab, 'i lal yang sama pernah kami dengar." Ibnu Jarir meriwayal- 
k arinya melalui hadis Hammad ibnu Salamah dengan sanad yang sama. 
Abu Ya'la di dalam kitab Musnad-nya telah meriwayatkan hadis ini 
dalam bentuk yang lebih lengkap daripada riwayat di atas. Untuk itu dia 
mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Gassan, dari 
Hammad, dari Syu'aib, dari Anas, bahwa Rasulullah Saw. mendapat 
kiriman sekarung buah kurma, lalu beliau Saw. membacakan firman-Nya; 

Perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya 
teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan 
buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. (Ibrahim: 24- 
25) 

Maka beliau bersabda bahwa pohon itu adalah pohon kurma. 
kampungwnnah. org 



314 Juz 13— Ibrahim 

Dan perumpamaan kali/nal yang buruk seperti pohon yang buruk, 
yang lelah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan 
bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. (Ibrahim: 26) 

Beliau Saw. bersabda, "Pohon yang dimaksud adalah pohon htinza/*' 
Syu'aib mengatakan, ia menceritakan hadis ini kepada Abui Aliyah, maka 
Abui Aliyah menjawab bahwa hal yang sama pernah ia (dan rekan- 
rekannya) dengar. 

Firman Allah Swt.: 

"i'* t 

yang te/al} dicabut. (Ibrahim: 26) 
Maksudnya, telah dijebol dan dicabut dengan akar-akarnya. 

dari permukaan bumi; tidak dapat fcftg? (tegak) sedikit pun. (Ibrahim: 26) 

Yakni tidak ada landasan dan tidak ada keteguhan baginya. Demikian 
pula halnya orang kafir, ia tidak mempunyai pokok, tidak pula cabang, 
tiada suatu amal pun darinya yang dinaikkan (diterima), dan tiada sesuatu 
pun yang diterima darinya. 

Ibrahim, ayat 27 

'teiff%3u&fr 

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan 
ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; 
dan Allah menyesatkan orcmg-orang yang zalim dan memperbuat 
apa yang Dia kehendaki. 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abui Walid, 
telah menceritakan kepada kami Sy u'bah, telah menceritakan kepadaku 

komponqsunnQh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 3 I 5 

AIqamah ibnu Marsad; ia pernah mendengar Sa'd ibnu Ubaidah 
menceritakan hadis dari Al-Barra ibnu Azib r.a.. bahwa Rasulullah Saw. 

pernah bersabda: 






Orang muslim apabila ditanya di dalam kuburnya, ia menge- 
mukakan persaksian Itafnva tidak ada Tuhan selain Allah, dan halnvu 
Muhammad adalah utusan Allah. Yang demikian itu adalah jirman- 
Nya. "Allah meneguhkwi (iman) orang-orang yang herimandengan 
ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat " 
(Ibrahim: 27). 

Imam Muslim lelah meriwayatkannya pula, demikian juga jamaah lainnya 
yang semuanya melalui hadis Syu'bali dengan sanad yangsama. 

Imam Ahmad mengatakan, lelah menceritakan kepada kami Abu 
Mu'awiyah. Idah menceritakan kepada kami AI-A'masy, dari Al-Minhal 
ibnu Amr, dari Zadzan, dari Al-Barra ibnu Azib yang mengatakan. "'Kami 
berangkat bersama Rasulullah Saw. untuk melayat jenazah seorang Ansar. 
Setelah kami sampai di kuburnya, si jenazah masih belum dimasukkan 
ke liang lahadnya. Maka Rasulullah Saw. duduk, dan kami duduk di 
sekitarnya, saat itu di atas kepala kami seakan-akan ada burung. Pada 
waktu itu tangan Rasulullah Saw. memegang setangkai kayu yang beliau 
ketuk-ketukkan ke tanah, lalu beliau mengangkat kepala dan bersabda, 
'Mohonlah perlindungan kepada Allah dari azab kubur,' sebanyak dua 
atau tiga kali. 

Kemudian beliau Saw. bersabda: Sesungguhnya seorang hamba yang 
beriman apabila habis masa hidupnya di dunia ini dan akan berpulang ke 
alam akhirat, turunlah kepadanya malaikat dari langit yang berwajah putih, 
seakan-akan wajah mereka adalah matahari. Mereka membawa kain kafan 
dari kafan surga dan wewangian dari wewangian surga, lalu mereka duduk 

kompungsunnoh. org 



316 Juz 13 — Ibrahim 

di dekatnya sejauh mala memandang. Kemudian dalanglah malaikat maut 
yang langsung duduk di dekat kepalanya, lalu ia berkata. 'Hai jiwa yang 
baik, keluarlah kamu menuju kepada ampunan dan rida dari Allah. 1 

Maka keluarlah rohnya dengan mudah seperti setetes air yang keluar 
dari mulut wadah minuman, lalu malaikat maut mengambilnya. Apabila 
malaikat maut telah mengambilnya, maka dia titlak membiarkannya berada 
di tangannya barang sekejap pun melainkan para malaikat itu 
mengambilnya dengan segera, lalu mereka masukkan ke dalam kain kafan 
dan wewangian yang mereka bawa itu. Maka keluarlah darinya bau minyak 
kesturi yang paling harum di muka bumi ini. 

Mereka membawanya naik (ke langit). Maka tidak sekali-kali mereka 
melewati sejumlah malaikat, melainkan malaikat-malaikat itu bertanya, 
'Siapakah pemilik roh yang wangi ini?' Para malaikat yang membawanya 
menjawab, 'Fulan bin Fulan,' dengan menyebutkan nama terbaiknya yang 
menjadi sebutan namanya ketika di dunia. I lingga sampailah mereka ke 
langit pertama, lalu mereka mengetuk pintunya dan dibukakanlah pintu 
langit untuknya. Maka ikut mengiringinya semua malaikat yang menghuni 
langit pertama itu sampai ke langit berikutnya, hingga sampailah ia ke 
langit yang ketujuh. Maka Allah berfirman, 'Catatlah bagi hamba-Ku ini 
catatan orang-orang yang masuk surga llliyyin, dan kembalikanlah 
jasadnya ke bumi, karena sesungguhnya Aku menciptakan mereka dari 
tanah, maka Aku kembalikan mereka ke tanah, dan Aku akan hidupkan 
mereka dari tanah kali yang lain.' 

Maka rohnya dikembalikan ke jasadnya, dan datanglah dua malaikat 
kepadanya, lalu kedua malaikat itu mendudukkannya dan bertanya 
kepadanya, 'Siapakah Tuhanmu? 7 la menjawab, 'Tuhanku Allah." 
Keduanya bertanya, 'Apakah agamamu?' la menjawab. 'Agamaku Islam.* 
Keduanya bertanya, 'Siapakah lelaki ini yang diutus kepada kalian?' Ia 
menjawab, 'Dia adalah utusan Allah/ Keduanya bertanya, 'Apakah 
ilmumu?' la menjawab, 'Saya telah membaca Kilabullah, maka saya 
beriman kepadanya dan membenarkannya.' Maka berserulah suara dari 
langit yang mengatakan, 'Benarlah apa yang dikatakan hamba-Ku, Maka 
hamparkanlah untuknya hamparan dari surga, berilah ia pakaian dari surga, 
dan bukakanlah untuknya sebuah pintu yang menuju surga.' 

* Maka kenikmatan dan wewangian surgawi datang kepadanya, dan 
diluaskanlah kuburnya sejauh mata memandang baginya. 

kompungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 3 I 7 

Lalu dalanglah kepadanya seorang lelaki yang berwajah tampan, 
berpakaian indah, dan baunya sangat wangi. Lelaki itu berkata, 
'Bergembiralah kamu dengan keadaan yangmenggembirakanmu ini. Hari 
ini adalah hari kamu yang pernah dijanjikan kepadamu.' Maka ia bertanya 
kepada lelaki itu, 'Siapakah kamu ini, melihat rupamu kamu adalah 
orang yang datang dengan membawa kebaikan/ Maka lelaki itu 
menjawab, 'Aku adalah amalmu yang saleh.' Maka ia berkata, 'Wahai 
Tuhanku, jadikanlah hari kiamat, wahai Tuhanku, jadikanlah hari kiamat, 
agar aku dapat kembali kepada keluarga dan harta bendaku.' 

Dan sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila telah terputus 
dari dunianya dan akan menghadap ke alam akhiratnya, turunlah 
kepadanya mala ikat -mala ikat dari langit yang semuanya berwajah hitam 
dengan karung yang kasar. Lalu para malaikat itu duduk di dekatnya sejauh 
mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut yang langsung 
duduk di dekat kepalanya. Maka malaikat maut berkata, 'Hai jiwa yang 
buruk, keluarlah kamu menuju kepada murka dan benci Allah!' 

Maka rohnya berpencar ke seluruh tubuhnya (yakni menolak), hingga 
malaikat maut mencabutnya sebagaimana seseorang mencabut tusuk sate 
dari kain bulu yang basah; malaikat maut mencabutnya dengan paksa. 
Apabila ia telah mencabutnya, ia tidak membiarkannya di tangannya 
barang sekejap pun melainkan para malaikat memasukkannya ke dalam 
karung itu. Dan keluarlah darinya bau bangkai yang terbusuk yang ada di 
muka bumi. 

Para malaikat membawanya naik, dan tidak sekali-kali mereka 
melewati sekumpulan malaikat melainkan bertanya, 'Siapakah yang 
memiliki ruh yang buruk ini?' Para malaikat yang membawanya berkata 
bahwa dia adalah si Anu bin Anu, dengan menyebut nama terburuknya 
yang biasa disebutkan untuknya di dunia. Hingga sampailah mereka di 
langit pertama, lalu pintunya diketuk, tetapi tidak dibukakan untuknya. 

Lalu Rasulullah Saw. membacakan tirman-Nya: 

c t- is_^tfdb 

'Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit 
dan tidak ( pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang 
/an//?r(Al-A'raT:40). 

kampimgsunnah. org 



»18 Juz 13— Ibrahim 

Kemudian Allah berfirman, 'Catatkanlah ketetapannya di dalam Si'rjin di 
lapisan bumi yang terbawah,' lalu rohnya dicampakkan dengan kasar. 

Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah 
ia seakan-akan jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau 
diterbangkan angin di tempat yang jauh. (Al-Hajj: 3 1 ) 

Kemudian rohnya dikembalikan ke jasadnya. Lalu ia didatangi oleh dua 
malaikat, dan kedua malaikat itu mendudukkannya serta bertanya 
kepadanya, 'Siapakah Tuhanmu?" la menjawab, 'Ha, ha, saya tidak tahu.' 
Keduanya bertanya lagi. 'Apakah agamamu?' la menjawab, 'l Ia, lia, saya 
tidak tahu.' Keduanya bertanya, 'Siapakah lelaki ini yang diutus di antara 
kalian?' la menjawab, 'Ha, ha, saya tidak tahu.' 

Lalu terdengarlah suara dari langit yang mengatakan, 'Hamba-Ku 
berdusta, maka gelarkanlah untuknya hamparan dari neraka dan 
bukakanlah baginya suatu pintu dari neraka!' Maka panasnya neraka dan 
asapnya sampai kepadanya, lalu kuburannya menggencetnya sehingga 
tulang-tulang iganya berantakan. 

Kemudian datanglah kepadanya seorang lelaki yang buruk wajahnya 
dan pakaiannya serta busuk baunya, lalu lelaki ilu berkala, 'Bersenang- 
scnanglah kamu dengan hal yang menyiksamu, inilah harimu yang telah 
dijanjikan kepadamu.' la bertanya, 'Siapakah kamu, wajahmu 
menandakan wajah orang yang datang membawa keburukan?" Maka lelaki 
itu menjawab. 'Akulah amal perbuatanmu yang buruk.* Maka ia berkata, 
'Wahai Tuhanku, janganlah Engkau jadikan hari kiamat'." 

Imam Abu Daud meriwayatkan hadis ini melalui hadis Al-A'masy, 
sedangkan Imam Nasai dan Imam Ibnu Majali meriwayatkannya melalui 
hadis Al-Minhal ibnu Amr dengan sanad yang sama. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur 
Ra/-zaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Yunus ibnu Habib, 
dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Zadzan, dari Al-Barra ibnu A?ib r.a. yang 
mengatakan, "Kami berangkat bersama Rasulullah Saw. melayat jenazah," 
kemudian disebutkan hadis yang semisal. Di dalam riwayat ini disebutkan 

kampangsunnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 319 

bahwa apabila rohnya telah keluar (dari jasad orang mukmin), maka 
memohonkan ampunan dan rahmat buatnya semua malaikat yang ada di 
antara langit dan bumi, demikian pula semua malaikat yang ada di langit. 
Dan semua pintu langit dibuka, tiada ahli suatu pintu langit pun melainkan 
mereka berdoa kepada Allah Swt. agar rohnya dinaikkan oleh mereka. 

Di akhir hadis ini disebutkan, "Lalu ia diserahkan kepada malaikat 
yang bengis, kejam, dan dingin seria tidak bicara; tangannya memegang 
gada, seandainya gada itu dipukulkan ke sebuah gunung, tentulah gunung 
itu hancur menjadi debu dengan sekali pukul. Lalu malaikat itu 
memukulnya sekali pukul, maka iajadi debu, kemudian Allah mengem- 
balikannya seperti semula; dan malaikat itu kembali memukulnya dengan 
pukulan yang lain, maka menjeritlah ia dengan jeritan yang sangat keras, 
suara jeritannya terdengar oleh segala sesuatu kecuali manusia dan jin." 

Al-Barta mengatakan, "Lalu dibukakan baginya sebuah pintu yang 
menuju neraka dan dihamparkan baginya hamparan dari neraka.'" 

Sulyan As-Sauri telah meriwayatkan dari ayahnya, dari Khaisamah, 
dari Al-Barra sehubungan dengan makna firman-Nya: 



<-»V 



Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan 
ucapan )tmg teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. 
(Ibrahim: 27) 

Bahwa makna yangdimaksud ialah azab kubur. 

Al-Mas'udi telah meriwayatkan dari Abdullah ibnu Mukhariq, dari 
ayahnya, dari Abdullah yang mengatakan bahwa sesungguhnya orang 
mukmin itu apabila mati, ia didudukkan di dalam kuburnya, lalu ditanyai, 
"Siapakah Tuhanmu, apakah agamamu, dan siapakah nabimu?" Maka 
Allah meneguhkannya, dan ia menjawab, "Tuhanku Allah, agamaku Islam, 
dan nabiku Muhammad Saw." Lalu Abdullah membacakan firman-Nya: 



OV;, 



Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan 
ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat 
(Ibrahim: 27) 

kampungsunnah. org 



320 Juz 13 — Ibrahim 



Imam Abdu ibnu Humaid telah meriwayatkan di dalam kilab Musnad- 
nya, bah w» telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Muhammad. 
telah menceritakan kepada kami Syaiban ibnu Abdur Rahman, dari 
Qatadah; telah menceritakan kepada kami Anas, bahwa Rasulullah Saw. 
pernah bersabda: 



Sesungguhnya seorang hamba itu apabila ditelakkan di dalam 
kuburnya, dan teman-temannya telah berpaling meninggalkan- 
nya, sesungguhnya dia benar-benar mendengar suara terompah 
mereka, lalu ia didatangi oleh dua malaikat. Kedua malaikat itu 
mendudukkannya dan menanyainya. "Bagaimanakah menurutmu 
tentang lelaki ini (maksudnya Nabi Saw.)?" 

Adapun orang mukmin, ia akan menjawab/'Saya bersaksi bahwa dia 
adalah hamba dan utusan Allah." Lalu dikatakan kepadanya, "Lihatlah 
tempat dudukmu di neraka itu, kini Allah telah menggantinya untukmu 
dengan tempat duduk di surga." Nabi Saw. bersabda, "Maka dia melihat 
keduanya itu." 

Oaladah mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa 
sesungguhnya diluaskan baginya tempat kuburnya seluas tujuh puluh 
hasta, dan dipenuhi dengan tumbuh-tumbuhan yang hijau segar sampai 
hari kiamat. 

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini dari Abd ibnu Huinaid. Imam 
Nasai mengetengahkannya melalui hadis Yunus ibnu Muhammad Al- 
Mu-addib dengan sanad yang sama. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya 
ibnu Sa'id, dari Ibnu Juraij; telah menceritakan kepadaku AbuzZubair, 
bahwa ia pernah bertanya kepada Jabir ibnu Abdul lah tentang fitnah kubur. 
Maka Jabir berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. 
bereabda: 

kampanqsannah. orq 



Tafsir Ibnu Kas» 321 

Sesungguhiya umat ini akan diuji di dalam kuburnya. Apabila 
seorang mukmin dimasukkan ke dalam kuburnya dan teman- 
temannya telah berpalhg meninggalkannya, datanglah kepadanya 
malaikat yang sangat bengis. Lalu malaikat bertanya kepadanya. 
"Apakah yang kamu katakan sehubungan dengan lelaki ini 
(maksudnya Nabi Saw.)?" Seorang mukmin akan menjawab bahwa 
sesungguhiya dia ada/ah utusan dan hamba A l/ah. A iaka malaikat 
berkata kepadanya, "Lihatlah tempat tinggalmu yang telah 
disediakan untukmu di dalam neraka, kini Allah telah me- 
nyelamatkan kamu darinya dan menggantikannya dengan tempat 
tinggal di surga seperti yang kamu lihat sekarang. " Dia melihat 
kedua-duanya. Maka orang mukmin akan berkata, "Biarkanlah aku 
menyampaikan berita gembira ini kepada keluargaku. " Maka 
dikatakan kepadanya "Tinggallah kamu di sini!" Adapun orang 
munafik, maka ia didudukkan; dan apabila semua keluarganya 
telah pergi meninggalkannya, dikatakan kepadanya, "Ragaimana- 

kampanqsunnoh. orq 



322 Juz 13 — Ibrahim 

kah pendapat mu tentang lelaki ini?" la menjawab, "Tidak fa/m, 
saya hanya mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh orang /ain. " 
Dikatakan kepadanya, "Kamu tidak tahu, sekarang inilah tempat 
tinggalmu mng lelah disediakan di surga untukmu, kini telah diganti 
dengan tempat tinggal di dalam neraka buatmu. " 

Jabir mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda: 



Setiap fiambo di dalam kuburnya dibangkitkan sesuai dengan iman 
yang dibawanya mati. Orang mukmin berada dalam-keimanannya, 
dan orang munafik berada dalam kemunafikannya. 

Sanad hadis ini sahih dengan syarat Imam Muslim, (elapi keduanya 
(Bukhari dan Muslim) tidak mengetengahkannya. 

Imam Ahmad mengatakan, telati menceritakan kepada kami Abu 
Amir, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnu Rasyid, dari Daud 
li-iii Abu Hindun, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa'id Al-Kluidri yang 
mengatakan, kami melayat j enazah seseorang bersama Rasulullah Saw.. 
lalu Rasulullah Saw. bersabda: 

kompangsunnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 323 

Hai manusia, ses angguknya umat ini akan diuji di dalam hiburnya. 
Apabila seseorang telah dikuburkan dan teman-temannya bubar 
meninggalkannya, datangla/t kepadanya seorang malaikat yang 
ditangannya memegang sebuah palu besi, lalu malaikat itu 
mendudukkannya, dan berkata kepadanya, "Bagaimanakah 
menurutmu tentang lelaki im? " Jika dia seorang mukmin, maka ia 
menjawab, "Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, 
dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan 
utusan-Nya. " Maka malaikat berkata kepadanya, "Kamu benar. " 
Lalu dibukakan untuknya sebuah pintu menuju neraka, dan malaikat 
itu berkata, "Inilah tempatmu jika kamu kafir kepada Tuhanmu. 
Tetapi sekarang karena kamu beriman, maka inilafi tempatmu, " Lalu 
dibukakan untuknya sebuah pintu yang menuju surga, ketika ia 
hendak bangkit menuju kepadanya dikatakan kepadanya. "Diamlah 
kamu di sini!" Dan diluaskan baginya tempat tinggal dalam 
kuburnya Jika dia seorang kafir atau seorang munafik, ketika 
ditanyakan kepadanya, "Bagaimanakah menurutmu tentang lelaki 
ini (Nabi Saw)? " Maka ia menjawab, "Saya tidak tahu, saya hanya 
mendengar orang-orang mengatakan sesuatu tentangnya " Maka 

kampangsannah. org 



324 Juz 13 — Ibrahon 

berkatalah malaikat itu, "Kamu tidak tahu, tidak pernah membaca, 
tidak pernah f mla mencari petunjuk. " Kemudian dibukakan untuknya 
Sebuah pintu menuju surga, dan malaikat itu berkata kepadanya, 
"Inilah tempatmu jika kantu beriman. Tetapi karena sekarang 
ternyata kamu kafir, maka sesungguhnya Allah Swt. telah 
menggantikannya untukmu dengan ini. " Lalu dibukakan untuknya 
sebuah pintu menuju neraka, kemudian malaikat itu memukulnya 
dengan palu sekali pukul, maka ia menjerit dengan jeritan yang 
keras, suara jeritannya terdengar oleh semua makhluk Allah Swt. 
kecuali jin dan manusia. 

Salah seorang di antara mereka (para sahabat) bertanya, "Wahai 
Rasulullah, tiada seorang pun yang berdiri di hadapannya seorang malaikat 
dengan membawa palu melainkan dia pasti ketakutan saat itu?" Rasulullah 
Saw. membacakan firmanya-Nya: 

***** ^i^iA&to^: 

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan 
ucapan yang teguh itu. (Ibrahim: 27) 

Sanad hadis ini tidak ada masalah, karena sesungguhnya Abbad ibnu 
Rasyid At-Tamimi adalah seorang yang pernah diriwayatkan oleh Imam 
Bukahri secara maqrun (bersamaan), tetapi sebagian ulama menilainya 
daif. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Husain 
ibnu Muhammad, dari Ibnu Abu Zi-b, dari Muhammad ibnu Amr ibnu 
Ata, dari Sa'id ibnu Yasar, dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. yang 
bersabda bahwa sesungguhnya mayat (orang yang sedang menjelang 
ajalnya) dihadiri oleh para malaikat. Apabila dia adalah seorang yang 
saleh, maka malai kat-malaikat itu berkata, "Hai jiwa yang baik yang 
berada di dalam jasad yang baik, keluarlah. Keluarlah kamu dalam 
keadaan terpuji, dan bergembiralah kamu dengan ketenteraman, nikmat, 
dan Tuhan yang tidak murka." 

Kalimat ilu terus-menerus diucapkan sehingga rohnya keluar, 
kemudian dibawa naik ke langit dan dimintakan izin baginya untuk naik. 
Maka ditanyakan, "Siapakah yang mau masuk ini?" Maka dijawab, 

kampungsannah. org 



Tafsir ■ i : ■ ■ Kasir • 325 

"Orang ini adalah si Fulan." Para penjaga pintu langit berkata, "Selamat 
datang kepada roli yang baik yang berada di dalam jasad yang baik, 
masuklah kamu dalam keadaan terpuji, dan bergembiralah dengan 
ketenteraman dan nikmat, serta Tuhan yang tidak murka." Kalimat ini 
terus-menerus diucapkan kepadanya hingga sampailah ia ke langit yang 
tertinggi untuk dihadapkan kepada Allah Swt. 

Apabila dia adalah seorang yang buruk, maka malaikat-malaikat itu 
berkata, 'i lai jiwa yang buruk yang berada di dalam tubuh yang buruk 
keluarlah kamu dalam keadaan tercela dan bergembiralah kamu dengan 
air yang sangat panas dan air yang sangat dingin serta berbagai azab lain 
yang serupa itu." Kalimat ini terus-menerus dikatakan kepadanya hingga 
ia keluar dari jasadnya. 

Kemudian rohnya dibawa naik ke langit. Lalu pintu langit diketuk 
untuknya, maka dijawab dengan pertanyaan, "Siapakah orang ini?" 
Dijawab bahwa dia adalah si Fulan, dan dikatakan kepadanya, "Tiada 
selamat datang bagi jiwa yang buruk yang tadinya berada di dalam jasad 
yang buruk. Kembalilah kamu dalam keadaan tercela, karena 
sesungguhnya pintu-pintu langit tidak akan dibuka untukmu!" Maka 
rohnya dilemparkan dari langit, dan akhirnya kembali ke kuburnya. 

Orangyang saleh didudukkan, dan ditanyakan kepadanya pertanyaan 
seperti yang disebutkan pada hadis pertama. Sedangkan orangyang buruk 
(jahat) didudukkan pula, lalu ditanyakan kepadanya pertanyaan- 
pertanyaan seperti yangdisebutkan pada hadis pertama. 

Imam Nasai meriwayatkan hadis ini melalui jalur Ibnu Abu Zi-b 
dengan lafaz yang semisal, begitu pula Imam Ibnu Majah. 

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan' sebuah hadis dari Abu 
I lurairah r.a. yang mengatakan, "Apabila roh seorang hamba mukmin 
keluar dari tubuhnya, maka ia disambut oleh dua malaikat yang langsung 
membawanya naik (ke langit)." Hammad mengatakan bahwa di dalam 
riwayat ini disebutkan perihal baunya yang sangat harum, disebutkan 
pula perihal minyak kesturi. 

Dilanjutkan bahwa para malaikat penghuni langit berkata, "Ini adalah 
roh yang baik yang datang dari bumi, semoga Allah merahmatimu,juga 
merahmati jasadmu yang dahulu kamu pakai." Maka dibawalah ia 
menghadap kepada Allah swt. Allah Sw1. berfirman, "Rawalah ia pergi 
sampai akhir masa (kebangkitannya)!" 

kampanqsannah. org 



326 Juz 13 — Ibrahim 

Sesungguhnya orang yang kafir itu apabila rohnya keluar, I lammad 
menyebutkan perihal baunya yang sangat busuk, disebutkan pula dosanya. 
Maka penduduk langit berkata, "Ini adalah roh yang buruk yang datang 
dari bumi." Maka dikatakan, "Bawalah dia pergi sampai akhir masanya." 
Abu Hurairah mengatakan seraya memperagakan baliwa lalu Rasulullah 
Saw. menutupkan kembali kain kafan yang tadinya menutupi hidung (si 
jenazah). 

lbnu Hibban mengatakan di dalam kitab Sahih-nya bahwa telah 
menceritakan kepada kami Umar ibnu Muhammad Al-Hamdani, telah 
menceritakan kepada kami Zaid ibnu Akhram, telah menceritakan kepada 
kami Mu'az ibnu Ilisyam, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari 
Oatadah, dari Qisam ibnu Zuhair, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah 
Saw., bahwa sesungguhnya seorang mukmin itu apabila akan dicabut 
nyawanya, maka didatangi oleh malaikat rahmat dengan membawa kain 
sutra putih. Kemudian malaikat berkata kepadanya, "Keluarlah engkau 
menuju kepada nikmat Allah!" Maka keluarlah rohnya dengan 
menyebarkan bau yang paling harum dari minyak misk (kesturi), sehingga 
sebagian dari malaikat dengan sebagian yang lainnya saling menerima- 
nya seraya menciuminya. 

Mereka membawanya sampai di pintu langit, lalu mereka (para 
malaikat) yang ada di langit itu berkata, "Bau harum apakah yang datang 
dari arah bumi ini?" Tidak sekali-kali mereka mendatangi suatu langit, 
melainkan para malaikat yang menghuninya mengatakan hal yang sama. 

Kemudian mereka membawanya kepada roh-roh kaum mukmin, dan 
mereka (arwah kaum mukmin) benar-benar sangat gembira menyambut 
kedatangannya, lebih gembira dari sambutan mereka kepada salah seorang 
dari mereka yang pergi, lalu berkumpul dengan mereka kembali. 

Arwah orang-orang mukmin itu bertanya kepadanya, "Apakah yang 
telah dilakukan oleh si Fulan?" Sebagian dari mereka berkata, "Biarkanlah 
dia beristirahat, sesungguhnya dia dahulu dalam keadaan susah." Maka 
dikatakan, "Dia telah mati, bukankah dia telah datang kepada kalian?" 
Sebagian lagi berkata, "Kesusahannya telah dibuangjauh di dasar bumi." 

Adapun kalau orang kafir mati, maka ia didatangi oleh malaikat- 
malaikat azab dengan membawa karung, lalu mereka berkata, "Keluarlah 
kamu menuju kepada murka Allah!" Maka keluarlah rohnya dengan 

kampangsannoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir ■ 327 

menyebarkan ban bangkai yang sangat busuk, kemudian ia dibawa ke 
pintu bumi (dasar bumi). 

Ibnu Hibban telah meriwayatkan pula melalui jalur llammam ibnu 
Yahya, dari Abui Jauza. dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw, hadis yang 
semisal; di dalamnya disebutkan bahwa lalu ia ditanya, "Apakah yang 
telah dilakukan oleh si Fulan, si Anu, dan si Fulanah?" Adapun orang 
kafir, apabila nyawanya telah dicabut, maka rohnya dibawa ke dasar bumi. 
Dan para malaikat |>enjaga bumi berkata, "Kami belum pernah mencium 
bau yang lebih busuk daripada ini," hingga sampailah rohnya ke dasar 
bumi yang paling bawah. 

Qatadah mengatakan, telah menceritakan kepadaku seorang lelaki, 
dari Sa'id ibnul Musayyab, dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan 
bahwa arwah orang-orang mukmin dikumpulkan di Al-Jabiyin, sedangkan 
arwah orang-orang kafir dikumpulkan di Barhut, yaitu suatu rawa yang 
ada di Hadramaut, kemudian kuburannya dipersempit (yakni menjepitnya). 

Al-Hafiz Abu Isa At-Tunnuzi mengatakan, telah menceritakan kepada 
kami Yahya ibnu Khalaf, telah menceritakan kepada kami Bisyr ibnul 
Mufaddal, dari Abdur Rahman, dari Sa'id ibnu Abu Sa'id Al-Maqbari, 
dari Abu Hurairah yang mengatakan, "Rasulullah Saw. telah bersabda 
bahwa apabila mayat telah dikuburkan, atau seseorang di antara kalian 
dikuburkan, maka didatangi oleh dua malaikat yang hitam lagi biru; salah 
satunya disebut Munkar, dan yang lainnya Nakir. 

Keduanya berkata, 'Bagaimanakah pendapatmu tentang lelaki ini?' 
Maka ia menjawab, "Dia adalah hamba dan utusan Allah. Saya bersaksi 
bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad 
adalah hamba dan utusan-Nya/ Keduanya berkata, 'Sesungguhnya kami 
mengetahui bahwa kamu pasti akan mengatakan itu.' Kemudian diluaskan 
baginya kuburan tempat tinggalnya seluas tujuh puluh hasta, dan diberi 
cahaya di dalamnya, lalu dikatakan kepadanya, 'Tidurlah kamu.' Tetapi 
ia menjawab, 'Saya mau kembali kepada keluarga saya untuk 
memberitahukan kepada mereka.* Keduanya berkata, 'Tidurlah kamu 
seperti tidurnya pengantin, yang tiada orang yang membangunkannya 
melainkan hanya istri yang dicintainya.' hingga Allah membangunkannya 
hidup kembali dari tempat tidurnya itu. 

Jika dia adalah orang munafik, maka jawaban yang dikatakannya 
adalah, 'Saya mendengar orang-orang mengatakan sesuatu, maka saya 

kampangwnnoh. org 



«2K Juz 13— Ibrahim 

mengatakan seperti apa yang dikatakan mereka, tetapi saya tidak tahu.' 
Keduanya berkata, "Sesungguhnya kami mengetahui bahwa kamu pasti 
akan mengatakan demikian.' 

Maka dikatakan kepada bumi, 'Jepitlah dia!' I. alu bumi menjepitnya 
sehingga tulang-tulang iganya berantakan. Dia terus-menerus dalam 
keadaan tersiksa di dalam kuburnya hingga Allah membangkitkannya 
dari tempat tidurnya itu." 

Sesudah mengetengahkan hadis ini Imam Tunnuzi mengatakan 
bahwa hadis ini berpredikat hasan garib. 

Hainmad ibnu Salamah telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu 
Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa 
Rasulullah Saw. membacakan firman-Nya: 

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan 
ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. 
(Ibrahim: 27) 

Kemudian Rasulullah Saw. bersabda: 

Demikian itu apabila ditanyakan kepadanya di dalam kuburnya, 
"Siapakah Tuhanmu, apa agamamu, dan siapakah Nabi 
(panutanmu)?" Maka ia (orang mukmin) akan menjawab, "Allah 
adalah Tuhanku, Islam agamaku, dan Nabi (panutanku) ada/ah 
Muhammad; dia telah datang kepada kami dengan membawa bukti- 
bukti dari sisi Allah, lalu saya beriman kepadanya dan 
membenarkannya " Maka dikatakan kepadanya. "Kamu benar 

kompungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 329 

Memang kamu hidup, mati, dan dibangkitkan dalam keadaan 
berpegangan kepada hal tersebut. " 

Ibnu Jarir mengatakan, lelah menceritakan kepada kami Mujahid ibnu 
Musa dan AM lasan ibnu Muhammad, keduanya mengatakan bahwa telah 
menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnu Amr, dari Abu Salamah, dari Abu llurairah r.a., dari 
Nabi Saw. yang telah bersabda: 

kompungsunnah. org 



330 Juz 13 — Ibrahim 

Demi Tuhan yang jiwaku berada tli dalam genggaman kekuasaan- 
nya, sesungguhnya mayat benar-benar mendengar suara terompah 
kalian saat kalian pulang meninggalkannya. Jika dia seorang 
mukmin, maka salat bercula di kepalanya, zakat di sebelah kanannya, 
puasa di sebelah kirinya, dan amal kebajikan seperti sedekah. 
silaturahmi, amal makruf dan berbuat kebajikan kepada orang lain 
berada di kakinya. Maka ia didatangi (disiksa) dari arah kepalanya, 
tetapi salat berkata, "Dari arahku tidak ada jalan masuk. " la 
didatangi dari arah ktmannya. maka zakat berkata. "Dari arahku 
tidak ada jalan masuk. ' ' Ia didatangi dari arah kirinya, maka puasa 
berkata, "Dari arahku tidak adajahm masuk " Ia didatangi dari 
arah kedua kakinya, maka amal-amal kebaikannya mengatakan, 
"Dari arahku tidak ada jalan masuk. " Maka dikatakan kepadanya, 
"Duduklah!" Maka duduklah m. sedangkan mataliari ditampakkan 
kepadanya dalam keadaan mendekati terbenam. Kemudian 
dikatakan kepadanya. "Jawablah terlebih dahulu apa yang akan 
kami tanyakan kepadamu'. " Maka ia menjawab, "Biarkanlah aku 
salat dahulu. " Dan dikatakan kepadanya, "Seswigguhnya kamu 
pasti akan melakukannya, tetapi jawablah terlebih dahulu apa yang 
akan kami tanyakan kepadamu. " Ia balik bertanya, "Apakah yang 
akan kalian tanyakan kepadaku? " Dikatakan kepadanya, "Kamu 
tentu mengenal lelaki yang ada di antena kalian ini (yakni Nabi 
Saw.)- Bagaimanakah pendapatmu tentang dia dan apakah yang 
kamu persaksihm terhadapnya? " Maka ia berkata, "Apakah 
Muhammad? " Dikatakan kepadanya, "Benar. " Maka ia berkata, 
"Saya bersaksi bahwa dia adalah utusan Allah, dan sesungguhnya 

kompungsannoh. org 



TsfstrltKiu Kasir 331 



dia telah datang kepada kami dengan membawa bukti-bukti dari 
sisi Al/ah, maka kami membenarkan/ya. " Dan dikatakan kepadanya, 
"Itulah teganganmu selama hidup/mi, dan itu/ah yang kamu pegang 
saat kamu mati, dan dengan itu pula kamu akan dibangkitkan, insya 
Allah " Kemudian diluaskan bagimu tempat di kuburnya seluas tujuh 
puluh hasta, dan diberikan cairnya buatnya di dalam kuburnya, serta 
dibukakan baginya sebuah pintu yang menuju ke surga. Lalu 
dikatakan kepadanya, "I.ifiatlah u/ki yang telah disediakan oleh 
Allah bualmu di dalam surga itu. " Maka makin bertambahlah 
kebahagiaan dan kegembiraannya, kemudian whnya diletakkan di 
dalam perut burung surga yang bergantung di jyepohonan surga, 
sedangkan jasadnya dikembalikan ke dalam bentuk semula, yaitu 
tanah 

Yang demikian inilah yang disebutkan oleh Allah Swt. di dalam firman- 
Nya: 



d v 



Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan 
ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akfiirat. 
(Ibrahim: 27) 

Ibnu Hibban meriwayatkan hadis ini melalui jalur Al-Mu'tamir ibnu 
Sulaiman, dari Muhammad ibnu Umar; dan di dalam riwayatnya 
disebutkan jawaban orang kafir dan azab yang diterimanya. 

Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu 
Bahr Al-Qaratisi, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnul Qasim, 
telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Kaisan, dari Abu I lazim, 
dari Abu I lurairah. Al-Bazzar menduga bahwa Abu Hurairah me-ra/a'- 
kan hadis ini. Disebutkan bahwa sesungguhnya orang mukmin itu akan 
ditimpa kematian dan akan menyaksikan apa yang akan disaksikannya, 
maka ia menginginkan seandainya rohnya keluar (dengan segera) dan 
Allah suka bersua dengannya. 

Sesungguhnya orang mukmin itu dinaikkan rohnya ke langit, lalu ia 
didatangi oleh arwah orang-orang mukmin (lainnya), dan mereka 
menanyainya tentang kenalan-kenalan mereka dari kalangan penduduk 

kampangsunnoh. org 



332 Juz 13 — Ibrahim 

bumi. Apabila ia menjawab bahwa ia meninggalkan si hulan di bumi, 
maka berita itu membual mereka kagum. Tetapi apabila ia menjawab 
bahwa si Fulan telah mati, maka mereka bertanya, "Mengapa dia tidak 
didatangkan kepada kita?" 

Dan sesungguhnya orang mukmin itu didudukkan di dalam kuburnya, 
lalu ditanya. "Siapakah Tuhanmu?" Maka ia menjawab, "Allah adalah 
'l uhanku ." Ditanyakan pula "Siapakah Nabi (panutan)mu?" la men jawab. 
"Muhammad adalah Nabi (panutan)ku." Lalu ditanyakan. "Apakah 
agamamu?" la menjawab, "Islam adalah agamaku." 

Maka dibukakan baginya sebuah pintu di dalam kuburnya — atau 
dikatakan — lihatlah tempat dudukmu. Kemudian dia melihat kuburnya 
seakan-akan merupakan tempat tidur. 

Apabila dia adalah musuh Allah dan kemalian menimpanya, lalu ia 
menyaksikan apa yang disaksikannya, maka sesungguhnya dia membenei 
rohnya sendiri dan Allah tidak suka bersua dengannya. Apabila ia duduk 
atau didudukkan di dalam kuburnya, ia ditanya, "Siapakah Tuhanmu?" 
Maka ia menjawab, "Tidak tahu." Dikatakan, "Kamu tidak tahu." 1 alu 
dibukakan untuknya sebuah pintu yang menuju neraka Jahannam, 
kemudian ia dipukul dengan pukulan yang keras yang suara (jeritan)nya 
terdengar oleh semua makhluk hidup kecuali manusia dan jin. Kemudian 
dikatakan kepadanya, "Tidurlah kamu sebagaimana tidurnya orang yang 
digigiti." 

Saya bertanya kepada Abu Hurairah, "Apakah yangdimaksud dengan 
orang yang digigiti?" Abu Hurairah menjawab, "Orang yang digigiti oleh 
hewan buas dan ular." Lalu ia dijepit oleh kuburannya. Kemudian perawi 
mengatakan, "Kami tidak mengetahui ada seseorang yang meriwayatkan 
hadis ini kecuali Al-Walid ibnu Muslim." 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hujain 
ibnul Mutsanna. telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Abu 
Salamah Al-Majisyun,dari Muhammad ibnul Munkadir yang mengatakan 
bahwa Asma binti Abu Bakar As-Siddiq r.a. pernah menceritakan hadis 
dari Nabi Saw. Nabi Saw. pernah bersabda bahwa apabila seorang manusia 
dimasukkan ke dalam kuburnya, dan jika dia adalah seorang mukmin, 
maka ia dikelilingi oleh amalnya, yaitu salat dan puasanya. 

Maka datanglah malaikat kepadanya dari arah amal salatnya, tetapi 
amal salat mengusirnya, dan malaikat datang dari arah amal puasanya, 

kompungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 333 

Idapi amal puasa mengusirnya. 1 alu malaikat menyerunya, "Duduklah!" 
Maka duduklah ia. Malaikat berkata kepadanya, "Apakah pendapatmu 
tentang lelaki ini. maksudnya Nabi Saw.?" la balik bertanya, "Siapa?" 
Malaikat menjawab, "Muhammad." ia berkata, "Saya bersaksi bahwa 
dia adalah utusan Allah." Malaikat bertanya, "Apakah yang membuatmu 
tahu, apakah kamu pernah menjumpainya?" Ia menjawab, "Saya bersaksi 
bahwa dia adalah uiusan Allah." Malaikat berkata, "Lngkau memang 
menjadikannya sebagai pegangan hidupmu, dan kamu mati dalam keadaan 
memegang prinsip ini, serta kelak engkau akan dibangkitkan dalam 
keadaan berpegangan kepada keyakinan ini.** 

J ika yang bersangkutan adalah seorang pendurhaka atau orang kafir, 
maka datanglah kepadanya malaikat tanpa ada sesuatu pun antara dia 
dan orang itu yang dapat mengusirnya. Lalu malaikat itu menyuruhnya 
duduk dan bertanya kepadanya, "Bagaimanakah pendapatmu tentang 
lelaki ini?" Ia balik bertanya, "Lelaki yang mana?" Malaikat menjawab. 
"Muliammad." la berkata. "Demi Allah, saya tidak mengetahui, saya hanya 
mendengar orang-orang mengatakan sesuatu (tentang dia), maka saya 
ikut mengatakannya." 

Malaikat berkala, "Itulah pegangan hidupmu, dan itulah yang kamu 
bawa mati, serta kelak engkau akan dibangkitkan dalam keadaan berpegang 
kepada hal itu." Kemudian di dalam kuburnya ia diserahkan kepada seekor 
monster yang membawa sebuah cambuk yang ujungnya adalah bara api, 
sedangkan besarnya sama dengan punuk unta. Monster itu memukulnya 
menurut apa yang dikehendaki oleh Allah, monster itu tidak dapat 
mendengar suara jeritannya agardia jangan belas kasihan terhadapnya, 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna ayat ini, bahwa sesungguhnya seorang mukmin itu apabila 
menjelang ajalnya dihadiri oleh para malaikat, lalu mereka mengucapkan 
salam penghormatan kepadanya dan menyampaikan berita gembira surga 
kepadanya. Apabila dia telah mati, para malaikat itu turut mengiringi 
jenazahnya dan ikut menyalatkannya bersama orang-orang yang hadir. 
Apabila telah dikubur, maka ia didudukkan di dalam kuburnya, lalu 
dikatakan kepadanya, "Siapakah Tuhanmu?" Maka ia menjawab, 
"Tuhanku adalah Allah." Dikatakan kepadanya, "Siapakah rasul 
(panutan)mu?" la menjawab, "Muliammad." Dikatakan kepadanya, 
"Apakah syahadatmu?" Maka ia menjawab, "Aku bersaksi bahwa tidak 

kampungwnnah. org 



334 Juz 13 — Ibrahim 

ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan 
Allah/' Maka tempat kuburnya diluaskan buatnya sejauh mata memandang. 
Adapun jika orang kafir mati, maka para malaikat turun kepadanya, 
lalu mereka memukulinya, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya: 






seraya memukul muka mereka dan punggung mereka. (Muhammad: 
27) 

Yakni di saat ia mati. Apabila ia telah dimasukkan ke dalam kuburnya, 
maka ia didudukkan dan dikatakan kepadanya, "Siapakah Tuhanku?" la 
tidak dapat menjawab sepatah kata pun kepada rnalaikat-malaikat itu, 
dan Allah membuatnya lupa akan apa yang harus dikatakannya. Apabila 
dikatakan kepadanya, "Siapakah rasul yang diutus kepadamu?" Maka ia 
tidak mengetahuinya dan tidak dapat menjawab mereka barang sepatah 
kata pun. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yanganiaya. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Ahmad ibnu Usman. dari Ifakim Al-Audi., telah menceritakan kepada 
kami Syuraih Ibnu Muslimah, telati menceritakan kepada kami Ibrahim 
ibnu Yusuf, dari ayahnya, dari Abu lshaq, dari Amir ibnu Sa'd Al-Bajali, 
dari Abu Qatadah Al-Ansari sehubungan dengan makna firman-Nya: 



Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan 
ucajjan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. 
(Ibrahim: 27) hingga akhir ayat. 

Bahwa sesungguhnya orang mukmin itu apabila telah mati (dan lelah 
dimakamkan), maka ia didudukkan di dalam kuburnya dan dikatakan 
kepadanya, "Siapakah Tuhanmu?" Ia menjawab/'Allah." Dikatakan lagi 
kepadanya, "Siapakah nabi (panutan)mu?" la menjawab, "Muhammad 
ibnu Abdullah." Pertanyaan tersebut diajukan kepadanya berkali-kali, 
kemudian dibukakan baginya sebuah pintu yang menuju ke neraka, lalu 
dikatakan kepadanya, "Lihatlah tempatmu di neraka itu seandainya kamu 

kampangwnnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 335 

salah dalam jawabanmu." Kemudian dibukakan baginya sebuah pintu 
menuju surga, lalu dikatakan kepadanya, "Lihailah tempal tinggalmu di 
surga, karena kamu benar dalam jawabanmu." 

Apabila orang kafir mati, maka ia didudukkan di dalam kuburnya. 
lalu dikatakan kepadanya, "Siapakah Tuhanmu? Siapakah nabimu?" la 
menjawab, "Saya tidak tahu, hanya saya mendengar orang-orang 
mengatakan sesuatu tentangnya." Dikatakan kepadanya, "Kamu tidak 
tahu." Kemudian dibukakan baginya sebuah pintu menuju surga, lalu 
dikatakan kepadanya, "Lihatlah tempatmu jika kamu benar dalam 
jawabanmu." Kemudian dibukakan baginya sebuah pintu ke neraka, dan 
dikatakan kepadanya, "Lihailah tempatmu sekarang, karena kamu salah 
dalam jawabanmu." Yang demikian itu adalah yang disebulkan oleh 
Allah Swt. dalam firman-Nya. 



BO 



Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan 
Ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. 
(Ibrahim; 27) hingga akhir ayat. 

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma'mar, dari Ibnu Tawus, dari 
ayahnya sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan 
Ucapan yang teguh itu dalam kehidiqyan di dunia. (Ibrahim: 27) 

Yakni kalimah "Tiada Tuhan selain Allah". 



V. 



I « 



dan di akhirat. (Ibrahim: 27) 

Yaitu pertanyaan dalam kubur. 

Qatadah mengatakan, "Adapun dalam kehidupan di dunia, maka 
Allah meneguhkan mereka dengan kebaikan dan amal saleh, sedangkan 

kompungsunnah. org 



336 Juz 13 — Ibrahim 

dalam kehidupan di akhirat maksudnya diteguhkan dalam kuburnya." 
Mal yang sama telah diriwayatkan oleh kalangan ulama salaf. 

Abu Abdullah Ai-Hakim At-Turmuzi di dalam kitabnya yang 
berjudul Nawadirul Usut mengatakan bahwa telah menceritakan kepada 
kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibmt Nafi' dari 
Ibnu Abu Fudaik, dari Abdur Rahman Ibnu Abdullah, dari Sa'id ibnul 
Musayyab, dari Abdur Rahman Ibnu Samurah yang mengatakan bahwa 
pada suatu hari ketika kami berada di dalam masjid Madinah, Rasulullah 
saw, keluar menemui kami. lalu beliau bersabda: 

*$**< *' h' ?■& **\** ?s">s ** 2> 't tfkt&fL* 

N — ^--^b_9 *\^3^o\jC3^\3oJ}jj&j) oe\>x2ijjj£j* 

kampungsunnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 337 

X^ftsf * .<» - SLftS «-«• ***> SLfiS - .* 

?2*S ^ J2'\^< i***?" 'C* "X" %A& iJ*3f * 

»-< (?<***'" d?h *:£-*■ -5-,-^f» A>'Z.A" 
»,* #5?« «i -*-*4*f *•> ■ (^ V«?i »• ^ *" 

<— « • #- *- ^^ — -%* •__/ ••-•-• • ■ —* 

• I**!*"*** -v C- ££<%? i i** ** *< J/C*** 



< JX&t< »il Ai*- **'?-' -•j******** ?<>• »*<w 

kampungsunnah. org 



338 Juz 13— Ibrahim 

Sesungguhnya tadi malam aku melihat dalam mimpiku suaiu 
peristiwa yang menakjubkan. Aku melihat seorang lelaki dari 
kalangan umatku didatangi oleh malaikat maut untuk mencabut 
nyawanya, maka datanglah kepada lelaki itu amal Birrul Walidain 
(berbakti kepada kedua orang i i ia )/; y u dan mengusir malaikat maut 
darinya. Dan aku melihat lelaki lain dari kalangan umatku, 
sedangkan azab kubur telah digelarkan untuknya, tetapi datanglah 
kepadanya amal wudunya dan menyelamatkan lelaki itu dari siksaan 
tersebut Aku melihat seorang lelaki /ain dari kalangan umatku dalam 
keadaan dikerumuni oleh setan-setan, tetapi datanglah kepadanya 
amal zikrullah-nya,maka amalnya itu menyelamatkannya dari setan- 
setan tersebut. Aku meliliat seorang lelaki lain dari kalangan umatku 
yang telah dikerumuni oleh malaikat-malaikat juru siksa, tetapi 
datanglah kepadanya amal salatnya, lalu amal salatnya itu 
menyelamatkan dia dari tangan meraka. Aku melihat seorang lelaki 
lain dari kalangan umatku, yang menjuiur-ju/urkan lidafmya karena 

kompongwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 339 



kehaustm, setiap kali ia mendatangi suatu telaga, dilarang; kemudian 
datanglah kepadanya amal puasanya, maka amal puasa itu 
memberinya minum hingga ia segan Aku melihat seorang lelaki lain 
dari kalangan umatku, saat itu para nabi sedang duduk-duduk 
membentuk lingkaran-lingkaran, setiap kali ia mendekati salah satu 
dari lingkaran (halqah) /neraka, maka mereka mengusirnya. 
Kemudian datanglah kepadanya amal mandi jinabahnya, lalu 
amalnya itu membawanya duduk di sebelahku. Aku melihat seorang 
lelaki dari kalangan umatku yang di depannya terdapat kegelapan, 
di belakangnya terdapat kegelapan, di sebelah kanannya terdapat 
kegelapan, di sebelah kirinya terdapat kegelapan, di atasnya terdapat 
kegelapan, dan di bawahnya terdapat kegelapan, sedangkan dia 
dalam keadaan bingung di dalam kegelapannya itu. Kemudian 
datanglah kepadanya amal haji dan umrahnya, lalu keduanya 
menyelamatkan dia dari kegelapan itu dan memasukkannya ke dalam 
cahaya. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku yang 
mengajak bicara dengan orang-orang mukmin, tetapi mereka tidak 
mau berbicara dengannya. Maka datanglah kepadanya amal 
silaturahminya, lalu amalnya berkata, "Hai galangan orang-orang 
mukmin, berbicaralah kalian kepadanya! " Maka mereka mau 
berbicara dengannya Aku melihat seorang lelaki dari kalangan 
umatku yang melindungi mukanya dari tamparan panas neraka dan 
percikan apinya dengan tangannya kemudian datanglafi kepadanya 
amal sedekahnya, maka amal sedekahnya itu menjadi pelindung 
dirinya dan menjadi naungan di atas kepalanya Aku melihat seorang 
lelaki dari kalangan umatku yang telah dikepung oleh malaikat- 
malaikat Zabaniyah (juni siksa). Kemudian datanglah kepadanya 
amal amar makruf nahi munkar-nya, lalu amalnya itu menyelamat- 
kan dia dari tangan mereka dan memasukkannya ke dalam lindungan 
malaikat-malaikat rahmat. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan 
umatku dalam keadaan bers ideku di atas kedua lututnya, antara 
dia dan Allah terdapat h ijab penghalang. Maka datanglah 
kepadanya kebaikan akhlaknya, lalu amal kebaikan akhlaknya itu 
membimbingnya dan memasukkannya ke dalam haribaan Allaii Swt. 
Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku yang buku catatan 
amalnya diberikan dari sebelah kirinya, kemudian datanglah 



kompanosannoh. orq 



340 Juz 13— Ibrahim 

kejxidanya amal takutnya kepada Allah, lalu amalnya itu mengambil 
buku catatan amalnya dan menjadikannya berada di sebelah 
kanannya. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku yang 
neraca amalnya diringankan, kemudian datanglah anak-anaknya, 
yang mati sebelum balig maka menjadi beratlah timbangan a/nalnya 
berkat merekahku meliliat seorang lelaki dari kalangan umatku yang 
sedang berdiri di tepi neraka Jahannam, kemudian dalunglah 
kepadanya amal malunya kepada Allah, lalu amalnya itu 
menyelamatkan dia dari tempat itu dan membawanya pergi jmih 
darinya. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku 
dijerumuskan ke dalam neraka, kemudian datanglah kepadanya amal 
tangistmnya karena takut kejyada Allah di dunia, lalu amalnya itu 
menyelamatkan dia dari neraka. Aku melihat seorang lelaki dari 
kalangan umatku sedang berdiri di atas sirat dalam keadaan 
menggigil (ketaku(an) seperti anak domba, maka datanglah 
kepadanya amal baik prasangka kepada Allah, lalu menenangkan 
ketakutannya dan membawanya berlalu. Aku meliliat seorang lelaki 
dari kalangan umatku berada di atas sirat, terkadang merangkak 
dan terkadang mengesot, kemudian datanglah kepadanya amal 
membaca salawat buatku, lalu amalnya membimbingnya dan 
menegakkannya, lalu membawanya berlalu di atas sirat. Aku melihat 
searang lelaki dari kalangan umatku yang telah sampai di pintu 
surga, tetapi pintu siaga semuanya ditutup untuknya, kemudian 
datanglah kefx/danya bacaan syaltadatnya yang menyatakan ba/nva 
tidak ada Tuhan selain Allah. Maka dibukalah untuknya semua pintu 
surga, lalu amalnya memasukkannya ke dalam surga 

Setelah mengetengahkan hadis ini dari jalur yang telah disebutkan di 
atas, Al-Qurtubi mengatakan bahwa hadis ini adalah hadis yang agung, 
di dalamnya disebutkan amalan-amalan khusus yang dapat menyelamatkan 
pelakunya dari siksa-siksa tertentu. Demikianlah pula bunyi lafaz hadis 
yang diketengahkan oleh Al-Qurtubi di dalam kitab Tazkirah-nya. 

Sehubungan dengan hal ini Al-Ilafi/ Abu Ya'la AI-MausuIi telah 
meriwayatkan sebuah \\ad\sgarib yang cukup panjang. Dia mengatakan, 
telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman Ahmad ibnu Ibrahim 
An-Nakri, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Baki Al- 
Barsani Abu Usman, telah menceritakan kepada kami Abu Asim Al-Habti 

kampangsunnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 341 

(seorang ulama Basrah yang terpandang, murid Hazm) dan Salam ibnu 
Abu Muti\ lelah menceritakan kepada kami Bakr ibnu Hubaisy, dari 
Darrar ibnu Amr, dari Ya/Jd Ar-Raqqasyi, dari Anas ibnu Malik, dari 
lamim Ad-Dari, dari Nabi Saw. yang lelah bersabda bahwa Allah Swt. 
berfirman kepada malaikat maut, "Pergilah kamu menemui kekasih-Ku, 
lalu bawalah dia kepada-Ku, karena sesungguhnya Aku telah mengujinya 
dengan kesukaan dan kedukaan, dan Aku menjumpainya bersikap seperti 
apa yang Aku sukai. Bawalah dia kepada-Ku, sesungguhnya Aku akan 
membuatnya senang." 

Maka berangkatlah malaikat maut bersama lima ratus malaikat yang 
membawa kain kafan dan wewangian dari surga kepada orang yang 
dimaksud. Mereka juga membawa beberapa ikat kayu cendana yang 
batangannya sama, tetapi setiap ikatan terdiri alas dua puluh batang yang 
pada ujungnya memepunyai warna yang berbeda-beda; setiap wttma 
mempunyai bau harum yang berbeda dengan yang lainnya, mereka 
membawa pula kain sutra putih yang diberi wewangian minyak miskazfar 
(minyak kesturi yang paling harum). 

Kemudian malaikat maui duduk di dekat kepalanya, sedangkan 
malaikat-malaikai lainnya mengelilinginya, setiap malaikat memegangkan 
tangannya ke bagian tubuhnya. I .alu sutra putih dan minyak kesturi aifar 
itu diletakkan tfi bawah dagunya, dan dibukakan untuknya sebuah pintu 
menuju surga. Sesungguhnya pada saat itu rohnya benar-benar merindukan 
surga yang dilihatnya, adakalanya kepada bidadari-bidadari calon istrinya, 
adakalanya kepada pakaiannya yang gemerlapan, dan adakalanya 
merindukan buah-buahannya, sebagaimana scorauganak kecil merengek- 
rengek kepada orang tuanya bila menangis (meminta sesuatu). 

Dan sesungguhnya para bidadari calon istrinya saat itu benar- benar 
sangat gembira; Perawi mengatakan bahwa roh orang tersebut meloncat, 
yakni ingin segera keluar dari tubuhnya menuju kepada apa yang 
didambakannya. 

Kemudian malaikat maut berkata, "Hai jiwa yang baik, keluarlah 
kamu menuju pohon bidara yang tidak berduri, pohon pisang yang 
bersusun- susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, serta air 
yang tercurah". 

Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa sesungguhnya malaikat maut 
bersikap jauh lebih lemah lembut terhadapnya daripada lemah lembutnya 

kampangsannah. org 



342 Juz 13— forahim 

seorang ibu kepada anaknya. Malaikat mengetahui balnva roli itu adalah 
kekasih Tuhannya, maka dia bersikap lemah lembut untuk memuaskannya 
karena Tuhan telah rida kepadanya. Maka malaikat maut mencabut 
nyawanya sebagaimana seutas rambut dicabut dari adonan roti (yakni 
dengan lemah lembut). 

Pera w i mengatakan bahwa Allah Swt. telah berfirman: 



;YT:A_^Jt3 



MtiHAfetitt 



orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para 
malaikat. (An-Nahl: 32) 

Dan firman Allah Swt.: 

Adapun jika dia (orang-orang yang mati) termasuk orang-orang yang 
didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan 
rezeki serta surga kenikmatan. (Al-Waqi'ah: 88-89) 

Yang dimaksud dengan rauhun adalah ketenteraman dalam menghadapi 
kematiannya, sedangkan radian maksudnya rezeki yang menyambutnya, 
dan surga kenikmatan yang ada d i hadapannya. 

Apabila malaikat maut telah mencabut nyawanya, maka rohnya 
berkata kepada jasadnya, "Semoga Allah memberikan balasan yang baik 
kepadamu alas jasamu kepadaku. Sesungguhnya kamu dahulu sangat cepat 
membawaku kepada ketaatan kepada Allah, lamban membawaku kepada 
perbuatan maksiat. Sekarang aku selamat, begitu pula kamu". 

Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa jasad pun berkata demikian 
kepada rohnya. Maka semua tempat di bumi yang dia pernah berbuat 
ketaatan kepada Allah ditempai itu menangisi kematiannya, demikian 
pula semua malaikat yang menjaga pintu setiap langit yang menjadi jalan 
naik amalnya serta tempat turun rezekinya selama empat puluh liari. 

Setelah malaikat maut mencabut nyawanya, maka lima ratus malaikat 
berdiri mengurus jenazahnya, sehingga tidak sekali-kali anak Adam 
mcmbolak-balikkannya. Melainkan para malaikat telah melakukan hal 
yang sama sebelumnya. Para malaikat itu memandikan dan rnengafamnya 

kompungsunnah. org 



Talsir Ibru Kasir 343 

sebelum manusia melakukannya seria memberinya kapur bams dan 
wewangian sebelum manusia melakukannya. 

Dari pintu rumahnya hingga sampai ke kuburnya berdiri dua saf 
malaikat yang mengiringinya seraya membaca istigfar (memohon ampun 
kepada Allah buat si mayat yang mukmin). Maka pada saat itu juga iblis 
menjerit dengan jeritan yang meretakkan tulang-tulang jasadnya, lalu iblis 
berkata kepada bala tentaranya, "Celakalah kalian, mengapa hamba ini 
lolos dari kalian". Bala tentara iblis menjawab, "Sesungguhnya hamba 
ini adalah seorang hamba yang di ma 'sum (dipelihara Allah dari dosa- 
dosa)". 

Bilamana malaikat maut naik membawa rohnya, ia disambut oleh 
Malaikat Jibril bersama tujuh puluh ribu malaikat Tiap-tiap malaikat 
menyampaikan berita gembira kepada roh itu dengan berita gembira yang 
berbeda dengar» apa yang disampaikan oleh teman-temannya. 

Apabila malaikat maut telah sampai di * Arasy membawanya, maka 
roh itu terjungkal bersujud (kepada Allah). Dan Allah berfirman kepada 
malaikat maut, "Bawalah roh hambaku ini dan letakkanlah ia di dekat 
pohon bidara yang tak berduri, pdhon pisang yang bersusun-susun 
(buahnya), naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah". 

Setelah jasadnya dimasukkan ke dalam kuburnya, maka ia kedatangan 
amal salatnya, Jalu mengambil tempat di sebelah kanannya, dan datang 
pula amal puasanya,lalu mengambil tempat di sebelah kirinya. Amalan 
membaca Al-Qur'an datang kepadanya dan mengambil tempat di dekat 
kepalanya. Amal berjalan menuju ke tempat salat datang kepadanya dan 
mengambil tempat di dekat kedua kakinya. Dan amal sabar datang kepada- 
nya dan mengambil tempat di dalam kuburnya. 

Kemudian Allah mengirimkan sebagian dari azab-Nya. Lalu azab 
itu datang dari arah kanannya, maka salat berkata kepadanya, "Pergilah 
ke arah belakangmu (yakni menyingkirlah kamu)! Demi Allah, dia masih 
terus-menerus menunaikan amalnya sepanjang usianya, dan sesungguhnya 
sekarang dia sedang istirahat setelah diletakkan di dalam kuburnya." 

Azab datang kepadanya dari sebelah kirinya, maka amal puasanya 
mengatakan hal yang sama kepada malaikat azab itu. Kemudian azab 
datang dari arah kepalanya, maka Al-Quran dan zikir mengatakan hal 
yang sama. Lalu azab datang dari arah kedua kakinya, maka amal 
berjalannya menuju ke salat mengatakan hal yang sama 

kampungsannah. org 



344 Juz 13 — Ibrahim 

Tidak sekali-kali azab dalang dari suatu arah dengan maksud untuk 
mencari jalan masuk kepada si maya! melainkan ia menemukan kekasih 
Allah itu telah dijaga ketat oleh benteng amalnya. Maka azab pun tidak 
berdaya terhadapnya, lalu ia keluar meninggalkannya. 

Setelah itu amal sabarnya berkata kepada amal lainnya, "Ingatlah, 
sesungguhnya saya tidak turun tangan tiada lain karena saya hendak 
melihat terlebih dahulu apa yang akan dilakukan oleh kalian. Jika kalian 
tidak mampu mencegahnya, maka akulah yang akan mencegahnya. Tetapi 
sekarang kalian ternyata sudah cukup untuk mencegahnya, dan sekarang 
aku akan menjadi tabungan baginya kelak di sirat dan mizan (neraca amal). 

Kemudian Allah mengirimkan dua malaikat yang mata keduanya 
bagaikan kilat yang menyambar, suaranya bagaikan guntur yang 
menyambar, gigi taringnya bagaikan benteng, dan napasnya bagaikan 
semburan api. Rambut keduanya panjang sampai ke bahu masing-masing 
yang tebarnya sama dengan perjalanan sejauh anu. sedangkan rasa belas 
kasihan dan rahmat telah dicabut dari kedua malaikat tersebut. Kedua 
malaikat itu yang satunya bernama Munkar dan yang lainnya bernama 
Nakir, di tangan masing-masing tergenggam sebuah palu (gada); 
seandainya kabilah Rahi'ah dan Mudar bergabung menjadi satu untuk 
mengangkatnya, tentulah mereka masih belum dapat mengangkatnya. 

Kedua malaikat itu berkata kepadanya, "Duduklah!" Maka bangkit- 
lah orang mukmin itu, lalu duduk dengan tegak, dan kain kafannya jatuh 
sampai pinggangnya. Keduanya bertanya kepadanya, "Siapakah Tuhanmu, 
apakah agamamu, dan siapakah nabi (panutan)mu?" 

Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah yang akan 
ntampu berbicara dalam keadaan seperti itu, sedangkan engkau telah 
menggambarkan kedua malaikat tersebut dengan rupa yang amat 
mengerikan?" Rasulullah Saw. menjawab dengan membaca firman-Nya: 

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan 
ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; 
dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat 
apa yang Dia kehendaki. (Ibrahim: 27) 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 345 

Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia menjawab, "Tuhanku adalah 
Allah semata, liada sekutu bagi-Nya, dan agamaku adalah Islam yang 
dianut juga oleh para malaikat; seria nabi (panutan)ku adalah Muhammad, 
penutup para nabi." Kedua malaikat itu berkata, "Kamu benar." 

Lalu dikembalikanlah ia ke dalam kuburnya dan diluaskan kuburnya 
sejauh empat puluh hasta ke sebelah depannya, ke sebelah kanan dan 
kirinya diluaskan pula masing-masing empat puluh hasta, dari arah 
belakangnya diluaskan empat puluh hasta, dari arah kepalanya empat 
puluh hasta, dan dari arah kedua kakinya empat puluh hasta. Maka 
diluaskan baginya sebanyak dua ratus hasta. Al-Bursani mengatakan 
bahwa ia menduga si perawi bermaksud empat puluh hasta sekelilingnya. 

Kemudian kedua malaikat itu berkata kepadanya. "Lihatlah ke 
atasmu!" Tiba-tiba ia melihat sebuah pintu yang menuju surga dibuka. 
1 jilu keduanya berkata pula, "Hai kekasih Allah, inilah tempat tinggalmu 
karena kamu telah taat kepada Allah." 

Rasulullah Saw. bersabda, "Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam 
genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya pada saat itu juga hatinya 
kemasukan rasa gembira yang tidak pernah lenyap selama-lamanya." 

Kemudian dikatakan kepadanya, "Lihatlah ke bawahmu." Maka ia 
melihat ke arah bawahnya, tiba-tiba terlihat sebuah pintu yang menuju 
neraka dibuka. Kedua malaikat itu berkata, "Hai kekasih Allah, engkau 
telah selamat pada akhirnya." 

Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, 
"Sesungguhnya pada saat itu hatinya kemasukan rasa gembira yang tidak 
pernah pudar selama-lamanya." 

Perawi mengatakan bahwa Siti Aisyah berkata, "Dibukakan baginya 
tujuh puluh tujuh pintu yang menuju surga, sehingga sampai kepadanya 
angin surga yang menyejukkan, hingga Allah membangkitkannya kelak 
(di hari kiamat)." 

Dengan sanad yang sama sampai kepada Nabi Saw. disebutkan bahwa 
Allah Swt. berfirman kepada malaikat maut, "Pergilah kamu kepada musuh- 
Ku, dan datangkanlah ia kcpada-Ku, karena sesungguhnya Aku telah 
meluaskan rezekinya dan memudahkan nikmat-Ku baginya, tetapi ia 
membangkang, tidak mau taat kepada-Ku, melainkan hanya mau durhaka 
kepada-Ku. Datangkanlah dia kepada-Ku, Aku akan membalasnya." 

Malaikat maut berangkat untuk menjemput orang yang dimaksud 

kompungsunnah. org 



346 Juz 13 — Ibrahim 

dalam rupa yang paling mengerikan yang belum pernah dilihat oleh 
seorang manusia pun. Dia mempunyai dua belas mata, dan membawa 
tusukan dari api yang banyak durinya. Dia dalang bersama lima ratus 
malaikat yang membawa tembaga dan bara dari api neraka jahannam, 
dan mereka membawa cemeti dari api yang Icnturannya sama dengan 
cemeti, tetapi berupa api yang menyala-nyala. 

Malaikat maut memukulnya dengan lusuk besi itu dengan tusukan 
yang keras sehingga semua duri yang ada padanya masuk ke dalam akar 
tiap rambut yang ada pada tubuhnya, pori-pori keringatnya, dan kuku- 
kukunya. Kemudian malaikat maut memutar-mutarkannya dengan putaran 
yang keras. 

Malaikat maut mencabut rohnya dari bawah kuku jari-jari kedua 
telapak kakinya, lalu menghent ikannya sampai ke mata kakinya. Disebut- 
kan bahwa orang yang menjadi musuh Allah itu tidak sadarkan diri karena 
sakit yang tak terperikan, maka malaikat maut memelankan cabutannya. 
Sedangkan malaikal-malaikat lainnya memukuli bagian muka dan bagian 
belakang tubuh orang itu dengan cemeti-cemetinya. 

Kemudian malaikat maut menariknya kembali dengan kuat dan 
mencabut rohnya dari kedua mata kakinya sampai kepada kedua lututnya, 
lalu musuh Allah itu tidak sadarkan diri, dan malaikat maut memelankan 
cabutannya. Para malaikat lainnya terus memukuli bagian depan dan 
belakang tubuhnya dengan cemeti-cemetinya. 

Kemudian malaikat maui menarik rohnya dengan larikan yang kuat 
dari kedua lututnya sampai kepada pinggangnya, dan musuh Allah itu 
merasakan sakit yang tak terperikan; lalu malaikat maut memelankan 
cabutannya, sedangkan malaikat-malaikal lainnya memukulinya dengan 
cemeti-cemetinya pada bagian depan dan belakang tubuhnya. 

Demikianlah seterusnya di lakukan hal yang sama sampai ke dadanya, 
lalu ke tenggorokannya. Kemudian para malaikat menggelarkan tembaga 
dan bara api neraka Jahannam itu di bawah dagunya. Lalu malaikat maut 
berkata, "Keluarlah, hai roh yang terkutuk, menuju kepada siksaan angin 
yang amat panas, air y ang panas lagi mendidih, dalam naungan asap hitam, 
tidak sejuk dan tidak menyenangkan." 

Apabila malaikat maut telah mencabut rohnya, maka roh berkata 
kepada jasadnya, "Semoga Allah membalasmu dengan balasan yang 
buruk karena perbuatanmu kepadaku. Sesungguhnya dahulu kamu 

kompangsannoh. org 



Tatsir Ibnu Kasti 3-17 

membawaku dengan cepat kepada kemaksiatan terhadap Allah. Lamban 
dalam membawaku kepada ketaatan terhadap Allah. Sesungguhnya aku 
sekarang telah binasa, dan kamu pun binasa pula." Jasad pun mengatakan 
hal yang sama kepada rohnya. Dan semua tempat di bumi yang dia pernah 
berbual durhaka padanya melaknatinya. Lalu bala tentara iblis berangkat 
menghadap kepada iblis menyampaikan berita gembira kepadanya bahwa 
mereka telah berhasil memasukkan seorang hamba dari Bani Adam ke 
dalam neraka. 

Apabila ia lelah diletakkan di dalam kuburnya. Maka kuburannya men- 
jepitnya hingga tulang-tulang iganya berantakkan; yang sebelah kanan 
masuk ke sebelah kiri, sedangkan yang sebelah kiri masuk ke sebelah kanan. 

Kemudian Allah mengirimkan kepadanya ular-ular hitam — yang besar- 
nya seperti leher unta — yang menggerogotinya dari kedua telinganya dan dari 
jari jempol kedua telapak kakinya hingga bertemu di bagian tengah tubuhnya. 

Lalu Allah mengirimkan dua malaikat yang mata keduanya seperti 
kilat menyambar, suaranya bagaikan guntur yang menyambar, dan gigi 
taringnya seperti benteng, nafasnya seperti semburan api, rambutnya 
panjang sampai ke pundaknya yang lebar salah satu sisinya sama dengan 
jarak perjalanan seanu, rasa belas kasihan dan rahmal telah dicabut dari 
hati keduanya. Kedua malaikat itu yang satunya bernama Munkar dan 
yang lainnya bernama Nakir. Pada tangan masing-masing terdapat sebuah 
gada, seandainya kabilah Rabi'ah dan Mudar bersatu untuk mengangkat- 
nya, mereka tidak dapat mengangkatnya. 

Kedua malaikat berkata kepadanya, "Duduklah!" Maka ia duduk 
tegak dan kain kafannya jatuh sampai batas pinggangnya. Kedua malaikat 
berkata kepadanya, "Siapakah Tuhanmu, apakah agamamu, dan siapakah 
nabi (panutan)mu?" Ia menjawab, "Tidak tahu." keduanya berkata, "Kamu 
tidak tahu dan tidak pula perna membaca (mengenainya)." Maka keduanya 
memukulnya dengan pukulan yang percikannya berhamburan menerangi 
kuburnya, kemudian kembali memukulinya 

Kedua malaikat berkata kepadanya, ''Lihatlah ke atasmu!" Tiba-tiba 
sebuah pintu dari surga dibuka, lalu keduanya berkata, "Hai musuh 
Allah, inilah tempatmu seandainya kamu taat kepada Allah." 

Rasulullah Saw. bersabda, "Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam 
genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya dia dalam hatinya kemasukan 
rasa menyesal yang tidak pernah kunjung pudar selama-lamanya." 

kampangsunnah. org 



348 Juz 13 — Ibrahim 

Dan keduanya berkala kepadanya, "Lihatlah ke bawahmu!" Maka ia 
melihat ke arah bawahnya. Tiba-tiba sebuah pintu menuju neraka dibuka, 
lalu keduanya berkata, "Hai musuh Allah, inilah tempat tinggalmu, karena 
kamu durhaka kepada Allah." 

Rasulullah Saw. bersabda, "Demi Tuhan yang j Kvaku berada di dalam 
genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya hatinya kemasukan rasa 
menyesal yang tidak pudar selama-lamanya." 

Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa Siti Aisyah r.a. telah 
mengatakan, "Lalu dibukakan untuknya tujuh puluh tujuh pintu yang 
menuju neraka, sehingga panasnya neraka dan asapnya sampai kepadanya, 
hingga Allah membangkitkannya dari kuburnya." 

Hadis ini sangat garib dan teksnya mengandung keanehan. Ar- 
Raqqasy (salah seorang perawinya) menambahkan riwayat lain dari Anas. 
isinya banyak mengandung hal yang gariti dan munkar, sedangkan dia 
sendiri orangnya daif dalam periwayatan hadis, menurut pendapat para 
imam ahli hadis. 

Karena itulah Abu Daud mengatakan bahwa telah menceritakan 
kepada kami Ibrahim ibnu Musa Ar-Razi, telah menceritakan kepada kami 
Hisyam ibnu Yusuf, dari Ahdullah ibnu Bujair, dari Hani' mau la Usman. 
dari l Isman r.a. yang mengatakan bahwa Nabi Saw. apabila ia telah selesai 
dari mengebumikan jenazah seseorang, beliau berdiri di dekat kuburnya, 
lalu bersabda: 

Mohonlah ampunan buat saudara kalian thn mintakanlab keteguhan 
bualnya (kepada Allah), ktirena sesungguhnya dia sekarang sedang 
ditanyai. 

I ladis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud secara munjarid. 

AH lafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih telah mengetengahkan sebuah 
hadis sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: 

kampungsannah. oiq 



Tafsir Ibnu Kasir 349 

Alangkah dahsyatnya sekiranya kami/ melihat di waktu orang- 
orang yang zalim (berada) dalam tekanan- tekanan sakralutmaut, 
sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya, (AI-AiTam: 
93), hingga akhir ayat. 

I ladisnya sangat panjang, diriwayatkan melalui jalur-jalur yang garib, 
dari Ad-Dahhak. dari Ibnu Abbas secara marfiC; di dalamnya terdapat 
banyak hal yang garih pula. 

Ibrahim, ayat 28-30 

jati 

Tidakkah kamu /terhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat 
Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah 
kebinasaan? Yaitu neraka Jahannam, mereka masuk ke dalamnya; 
dan itulafi seburuk-buruk tempat kediaman. Orang-orang kafir itu 
telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka 
menyesatkan (manusia) darijalan-Nya. Katakanlah, "Bersenang- 
senang/ah kulum, karena sesungguhnya tempat kembali kalian ialah 

neraka" 

Imam Bukhari mengatakan sehubungan dengari makna firman-Nya: 

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menakar nikmat 
Allah dengan kekajirem. (Ibrahim: 28). 

Yang dimaksud dengan kalimat 'Tidakkah kamu perhatikan' ialah 
tidakkah kamu ketahui. Perihalnya sama dengan makna yangterdapal di 
dalam ayat lain: 

kampungsannah. org 



350 Jur 13— Ibrahim 

Apakah kamu belum memperhatikan bagaimana. (Al-Fajr: 6) 
dan firman-Nya: 

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar. (Al- 
Baqarah:243) 

Al-Bawar, artinya kebinasaan, berasal dari kata hara, yaburu, bauran, 
bawciran, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya pada ayat 
lain,yaitu: 

Kaum yang binasa. (Al-Furqan: 18) 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu 
Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr, dari Ata 
yang telah mendengar Ibnu Abbas berkata sehubungan dengan makna 
firman Allah Swt.: \ 



***» 0Btf6ft&|l J$JJ 



Tidakkah kamu /perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat 
Allah dengan kekafiran. (Ibrahim: 28). 

Bahwa mereka adalah orang-orang kafir penduduk kota Mekah. Menurut 
riwayat Al-Aufi, dari Ibnu Abbas, sehubungan dengan makna ayat ini, 
mereka adalah J aba! ah ibnul Aiham dan para pengikutnya dari kalangan 
orang-orang Arab Badui, kemudian mereka menggabungkan diri bersama 
kerajaan Romawi. 

Tetapi pendapat yang terkenal dan benar dari Ibnu Abbas adalah 
yang pertama tadi, sekalipun maknanya menyeluruh mencakup semua 
orang kafir. Karena sesungguhnya Allah mengutus Nabi Muhammad Saw. 
untuk segenap umat manusia dan sebagai nikmat buat mereka. Barang 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 351 

siapa yang menerimanya dan mengamalkannya sebagai rasa syukurnya, 
niscaya masuk surga. Dan barang siapa yang menolaknya serta 
mengingkarinya, tentulah ia masuk neraka. 

Telah diriwayatkan pula dari Ali hal yang semisal dengan apa yang 
dikatakan oleh Ibnu Abbas dalam riwayat pertamanya. 

Ibnu Abu Uatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Ibrahim, telah 
menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Al-Qasim ibnu Abu Buzzah, 
dari Abut-Tufail, bahwa Ibnul Kawa pernah bertanya kepada sahabat Ali 
tentang makna tlrman-Nya: 



lV'l 



pMJ& 



> ■$%&$$&&>& £Si&a$ 



orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran 
dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan. (Ibrahim: 28). 

Ali mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang kafir Quraisy pada 
peristiwa Perang Badar. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada 
kami Al-Munzir ibnu Syazan, telah menceritakan kepada kami Ya' la ibnu 
l Jbaid, telah ipenceritakan kepada kami Bassam (yakni As-Sairafi), dari 
Abut-Tufail yang menceritakan bahwa pernah seorang lelaki datang 
kepada Khalifah Ali, lalu bertanya, "Wahai Aminil Mukminin, siapakah 
orang-orang yang mengganti nikmat Allah dengan kekafiran dan 
menjerumuskan kaumnya ke lembah kehinaan?" Khalifah Ali menjawab, 
"Mereka adalah orang-orang munafik dari kalangan kabilah Quraisy." 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Nufail yang mengatakan 
bahwa ia pernah belajar kepada Ma'qal yang menceritakan hal berikut 
dari Ibnu Abu Husain, bahwa Khalifah Ali ibnu AbuTalib berdiri, lalu 
bertanya, "Tidakah seseorang yang menanyakan kepadaku tentang makna 
Al-Qur*an. Demi Allah, seandainya saya hari ini mengetahui ada sese- 
orang yang lebih alim daripada aku, niscaya aku akan datang kepadanya 
(untuk belajar), sekalipun dia berada di belakang lautan." Maka berdirilah 
Abdullah ibnul Kawa, lalu bertanya, "Siapakah yang dimaksud dengan 
orang-orang yang mengganti nikmat Allah dengan kekafiran dan 

kampungsannah. org 



352 Juz 13— Ibrahim 



menjerumuskan kaumnya ke dalam lembah kebinasaan?" Maka Khalifah 
Ali menjawab, "Mereka adalah orang-orang musyrik Quraisy, Allah telah 
memberikan nikmat iman kepada mereka, tetapi mereka menukar nikmat 
Allah itu dengan kekafiran dan menjerumuskan kaumnya ke dalam lembah 
kebinasaan" 
' As-Saddi lelah mengatakan sehubungan dengan makna fmnan-Nya: 

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang lelah menukar nikmat 
Allah dengan kekafiran. (Ibrahim: 28), hingga akhir ayat. 

Bahwa Muslim Al-Mustaufa telah menceritakan dari Ali yang mengatakan 
bahwa yang dimaksud dengan 'mereka 1 itu adalah dua golongan orang- 
orang yang sangat durhaka dari kalangan kabilah Quraisy, yaitu Bani 
Umayyah dan Bani Mugirah. Adapun Bani Mugirah, karena mereka men- 
jerumuskan kaumnya ke lembah kebinasaan dalam Perang Badar; sedang- 
kan Bani Umayyah, karena mereka menjerumuskan kaumnya ke lembah 
kebinasaan dalam Perang Uhud. Dalam Perang Badar yang memimpin 
adalah Abu Jahal. sedangkan dalam Perang Uhud adalah Abu Sufyan. 
Adapun yang dimaksud dengan lembah kebinasaan ialah neraka Jaliannam. 
Ibnu Abu llatim rahimahullfth mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Muhammad ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami 
Al-Haris Abu Mansur, dari Isra» I, dari Abu lshaq, dari Amr ibnu Murrah 
yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Khalifah AM membaca 
ayat berikut, yaitu firman Allah Swt: 

dan menjerumuskan kaumnya ke dalam lembah kebinasaan* 
(Ibrahim: 28) 

Bahwa mereka adalah dua kelompok manusia yang durhaka dari kalangan 
kabilah Quraisy, yaitu Bani Umayyah dan Banil Mugirah. Orang-orang 
Banil Mugirah binasa dalam Perang Badar, sedangkan Bani Umayyah 
diberi kesenangan hidup sampai waktu tertentu. Abu lshaq telah meriwayat- 

kompungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 353 

kannya dari Amr ibnu Murrah, dari Ali dengan lafaz yang semisal. Hal ini 

lelah diriwayatkan pula melalui berbagai jalur bersumberkan darinya (Ali). 

Suiyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Ali ibnu Zaid, dari Yusuf ibnu 

Sa'd,dari Lmar ibnul Khattab sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang lelah menukar nikmat 
Allah dengan kekafiran. (Ibrahim: 28) 

Bahwa mereka adalah dua kelompok orang-orang durhaka dari kalangan 
kabilah Quraisy, yaitu Banil Mugirah dan Bani Umayyah. Banil Mugirah 
telah kalian tumpas dalam Perang Badar, sedangkan Bani Umayah 
mendapat kesenangan hidup sampai waktu tertentu. 

I lal yang sama telah diriwayatkan oleh Hamzah Az-Zayyat, dari Amr 
ibnu Murrali yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas pernah bertanya kepada 
Umar ibnul Khattab tentang makna ayat berikut, yaitu firman Allah Swt.: 

lldakkalikaimi perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat 
Allah dengan kekafiran menjatuhkan kaumnya ke lembah 
kebinasacm? (Ibrahim: 28). 

Umar ibnul Khattab menjawab, "Mereka adalah dua kelompok orang- 
orang durhaka dari kalangan kabilah Quraisy, paman-pamanku, juga 
paman-pamanmu. Paman-pamanku telah dibinasakan oleh Allah dalam 
Perang Badar; sedangkan paman-pamanmu, maka Allah menangguhkan 
mereka sampai waktu tertentu." 

Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, Qatadah, dan Ibnu Zaid 
mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang kafir Qurajsy yang 
terbunuh dalam Perang Badar. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh 
Malik di dalam kitab tafsirnya, dari nafi', dari Ibnu Umar. 

Firman Allah SwL: 

kompangsunnah. org 



354 Juz 13 — Ibrahim 

Orang-orang kctfir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah 
supaya mereka menyesalkan (manusia) dari jakm-Nya. (Ibrahim:3Q) 

Maksudnya, mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang mereka 
sembah di samping menyembah Allah, dan mereka mengajak manusia 
kepada hal tersebut. 

Kemudian Allah S\vt. mengancam mereka dengan ancaman yang 
keras melalui lisan Nabi-Nya: 

Katakanlah, "Bersenang-senanglah kalian, karena sesungguhnya 
tempat kembali kalian ialah neraka." (Ibrahim: 30) 

Yakni selagi kalian mampu melakukannya di dunia, lakukanlah- Tetapi 
apa pun yang akan terjadi: 



eS'ijfyMflt* 



■0&}&*>& 



maka sesungguhnya tempat kembali kalian ialah neraka" (Ibrah ini : 
30) 

Tempat kembali dan tempat menetap kalian ialah neraka. Makna ayat ini 
semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah S v. ; dalam ayat yang 
lain melalui firman-Nya: 



CTi, JfiL ii. 



u^&&m&&4 



Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami 
paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras. (Lukman: 24) 

cV- <^r^ 3 

(Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada 
Kami/ah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka 
siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka (Yunus: 70) 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 355 

Ibrahim, ayat 31 

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman. 
"Hendaklah mereka mendirikan salat, menikahkan sebagian rezeki 
yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang- 
terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak 
ada jual beli dan persahabatan. " 

A I lah Swt memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk taat kepada-Nya dan 
menunaikan kewajiban mereka kepada Allah serta berbuat baik kepada 
makhluk-Nya, yaitu hendaknya mereka mendirikan salat yang merupakan 
pengejawantahan penyembahan diri kepada Allah Swt semata, liada 
sekutu bagi-Nya; dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang diberikan 
kepada mereka, yaitu dengan menunaikan zakat, memberi nafkah kepada 
kaum kerabat serta berbuat kebaikan kepada orang lain yang bukan 
kerabat. Yang dimaksud dengan mendirikan salat ialah menunaikannya 
pada waktunya masing-masing, memelihara batasan-batasannya, rukuk, 
khusuk, dan sujudnya. 

Allah Swt. memerintahkan pula untuk memberikan nafkah dari apa 
yang direzekikan kepada mereka, baik secara sembunyi maupun terang- 
terangan; dan hendaklah mereka mengerjakan hal tersebut dengan segera 
demi untuk keselamatan diri mereka. 

sebelum datang /Kiri. (Ibrahim: 3 1 ) 
Yakni hari kiamat. 

yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persaJiabatan. ( I brah im : 
31) 

kampangsannah. org 



356 Juz 13 — Ibrahim 



Artinya lidak akan diterima dari seorang pun tebusan yang diajukannya 
untuk menyelamatkan dirinya, sekalipun dengan menjual dirinya. Makna 
ayal ini sama dengan yang disehutkan oleh Allah Swt. dalam finnan- 
Nya; 



cu-aj-i^jra 



ittMtoXM&k 



Mnkti pada hari ini tidak diterima tebusan kalian dan tidak pula 
dari orang-orang kafir, (Al-Hadid: 15) 

Mengenai firman Allah Swt.: 

dan tidak pula persahabatan. (Ibrahim: 3 1 ) 

Ibnu Jari r mengatakan bahwa pada hari itu tidak ada leloninsi persahabatan 
terhadap orang yang wajib terkena hukuman. Yang ada pada hari itu 
hanyalah keadialan semata-mata. l-afaz kfiilal berasal dari kalimat kiiafattu 
fu/anan (aku menjadikan si Kulan teman dekatku), bentuk masdar-nya 
ialah khi/al, seperti pengertian yang terdapat di dalam perkataan Imrirul 
Qais: 

Aku palingkan cintaku dari mereka (wanita-wanita itu) karena 
khawatir akan kebinasaan, tetapi aku tidak akan memutuskan 
hubungem persafiabatan yang telah aku bina. 

Qatadah mengatakan, "Sesungguhnya Allah telah mengetahui bahwa di 
dunia ini telah membudaya jual beli dan persahabatan yang mereka bina 
di dunia. Oleh karena itu, hendaklah seseorang memilih sahabat bergaul- 
nya dan karena apakah ia bersahabat. Jika persahabatan itu karena Allah, 
hendaklah dijaga kelestariannya; dan jika bukan karena Allah, hendaklah 
ia memuluskannya." 

kampungsunnah. ortj 



Tafsi r Ibnu Kasir 357 

Menurut kami, makna yang dimaksud ialah Allah memberitahukan 
bahwa tiada suatu jual beli dan tiada pula tebusan yang bermanfaat bagi 
seseorang, sekalipun seseorang menebus dirinya dengan emas sepenuh 
bumi, jika memang emas ada pada hari itu. Dan tiada manfaat persahabatan 
seseorang, serta tiada manfaat pula syafaat seseorang jika orang yang 
bersangkutan menghadap kepada Allah dalam keadaan katir. 

Allah Swt telah berfirman: 

Dan takutlah kamu kupacki suatu hari di waktu seseorang tidak dapat 
menggantikan seseorang lain sedikit pun dan tidak akan diterima 
suatu tebusan darinya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu 
syafaat kepadanya dari tidak (pula) mereka akan ditolong. (Al- 
Baqarah: 123) 

Dan firman AllahSwU: 

Hai onmg-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) 
sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum 
datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada 
lagi persahabatem ytatg akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang- 
orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (Al-Baqaiah: 254) 

Ibrahim, ayat 32-34 

kampongsunnoh. org 



358 Juz 13— Ibrahim 

Alioh-lah yang meneiptakan langit dan bumi dan menurunkan air 
hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan 
itu berbagai bualt-buahan menjadi rezeki untuk kalian; dan Dia telah 
menundukkan bahtera bagi kalian supaya bahtera itu berlayar di 
lautan dengan kehendak-Nya dan Dia telah menundukkan (pula) 
bagi kalian sungai-sungai Dan Dia telah menundukkan (pula) bagi 
kalian matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam 
orbitnya); dan tela/i menundukkan bagi kalian malam dan siang. 
Dan Dia telah memberikan kepada kalian (keperluan kalian) dari 
segala apa yang kalian mohonkan kepada-Nya. Dan jika kalian 
menghitung-hitung nikmat Allah, tidaklah -dapat kalian 
menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan 
sangat mengingkari (nikmat Aliah). 

Allah Swt. menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang telah Dia berikan 
kepada makhluk-Nya, bahwa Dia telah meneiptakan bagi mereka langit 
yang berlapis-lapis sebagai atap yang dipelihara-Nya, dan bumi yang 
menjadi hamparannya. 



>r-.4_J. 



- •& ^mw^^MfM 



dan menurunkan dari langit air liujan. Maka Kami tumbuhkan 
dengan air itu berjenis-jenis dari tumbuli-tumbuhan yang bermacam- 
macam. (Taha: 53) 

Yakni buah-buahan yang bermacam-macam dan hasil tanaman yang ber- 
aneka ragam warna, bentuk, rasa, bau, dan manfaatnya. Allah 
menundukkan bahtera sehingga bahtera dapat mengapung di atas air laut 
dan berlayar menempuhnya dengan seizin Allah. Allah menundukkan 
laut untuk membawa bahtera agar orang^wang yang musafir menempuh 
jalan laut dapat bepergian dari suatu daerah ke daerah yang lain guna 
mengangkut kebutuhan mereka dari suatu daerah ke daerah yang lain 
(impor dan ekspor). Allah juga menundukkan sungai-sungai yang 
membelah bumi, lalu mengalir dari suatu daerah ke daerah yang lain. 

kampangsunnoh. org 



Tafsii Ibnu Kasir 359 

sebagai rezeki bual hamba-hamba-Nya berupa air minum, pengairan, dan 
kegunaan-kegunaan lainnya yang bermanfaat bagi mereka. 



<TT: 



*tfa&tfc&tt£' 



p* 

Dan Dia lelah menundukkan (pula) bagi kalian matahari dan bulan 
yang terus menerus beredar (dalam orbitnya). (Ibrahim: 33) 

Artinya, keduanya terus-menerus beredar pada garis edarnya malam dan 
dan siang hari tanpa henti-hentinya. 

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malam 
pun thlakdajKit mendahuliu siang. Dan masing-masing beredar pai/a 
garis edarnya (Yasin:40) 

Allah Swt. telah berfirman; 

Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan 
ce;xil, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bidan, dan bintang- 
bintang; (masing-masing) tunduk kepada jwrintah-Nya. Ingatlah, 
menciplakan dan memerintah Itanyatah hakAllali, Mahasuci Allah, 
Tuhan semesta alam. (AI-A'raT: 54) 

Matahari dan bulan silih berganti, malam dan siang hari saling berebutan; 
adakalanya siang hari mengambil sebagian waktu malam hari hingga 
menjadi bertambah panjang. Begitu pula malam hari, adakalanya ia 
mengambil sebagian waktu dari siang hari sehingga siang hari pendek 
waktunya dan malam hari panjang. 

kampungsunnah. orq 



360 Juz 13— Ibrahim 



*-**■ .$m$$®ip 



Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas 
mulam dan menundukkan matahari dan bulan; masing-masing 
berjalan menun/t waktu yang ditentukan. Ingatlah, Dialah Yang 
MalKiperkasa lagi Maha Pengampun. (Az-Zumar: 5) 

Firman Allah Swt: 

Dan Dia telah memberikan kepada kalian (keperluan kalian) dari 
segala apa yang kalian mohonkan kepada-Nya.(\brdk\\m: 34) 

Dengan kata lain, Allah menyediakan bagi kalian segala sesuatu yang 
kalian perlukan dalam semua keadaan sesuai dengan apa yang kalian 
mohonkan kcpada-Nya. 

Sebagian ulama Salaf mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah 
dari semua yang kalian mohonkan kcpada-Nya dan yang tidak kalian 
mohonkan kepada-Nya. Sebagian ulama membacanya dengan bacaan 
yang artinya "Dan Dia telah memberikan kepada kalian keperluan kalian 
dari segala apa yang kalian mohonkan kepada-Nya dan yang tidak kalian 
mohonkan kepada-Nya". 

Firman Allah Swt.; 



#L yfrjfcsaM ^^^«iiliojotlia 



Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kalian 
menghinggakannya. (Ibrahim: 34) 

Allah Swt. menceritakan sisi ketidakmampuan hamba-hamba-Nya untuk 
menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka, 
terlebih lagi untuk menunaikan syukurnya. Talq ibnu Habib telah mengata- 
kan bahwa sesungguhnya hak Allah itu jauh lebih berat daripada apa 
yang dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya sebagai rasa syukurnya. Dan 
sesungguhnya nikmat-nikmat Allah itu jauh lebih banyak daripada apa 
yang dihitung-hitung oleh hamba-hamba-Nya, tetapi mereka melakukan 

kompangsunnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 361 

tobatnya di pagi hari, dan di sore hari mereka bertobat pula. Di dalam 
kitab Sahih Bnklicni disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah mengucap- 
kan doa berikut; 

Ya Ai/ali, bagi fjtgktnrfah segala pigi ywig ridakpenuihterctikiipkioi, 
licluk pernah terpisahkan, dan t idak pernah tertinggalkan, wahai 
'tuhan kami 

AI-I lafi/ Abu Bakar AI-Ba/yar mengatakan di dalam kitab Afmnad-nya 
bahwa telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abu Haris, telah 
menceritakan kepada kami Daud ibnul Muhabbar, tehh menceritakan 
kepada kami Saleh Al-Murri. dari Ja'far ibnu Zaid Al-Abdi, dari Anas, 
dari Nabi Saw. yang telah bersabda ''Kelak dikeluarkan tiga diwan 
(catatan) bagi anak Adam pada hari kiamat, yaitu diwan yang di dalamnya 
tercatatkan amal salehnya, diwan yang didalamnya tercatatkan dosa- 
dosanya, dan diwan yang di dalamnya tercatatkan nikmat-nikmat Allah 
Swl. yang telah diberikan kepadanya. 

Lalu Allah* berfirman kepada nikmal-Nya yang paling kecil, yang 
menurut Al-Bazzar Ismail Ibnu Haris adalah diwan yang di dalamnya 
tercatatkan nikmat-nikmat-Nya. "Ambillah upahmu dari amal salehnya.' 
Maka ia mengambil semua amal salehnya, lalu menjauh dan berkata, 
'Demi Keagtmgan-Mu, aku masih belum cukup, tetapi yang tertinggal 
hanyalah dosa-dosanya dan catatan nikmat-nikmat-Mu.' 

Apabila Allah menghendaki merahmatinya, maka Dia berfirman, 'Hai 
hamba-Ku, sekarang Aku lipat gandakan kebaikan-kebaikanmu dan Aku 
maafkan keburukan-keburukanmu." Menurut Al-Bazzar Ismail ibnul 
Haris, Allah mengatakan, 'Aku anugerahkan nikmat-nikmat-Ku kepadamu 
(tanpa balasan)'." Predikat hadis ini garib, dan sanadnya (/<///". 

Di dalam kitab asar disebutkan bahwa Daud a.s. pernah berkata, 
"Wahai Tuhanku, bagaimana aku dapat bersyukur kepada Engkau, 
sedangkan syukurku kepada-Mu termasuk nikmat dari-Mu pula yang 
Engkau berikan kepadaku?" Maka Allah menjawab melalui firman-Nya, 

kampungsunnah. org 



362 Juz 13 — Ibrahim 

"Sekarang engkau, hai Daud, lelah bersyukur kepada-Ku; karena kamu 
lelah mengakui akan kelalaiamnu dalam menunaikan rasa syukurmu 
kepada-Ku atas nikmat-nikmat-Ku yang Kuberikan kepadamu." 

Imam Syatii rahimahullah mengatakan, ''Segala puji bagi Allah, yang 
salah satu dan nikmat-Nya (idak dapat disyukuri kecuali berkat adanya 
nikmat baru yang mendorong seseorang untuk bersyukur kepada-Nya." 
Salah seorang penyair mengatakan: 

Seandainya setiap anggota tubuhku diqKit berbicara memuji-Mu 
sebab kebaikan yang telah Engkau berikan kepadaku, niscaya 
lebilum rasa syukurku kepada-Mu merujuikan nikmat yang paling 
besar yang dianugerahkan oleh-Mu kepadaku 

Ibrahim, ayat 35-36 

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Ya Tulianku, jadikanlah 
negeri ini (Mekah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta 
anak cucuku dari menyembah berhala- berhala. Ya Tuhanku, 
sesunggulmya herhala-herhala itu telah menyesatkan kebanyakan 
dari manusia; maka barang siapa yang mengikutiku, maka 
sesunggulmya orang itu termasuk golonganku; dan barang siapa 
yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha 
Pengam/tun lagi Malui Penyayang. 

Allah Swt. — dalam bantahan-Nya terhadap orang-orang musyrik Arab — 
menyebutkan bahwa negeri Mekah ini sejak semula dibangun hanyalah 

kampungsunnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 3 63 

sebagai tempat untuk menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. 
Dan Ibrahim yang meramaikannya karena pembangunan yang dilakukan- 
nya berlepas diri dari orang-orang yang menyembah selain Allah. Dia 
(Ibrahim) mendoakan buat kota Mekah agar menjadi kota yang aman. 
Dalam doanya yang disitir oleh firman-Nya dia mengatakan: 



LTC 



»*«-ty&K)34l 



Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman 
(Ibrahim: 35) 

Dan Allah mengabulkan permintaannya, seperti yang disebutkan dalam 
ayat lain melalui firman-Nya: 

Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya 
Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman. (Al- 
Ankabut: 67), hingga akhir surat. 

Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk (tempat 
beribadat) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang 
diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya 
terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; 
barang siapa memasukinya (Baitullah itu), menjadi amanlah dia. 
(Ali Imran: 96-97) 

Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya: 



cr# 



t*j$&> tyssjci^jisBV 



Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman. 
(Ibrahim: 35) 

kampung wnnah. org 



364 Juz 13 — Ibrahim 

Dalam ayal ini lafaz balad disebutkan dengan memakai at-ta'rif, yakni 
al-balad, karena Nabi Ibrahim mendoakannya sesudah membangunnya. 
Karena itulah disebulkan oleh firman-Nya: 



c^ 



Segala puji bagi Allah, yang telah menganugerahkan kepadaku di 
haritua{ku) Ismail dan Ishat/. (Ibrahim: 39) 

Telah diketahui bahwa Ismail tiga belas tahun lebih tua daripada lshaq. 
Ketika Ismail dibawa oleh Nabi Ibrahim bersama ibunya ke Mekah, ia 
masih menyusu; dan sesungguhnya Nabi Ibrahim pada saat itu berdoa 
pula yang bunyinya seperti berikut: 



c.™ 



.^I^l&w 



Ya Tu/K/nku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman. 
(Ibrahim: 35) 

Seperti yang telah kami sebutkan dalam tafsir surat Al-Baqarah secara 
panjang lebar. 

Firman Allah Swl: 



«^. 






dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala- 
berlutla. (Ibrahim: 35) 

Setiap orang yang berdoa dianjurkan agar mendoakan dirinya sendiri, 
lalu buat kedua orang tuanya dan anak cucunya. Kemudian Nabi Ibrahim 
menyebutkan bahwa banyak kalangan manusia yang terfitnah oleh 
penyembahan kepada berhala-berhala, dan bahwa dia berlepas diri dari 
orang-orang yang menyembahnya, lalu ia mengembalikan umsanmereka 
kepada Allah Swt. Jika Allah menghendaki untuk mengazab mereka, 
tentulah Dia mengazab mereka; dan jika Dia menghendaki memberikan 
ampunan kepada mereka, tentulah Dia mengampuni mereka. Perihalnya 
sama dengan apa yang dikatakan oleh Nabi Isa a.s.: 

kampangsannah. org 



Talsir Ibnu Kaslf 365 



Jika Engfau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah 
hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka 
sesungguhnya Engkau/ah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. 
(AI-Maidah:M8) 

Dalam kandungan ayal ini dijelaskan bahwa tiada lain segala sesuatunya 
dikembalikan kepada kehendak Allah, bukan merupakan pembolehan 
akan terjadinya hal tersebut. 

Abdullal) ibnu Wahb mengatakan, lelah menceritakan kepada kami 
Amr ibnul Haris, bahwa Bakr ibnu Sawwadah pernah menceritakan 
kepadanya, dari Abdur Rahman ibnu Jarir, dari Abdullah ibnu Anu, bahwa 
Rasulullah Saw. membaca firman A 1 lah SwL yang menceritakan doa Nabi 
Ibrahim, yaitu: 



CT1 



Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-herluila itu telah menyesatkan 
kebanyakan dari manusia. (Ibrahim: 36), hingga akhir ayat. 

Dan doa Nabi Isa a.s. yang disebutkan oleh firman-Nya: 



c*h :SJ_^-Ul: 



Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah 
hamba-hamba Engkau. (Al-Maidah: 1 18), hingga akhir ayat. 

Setelah itu Rasulullah Saw. mengangkat kedua tangannya (berdoa) dan 
mengatakan dalam doanya: 

Ya Allah, (selamatkanlah) umatku. Ya Allah (selamatkanlah) u/na/A^ 
Ya Allah, (selamatkanlah) umatku. 

Lalu beliau Saw. menangis, dan Allah berfirman, "Hai Jibril, berangkatlah, 
temui Muhammad, dan tanyakanlah kepadanya apakah yang membuatnya 

kompangsannoh. org 



366 Juz 13 — Ibrahim 

menangis — padahal Allah lebih mengetahui — ?" Malaikat Jibril a.s. 
datang dan menanyainya, lalu Rasulullah Saw. menjawabnya, (Malaikat 
Jibril kembali melapor kepada Allah), maka Allah Swt. berfirman, 
"Pergilah kepada Muhammad, dan katakanlah kepadanya bahwa Kami 
akan membuatnya puas terhadap umatnya dan Kami tidak akan 
mengecewakannya." 

Ibrahim, ayat 37 



Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian 
keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di 
dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhcm karru\ 
(yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, muka jadikanlah 
hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka 
rezeki dari buaft-buaha/i, mudali-mttdahan mereka bersyukur. 

Hal ini menunjukkan bahwa doa ini adalah doa yang berikutnya sesudah 
doa yang pertama yang dipanjatkannya ketika ia pergi meninggalkan Hajar 
dan putranya (Nabi Ismail), hal ini terjadi sebelum Baitullah dibangun. 
Sedangkan doa yang kedua ini dipanjatkannya sesudah ia membangun 
Baitullah sebagai pengukuhannya dan ungkapan keinginannya yang 
sangat akan rida Allah Swt. Untuk itulah di dalam doanya disebutkan: 

di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. (Ibrahim: 37) 
Adapun firman Allah Swt.: 

kompangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 367 

Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salai. 
(Ibrahim: 37) 

Menurul Ibnu Jarir, ayal ini berkaitan dengan firman-Nya, "al-mttharram " 
Dengan kata lain, sesungguhnya saya menjadikannya sebagai tanah yang 
haram (suci) agar penduduknya dapat mendirikan salat di dekatnya. 



iTV 



+*» jm%$u&ms$&& 



maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka. 
(Ibrahim: 37) 

Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, dan lain-lainnya mengatakan 
bahwa seandainya Nabi Ibrahim dalam doanya mengatakan, "Af-idatan 
nasi" (yakni tanpa min) yang artinya 'hati seluruh umat manusia', maka 
tentulah orang-orang Romawi, Persia. Yahudi, dan Nasrani serta manusia 
lainnya akan berdesak-desakan memenuhinya. Akan tetapi. Nabi Ibrahim 
mengatakan, "Minati nas" yakni sebagian manusia. Dengan demikian, 
maka hal ini khusus bagi kaum muslim saja. 
Firman Allah Swt: 

e*f u ** % »'\2 './ 

dan berilali mereka rezeki dari buafhbuahan. (Ibrahim: 37) 

Agar hal itu dapat dijadikan sebagai pembantu bagi mereka untuk 
mengerjakan ketaatan kcpada-Mu; dan mengingat Mekah adalah sebuah 
lembah yang tidak memiliki tumbuh-tumbuhan, maka dimohonkan agar 
mereka beroleh buah-buahan untuk makan mereka. Allah Swt. mengabul- 
kan permohonan Nabi Ibrahim ini, seperti yang dinyatakan dalam ayat 
lain melalui firman-Nya: 

Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam 
daerah haram yang aman, yang didatangkan ke /empat itu buali- 

kompungwnnah. org 



368 Juz 13 — Ibrahim 

bualian dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki 
(bagi kalian), dari sisi Kami? (Al-Qasas: 57) 

Ini merupakan sebagian dari kebaikan Allah, kemuliaan, rahmat, dan 
bcrkah-Nya, Mengingat di Tanah Suci Mekah tidak terdapat pepohonan 
yang berbuah, untuk itulah maka didatangkan kepadanya segala macam 
buah-buahan dari daerah-daerah yang ada di sekitarnya sebagai perkenan 
dari Allah atas doa Nabi Ibrahim a.s. 

Ibrahim, ayat 38-41 

Ya Tuhan kami, sesunggulwya Engkau mengetaJiui apa yang kami 
sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatu 
pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun 
yang ada di langit. Segala puji bagi Allah, yang telah 
menganugerahkan kepadaku di hari //«/(ku) Ismail dan Ishatj. 
Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Mendengar 
(memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak 
cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, 
perkenankanlah doaku Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua 
ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya 
hisab (hari kiamat) ." 

Ibnu Jarir mengatakan bahwa Allah Swt. menceritakan perihal kekasih- 
Nya, yaitu Nabi Ibrahim, bahwa ia pernah berkata dalam doanya: 



-T* 



^-ititb 1 i^mW^SO^^ 



kompangsunnah. orq 



Tafsir Ibnu Kasir 369 

Ya Tuhan kami, sesungguh/iya Engkau mengetahui apa yang kami 
sembunyikan dan apa yang kami lahirkan. (Ibrahim: 38) 

Artinya Engkau mengetahui maksudku dalam doaku dan apa yang aku 
kehendaki dalam doaku untuk penduduk kota suci ini. Sesungguhnya hal 
ilu tiada lain menuju kepada rida-Mu dan mengikhlaskan diri kepada- 
Mu- Sesungguhnya Engkau mengetahui segala sesuatu yang lahir dan 
yang batin (tidak tampak), tiada sesuatu pun di bumi ini — tiada pula di 
langit — yang tersembunyi dari pengetahuan-Mu. 

Kemudian Nabi Ibrahim dalam doanya mengucapkan pujian kepada 
Tuhannya atas anak yang dianugerahkan kepadanya di saat ia telah berusia 
lanjut, seperti yang disitir oleh firman berikut: 

Segala puji bagi Allali, yang telah menganvgerafikan kepadaku di 
liari tua(ku) Ismail dan /shat/. Sesungguhnya Tulianku benar-benar 
Maha Mendengar (memperkenankan) doa. (Ibrahim: 39) 

Yakni Dia memperkenankan (mengabulkan) doa orang yang memohon 
kepada-Nya;,dan sesunggguhnya Dia telah mengabulkan permintaanku, 
yaitu mempunyai anak. 

Kemudian Nabi Ibrahim a. s. mengatakan dalam doanya; 



»•(***> 3&®kfc%4 



Ya Tuhanku, jadikanlafi aku orang yang tetap mendirikan salat 
(Ibrahim: 40) 

Yaitu memeliharanya dan mendirikan batasan-batasannya. 

dan begitu /nda anak cucuku.(ybi:dhim: 40) 

Maksudnya, jadikanlah pula anak cucuku sebagai orang-orang yang 
mendirikan salat. 

kampungsunnah. org 



370 Juz 13 — Ibrahim 

Ya Tuliatt kami, perkenankanlah doaku. (Ibrahim: 40) 
Yakni kabulkanlah semua apa yang aku mohonkan kepada-Mu. 



+*** ti0$$!M 



Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan ibu bapakku. (Ibrahim: A I ) 

Sebagian ulama tafsir membacanya wali\validi dalam bentuk tunggal, 
yakni bukan waliwalulayya. Hal ini dilakukan oleh Nabi Ibrahim sebelum 
ia berlepas diri dari ayahnya, setelah ia mengetahui dengan jelas bahwa 
ayahnya adalah musuh Allah Swt. 

dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab. 
(Ibrahim: 41) 

Maksudnya, ampunilah pula semua orang mukmin pada hari Engkau 
menghisab hamha-hamba-Mu, lalu Engkau balas mereka sesuai dengan 
amal perbuatannya masing-masing; jika amalnya baik, maka balasannya 
baik; dan jika amalnya buruk, maka balasannya buruk pula. 

Ibrahim, ayat 42-43 

Danjanganlalt sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah 
lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. 
Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari 
yang pada hari itu mata (mereka) terbelalak, mereka doiang 
bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat 

kompongsunnah. org 



Tafsir Ibnj Kas» 371 

kepalanya, sedangkan mala mereka lidak berkedip-kedip dan hai i 
mereka kosong. 

Firman Allah Swt 

m <&>&> &&&£ 
Dan janganlah sekali-kali kamu menduga. (Ibrahim: 42) 
Khitah atau pembicaraan ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw. 

bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang 
zalim. (Ibrahim: 42) 

Artinya, janganlah kamu mempunyai dugaan bahwa Allah melupakan 
orang-orang yang zalim dan membiarkan mereka tanpa menghukum 
mereka karena perbuatannya, hanya karena Allah menangguhkan ajal 
kebinasaan mereka. Balikan Allah menghitung-hitung semua perbuatan 
zalim yang mereka lakukan dengan perhitungan yang sangat terperinci. 

Sesvnggu/mya Allah memberi tangguh mereka sampai hari yang 
pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (Ibrahim: 42) 

Yaitu karena kedahsyatan dan kengerian serta huru-hara yang terjadi di 
hari kiamat. 

Kemudian Allah menceritakan perihal kebangkitan mereka dari 
kuburnya masing-masing seria ketergesa-gesaan mereka dalam menuju 
Padang Mahsyar. Untuk itu Allah Swt. berfirman: 

mereka datang bergegas-gegas. ( Ibrah i m : 4 3 ) 

Yakni dengan terburu-buru, sama dengan pengertian yang terdapat dalam 
ayat lainnya, yaitu: 

kompangsunnah. org 



372 Jur 13 — Ibrahim 

mereka dalang dengan cepat kepada penyeru itu. (AI-Qamar: S) 



e»-* ^O»-» 



4ftfttt&$}£ 



/'m/o /ioi7 itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru 
dengan tidak berbelok-belok. (Taha: 1 08) 



sampai dengan firmar.-Nya: 



eaM*J*s ^BWw^^^S 



Z)nn tunduklah semua muku (dengan berendah diri) kepada Tuhan 
Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengunis (makhluk-Nya). (Taha: 
III) 

Dan firman Allah Swt.: 



CL\ 



„bus, ia^<M$s(&<ag&£ 



(Yaitu) /Yofa Aori mereka keluar dari kubur dengan cepat. (Al- 
Ma'arij: 43), hingga akhir ayal. 

Adapun firman Allah Swt.: 



4 »PP » ,2.' 



dengan mengangkat kepalanya. (Ibrahim: 43) 

Ibnu Abbas, Mujahid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang 
mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah mereka mengangkat 
kepalanya 



• ***.< 



sedangkan mata mereka tidak berkedip-kedip. (Ibraliim: 43) 
kompungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 373 

Artinya, pandangan mata mereka terbeliak tanpa berkedip barang sesaat 
pun karena banyak huru-hara, kengerian, dan hal-hal yang sangat 
menakutkan yang menimpa diri mereka; semoga Allah melindungi kita 
dari kengerian pada hari kiamat. 

Dalam firman selanjutnya disebutkan: " 

dtm ftaii mereka kosong. (Ibrahim: 43) 

Yakni hati mereka kosong — tidak ada apa-apanya — karena rasa takut 
yang sangat hebat. Qatadah dan sejumlah ulama mengatakan bahwa 
rongga hati mereka kosong; karena hati itu bila telah menyesak sampai 
ke tenggorokan. maka ia keluar dari tempatnya disebabkan rasa takut 
yang amat hebat. Sebagian ulama mengatakan bahwa hatinya telah rusak, 
tidak sadar akan sesuatu pun karena kedahsyatan peristiwa yangdiberi kau 
oleh Allah Swt 

Kemudian Allah Swt. berfirman kepada Rasul-Nya: 

Ibrahim, ayat 44-46 

■ 

Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang 
pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang- 
orang yang zalim, "Ya Tuhan kami, heri tangguhlah kami 
(kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sed ku. 
niscaya kami akan mematuhi seman Engkau dan akan mengikuti 
rasul-rasul, " (Kepada mereka dikatakan). "Bukankah k.wni ulah 

kampungwnnoh. org 



37*1 Juz 13 — Ibrahim 

bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kalian tidak akan 
binasa? Dan kalian lelah berdiam di tempat-tempat kediaman or- 
ang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata 
bagi kalian bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan 
telah Kami berikan kepada kalian beberapa perumpamaan. " Dan 
sesimgguhiya mereka telah membuat makar yang besar, padahal di 
.sisi Allah-lali (balasan) makar mereka itu. Dan sesimgguftnya makar 
mereka itu (amal besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap 
karenanya 

Allah Swl. berfirman menceritakan perkataan orang-orang yang zalim 
terhadap diri mereka sendiri di kala mereka menyaksikan azab: 

Ya Tuhankami, beri tanggufitafi kami (kembalikanlah kami ke dunia) 
walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akari mematuhi 
seman Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul. (Ibrahim: 44) 

Ayat ini sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman- 
Nya: 



v* 



(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang 
ke matian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, ' ' Ya Tuhanku, 
kembal ikanlali aku (ke dunia)." (Al-Mu-minun: 99) 

Hai orang-orang yang beriman, janganlali harta-harta kalian dan 
anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah (Al- 
Munar1qun: 9), hingga akhir ayat berikutnya. 

Dan firman Allah Swt. yang menceritakan keadaan mereka di Padang 

Mahsyar: 

kampangwnnah. orq 



Tafsir Ibnu Kasrr 375 



C" W 



Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika orang- 
orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan 
Tuhannya. (As-Sajdali: 12), hingga akhir ayal. 

Begitu pula dalam firman Allah Swt.: 

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke 
neraka, lalu mereka berkata. "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) 
dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami " (Al-An'am: 27), 
hingga akhir ayat. 

Dan mereka berteriak di dalam neraka (haHr: 37), hingga akhir ayat. 

Dalam ayat ini disebutkan bahwa Allah Swt menjawab ucapan mereka 
melalui rirman-Nya: 

Bukankah kolam telah tersumpali dahulu (di dunia) bahwa sekali- 
kali kalian tidak akan binasa? (Ibrahim: 44) 

Maksudnya, bukankah kalian pernah bersumpah sebelum kalian berada 
di sini bahwa kalian tidak akan binasa dari keadaan kalian saat itu, dan 
bahwa tidak ada hari kembali serta tidak ada pula hari pembalasan; maka 
rasakanlah akibat perbuatan kalian ini. 

Mujahid dan lain-lainnya mengatakan sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

sekali-kali kalian tidak akan binasa? (Ibrahim: 44) 
kampangsannoh. org 



376 Juz 13— Ibrahim 

Yakni tiadalah kalian akan berpindah dari dunia ke akhirat. Sama pula 
maknanya dengan yang lerdapat di dalam firman-Nya: 

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang 
sungguh-sungguh, bahwa Allah tidak akan membangkitkan orang 
yang mati. (An-Nahl: 38), hingga akhir ayal. 

Adapun Firman Allah Swt.: 

Dan kalian telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang 
yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telati nyata bagi kalian 
bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami 
berikan kepada kalian beberapa perumpamaan. (Ibrahim: 45) 

Yakni kalian telah mengetahui melalui berita yang sampai kepada kalian 
tentang azab yang telah Kami timpakan kepada umat-umat terdahulu yang 
mendustakan Kami, Tetapi sekalipun demikian, ternyata kalian tidak 
mengambil pelajaran dari mereka, tidak pula kalian menjadikan apa yang 
telah Kami timpakan kepada mereka sebagai peringatan. 



*-jfc iW$£$& 



itulah hikmah yang sempurna, maka peringatan-peringatan itu tiada 
berguna (bagi mereka). (Al-Oaman 5) 

Syu'bah telah meriwayatkan dari Abu Ishaq, dari Abdur Rahman ibnu 
Rabbab, bahwa sahabat Ali r.a. pernah mengatakan sehubungan dengan 
makna ayal berikut: 

Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung- 
gunung dapat lenyap karenanya. (Ibrahim: 46) 

kompangsannoh. orq 



Talsii Ibnu Kasif 377 

Bahwa orang yang mendebat Nabi Ibrahim sehubungan dengan Tuhannya 
mengambil dua ekor burung elang yang masih kecil, lalu ia memelihara nya 
hingga besar dan kuai. Kemudian kaki masing-masing burung itu di- 
ikatkan kepada pasak yang dihubungkan dengan sebuah peti. Sebelum 
itu kedua burung elang tidak diberi makan hingga keduanya lapar, lalu 
dia dan seorang lelaki lain duduk di dalam peti itu, sedangkan dia 
mengangkat sebuah tongkat dari dalam peti itu yang ujungnya diberi 
daging segar. Kemudian ia berkata kepada temannya, "Lihatlah apa yang 
kamu saksikan!'* Maka temannya menjawab, saya melihat anu dan anu 
(dari angkasa)," sehingga temannya itu mengatakan, "Saya melihat dunia 
tni semuanya seakan-akan seperti lalat (kecilnya)." Setelah itu ia 
menurunkan tongkatnya, maka keduanya turun. Sahabat Ali mengatakan 
bahwa hal inilah yang dimaksudkan oleh firman-Nya: 



ett 



*^.&&C)ftLE$£fttf 



Dan sesunggufmya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung- 
gunung dapat lenyap karenanya. (Ibrahim: 46) 

Bacaan sahabat Ali, "Wain koda" yang artinya "Dan sesungguhnya makar 
mereka hampir dapat melenyapkan gunung-gunung". Abu lshaq 
mengatakan bahwa hal yang sama dilakukan oleh Abdullah Ibnu Mas'ud 
dalam cjiraahnya sehubungan dengan ayat ini — yaitu "wain /ada" dan 
hal yang sama telah diriwayatkan dari Ubay ibnu Ka'b dan Umar ibnul 
Khattah r.a., bahwa mereka membacanya dengan bacaan wain kudiV — 
sama dengan qiraah sahabat Ali r.a. 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Sufyan As-Sauri dan Urai I, 
dari Abu Isliaq, dari Abdur Rahman ibnu Rabbab, dari Ali, lalu disebutkan 
kisah yang semisal. Juga telah diriwayatkan dari Ikrimah, bahwa kisah 
ini menyangkut Raja Namruz — Raja Negeri Kan'an- dalam upayanya 
untuk menaiki langit dengan tipu muslihat tersebut. Mal yang serupa telah 
dilakukan pula oleh Raja Fir'aun, hanya dengan cara membangun menara 
yang tinggi, tetapi pada akhirnya keduanya tidak mampu dan lemah. 
Ternyata upaya keduanya kecil, tiada artinya, dan membuatnya terhina. 

Mujahid menuturkan kisah ini yang bersumberkan dari Bukhtanasar, 
bahwa ketika pandangan matanya sudah tidak lagi melihat bumi dan 

kampiingmnnoh. org 



378 Juz 13 — Ibrahim 

penduduknya, ada suara yang berseru, "Hai orang yang kelcwai batas, 
hendak ke manakah kamu pergi?" Maka ia meresa takut, kemudian ia 
mendengar suara di atasnya, lalu ia melepaskan tombaknya, dan tombak- 
nya itu mengenai burung garuda, sehingga gunung-gunung bergetar karena 
kejatuhan reruntuhannya, seakan-akan hampir lenyap karenanya. Yang 
demikian ilu adalah apa yang di sebutkan oleh firman-Nya: 



c U 



+&4&&8to&&& 



Dansesimggulmya makar mereka itu (amal besar) sehingga gunung- 
gunung dapat lenyap karenanya (Ibrahim: 46) 

f ! -ih. Juraij lelah menukil dari Mujahid, bahwa ia membacanya dengan 
bacaan berikut: Latazulu minimi jihal, yakni benar-benar dapat 
melenyapkan gunung-gunung. Huruf Jam yang pertama dibaca fat-hah, 
dan yang kedua dibaca darnmah. 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung- 
gunung dapat lenyap karenanya. (Ibrahim: 46) 

Bahwa tiadalah makar mereka itu dapat melenyapkan gunung-gunung. 
Makna yang sama telah dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri, lalu dijelaskan 
oleh Ibnu Jarir, bahwa apa yang mereka perbuat — yakni kemusyrikan 
mereka kepada Allah dan kekufuran mereka kepada-Nya — sama sekali 
tidak memhah ayakan gunung-gunung itu barang sedikit pun, tidak pula 
yang lainnya. Melainkan kemudaratan dari perbuatan mereka itu justru 
akan menimpa diri mereka sendiri. 

Menurut kami, berdasarkan makna yang terakhir ini berarti ayat ini 
sama maknanya dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui 
firman-Nya: 

kampungwnnoh. otq 



TafsiilbnuKasif 379 

Dan janganlah kamit berjalan di mnhi bumi ini dengan sombong, 
karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus hiuni 
dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung (Al-Isra: 37) 

Pendapat >ang kedua sehubungan dengan tafsir ayat ini ialah apa yang 
diriwayatkan oleh Ali ibnu AbuTalhah, dari Ibnu Abhas, bahwa firman 
Allah SwL: 

Dan sesungguhtya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung- 
gunung dapat lenyap karenanya. (Ibrahim: 46) 

Yang dimaksud dengan makar ialah kemusyrikan mereka, seperti pe- 
ngertian yang terkandung di dalam firman-Nya dalam ayat lainnya, yaitu: 

hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu. (Maryam: 90), 
hingga akhir ayat. 

Hal yang sama lelah dikatakan pula oleh Ad-Dahhak dan Qatadah. 
Ibrahim, ayat 47-48 

Karena itu, janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan 
menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya; sesungguhnya Allah 
Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan. (Yaitu) pada hari 
(ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) 
langit, dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) berkumpul 
menghadap keliadirat Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. 

Allah Swt. mengikrarkan janji-N>a dengan ungkapan yang kukuh melalui 
firman-Nya: 

kampangsannah. org 



380 Juz 13 — Ibrahim 



Karena itu, jangan/ah sekali-kali kamu mengira Allah akan 
menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasuf-Nya (Ibrahim: 47) 

Maksudnya, Allah akan menolong mereka dalam kehidupan di dunia dan 
pada hari semua saksi di tegakkan. Kemudian Allah Swl. menyebutkan 
bahwa Dia Mahaperkasa, tiada sesuatu pun yang dapat menghalang- 
halangi kehendak-Nya; dan Dia tidak terkalahkan, serta mempunyai 
pembalasan terhadap orang-orang yang kafir dan ingkar kepada-Nya. 



c» -.fjlsyo 



&3&»3Q£ 



Maka kecelakaan yang besarlah di liari itu bagi orang-orang yang 
mendustakan. (At-Tur: 1 1) 

Karena itulah dalam firman selanjutnya di sebutkan: 

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dtm 
(demikian pula) langit (Ibrahim: 48) 

Yjikni janji Allah ini akan dilaksanakan pada hari bumi diganti dengan 
bumi yang lain, yang bentuknya tidaklah seperti sekarang yang kita kenal, 
seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahiltain melalui hadis Abu Hazim, 
dari Sahi ibnu Sa'd yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah 
bersabda: 

Kelak manusia di liari kiamat akan dihimpunkan di bumi yang putih 
lagi tandus seperti perak yang putih bersili, tiada suatu tanda pun 
bagi seseorang padanya. 

kompungsunnoh. org 



Tafsir lbr*i Ka sir 3 8 1 

imam Ahmad mengatakan, lelah menceritakan kepada kami Muhammad 
ibnu Abu Addi. dari Daud, dari Asy-Sya'bi, dari Masruq, dari Aisyah 
yang mengatakan bahwa ia adalah orangyangmula-mula bertanya kepada 
Rasulullah Saw. tentang makna firman-Nya berikut ini: 

(Yaitu) pada liari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan 
(begitu pula) langit. (Ibrahim:-48) 

la bertany a kepada Rasulullah Saw., "Di manakah manusia pada saal itu, 
wahai Rasulullah?" Rasulullah Saw. menjawab, "Di atas sirat." Imam 
Muslim meriwayatkan hadis ini secara munfarid tanpa Imam Bukhari, 
begitu pula Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah melalui hadis Daud 
ibnu Abu I lindun dengan sanad yang sama. Imam Turmuzi mengatakan 
bahwa hadis ini luisan sahih. Imam Ahmad meriwayatkannya pula dari 
Affan. dari Wuhaib, dari Daud dan Asy-Sya'bi, dari Siti Aisyah tanpa 
menyebutkan Masruq (dalam sanadnya). 

Qatadah telah meriwayatkan dari I lissan ibnu Bilal Al-Muzani. dari 
Siti Aisyah r.a., bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang 
makna firman-Nya: 

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan 
(demikian pula) langit. (Ibrahim: 48) 

Bunyi pertanyaannya ialah, "Wahai Rasulul lah, di manakah manusia pada 
saat itu?" Rasulullah Saw. menjawab: 






Sesungguhnya kamu menanyakan sesuatu kejHidaku sua t u per- 
tanyaan yang belum pernah diajukan o/eh seorang pun dari kalangan 
umatku. Pada saat itu manusia berada di atas jembatan neraka. 

kompungsunnoh. org 



382 Juz 13 — Ibrahim 

Imam Ahmad meriwayatkan melalui hadis Habib ibnu Abu Umrah, dari 
Mujahid, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Siti Aisyah telah 
menceriUikan kepadanya bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah 
Saw. tentang makna firman-Nya; 



cu 



Padahal bumi seluruhnya dalam gcnggaman-Nyapada hari kiamat 
dan langit digulung dengan tangan kanan (kekuasaan )-Nya. (Az- 
Zuman 67) 

Siti Aisyah mengatakan, "Di manakah manusia pada hari itu, wahai 
Rasulullah?" Rasulullah Saw. bersabda, "Mereka berada di pinggirneraka 
Jahannam." 

Ibnu Jarir mengatakan, lelah menceritakan kepada kami AI-Hasan, 
telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Ja'd, telah menceritakan kepada 
kami Al-Qasim; ia mendengar AI-Hasan mengatakan bahwa Siti Aisyah 
r.a. pernah bertanya tentang makna firman-Nya: 



;U; 



*^iv0&i0&8% 



(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain. 
(Ibrahim: 48) 

"Dimanakah manusia pada liari itu, wahai Rasulullah? Rasulullah Saw. 
menjawab, "Sesungguhnya ini adalah suatu pertanyaan yang belum pernah 
diajukan oleh seorang pun. Hai Aisyah. mereka pada hari iiu berada di 
atas sirat 

Imam Ahmad meriwayatkannya dari Aftan, dari Al-Qasim ibnul FadI, 
dari Al-Hasan dengan sanad yang sama. 

Imam Muslim ibnul Hajjaj mengatakan di dalam kitab.Va/i/7(-nya 
bahwa telah menceritakan kepada kami AI-Hasan ibnu Ali Al-Hilwani, 
telah menceritakan kepadaku Abu Taubah Ar-Rabi' ibnu Nafi', telah 
menceritakan kepada kami Mu'awiyah ibnu Salam, dari Zaid 
(saudaranya), la pernah mendengar Abu Salam mengatakan, telah 
menceritakan kepadaku Abu Asma Ar-Rahbi; Sauban maula Rasulullah 
Saw. pernah menceritakan kepadanya bahwa ketika ia sedang berdiri di 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 383 

hadapan Rasulullah Saw.. datanglah seorang ulama Yahudi kepada 
Rasulullah Saw, lalu berkala, "Semoga kesejahteraan atas dirimu, hai 
Muhammad/' Maka aku (Sauban) mendorongnya dengan dorongan yang 
cukup kuat sehingga hampir saja ia terjatuh karena doronganku. Lalu ia 
berkata kepadaku, "'Mengapa kamu mendorongku?" Aku menjawab, 
"Mengapa tidak kamu katakan, Wahai Rasulullah?" Orang Yahudi itu 
berkata, "Sesungguhnya aku memanggilnya dengan nama yang diberikan 
oleh orang tuanya." Maka Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya 
namaku Muhammad, itulah nama yang diberikan kepadaku oleh orang 
tuaku." 

Orang Yahudi itu berkata, "Saja datang kepadamu untuk bertanya." 
Rasulullah Saw. bersabda, "Apakah ada manfaatnya bila saya katakan 
sesuatu kepadamu?" Orang Yahudi itu menjawab, "Saya akan 
mendengarnya dengan baik." 

Maka Rasulullah Saw. mengetuk-ngetukan tongkat kayu yang ada 
di tangannya dan bersabda, "Bertanyalah." Orang Yahudi mengatakan. 
"Di manakah manusia berada pada hari bumi diganti dengan bumi yang 
lain dan begitu pula langit?" Rasulullah Saw. bersabda: 



•^rW- 1 oj * ii\j=a3li3 ri_*> 



Mereka berada di dahan kegelapan sebelum jembatan (sirat). 

Orang Yahudi itu bertanya. "Siapakah manusia yang mula-mula 
melewatinya?" Rasulullah Saw. menjawab: 

Orang-orang yang fakir dari kalangan Muhajirin. 

Orang Yahudi itu berkata, "Apakah hadiah makanan mereka d i saat mereka 
memasuki surga?" Rasulullah Saw. menjawab: 

Lebilian hati ikan Nun. 

kompungsunnoh. org 



384 Juz 13 — Ibrahim 

Orang Yahudi itu bertanya lagi, "Lalu apakah makanan mereka 
sesudahnya?" Rasulullah Saw. menjawab: 

Disembelihkan buat mereka sapi jantan surga yang makanannya 
mengambil dari pinggiran-pinggiran surga (yakni digembalakan di 
pinggiran surga). 

Orang Yahudi ilu bertanya lagi, "Lalu apakah minuman mereka setelah 
makan makanan tersebut?" Rasulullah Saw. bersabda: 



Dari mata air yang ada di dalam surga yang disebut Salsabila 

Orang Yahudi itu berkata, "Engkau benar." Lalu ia berkata lagi, "Saya 
datang kepadamu untuk menanyakan sesuat u yang tiada seorang penduduk 
bumi pun mengetahui jawabannya kecuali seorang nabi atau seseorang 
atau dua orang." Rasulullah Saw. balik bertanya, "Apakah ada manfaatnya 
bila aku katakan kepadamu?" Orang Yahudi itu berkata, "Saya akan 
mendengarnya dengan haik." Orang Yahudi itu mengajukan pertanyaan- 
nya, ''Saya datang kepadamu untuk menanyakan tentang anak." Rasulullah 
Saw. bersabda: 



JC*. 



£*^.^^{tfi.$$40tfS 



Mani laki-laki putih dan mani perempuan kuning, apabila ke dua/iya 
berkumpul, lalu mani lelaki mengalahkan air mani perempuan, maka 
dengan seizin Allah anaknya menjadi lelaki. Dan apabila air mani 
perempuan mengalahkan air mani laki-laki, maka dengan seizin 
A/ f a/i toiaknya menjadi perempuan. 

kompungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasur 385 



Maka orang Yahudi itu berkata. "F.ngkau benar, dan sesungguhnya engkau 
adalah seorang nabi." Lalu lelaki Yahudi itu pergi. Dan Rasulullah Saw. 
bersabda. "Sesungguhnya orang ini telah menanyakan kepadaku 
pertanyaan yang tiada pengetahuan bagiku tentangnya barang sedikit pun, 
seandainya tidak ada utusan dari Allah yang memberitahukannya 
kepadaku ( tentang jawabannya)." 

Abu Ja'far ibnu Jarir At-Tabari mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Ibnu Auf, telah menceritakan kepada kami Abui Mugirah, 
telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam, telah menceritakan 
kepada kami Sa'id ibnu Sauban Al-Kala'i, dari Abu Ayyuh Al-Ansari, 
bahwa seorang pendeta Yahudi bertanya kcpadaNabi Saw. tentang makna 
firman Allah Swt.; 

***** $m d$$0Bm 

(Yaitu) pada hari (ketika) hwni diganti dengan bumi yang lain dan 
(demikian pula) langit. (Ibrahim: 48) 

la berkata, "Di manakah manusia pada saat itu?" Maka Rasulullah Saw. 
menjawab, "(Mereka) adalah tamu-tamu Allah, maka hal ilu amatlah 
mudah bagi AMah dengan kekuasaan yang ada di sisi-Nya, 

Ibnu Abu Halim meriwayatkannya melalui hadis Abu Bakar ibnu 
Abdullah ibnu Abu Maryam dengan sanad yang sama. 

Syu'bah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq 
bahwa ia telah mendengar dari Amr ibnu Maimun. Barangkali dia 
mengatakan bahwa Abdullah (Ibnu Mas'ud) berkata, dan barangkali dia 
tidak menyebutnya. Lalu saya bertanya kepadanya, "Apakah dia 
menerimanya dari Abdullah?" la mengatakan bahwa ia pernah mendengar 
Amr ibnu Maimun mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya; 






(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain. 
(Ibrahim: 48) 

Bahwa bumi yang lain ilu warnanya putih seperti perak lagi bersih, tidak 
pernah dialirkan darah padanya dan tidak pernah dilakukan suatu dosa 

kampungwnnoh. org 



386 Juz 13 — Ibrahim 

■ 

pun padanya. Pandangan mereka menembus jauh dan suara juru penyeru 
kedengaran oleh mereka, mereka dalam keadaan lidak beralas kaki dan 
telanjang, seperli keadaan mereka ketika diciptakan (dilahirkan). Peraw i 
mengatakan, ia menduganya mengatakan bahwa mereka dalam keadaan 
berdiri, hingga keringat mereka sampai pada mulut mereka. 

Telah diriwayatkan pula dari jalur yang lain dari Syu'bah. dari Israil, 
dari Abu Lshaq, dari Amr ibnu Maimun, dari ibnu Mas'ud hal >ang semisal. 
Demikian pula yang diriwayatkan oleh Asim, dari Zur, dari Ibnu Mas'ud 
dengan sanad yang sama. Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Abu 
l'-h. u; dari Amr ibnu Maimun, bahwa Abdullah ibnu Mas'ud tidak 
menceritakan hal ini. Demikianlah menurut keterangan yang diketengah- 
kan oleh Ibnu .larir. 

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Ubaid ibnu Uqail. telah 
menceritakan kepada kami Sahi ibnu Hammad Abu Gayyas, telah 
menceritakan kepada kami Jarir ibnu Ayyub, dari Abu lshaq, dari Amr 
ibnu Maimun, dari Abdullah, dari Nabi Saw. sehubungan dengan makna 
firman Allah swt.: 



Cl*: 



fr*W te 



L$MfrWti% 



(Yaitu) pada fuiri (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain. 
(Ibrahim: 48) 

Nabi Saw. bersabda, "Bumi yang putih, tidak pernah dialirkan darah pada- 
nya, tidak pernah pula dilakukan suatu dosa pun padanya." Kemudian 
Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, "Kami tidak mengetahui 
ada orang yang me-rafa' -k arinya selain Jarir ibnu Ayyub, sedangkan dia 
orangnya tidak kuat." 

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Abu Kuraih, telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah ibnu Hisyam, 
dari Sinan, dari Jabir Al-Ju'fi, dari Abu Jabirah, dari Zaid yang telah 
menceritakan bahwa Rasulullah Saw. mengirimkan utusan kepada orang- 
orang Yahudi, lalu beliau bertanya (kepada para sahabatnya), "Tahukah 
kalian mengapa saya mengirimkan utusan kepada mereka?" Para sahabat 
menjawab, "Allah dan Kasul-Nya lebih mengetahui." Rasulullah Saw. 

kompangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 387 

bersabda bahwa beliau mengirimkan utusannya kepada mereka untuk 
menanyakan tentang firman-Nya: 

(Yailu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang labu 

(Ibrahim: 48) 

Sesungguhnya pada waktu itu burni berwarna putih seperti perak. Setelah 
utusan Nabi Saw. dalang kepada orang-orang Yahudi, lalu para utusan 
itu menanyakan hal tersebut. Mereka (orangorangYahudi) menjawab 
bahwa saat itu bumi berwarna putih seperti perak. 

I Ial yang sama telal) diriwayatkan dari Ali, Ibnu Abbas, Anas Ibnu 
Malik, dan Mujahid ibnu Jubair, bahwa kelak di hari kiamat bumi akan 
diganti dengan bumi dari perak. 

Dari sahabat Ali r.a., ia mengatakan bahwa bumi akan menjadi perak 
dan langit menjadi emas. 

Ar-Rabi' telah meriwayatkan dari Abui Aliyah, dari Ubay ibnu Ka'b 
yang mengatakan bahwa langit akan menjadi gelap gulita. Abu Ma'syar 
lelah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi, dari 
Muhammad ibpu Qais sehubungan dengan makna firman-Nya: 



sWs^J/te (Jp3!fri$$£$J& 



(Yaitu) pada hati (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain. 
(Ibrahim: 48) 

Bahwa bumi menjadi roti, orang-orang mukmin dapat makan dari bawah 
kaki mereka. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Waki', dari Umar 
ibnu Bisyr Al-I lamdani, dari Sa' id ibnu Jubair, yakni sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 



suip-ayjs ij^&O^OS&b 



(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain. 
(Ibrahim: 48) 

kampangsunnah. orq 



388 Juz 13 — Ibiahim 

I3ahwa bumi diganti dengan roli yang putih, orang mukmin dapat makan 
dari bawah telapak kakinya. 

Al-A'masy telah meriwayatkan dari Khaisam yang mengatakan, 
"Abdullah ibnu Mas'ud pernah mengatakan bahwa bumi pada hari kiamat 
semuanya berupa api, dan surga ada di belakangnya, kelihatan isi dan 
perhiasannya, sedangkan manusia ditenggelamkan oleh keringatnya. 
Keringat mereka telah menenggelamkan mereka, sedangkan mereka masih 
belum menjalani hisab. 

Al-A'masy telah meriwayatkan pula dari Al-Minhal ibnu Amr, dari 
Oais ibnus Sakan yang mengatakan bahwa Abdullah Ibnu Mas'ud pernah 
berkata, "Di hari kiamat kelak seluruh bumi menjadi api, di belakangnya 
terdapat surga, isi dan perhiasannya kelihatan. Demi Tuhan yang jiwa 
Abdullah berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya^ sesungguhnya 
seorang lelaki benar-benar mengucurkan keringatnya, sehingga 
menenggelamkan telapak kakinya, lalu keringatnya naik sampai ke 
hidungnya, padahal hisab masih belum dijalaninya." Mereka bertanya, 
"Mengapa demikian, wahai Abu Abdur Rahman (nama panggilan Ibnu 
Mas'ud)?" Ibnu Mas'ud menjawab, "I lal itu terjadi karena pemandangan 
dan peristiwa yang mereka alami." 

Abu Ja'far Ar-Razi telah meriwayatkan dari Ar-Rabi' ibnu Anas, 
dari Ka'b, sehubungan dengan makna firman-Nya: 



tfA 



^4*ttKc2B8tt3fl$3g 



(Yaitu) pada liari (ketika) bumi digauli dengan bumi yang lain, dan 
(begitu pula) langit. (Ibrahim: 48) 

Langit menjadi gelap gulita, laut berubah menjadi api, dan bumi diganti 
dengan bumi yang lain. 

Di dalam hadis yang diriwayatkan, oleh Imam Abu Daud disebutkan 
bahwa tiada yang menempuh jalan laut kecuali orang yang berperang, 
atau pergi haj i, atau pergi umrah, karena sesungguhnya di bawah laut itu 
neraka; atau di bawah neraka itu laut. 

Di dalam hadis masyhur tentangsur (sangkakala) dari Abu I lurairah, 
dari Nabi Sa\v„ disebutkan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda: 

kompangsunnah. orq 



Tafsir Ibru Kasir 389 

Allah mengganti bumi dengan bumi yang lain, begitu pula langit, 
la/u Dia menggetarkannya dan menghantarkannya sebagaimana 
seseorang menghamparkan kulit (dari pasar) 'Vkaz, tiada yang 
rendah, tiada pula yang tinggi. Kemudian A llah menggiring makhluk 
dengan sekali giring, tiba-tiba mereka telah berada di bumi yang 
telah diganti itu. 

Firman Allah Swt.: 

dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) berkumpul menghadap 
ke hadirat Allah. (Ibrahim: 48) 

Yakni semua makhluk keluar dari kuburannya masing-masing menghadap 
kepadaAllah. 

Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. (Ibrahim: 48) 

Allah yang mengalahkan segala sesuatu dan menundukkannya, serta 
tunduklah kepada-Nya semua kepala dan tunduk takutlah kepada-Nya 
semua akal. 

Ibrahim, ayat 49-51 



kampungwnnah. org 



M 



390 Juz 13 — Ibrahim 



Dan kamu akan melihat arang-arang yang berdosa pada hari itu di 
ikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah dari 
pelangkin (ler) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, agar 
Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap arang terhadap apa 
yang ia usahakan. Sesungguhnya A llah Mahace/>at hisab-Nya 

Firman Allah Swt.: 



elA 



pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain, dan (begitu 
pula) langit. (Ibrahim: 48) 

dan semua makhluk menghadap kepada Tuhan yang, akan memberi 
pembalasan. Engkau Muhammad, akan melihat pada hari itu keadaan 
orang-orang yang berdosa, disebabkan oleh kekafiran dan kerusakan 
mereka. 






diikat bersama-sama. (Ibrahim: 49) 



Yakni sebagian dari mereka diikat bersama-sama dengan sebagian yang 
lain menjadi satu, masing-masing dari mereka adakalanya digabungkan 
dengan orang-orang yang setara dengan keadaan mereka, atau adakalanya 
masing-masing dari mereka disatukan dengan orang yang sejenis dengan 
keadaan dirinya; jelasnya masing-masing golongan diikat bersama-sama 
dengan golongannya. 

Dalam ayat yang lain disebutkan melalui firman-Nya: 



m^jt6gteSM&& 



(kepada malaikat diperintahkan), "Kumpulkanlah orang-orang yang 
zalim beserta teman sejawat mereka. " (As-Saffat: 22) 

dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh). (At-Takwir: 7) 
kampungsunnah. orq 



Tafsir Ibnu Kasir 391 



Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka 
itu dengan dibelenggu. mereka di sana mengharapkan kebinasaan. 
(Al-Furqan; 13) 



cY« -TV ; 



**.MA806QffliMiMti&l 



dan( Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) setan-setan semuanya 
ahli bangunan dan penyelam, dan setan yang lain yang terikat dalam 
belenggu. (Sad: 37-38) 

Al-asjad artinya belenggu-belenggu, menurut Ibnu Abbas, Sa'id ibnu 
Jubair, Al-A'masy, dan Abdur Rahman ibnu Zaid. dan inilah menurut 
dialek yang terkenal. Seorang penyair bernama Amr ibnu Kalsum dalam 
bait syairnya mengatakan, "Mereka menolak pakaian-pakaian dan para 
tawanan, dan hanya memilih raja-raja dalam keadaan terbelenggu." 
Firman Allah SwL: 



Pakaian mereka adalah dari ter. (Ibrahim: 50) 



t$&$$i$ 



Maksudnya pakaian yang dikenakan oleh ahli neraka terbuat dari ter 
(aspal) yang biasanya digunakan untuk mengobati penyakit kulit unta. 
Qatadah mengatakan bahwa ter merupakan suatu bahan yang mudah 
terbakar. I.afaz qatiran dikatakan pula qatran, seperti yang dikatakan 
oleh seorang penyair bernama Abun Naj m dalam salai) satu bait syairnya, 
"Apabila unta itu dipoles dengan ter, ia seakan-akan bagaikan angin yang 
bertiup ke arah yang ditujunya (karena kepanasan)." 

Ibnu Abbas mengatakan bahwa qatiran adalah tembaga yang dilebur, 
dan adakalanya dia membaca asai ini dengan bacaan berikut: 

Pakaian mereka adalah dari ter. (Ibrahim: 50) 
kampangsunnah. org 



392 Juz t3 — Ibrahim 

Makna yang dimaksud ialah tembaga yang dilebur, kemudian panasnya 
telah mereda. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid. Ikrimah, Sa'id 
ibnu Jubair, Al-Hasan, dan Oatadah. 
Firman Allah Swt; 

dan muka mereka ditutup oleh api neraka. (Ibrahim: 50) 

Ayat ini maknanya sama dengan apa yang disebutkan dalam ayal lain 
melalui ftrman-Nya: 

Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu 
dalam keathan cacat. (Al-Mu-minun: 104) 

Imam Ahmad mengatakan, lelah menceritakan kepada kami Yahya ibnu 
lshaq, telah menceritakan kepada kami Aban ibnu Yazid, dari Yahya ibnu 
Abu kasir, dari Zaid, dari Abu Salam % dari Abu Malik Al-Asy'ari yang 
mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 




9 <* 9 

Ada empat perkara di dalam umatku termasuk perkara Jaiuliahyang 
masih belum mereka tinggalkan, yaitu membangga-banggakan diri 
dengan kedudukan, mendiskreditkan nasab (keturunan), meminta 
hujan melalui bintang-bintang, dan niyahah (menangis ala Jahiliah) 

kampungsunnah. org 



Tafsir IDru Kasir 393 

karena ditinggal mati Wanita yang ber-niyahah bila masih belum 
tobat sebelum matinya, kelak di hari kiamat dibangkitkan dengan 
memakai pakaian dari ter dan baju kurung dari penyakit kurap. 

Hadis diketengahkan oleh Imam Muslim secara mtmfar'ui Di dalam hadis 
Al-Qasim, dari Abu U mamah r.a., disebutkan bahwa Rasulullah Saw. 
pernah bersabda: 

Wanita yang ber-niyahah jika (mati dalam keadaan) belum bertobat, 
akan diberdirikan di tengahjalan antara surga dan neraka, pakaian- 
nya adalah dari ter, sedangkan mukanya ditutupi oleh api neraka. 

Firman Allah Swt.: 

Agar A llah memberi pembalasan kepada tia\>-tiaj) orang terhadap 
apa yang ia usahakan. (Ibrahim: 5 1 ) 

Yaitu kelak di hari kiamat, seperti halnya yang disebutkan dalam ayat 
lain melalui firman-Nya: 



_T\ :?—*&* 



5W&&&SS 



Supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbual 
jahat terhadap apa yang mereka kerjakan. (An-Najm: 3 1 ), hingga 
akhir ayat. 



Mengenai firman Allah Swt.: 



Co* '. 



^■^'*tm 



Sesungguhnya Allah Mcmacepat hisab (perhituiigan)-A'j'fl. (Ibrahim: 

51) 

kompangsannah. orq 



394 Juz 13 — Ibrahim 

Makna ayat ini dapat ditafsirkan seperti pengertian yang terkandung di 
dalam ayat lain melalui firman-Nya: 



c\ 



Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, 
sedangkan mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (darinya). 
(AI-Anbiya: l) 

Dapal pula ditafsirkan dengan pengertian 'dalam menghisab amal 
perbuatan hamba-hamba-Nya, Allali sangat cepat perhitungan-Nya, karena 
Dia mengetahui segala sesuatu, tiada sesuatu pun yang tersembunyi dari 
pcngetahuan-Nya, dan sesungguhnya semua makhluk menurut kekuasaan 
Allah sama halnya dengan seseorang dari mereka', seperti pengertian 
yang terdapat di dalam firman-Nya: 



c« 



,^A^jztm>$& 



Tidaklah Allafi menciptakan dan membangkitkan kalian (dari kubur) 
itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkilkan) 
satu jiwa. (I.uqman: 28) 

Hal ini sama dengan inli sari dari pendapat Mujahid, bahwa makna firman- 
Nya: 

Maimcepat hisab-Nya. (Ibrahim: 5 1 ) 

Yakni perhitungan-Nya. Tetapi dapat pula dikatakan bahwa masing- 
masing dari kedua pendapat dapat dijadikan sebagai tafsirnya. 

Ibrahim, ayat 52 

kampungsunnah. org 



Tafsir IbruKa&r 395 

(Al-Qur'an ini) adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, 
dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka 
mengetahui bahwasanya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan agar 
orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. 

Allah Swt. menyebutkan bahwa Al-Qur'an ini adalah penjelasan bagi 
umat manusia, semakna dengan ayat lainnya: 

supaya dengannya Aku memberi peringatan kepada kalian dan 
kepada orang yang sampai kepadanya Al-Qur 'an. (Al-An'am: 1 9) 

Artinya, Al-Qur'an ini adalah penjelasan yang disampaikan kepada semua 
makhluk manusia dan j in, seperti yang disebutkan dalam permulaan surat 
ini melalui firman-Nya: 



u 



Alif, tam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu 
supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada 
cahaya te f ang benderang. (Ibrahim: 1), hingga akhir ayat. 

Adapun firman Allah Swt.: 

dan supaya mereka diberi 'peringatan dengan dia, (Ibrahim: 52) 
Maksudnya, agar mereka mengambil pelajaran dari Al-Qur'an. 

doti supaya mereka mengetahui bahw-asanya Dia adakm Tuhan Yang 
Maha Esa. (Ibrahim: 52) 

Yakni agar mereka dapat menyimpulkan melalui bukti-bukti dan dalil- 
dalil yang terkandung di dalamnya, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan 
yang wajib disembah selain Dia. 

kampangsunnah. otg 



396 Juz 13 — Ibrahim 



fft-*U' 



• wsmj&s 



dcai agar orang-orang yang berakal mengambil fjelajaran. (Ibrahim: 
52) 

VM Albab artinya orang-orang yang berakal. Sampai di sini tafsir surat 

Ibrahim. 



kampungsannah. orq 



Tafsir Ibnu Kasir 397 

SURAT AL-HIJR 

Makkiyyah, 99 ayat 

Dengan nama Allah Yang Mafia Pemurah lagi Maha Penyayang. 
Al-Hijr, ayat 1 

Alif, Cam /S. (Surai) ini adalah (sebagian dari) ayal-ayal Al-Kilab 
(yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al-Qur 'an yang memberi 
penjelasan. 

Dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan pembahasan mengenai 
huruf-huruf yang mengawali banyak surat Al-Qur'an. 



kampangsannah. org